Bab 8 - Kecemburuan Naura

"Sayang, kamu sibuk nggak?" Raka bertanya sembari memperhatikan Nayra yang saat ini sedang membuat jus buah.

"Nggak kok, kenapa?" Nayra balik bertanya sembari menyodorkan satu gelas jus buah untuk Raka. "Jus buah itu sehat, kamu harus terbiasa meminum ini setiap pagi," kata Nayra yang membuat Raka tersenyum lembut.

"Terima kasih, Sayang," ucap Raka. "Oh ya, kalau kamu nggak sibuk dan nggak ada acara apapun, aku mau ngajak kamu ke rumah mama terus habis itu nanti kita makan siang bareng. Mumpung hari minggu dan aku lagi nggak sibuk, gimana?"

"Okay," jawab Nayra tanpa ragu.

Sejak malam kedua yang panas itu, Nayra mulai terbiasa dengan perannya sebagai istri Raka. Ia juga tak lagi terkejut jika tiba-tiba Raka memeluk atau menciumnya tanpa permisi. Tak hanya itu, Nayra baru tahu ternyata Raka tidak suka buah padahal buah itu sangat bagus untuk kesehatan. Alhasil, ia memberikan jus buah yang segar dan kakak iparnya itu tak menolak.

Tanpa sadar, semakin lama Nayra semakin memperlihatkan bahwa dia sangatlah berbeda dengan Naura. Selama ini Naura tidak memperhatikan hal kecil seperti ini selama suaminya masih sehat. Nayra tidak akan sadar dengan perbedaan itu karena Raka tak pernah membicarakan adanya perbedaan dalam istrinya. Justru Raka terlihat menikamati setiap perhatian kecil dari Nayra.

🦋

"Hai, Sayang." Bu Susmita menyapa Nayra yang ia kira menantunya itu dengan hangat, Nayra pun menyambut sapaan ibunya Raka itu dengan lembut. "Apa kabar, Ra? Mama harap kamu masih selalu sehat," ujar Bu Susmita.

"Sangat sehat, M-ma," jawab Nayra sedikit gugup, wanita yang selama ini ia panggil Tante kini tiba-tiba harus ia panggil Mama sebagai Mama mertuanya. "Mama sama papa juga apa kabar?" tanya Nayra berusaha bersikap tenang.

"Kami baik, tapi sekarang Papa lagi di luar kota. Untung aja kalian ke sini, jadi Mama nggak mati bosan," kekeh Bu Susmit, ia pun membawa putra dan menantunya itu masuk.

Raka merangkul Nayra dengan posesif kemudian ia berbisik di telinganya. "Kalau mama ngomong yang aneh-aneh, nggak usah didengerin." Nayra terkekeh kemudian mencubit pinggang Raka, membuat pria itu meringis.

"Aku 'kan cuma ingetin, Sayang, kok malah dicubit? Nanti kamu tersinggung sama omongan Mama, nangis-nangis, aku nggak akan rayu-rayu kamu biar berhenti nangis, ya," goda Raka yang membuat Nayra kembali terkekeh, ia baru tahu ternyata kakak iparnya ini bisa bercanda juga.

"Ya namanya orang tua, Rak, kadang-kadang memang begitu," sahut Nayra.

"Kamu mau minum apa, Ra? Biar Mama sendiri yang buatin, atau mau minuman seperti biasa?" tanya Bu Susmita kemudian. Nayra sedikit kebingungan harus menjawab apa karena Naura tidak memberi tahu minuman apa yang biasa disuguhkan ibu mertuanya jika Naura berkunjung ke sini.

"Nggak usah repot-repot, Ma, nanti aku ambil sendiri kalau mau minum atau apa," jawab Nayra akhirnya dari pada dia salah bicara. "Mending Mama duduk aja, ngobrol sama kita, apalagi katanya Raka kangen sama Mama," pungkas Nayra.

Ibu mertua Naura itu sedikit merasa bingung, karena biasanya Naura mau saja dijamu seperti tamu olehnya, tapi wanita yang kini datang bersama Raka ini tampak berbeda dan Bu Susmita menyukai itu.

Bu Susmita juga menyadari cara pakaian Nayra dan make up-nya yang tampak berbeda. "Kok tumben kamu pakai make tipis aja, Ra? Apa kalian buru-buru?" tanya Bu Susmita secara spontan.

"Kan cuma mau ke sini, Ma, make up begini aja udah cukup kok."

"Benar," sambung Raka. "Aku juga nggak bosan nunggu dia make up yang bisa berjam-jam itu," kekehnya.

"Namanya juga wanita, Raka, harap maklum, kami dandan cantik juga buat menyenangkan pasangan kami," tukas Nayra.

"Benar itu," sambung Bu Susmita. "Oh ya, Mama ganti baju dulu, kalian tunggu sebentar."

...🦋...

Beda halnya dengan Nayra yang mulai mendalami perannya, Naura justru tak bisa melakukan itu. Dia tidak bisa berubah menjadi Nayra, apalagi Bayang-bayang Nayra ada di ranjang suaminya membuat Naura hampir frutasi karena cemburu sehingga ia semakin sulit memerankan karakter Nayra yang tenang dan kalem.

Naura pun membuat hubungannya dengan Bian lebih intim sebagai pelampiasan cemburunya pada Nayra. Bahkan, Naura bersikap begitu agresif yang membuat Bian semakin bingung dengan segala perubahan tunangannya.

Seperti saat ini, Naura mengajak Bian berbelanja ke mall, wanita itu terus menempel pada Bian seolah Naura takut ada yang mengambil Bian darinya. Awalnya Bian senang dengan sikap Naura yang manja dan posesif padanya, tapi lama-lama Bian merasa sedikit risih karena ia merasa tunangannya ini bersikap berlebihan. Apalagi selama beberapa hari terkahir ini Naura selalu mengajaknya bertemu setiap hari.

"Sayang, habis ini kita makan malam, ya. Aku lapar," rengek Naura dengan sangat manja.

"Aku harus kembali bekerja, Nay," sahut Bian yang langsung membuat Naura cemberut.

"Tapi aku masih mau sama kamu, Bi, emangnya kamu nggak kangen sama aku?" rajuk Naura, ia bergelanyut manja di lengan Bian.

"Nay, setiap hari kita sudah ketemu dan menghabiskan waktu seperti ini loh," ujar Bian. "Hari ini aku lagi sibuk banget, Sayang, besok kita makan siang bersama, okay?" bujuk Bian.

"Janji?" tanya Naura penuh penekanan.

"Iya, Sayang, aku janji. Ya udah, sekarang kita pulang, okay?" Naura mengangguk pasrah.

Saat turun di escalator, Naura melihat Raka bersama Nayra dan Bu Susmita yang naik escalator. Rasa cemburu di hati Naura semakin menjadi, bukan hanya karena Raka tapi karena ibu mertuanya yang terlihat begitu dekat dengan Nayra. Wanita paruh baya itu bahkan merangkul Nayra, mereka mengobrol sambil tertawa, terlihat sangat bahagia.

Hati Naura semakin sesak, ia bertanya-tanya kenapa Nayra begitu mudah mengambil perannya di hidup suami dan mertuanya?

Terpopuler

Comments

Nanda Lelo

Nanda Lelo

aduuuh Naura Naura,,
kasian y

2022-11-11

1

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

si nayra gk noleh ad perasaan ke raka tapi kamunya malah kegatelan ni m si bian
lanjut

2022-11-09

0

rien

rien

km main api..akhirnya terbakar kan Ra? km yg akan hangus..km akan menyesali keputusan yg km buat..😐

2022-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!