Bab 13 - Semakin Curiga

"Mulai sekarang kamu nggak boleh pergi tanpa izin dariku, Sayang," ujar Raka dengan tajam, seolah ia tak ingin permintaannya ini dibantah.

Saat ini mereka sudah dalam perjalanan pulang, Nayra asyik menikmati es krimnya tanpe memperdulikan ocehan Raka yang sejak tadi menggerutu karena Nayra pergi sendiri.

"Kamu dengar aku 'kan, Sayang?" tanya Raka kesal. Nayra justru mengulum senyum polos sambil mengangguk.

"Mulai sekarang kamu juga harus jaga jarak dari laki-laki, termasuk Bian." Nayra terperangah mendengar ucapan Raka yang tak pernah ia duga itu. "Aku cemburu setiap kali melihat ada laki-laki yang dekat sama kamu," ungkap Raka yang justru membuat Nayra kini merasa tersentuh.

"Kami cuma ngobrol, bukan berkencan," bantah Nayra dengan santai.

"Apapun alasannya, pokoknya nggak boleh," tekan Raka.

"Jangan terlalu posesif, nanti aku jengah loh," goda Nayra yang masih menikmati es krimnya.

"Apa salah kalau seorang suami posesif sama istrinya sendiri, hm?" Raka melirik Nayra sambil melempar senyum penuh kemenangan karena kini wanita itu tak bisa menjawab. "Aku posesif karena aku mencintaimu, Sayang, jadi kamu harus ngerti itu, okay?" Raka mengusap kepala Nayra lembut sementara Nayra hanya bisa mengangguk. Nayra begitu tersanjung karena dia bisa merasakan besarnya cinta Raka, tapi bagaimana dengan Bian? Tunangannya itu juga sangat mencintai Nayra dengan tulus.

🦋

Sementara itu, tanpa sengaja Bu Irna mendengar obrolan pembantu dan satpam rumahnya yang mengatakan pagi ini Nayra marah-marah karena Bibi tidak rapi menyetrika bajunya.

"Non Nayra makin hari makin galak, Pak, biasanya mah Non Nayra selalu sabar, jarang nyuruh-nyuruh saya sampai saya malu sendiri," kata Bibi.

"Aku juga merasa begitu, Bi. Kalau gerbangnya nggak langsung dibukain, dia meng-klakson mobilnya berkali-kali sampai jantungku neh berdebar saking lagetnya," ungkap Pak Satpam.

Bu Irna pun segera pergi ke kamar Nayra, dia memeriks semua isi kamar itu tapi tak ada yang aneh dari kamar anaknya itu. Masih selalu rapi, tapi entah kenapa dia juga bisa merasakan perbedaan sikap Nayra akhir-akhir ini. "Aku fikir cuma perasaanku aja, ternyata Bibi dan satpam juga merasakan hal yang sama, apa jangan-jangan mereka. ..."

Sempat terbersit dalam benak Bu Irna jika kemungkinan anak-anaknya itu bertukar peran seperti yang biasa mereka lakukan saat kecil. Akan tetapi Bu Irna juga merasa itu tidak mungkin, dulu mereka bertukar peran hanya dalam kecil dan dalam batas wajar.

"Sekarang mereka sudah dewasa, punya kehidupan dan pasangan, nggak mungkin mereka bertukar peran apalagi Naura sedang hamil," fikirnya.

🦋

Bian menjemput Naura seperti yang wanita itu mau. Meskipun kesal, Bian tetap berusaha tenang bahkan dia mengobrol seperti biasa.

"Oh ya, Sayang, kamu ingat nggak kapan terakhir kali aku menangis terus apa yang aku katakan saat itu? " tanya Bian sembari melirik Naura yang kini sibuk dengan ponselnya.

"Saat anjing kamu meninggal dan kamu bilang nggak akan merawat binatang lagi, karena kamu akan sedih saat pergi," jawab Naura dengan santai. Bian mengulum senyum mendengar jawaban itu.

"Aku fikir kamu lupa karena itu peristiwa yang sangat tidak penting," kekeh Bian. "Oh ya, apa kamu juga ingat kapan pertama kali aku mencium aku terus apa yang aku katakan saat itu?" tanya Bian lagi.

Naura langsung mengangkat wajahnya, dia menatap mata Bian kemudian berkata, "Di perpustakaan kampus, Sayang, waktu itu kamu bilang ingin selalu menciumku setiap saat. Dan saat kita menikah nanti, kamu benar-benar akan selalu menciumku setiap saat."

Bian terdiam sejenak, bukan tanpa alasan ia mengajukan pertanyaan itu karena hanya Nayra yang tahu jawabannya, dan saat ini Bian berfikir Nayra dan Nuara tertukar.

Saat anjing Bian meninggal, Bian menangis dan saat itu hanya ada Nayra dan di sisinya. Pertama kalinya Bian mencium Nayra memang di perpustakaan kampus itupan Bian mencuri cium saat Nayra sedang asyik pembaca buku.

Meskipun Naura bisa menjawab pertanyaan Bian dengan benar, tapi Kecurigaan Bian masih ada. "Terus kenapa kamu mau tidur sama aku, Nay?" tanya Bian kemudian yang membuat Naura tercengang. "Setiap kali aku hendak membawa kamu ke ranjang, kamu selalu bilang mau melakukannya setelah menikah, terus kenapa tiba-tiba kamu mau melakukannya?"

Naura terkejut mendengar pertanyaan Bian, ia segera memutar otak mencari jawaban dari pertanyaa itu apalagi Naura tidak pernah tahu ternyata Bian dan Naura belum pernah melakukan hubungan intim. "Oh Tuhan, itu artinya selama ini Bian dan Nayra nggak pernah melakukan apapun."

"Nayra?" panggil Bian karena wanita itu hanya diam.

"Ka-karena... Karena aku mencintaimu kamu, Bian. Aku ingin membuktikan bahwa aku mencintai kamu," jawab Nayra akhirnya.

Bian mengangguk mengerti, apalagi sebelum berpacaran dengan Bian, Nayra juga pernah punya pacar dan sudah pasti Nayra tidur dengan mantan pacarnya itu. Jadi bukan hal yang tidak mungkin jika Nayra juga mau pergi ke ranjang Bian yang notabane-nya adalah calon suami Nayra.

Tiba-tiba suasa terasa hening, hanya terdengar suara deru mobil di jalanan. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah orang tua Nayra, Naura segera turun dari mobil setelah dia mencium Bian dan mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih, Sayang, maaf merepotkan," kata Naura hanya ditanggapi dengan senyum simpul oleh Bian.

Naura segera masuk ke dalam rumah, Naura menyadari Bian mungkin curiga padanya, untunglah Nayra sempat memberi tahu apa saja hal-hal yang hanya di ketahui dirinya tentang Bian, sama seperti Naura memberi tahu segala hal tentang Raka.

Naura segera bergegas ke kamarnya untuk menyegarkan diri dan menenangkan fikirannya yang semakin kacau, apalagi setelah ditodong dengan berbagai pertanyaan oleh Bian. "Aku fikir Bian dan Nayra sudah pernah tidur bersama, ternyata nggak pernah," gumam Naura.

Setelah mandi, Naura tertidur karena dia merasa begitu lelah. Ia terbangun saat waktunya makan malam.

"Kok tumben kamu tidur jam segini, Nay?" tanya sang ibu dengan raut wajah kesal.

"Ngantuk, Ma," jawab Naura singkat sembari mengambil beberapa lauk dan sayuran.

"Nggak makan nasi, Nay?" tanya ayahnya.

"Udah malam, Pa, nggak baik makan nasi," sahut Nayra. Kecurigaan Bu Irna kembali muncul saat mendengar jawaban Nayra, karena biasanya Nayra tak pernah takut makan nasi kapanpun.

"NAURA?" panggil Bu Irna.

"Iya, Ma?"

Terpopuler

Comments

Neng Yati

Neng Yati

bukan tertukar sih lebih tepatnya ditukar 😁

2023-06-21

2

Juan Sastra

Juan Sastra

nah loh

2023-01-01

0

Fadilah Herbalis Nasa

Fadilah Herbalis Nasa

nah kan terbongkar sudah, baru nyadar emak nya klau kedua anak nya bertukar tempat

2022-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!