Bab 3 - Bertukar Peran

Bertukar peran dengan saudara kembarnya itu bukan hal baru untuk Nayra, mereka sering melakukan ini saat mereka masih kecil. Tapi bertukar peran sebagai pasangan seseorang? Tak pernah terbersit sedikitpun dalam benak Nayra ia akan melakukan hal ini.

Nayra dan Naura sudah siap bertukar peran. Mereka sudah menyusun rencana dengan matang, Bahkan Nayra juga sudah mengajukan cuti ke kampusnya karena tak mungkin Naura menggantikan Nayra kuliah di kedokteran hewan, Nayra memilih cuti dengan alasan ingin membantu Naura di butik, dengan begitu keduanya masih sama-sama punya aktifitas. Selain itu, mereka juga menukar ponsel mereka.

Hari ini semuanya akan dimulai.

"Mama mertuaku itu cerewet banget, Nay, dia mau semuanya terlihat sempurna. Dia juga sering bertanya hal pribadi tentang rumah tangggaku, kamu jawab aja semuanya baik-baik aja," tukas Naura yang hanya ditanggapi oleh gumaman oleh Nayra. Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan ke rumah Raka.

"Kamu harus bersikap hati-hati sama mereka, jangan sampai membuat kesalahan yang akhirnya membongkar rahasia kita." Naura memperingatkan dengan tega, dia ingin semua rencananya berjalan lancar tanpa ada halangan sedikitpun.

Selain memberi tahu kebiasaan mertuanya, Naura juga memberi tahu kebiasaan Raka dan Putery karena itu yang paling penting. "Raka itu nggak suka dibantah, tapi kalau kamu tahu cara merayunya, dia akan melakukan apapun untukmu. Kalau hari minggu seperti sekarang, biasanya Raka hanya akan di rumah dan sebaiknya kamu temani dia, jangan keluyuran." Lagi-lagi Nayra hanya menggumam, pejalanan ke rumah Raka seperti pejalanan ke medan perang, sangat mendebarkan dan ia tak bisa memikirkan apapun lagi selain menerka apa saja yang akan terjadi nanti.

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Raka yang cukup besar, di rumah itu Raka hanya tinggal bersama Naura dan dua pelayannya.

"Ingat pesanku, Nay!" seru Naura mengingatkan sebelum Nayra turun.

"Iya." Akhirnya Nayra bersuara setelah itu masuk ke dalam rumah, sementara Naura pulang ke rumah orang tuanya menggunakan mobil Nayra juga dengan membawa barang-barang Nayra.

Nayra begitu gugup, apalagi saat ia melihat Raka yang baru turun dari kamarnya.

"Hey, Sayang, kamu sudah pulang," ucap Raka kemudian ia mengecup pelipis Nayra yang membuat wanita itu terkesiap. "Aku fikir kamu akan pulang sore," imbuhnya.

Pagi ini Naura meminta izin pulang ke rumah orang tuanya. Raka fikir Naura akan pulang sore nanti karena biasanya Naura akan seharian di rumah orang tuanya.

Nayra tak merespon ucapan Raka, ia terlalu gugup dan takut. Nayra juga merasa bersalah pada Raka dan Bian karena Nayra telah menipu mereka sementara kedua pria itu adalah orang-orang yang sangat baik.

"Kamu kenapa?" tanya Raka sembari membelai pipi Nayra, sontak gadis itu menghindar, membuat Raka mengernyit bingung. Akan tetapi Nayra langsung berusaha bersikap tenang saat ia menyadari peran sebagai Naura sudah dimulai.

"Nggak apa-apa," jawab Nayra sambil melempar senyum kaku.

"Benaran? Kamu nggak sakit, hm?" Raka menyentuh kening Nayra dengan lembut.

"Nggak kok," jawab Nayra sambil tersenyum. Ia "Aku ke kamar dulu," ujarnya kemudian.

"Sayang, kita makan di luar, yuk?" ajak Raka, Nayra yang sudah hendak naik ke kamarnya langsung menoleh saat mendengar ajakan Raka. "Kamu sudah makan belum?" tanya Raka.

"Belum," jawab Nayra.

"Ya udah, aku mandi dulu. Habis ini kita cari makan di luar," ujar Raka. Ia merangkul Nayra dan membawanya ke kamar, gadis itu menurut saja.

Saat sampai di kamar, Raka langsung bergegas ke kamar mandi. Sementara Nayra hanya duduk di tepi ranjang, ia mencoba mengatur perasaannya yang bergemuruh. Nayra mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, kamar itu tak asing karena beberapa kali Naura pernah membawa Nayra masuk.

"Sayang?" Nayra terperanjat saat tiba-tiba terdengar suara Raka, ia menoleh dan seketika Nayra kembali membuang muka saat melihat Raka hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

"Kira-kira kita mau makan di mana?" tanya Raka sembari mencari pakaiannya di lemari.

"Terserah kamu aja," jawab Nayra. "Oh ya, aku tunggu di bawah ya," ujarnya kemudian.

"Okay," jawab Raka santai. Sementara wajah Nayra sudah memerah dan ia melangkah cepat menuruni tangga. Nayra memegang dadanya yang berdebar kencang, ini baru hari pertama menjadi istri Raka. Bagaimana nanti?

...🦋...

Saat ini Nayra dan Raka sudah berada di jalan, Raka membicarakan tentang kedua orang tuanya yang terus mendesak Naura agar segera hamil. "Jangan ambil hati apa yang dikatakan mama, Ra, aku yakin suatu hari nanti kita akan punya anak lagi kok," ucap Raka.

"Iya, aku faham," sahut Nayra.

"Baguslah, jangan dibawa stres, yang ada nanti kamu malah sakit." Raka melirik Nayra yang sedikit lebih pendiam dari biasanya.

"Iya, Raka, terima kasih kamu sudah memahami keadaanku," ujar Nayra sambil tersenyum tulus, ia merasa Naura beruntung mendapatkan suami pengertian seperti Raka.

"Eh, Raka, berhenti!" seru Nayra yang membuat Raka harus menginjak rem dengan tiba-tiba.

"Ada apa, Ra?" tanyanya. Alih-alih menjawab pertanyaan Raka, Nayra justru turun dari mobil, ia menghampiri seekor kucing yang tampak tak sehat. Tanpa ragu Nayra menggendong kucing itu yang membuat Raka terkejut sekaligus bingung, sejak kapan Naura tak jijik pada kucing pinggir jalan? Raka berfikir ada yang aneh dengan istrinya itu.

"Raka, apa bisa kita pergi ke klinik sebentar? Kaki kucing ini patah, badannya juga lemas banget," papar Nayra terlihat cemas, hal itu membuat Raka semakin bingung karena baru kali ini Naura perduli pada binatang jalanan.

"Okay," jawab Raka. "Kok tumben kamu mau nolong kucing, Ra?" tanya Raka kemudian yang membuat Nayra terdiam sejenak, ia baru teringat bahwa Naura begitu jijik pada binatang pinggir jalan.

"Kasian aja, kalau kucing ini mati nanti gimana? Nayra pernah bilang, kalau kita harus perduli pada sesama makhluk di dunia ini. Biarkan semesta yang akan membalas kebaikan kita nanti, " tukas Naura berharap Raka percaya.

"Hem, benar juga," sahut Raka sambil tersenyum.

...🦋...

Sementara di sisi lain, Bian mengajak Nayra berkencan, ia sudah sangat merindukan tunangannya itu karena akhir-akhir ini keduanya sama-sama selalu sibuk jadi mereka jarang bertemu.

Saat Bian menjemput Nayra di rumahnya, ia mengernyit bingung karena Naura ber-make up cukup tebal. Bahkan, wanita itu juga memakai baju seksi.

"Hay," sapa Naura saat sudah masuk ke dalam mobil Bian.

"Kok tumben kamu dandan dan pakai baju begini, Sayang? Udah kayak Naura aja," ujar Bian yang membuat Naura tercengang. Ia lupa bahwa sekarang dirinya adakah Nayra, saudara kembarnya yang selalu berpenampilan sederhana dengan make up tipis.

"Emm ... iya, aku cuma mau nyoba pakai baju yang dibelikan Naura," jawab Naura sedikit gugup. "Gimana? Cocok nggak?" tanyanya untuk mencairkan suasana hatinya yang sedikit tegang.

"Cocok, seksi," goda Bian sambil mengedipkan sebelah matanya, sementara Naura hanya bisa melempar senyum kaku.

"Hampir saja," gumam Naura dalam hati sambil menghela napas lega.

...🦋...

Terpopuler

Comments

Puji Rahayu

Puji Rahayu

kl msh kecil tuker peran itu msh main2 kl dh gede itu dh bukan main2 nm nya.

2023-12-26

0

sherly

sherly

astaga tega banget sih naura ،kasian si nay... hrs jd istri dr Raka yg jls ngk ada ikatan apa2... situ sih enak hanya pacar bian lah nay hrs ngurusin Raka diranjang

2023-08-08

0

Annie Tandaua

Annie Tandaua

iya betul kalo sampai melakukan itu kan jatuhnya jadi zina, apalagi sampai ada anak..

2022-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!