Bab 15 - Kejutan Darinya

PYARRRRRR

Semua orang terperanjat saat mendengar suara gelas yang pecah, semua mata pun langsung tertuju pada Naura. Termasuk Raka juga Bian, kedua pria itu menatap Naura dengan tatapan yang tak biasa.

"Nay, kamu nggak apa-apa?" tanya Bian sembari melirik pecahan gelas yang berserakan di lantai.

"Nggak apa-apa kok, maaf ya, aku nggak sengaja nyenggol gelasnya," ucap Naura tetapi tatapan matanya tak menyiratkan dia benar-benar minta maaf. Naura pun turun dari kursinya, dia hendak membersihkan pecahan gelas itu tapi Bu Irna mencegahnya.

"Biar Bibi yang bersihkan, Nay, kamu lanjut makan," ujar Bu Irna, ia terlihat kesal dengan apa yang dilakukan Naura karena itu sudah mengganggu ketenangan makan malam mereka.

"Sekali lagi maaf, ya," ujar Naura lagi sambil beranjak dari kursinya, ia menatap Nayra yang saat ini juga menatapnya. "Ke kamar sebentar, ada yang mau aku bicarakan," tukasnya. Nayra langsung menoleh pada Raka yang saat ini justru menatap Naura dengan tatapan yang tak biasa.

Nayra pun beranjak dari kursinya, dia mengikuti Naura pergi ke kamar. Sesampainya di kamar, Naura langsung mengunci pintu setelah itu dia mengeluarkan unek-unek yang selama ini mengganjal dalam hatinya.

"Kamu bisa jaga sikap nggak sih kalau di depan aku, Nay? Nggak usah bermesraan sama Raka, kamu nggak mikirin perasaan aku? Aku tertekan karena setiap hari harus hati-hati saat berbicara sama papa, mama, Bian, bahkan sama pembantu dan satpam. Dan dengan santainya kamu selalu bermesraan dengan suamiku di depan mata kepalaku sendiri? Kamu punya hati nggak sih, Nay?"

Nayra tersenyum miring mendengar pertanyaan Naura yang mempertanyakan hati Nayra, ia menatap kakaknya itu dengan pandangan tak percaya kemudian berkata, "Kamu sendiri punya hati nggak saat nyuruh aku tidur sama suami kamu supaya aku hamil dan melahirkan anak untuk kamu?" Nayra mendesis tajam.

"Aku juga punya hati, Ra, hati yang mencintai tunanganku dan kamu memaksa aku buat mengkhianati dia." Nayra berkata dengan begitu tajam tepat di depan wajah Naura, kedua mata Nayra sudah memerah dan berkaca-kaca mengingat kembali hidupnya yang kini jungkir balik penuh kebohongan dan kepalsuan gara-gara Naura. Sekarang suadara kembarnya ini justru dengan sadisnya mempertanyakan tentang hatinya.

"Apa kamu juga punya hati saat dengan teganya kamu mengaku sudah tidur dengan Bian, eh? Aku tahu, aku juga tidur dengan Raka tapi itu permintaan kamu supaya aku hamil dan semua orang mengira kamu yang hamil. Sementara kamu? Apa tujuan kamu tidur sama Bian, Naura?" Nayra menggeram, dia juga sudah tidak tahan menyimpan segala gejolak dalam hatinya selama ini dan kali ini ia tak mau menahannya lagi.

Sementara Naura terhenyak mendengar kata-kata Nayra yang begitu menusuk hatinya, tatapan Nayra pun begitu tajam, tak lagi sayu seperti biasanya. Kini Nayra seperti seseorang yang sudah berada di ambang batas kesabarannya setelah menahan luka dan perih selama ini.

"Jangan lupa siapa yang melemparkan aku pada suami kamu, Ra! Itu kamu sendiri, kenapa kamu harus marah? Bukannya kamu mau menjadi istri dan menantu yang sempurna? Ini yang harus kamu bayar untuk kesempurnaan yang kamu mau!" Nayra mendesis dengan begitu tajam, setelah itu ia segera kembali turun menuju makan.

Nayra menarik napas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan, hal itu ia lakukan beberapa kali untuk menenangkan perasaannya yang bergemuruh.

"Ada apa, Sayang?" tanya Raka sembari menarikan kursi untuk Nayra seperti biasa.

"Nggak ada apa-apa," jawab Nayra sambil mengulum senyum. Tak berselang lama Naura pun menyusul, dia juga melempar senyum pada semua orang.

"Ada apa, Ra? Ada masalah?" bisik Bian pada Naura.

"Nggak," jawab Naura singkat.

Makan malam pun kembali berlanjut dengan suasana yang tampak tenang diselingi obrolan ringan yang terkadang membuat mereka tertawa bersama. Akan tetapi, hati Nayra dan Naura tak bisa tenang dan selera makan mereka hilang begitu saja.

"Oh ya, kapan kalian akan menikah?" tanya Pak Aditya pada Bian dan Naura.

"Secepatnya," jawab Bian semangat, sementara Naura hanya bisa melempar senyum tipis.

"Lebih cepat lebih baik, kecuali kalau mau nunggu Nayra selesai kuliah, tapi itu masih lama apalagi sekarang Nayra memilih cuti," kata Pak Desta. Sebagai seorang Ayah, tentu saja dia ingin anak perempuannya segera menikah dengan pria yang tepat.

"Sebenarnya saat ini kami belum membicarakan itu karena aku sedang punya proyek, tapi setelah proyekku selesai, aku aja segera memikirkan pernikahan kami," kata Bian sambil menatap Naura dengan lembut, lagi-lagi Naura hanya bisa menanggapi dengan senyum tipis. Dia hanya berharap Bian terus sibuk sampai Nayra melahirkan nanti sehingga mereka bisa kembali ke peran mereka yang asli.

"Kadang-kadang bisnis memang membuat kita terpaksa mengenyampingkan urusan pribadi," sahut Bu Susmita sambil terkekeh.

"Aku mengambil proyek ini karena bayarannya tinggi, Tante, aku butuh menabung uang yang banyak untuk masa depanku dan Nayra nanti," kata Bian percaya diri.

Nayra terenyuh mendengar pengakuan Bian, sejak dulu Bian memang selalu mengatakan apapun yang dia lakukan saat ini hanya untuk Nayra karena yang dia yang Bian miliki. Memang sudah yatim piatu sejak remaja, kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Nayra semakin merasa bersalah pada Bian, pria bak malaikat itu telah dia khianati dengan begitu sadisnya padahal Bian selalu memberikan cinta yang tulus untuknua.

Sementara Raka dan Naura sejak tadi hanya menyimak obrolan mereka dalam diam.

Setelah makan malam selesai, mereka masih bersantai sambil menikmati makan menutup di ruang keluarga

🦋

Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari tetapi Nayra masih tak bisa memejamkan mata. Kata-kata Naura terus terngiang dalam benaknya, dadanya terasa sesak dan perih. Apalagi saat dia mengingat Bian-nya.

"Aku akan pergi, setelah melahirkan nanti aku akan pergi dari hidup Raka dan hidup Bian. Aku nggak pantas untuk Bian, aku udah nggak pantas untuk dia." Nayra hanya bisa menjerit dalam hati, dia merutuki hidupnya yang seperti kutukan.

Tanpa sadar air mata Nayra sudah banjir membasahi pipi hingga bantalnya, punggungnya bergetar dan isak tangis pun tak bisa lagi dia tahan.

Nayra bahkan lupa jika saat ini ada Raka yang juga tidur di sisinya, Nayra memeluk dirinya sambil terus menangis sesegukan. Hingga tiba-tiba dia merasakan pelukan hangat dari Raka, tangis Nayra semakin pecah. Ia hanya bisa menutup wajahnya tanpa berani berbalik dan menatap Raka.

"Hiks ... hiks ... hiks ...." Nayra menggigit bibirnya, ia mencoba menekan rasa sesak di dadanya setelah itu berkata, "Ma-maaf, Raka, kamu jadi bangun gara-gara aku."

Pelukan Raka terasa semakin erat, bahkan pria itu menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Nayra dan ia berbisik, "NAYRA."

Terpopuler

Comments

Kireina

Kireina

sdh bisa di duga klo sebenarnya udah tau dr awal..kan virgin gt loh

2023-10-14

0

aisyahara_ㅏㅣ샤 하라

aisyahara_ㅏㅣ샤 하라

lololo gak bahaya taa???
kok Raka tau...

2023-09-05

0

pipi gemoy

pipi gemoy

wow🌹

2023-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!