Bab 20 - Pengakuan Nayra

Bian mengerutkan keningnya saat ia membaca pesan dari nomor Naura, wanita itu ingin bertemu dengannya? Tentu saja Bian bingung, untuk apa saudara kembar tunangannya itu menemuinya.

Akhirnya Bian memutuskan untuk bertemu dengan wanita itu di salah satu cafe yang tak jauh dari rumahnya. Namun, ia semakin bingung saat tiba-tiba dia pesan dari Naura kembali masuk.

"Sebentar lagi aku sampai ke rumahmu, tunggu di sana."

Kerutan di kening Bian semakin dalam. "Apa ada hal yang sangat penting sampai Naura mau ke sini?" gumam Bian.

Sementara di sisi lain, Nayra sedang berada dalam taksi yang melaju menuju rumah Bian. Wanita itu terus saja menyeka air matanya meskipun dia tahu itu percuma saja, air mata yang tadi sempat terhenti kini kembali mengalir saat ia mengingat semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang ibu dn tudingan-tudingan menyakitkan yang ditodongkan oleh sang Kakak, hati Nayra semakin sakit dan dadanya semakin sesak saat ia juga mengingat Bian.

Nayra keluar dari rumah Raka secara diam-diam saat pria itu sedang berada di ruang kerjanya dan kedua orang tua Raka juga sudah pergi.

Setelah ini, Nayra benar-benar ingin pergi dari semua orang.

"Berhenti, Pak!" seru Nayra saat ia sudah sampai di depan gedung apartemen Bian. Setelah membayar ongkos taksi, dia pun bergegas menuju apartemen tunangannya itu.

"Naura?" panggil Bian antara bingung dan terkejut melihat Nayra yang datang dengan wajah sembab.

"Boleh aku masuk?" tanya Nayra dengan suara yang serak. Bian mengangguk sembari membuka pintu lebih lebar, dia mempersilakan masuk.

"Ada apa, Ra? Apa kamu ada masalah?" tanya Bian penasaran.

Nayra menatap Bian kemudian berkata, "Nayra, Bian. Aku Nayra." Seketika Bian terbelalak mendengar pengakuan wanita itu.

"Ma-maksudnya?" tanya Bian.

"Aku adalah Nayra, tunangan kamu," cicit Nayra dan seketika air mata kembali mengalir di pipinya, tetapi dengan cepat Nayra menyekanya.

"Sa-sayang?" panggil Bian akhirnya. "Ada apa? Kenapa kamu nangis? Dan tadi Naura chat aku, katanya dia ... dia..."

"Itu aku, Bian. Aku yang chat kamu dari ponsel Naura."

"HAH?"

...🦋...

"Nayra?" gumam Raka saat dia melihat pintu kamarnya yang terbuka, dia langsung masuk untuk mencari Nayra tapi wanita itu sudah tak ada.

"Nayra!" panggil Raka dengan suara lantang, ia merasa panik karena Nayra tidak ada di kamarnya maupun di kamar mandi. Ia pun berlari ke bawah sambil terus memanggil nama Nayra dengan lantang, hingga menarik perhatian Bi Jum dan Bi Siti yang saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.

"Ada apa, Tuan?" tanga Bi Jum menghampiri sang bos.

"Apa kalian melihat Nayra?" tanya Raka dengan panik.

"Tidak, Tuan, kami tidak melihatnya," jawab Bi Siti.

"Bukannya Nyo-eh ... Non Nayra tadi ada di kamar, Tuan?" cicit Bi Jum yang masih bingung dengan situasi dan kondisi rumah tangga sang bos.

"Dia nggak ada di kamar!" seru Raka penuh emosi. Seketika dia teringat dengan cctv di rumahnya, dia pun segera bergegas kembali ke ruang kerja, kemudian dia memeriksa cctv dari laptopnya.

Rekaman cctv menunjukan Nayra pergi dengan naik taksi, Raka ingin mengejar wanita itu. Namun, ia mengurungkan niatnya.

"Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri," gumam Raka.

...🦋...

Bian hanya bisa menahan napas saat mendengar Nayra bercerita tentang apa yang terjadi sambil sesegukan. Bian tidak tahu harus bereaksi seperti apa, bahkan dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini. Yang pasti, dadanya terasa sesak, perih, hingga dia merasa kesulitan bernapas. Detak jantungnya pun seolah berhenti, aliran darahnya seolah membeku.

Nayra-nya, kekasih hati yang sangat dia cintai kini tengah mengandung anak pria lain?

Tidak! Bian tidak ingin mempercayai informasi itu! Namun, ketika dia menatap mata Nayra yang berlinang air mata, seketika Bian juga menitikan air matanya dan hal itu membuat tangis Nayra semakin pecah.

"Maafin aku, Bi, aku ... aku benar-benar minta maaf," lirih Nayra di tengah isak tangisnya. "Aku terpaksa melakukan semua ini, Bi."

Bian tak mampu bersuara, dia hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sampai tangannya itu basah karena air mata.

Kedua insan kini itu sama-sama menangis pilu, air mata tak mau berhenti mengalir karena luka hati yang mereka rasakan begitu dalam. Yang satu telah dikhianati dengan begitu keji, sementara yang satu lagi menyesali pengkhianatan yang dilakukan.

Nayra menatap Bian, kemudian dia menyentuh pundak pria itu sambil berkata, "Maafkan, Bian. Aku tidak berdaya, aku tidak bisa melakukan apapun. Yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah berdo'a untukmu, semoga Tuhan memberikanmu kebahagiaan. Dan semoga Dia mengampuni dosaku karena telah mengkhianati mu."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Nayra beranjak dari tempat duduknya. Dia melangkah gontai menuju pintu keluar. Namun, seketika langkahnya terhenti saat dia merasakan pelukan yang begitu erat.

"Jangan pergi, Sayang."

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

banyak bawang

2023-01-01

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

aku gak akan pergi bian 😭😭😭

2022-11-12

0

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

tapi kok gak rela kalok si nay jadi m bian.
lanjut

2022-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!