Bab 14 - Terbakar Api Cemburu

"NAURA?" panggil Bu Irna.

"Iya, Ma?" sahut Naura. Pupil mata Naura melebar Saat ia menyadari ibunya memanggil nama Naura bukan Nayra.

"Itu loh, Ma, Naura sama ...." Naura segera melanjutkan " Naura sama Raka katanya mau ke sini, Naura kangen sama Mama. Tadi kami telfonan." Setelah mengucapkan kalimat itu, Naura meneguk air dari gelasnya untuk menutupi kegugupan yang sedang dia rasakan, hampir saja, fikir Naura.

Bu Irna sempat terkejut karena Naura menyahut saat dia memanggil nama Naura, tetapi rasa tidak percaya serta ia menilai tidak mungkin anak-anaknya bertukar peran dalam situasi dan kondisi yang seperti ini, rasanya sangat tidak masuk akal.

"Oh gitu, kapan mereka mau ke sini? Biar nanti sekalian Mama undang Mbak Mita," ujar Bu Irna kemudian, ia mencoba mengenyahkan segala prasangka pada putrinya, Bu Irna berfikir mungkin saja Nayra sedang lelah atau mungkin punya masalah lain sehingga ia bersikap sedikit emosional.

"Besok malam, Ma," jawab Naura kemudian ia kembali menikmati makan malamnya.

"Okay, kalau gitu kamu udang Bian juga, ya," seru Bu Irna yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Naura.

Setelah makan malam usai, Naura segera kembali ke kamarnya. Naura membuang napas dengan kasar, hari ini semua orang mulai menunjukan kecurigaan mereka dan itu membuatnya begitu cemas.

Sementara di sisi lain, Nayra dan Raka kini justru sibuk mencari pakaian bayi di online shop. Meskipun Nayra mengatakan ini terlalu cepat untuk memikirkan pakaian bayi, akan tetapi Raka tak perduli, dia sudah tidak sabar untuk berbelanja keperluan calon anaknya.

"Yang ini lucu ya, Sayang." Raka menunjukan sebuah topi yang memang sangat cantik dan lucu.

"Tapi ini topi cewek, Raka, bagaimana kalau ternyata anak kita cowok?" kekeh Nayra.

"Ya tinggal simpan, siapa tahu anak kedua kita nanti cewek," sahut Raka dengan santainya yang membuat Nayra terhenyak. Anak kedua? Tidak akan pernah ada kedua dalam hidup mereka karena Nayra hanya bersedia memberikan satu anak untuk Raka.

Nayra menatap mata Raka yang tampak berbinar saat melihat barang-barang bayi yang lucu-lucu, tanpa sadar Nayra mengulum senyum hingga tiba-tiba Raka menoleh dan tatapan mereka pun bertemu. "Kenapa kamu liat aku begitu, hm? Bangga ya punya suami ganteng kayak aku?" Raka menaik-turunkan alisnya sambil mengulum senyum, sementara Nayra langsung memalingkan wajahnya.

"Kenapa berpaling? Tatap aja sepuas hati, aku milikmu kok," goda Raka yang membuat Nayra tersipu.

"Apaan sih," gumamnya malu-malu. Raka langsung menarik Nayra dan ia mencium wajah wanita itu berkali-kali dengan gemas, membuat Nayra cekikikan dan lagi-lagi untuk sejenak dia melupakan segala fakta yang ada. Untuk sejenak, dia menikmati perannya sebagai pasangan Raka yang begitu dicintai dan disanjung.

"Kamu cantik banget kalau lagi tersipu, Sayang," puji Raka. "Saking cantiknya, semua pria pasti akan jatuh cinta dengan mudahnya sama kamu," tambahnya.

"Ah, masa?" balas Nayra. "Apa kamu juga semudah itu jatuh cinta sama aku?" tanyanya kemudian.

"Iya, hanya butuh satu kedipan mata aku sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama kamu," jawab Raka yang membuat Nayra tertawa, merasa lucu dengan jawaban Raka. Akan tetapi pria itu justru menampilkan wajah seriusnya yang membuat Nayra langsung bungkam dan ia terlihat salah tingkah. Namun, tiba-tiba Raka juga tertawa dan langsung menggelitik Nayra.

Mereka berdua pun tertawa bersama dan terus bercanda sampai akhirnya mereka mengantuk dan tertidur.

🦋

Keesokah harinya, Naura segera menghubungi Nayra saat ia meyakini Raka sudah pergi ke kantor. Naura memberi tahu bahwa kemungkinan besar orang tua mereka juga Bian sudah mulai curiga. "Bian udah nanya yang aneh-aneh, terus tadi malam mama manggil nama aku, untung aja aku bisa ngelas," adu Naura.

"Pokoknya nanti malam kamu harus datang ke rumah ya, Nay, bilang sama mama kalau kamu kangen sama dia soalnya tadi malam aku bilang gitu," ujarnya.

"Bian dan mama curiga karena kamu nggak jaga sikap, Ra." Suara Nayra terdengar penuh kekecewaan pada Naura. "Kemarin aku ketemu Bian, dia curhat sama aku kalau Nayra itu berubah," imbuhnya.

"Kok aku yang salah sih, Nay? Aku sudah berusaha menjadi diri kamu, aku bahkan sudah menjawab pertanyaan Bian yang jawabannya cuma kamu yang tahu," sungut Naura yang juga tampak kesal.

"Tapi kata Bian kamu itu gampang emosi, coba belajar menahan emosi, Ra, ini juga demi kebaikan kamus sendiri," tekan Nayra. "Sekarang lihat apa yang terjadi kalau kamu bersikap seperti itu! Bian curiga, Mama curiga, sebentar lagi mereka benar-benar akan tahu kalau yang sama Raka itu Nayra sedangkan yang tinggal sama mama itu Naura. Aku berusaha sebaik mungkin untuk jadi istri dan menantu yang baik atas nama kamu, Ra, jadi aku mohon banget sama kamu, coba jadi pasangan yang baik untuk Bian."

Naura hanya bisa membisu saat mendengarkan ucapan panjang lebar Nayra yang penuh penekanan itu, Naura menyadari ini memang salahnya yang tak bisa mengontrol emosi.

"Maaf, Nay," cicit Naura kemudian. "Aku janji setelah ini aku akan berusaha lebih baik lagi untuk menjadi pasangan yang baik bagi Bian."

"Harus, Ra, jangan cuma berusaha tapi kamu harus paksakan, aku nggak mau hubunganku sama Bian hancur gara-gara sikap kamu sementara ini aku sudah mengorbankan hidup aku demi hubungan kamu dan Raka."

"Okay, aku janji akan memperbaiki semuanya."

🦋

Karena malam ini Bu Irna mengundang besan, menantu serta calon menantunya ke rumah, ia pun menyiapkan begitu banyak makanan. Naura pun membantu menyiapkan acara makan malam dan sesuai keinginan Nayra, ia berusaha bersikap seperti wanita itu.

Bahkan, malam ini Nayra berpakaian dan berdandan seperti Nayra. Naura menatap pantulan dirinya di cermin, memang sungguh tidak ada bedanya antara dirinya dan Nayra. Mereka benar-benar seperti pinang dibelah dua, yang membedakan hanya karakter mereka.

Jam sudah menunjukkan pukul 7, Bian datang lebih dulu dan ia disambut hangat oleh Bu Irna dan Pak Desta. Naura menemani Bian mengobrol sambil menunggu Raka dan yang lainnya.

Tak berselang lama, yang ditunggu pun datang. Mereka semua langsung di persilakan ke meja makan oleh Bu Irna.

"Duduk di sini, Sayang." Raka menarikan kursi untuk Nayra, mempersilakan wanitanya itu duduk dengan nyaman.

"Terima kasih," ucap Nayra sambil melempar senyum, Raka pun hanya membalas senyum Nayra sembari duduk di sisi Nayra dengan terus memegang tangan Nayra. Bian yang melihat kemesraan itu entah kenapa merasakan ada kecemburuan di hatinya, ini aneh, fikir Bian.

"Udah lama ya kita nggak makan bareng-bareng begini," kata Bu Susmita yang juga duduk di kursinya.

"Iya, Mbak, soalnya sibuk dengan urusan masing-masing," sahut Bu Irna sambil terkekeh.

"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Raka dengan lembut. "Aku mau makan sayuran aja sama em ... Ayam panggang dan sedikit nasi, banyakin ayamnya," pintar Nayra yang memang sudah terbiasa dimanja oleh Raka. Pria yang berstatus sebagai kakak iparnya itu pun mengambilkan makanan yang Nayra mau, pemandangan itu sungguh membuat hati Naura terbakar api cemburu tetapi ia mencoba menahannya.

Sambil makan malam, mereka semua mengobrol ringan, dari kehidupan pribadi hingga bisnis, mereka semua membahasnya.

Sementara Raka tak henti-hentinya menunjukan kemesraannya pada Nayra, hingga pada akhirnya hal itu membuat Naura tak bisa menahan dir dan dengan sengaja dia menyenggol gelas di sisinya hingga terjatuh dan pecah yang menarik perhatian semua orang.

🦋

Terpopuler

Comments

Ambu Bagas😘😘😘

Ambu Bagas😘😘😘

Huuhh Ada bau Gosong😬
Apakah Ada Yg terbakar?

2022-11-20

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

panas y nau

2022-11-12

0

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

pasti entar ujung2e nyalahin ni nay ni
lanjut

2022-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!