Arkana marah

Hari terus berganti,hubungan antara Jalwa dan Arshaka mulai terjalin dengan lebih baik membuat Arkana merasa tersisihkan.

"Hari ini bos kecil mau makan apa?" tanya Jalwa yang bisa merasakan jika mood Arkana sangat buruk sejak pagi tadi.

Arkana tidak mau bicara, dia berjalan menuju kamarnya dan tidak mempedulikan Jalwa.

"Arkana kenapa ya?" gumam Jalwa. Diapun pergi ke dapur dan mengambil puding buah yang dia buat Tadi pagi dan jus mangga kesukaan bos kecilnya,Jalwa berharap bos kecilnya itu mau bicara kepadanya.

Jalwa masuk ke dalam kamar Arkana dan melihat anak itu sedang duduk di tempat tidur sambil memangku laptop.

"Mbak Jalwa bawakan camilan untuk bos kecil." Jalwa menyodorkan piring puding nya pada Arkana.

"aku tidak mau!" seru Arkana marah, "Mbak Jalwa pergi aja."

Jalwa menyimpan puding dan jus di meja lalu dia duduk di sebelah Arkana, "kenapa bos kecil marah sama Mbak Jalwa?"

"Aku ga suka Mbak Jalwa akrab sama Ayah," jawab Arkana dengan ketus.

"jadi Mbak Jalwa harus bagaimana sama tuan besar?"

"Aku lebih suka Mbak Jalwa yang Dulu."

Jalwa tersenyum, "baiklah, Mbak Jalwa tidak akan lebih akrab dengan tuan besar."

Arkana menyimpan laptopnya dan langsung memeluk Jalwa."Aku mau perhatian Mbak Jalwa cuma buat aku."

Jalwa mengangguk, "Mbak Jalwa kan pengasuhnya Bos kecil jadi bos kecil prioritas utama Mbak Jalwa dong," ujarnya sambil menepuk pelan punggung Arkana.

Arkana tersenyum, 'ayah ga boleh dengan mudah dapatin Mbak Jalwa.' Akhirnya mood dia yang tadinya memburuk kini kembali lebih baik.

Sebelumnya pagi hari saat Arkana tiba di taman kanak - kanak, dia melihat seorang wanita yang melambaikan tangan kepadanya.

Dan dia tau siapa wanita itu karena ayahnya pernah menunjukkan sebuah foto wanita yang sedang menggendong bayi laki - laki dengan senyum bahagia. Namun, kenyataannya wanita itu rela meninggalkan suami dan anaknya karena tidak mau hidup serba kekurangan disaat usaha Arshaka diambang kebangkrutan.

Arkana sangat bangga pada ayahnya yang tidak pernah menceritakan kejelekkan Ibunya pada dia. Tapi Arkana Tau ayahnya sangat marah dan kecewa pada wanita itu.

Arkana sebisa mungkin menghindar,dia tidak nyaman dan tidak suka melihatnya.

"Mbak Jalwa."

"Ya."

"Mbak Jalwa tulus kan sayang sama aku?" tanya Arkana pelan.

"tentu saja."

"mbak Jawa harus janji sama aku ga akan ninggalin aku."

"Ins sya Alloh ."

Sementara itu di kantor Darmendra Group kedatangan seorang wanita yang dengan kepercayaan diri yang tinggi masuk dan mengaku istri dari CEO mereka.

Namun sayang dengan intruksi dari atasan mereka,wanita itu di hadang oleh beberapa security.

"Kalian tidak bisa seenaknya pada saya!" teriak wanita itu.

"maaf bu,anda tidak bisa seenaknya datang kemari,anda harus punya janji temu." Ucap salah satu security.

"Heh,saya itu istri dari pimpinan kalian Tau."

"Pimpinan kami tidak Memiliki seorang istri." Jawab security tersebut.

"beri tahu atasan kalian jika saya Indira Maharani datang!" seru Indira pada resepsionis.

"tidak perlu!" seru Reyhan yang sedari tadi memperhatikan ulah mantan istri bosnya itu.

"lihat,asisten pribadi CEO kalian menjemput saya." Ucap Indira.

Reyhan tersenyum sinis, " saya tidak menjemput anda, tapi saya harap anda tidak membuat keributan disini."

"Heh Reyhan,kamu berani sama saya!" hardik Indira.

Reyhan melihat ke arah security. "Pak, bawa wanita ini keluar dan ingat jangan buatkan dia masuk kemari."

"kurang ajar kamu Reyhan!" teriak Indira. " Lihat saja aku akan membuat Arshaka memecat kamu."

Karena merasa dirinya sudah sangat di permalukan, Indira pun pergi dari sana.

"ingat baik - baik wanita yang Tadi!" Seru Reyhan pada para karyawan yang ada di sana, " beritahu yang Lain jika bertemu dengan wanita itu lagi disini usir saja."

"Baik Pak." Jawab semua karyawan yang kebetulan ada di lobbi.

Arshaka pulang kerumah larut malam, banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan apalagi dengan kedatangan mantan istrinya ke kantor membuat moodnya berantakan.

Meskipun dia tidak langsung menghampiri Indira tetap saja membuat dirinya begitu emosi.

"Waalaikumsalam." Kata Jalwa pada Arshaka yang masuk kedalam rumah dengan melamun.

"Maaf, Assalamualaikum." Arshaka merasa malu karena Lupa mengucapkan salam.

"Sepertinya anda sangat lelah tuan." Ucap Jalwa sambil menyodorkan Air minum pada Arshaka.

"Terima kasih."Arshakapun meminum Air itu hingga tandas dan meletakkan gelas kosong di meja, "Arkana Sudah tidur?."

"Sudah sejak Tadi." Jawab Jalwa ,"apa anda Sudah makan malam?."

Arshaka menatap tajam pada Jalwa. "Sudah di kantor,kenapa kamu bicara formal lagi?."

"Arkana yang meminta."

"ck...anak itu." Arshakapun naik ke lantai dua menuju kamarnya.

Jalwa menghela nafas, "sepertinya kedua bos aku sedang jelek moodnya."

❄️❄️❄️

Pagi harinya di meja makan Jalwa merasakan ada aura permusuhan saat dirinya menyiapkan nasi goreng ke piring kedua majikannya itu.

Arshaka dan Arkana saling menatap tajam. Jalwa hanya bisa geleng kepala saja.

"Hari ini aku ga mau sekolah." Ucap Arkana sambil memakan nasi gorengnya.

" kenapa?" tanya Arshaka heran.

"aku lagi ga pengen aja." Jawab Arkana asal padahal dia tidak ingin bertemu dengan wanita yang telah melahirkannya itu.

Arshaka mengangguk dan mengerti. " Ayah Tau,kamu boleh ijin ."

Jalwa yang tidak mengerti hanya duduk menikmati sarapannya.

Sebelum berangkat ke kantor Arshaka memberikan perintah pada security di rumah nya untuk tidak mengizinkan siapapun masuk kecuali anggota keluarganya maupun karyawannya saja.

Dan Arshaka pun melarang Jalwa dan Arkana keluar rumah tanpa seijinnya.

Arkana hanya menurut saja karena dirinya enggan kemanapun dan Jalwa hanya bisa mengikuti perintah dari bos nya itu.

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Mantan istri mulai dtg lg nih

2022-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 DU_TA
2 Du__Ta
3 Percaya diri
4 Tentang Jalwa karima
5 Arkana Menang
6 Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7 Ayah dan anak sama saja
8 Kejutan yang mengejutkan
9 Sandaran Untuk Jalwa
10 Arkana marah
11 Ketenangan yang terganggu
12 Amarah Arshaka
13 Pengganggu
14 Arshaka kecewa
15 Arshaka masih marah
16 Arkana ke pasar malam
17 Arshaka Menyusul ke Bandung
18 Arshaka Modus
19 Arkana marah lagi
20 Sarah semakin percaya diri
21 Boni sebatang kara
22 Hampir khilaf
23 Sarah di tolak
24 Ibu dan anak sama saja
25 Lamaran
26 Arshaka dan Arkana uring uringan
27 Arshaka sakit
28 Menuju Halal
29 Acara siraman
30 Sah
31 MP yang gagal
32 'Ngunjungan'
33 Resepsi
34 Akhirnya
35 Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36 Me time yang terganggu
37 Malu sendiri khan
38 Meluruskan kesalah pahaman
39 Bodoh
40 Gagal
41 Boni bimbang
42 Kekhawatiran Jalwa
43 Boni takut
44 Pilu
45 Arshaka sedih
46 Merindukan Arshaka
47 Melepas Rindu
48 Hamil????
49 Aroma calon pelakor
50 Arshaka tidak peka
51 Perasaan Jalwa
52 Kejutan
53 Baikkan
54 Kemanjaan dari Jalwa
55 Arshaka yang perhatian
56 Acara 4 bulanan
57 Ketakutan boni
58 Rasa bersalah
59 Pengganggu lagi
60 Diam - diam menemuinya
61 Arkana bertemu Indira
62 isi hati Arkana
63 kemarahan Arkana
64 Rencana jahat indira
65 Pertengkaran
66 Berangkat liburan
67 Naik kereta ekonomi?
68 Arfan dan Zahra pdkt
69 Jalan - Jalan lagi
70 Jalwa melahirkan
71 Ashalina putri Darmendra
72 tujuh satu
Episodes

Updated 72 Episodes

1
DU_TA
2
Du__Ta
3
Percaya diri
4
Tentang Jalwa karima
5
Arkana Menang
6
Kehadiran Arshaka yang menggemparkan
7
Ayah dan anak sama saja
8
Kejutan yang mengejutkan
9
Sandaran Untuk Jalwa
10
Arkana marah
11
Ketenangan yang terganggu
12
Amarah Arshaka
13
Pengganggu
14
Arshaka kecewa
15
Arshaka masih marah
16
Arkana ke pasar malam
17
Arshaka Menyusul ke Bandung
18
Arshaka Modus
19
Arkana marah lagi
20
Sarah semakin percaya diri
21
Boni sebatang kara
22
Hampir khilaf
23
Sarah di tolak
24
Ibu dan anak sama saja
25
Lamaran
26
Arshaka dan Arkana uring uringan
27
Arshaka sakit
28
Menuju Halal
29
Acara siraman
30
Sah
31
MP yang gagal
32
'Ngunjungan'
33
Resepsi
34
Akhirnya
35
Kegiatan Ibu Rumah Tangga
36
Me time yang terganggu
37
Malu sendiri khan
38
Meluruskan kesalah pahaman
39
Bodoh
40
Gagal
41
Boni bimbang
42
Kekhawatiran Jalwa
43
Boni takut
44
Pilu
45
Arshaka sedih
46
Merindukan Arshaka
47
Melepas Rindu
48
Hamil????
49
Aroma calon pelakor
50
Arshaka tidak peka
51
Perasaan Jalwa
52
Kejutan
53
Baikkan
54
Kemanjaan dari Jalwa
55
Arshaka yang perhatian
56
Acara 4 bulanan
57
Ketakutan boni
58
Rasa bersalah
59
Pengganggu lagi
60
Diam - diam menemuinya
61
Arkana bertemu Indira
62
isi hati Arkana
63
kemarahan Arkana
64
Rencana jahat indira
65
Pertengkaran
66
Berangkat liburan
67
Naik kereta ekonomi?
68
Arfan dan Zahra pdkt
69
Jalan - Jalan lagi
70
Jalwa melahirkan
71
Ashalina putri Darmendra
72
tujuh satu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!