Bab 4 - Menuju Peran Istri

Hari pertama menjadi istri Raka sudah Nayra lewati, ia lega karena semuanya berjalan dengan lancar. Naura pun merasakan hal yang sama, ia berfikir ternyata menjadi Nayra tidak sulit karena Bian tidak selalu berkomonikasi dengannya.

Saat hari sudah malam, Nayra kembali gugup karena untuk pertama kalinya ia akan tidur satu kamar bahkan satu ranjang dengan seorang pria. Yang membuatnya gelisah karena pria itu adalah suami kakaknya sendiri, pria yang sangat ia hormati sebagai kakak ipar.

"Sayang, kok belum tidur?" Suara Raka yang baru saja keluar dari kamar mandi cukup mengejutkan Nayra.

"I-iya, ini udah mau tidur," kata Nayra yang langsung merebahkan dirinya ke ranjang. Nayra memunggungi Raka, dadanya berdebar dan ia kembali terperanjat saat Raka memeluknya dari belakang.

"Good night, Naura," bisik Raka sembari menghirup aroma rambut wanita yang ia kira istrinya.

"Good night," sahut Nayra lirih.

Tak berselang lama terdengar dengkuran halus dari mulut Raka, pertanda pria itu sudah tertidur sementara Nayra masih tak mengantuk sedikitpun. Bagaimana ia bisa tidur dalam keadaan seperti ini? Namun, hari yang semakin larut perlahan membuat matanya mengantuk dan tanpa sadar ia pun jatuh tertidur di pelukan Raka.

Sementara di sisi lain, Naura pun tak bisa tidur karena memikirkan suaminya yang kini bersama Nayra. Apakah mereka sedang bermesraan? Ataukah mereka melakukan hubungan suami istri?

Naura berdecak kesal sambil memukul kepala sendirinya. "Ini yang kamu mau, Ra, jadi memang sudah seharusnya mereka melakukan hubungan secepatnya biar Nayra cepat hamil," gumam Naura. "Semakin cepat Nayra hamil, semakin cepat pula aku kembali ke suamiku."

...🦋...

Keesokan harinya Nayra bangun lebih cepat, ia juga membantu Bibi menyiapkan sarapan untuk mengalihkan fikirannya yang masih sedikit kacau.

"Selamat pagi, Sayang," sapa Raka pada Nayra yang saat ini menata makanan di meja makan.

"Pagi," sahut Nayra sambil tersenyum tipis.

"Aku mau langsung ke kantor, ya? Ada meeting pagi ini," kata Raka kemudian ia memberikan kecupan hangat di pelipis Nayra yang membuat tubuh Nayra langsung meremang.

"Hati-hati," ujar Nayra kemudian, Raka hanya menanggapinya dengan senyum lembut.

Setelah Raka pergi, Nayra langsung terduduk lesu di kursi sambil memijit kepalanya yang terasa berat. Terlintas dalam benak Nayra untuk mundur dari misi ini, ia merasa takkan sanggup menjalaninya. Saat fikirannya sedang kalut, ponselnya berdering. Nayra segera menjawab panggilan itu.

"Apa, Ra?" tanya Nayra sedikit ketus.

"Bagaiamana? Kalian sudah melakukannya?" Nayra melongo mendengar pertanyaan kakaknya yang tanpa basa-basi itu.

"Belum lah, Ra," jawab Nayra.

"Kenapa belum sih, Nay? Kamu nunggu apa lagi memangnya? Semakin cepat kamu hamil itu semakin baik untuk kita, kamu faham, kan?"

"Aku faham, tapi aku nggak tahu harus melakukan apa, Ra."

"Astaga, Nayra! Ya kamu siapkan diri dong untuk Raka, ajak dia melakukannya, di mata Raka kamu itu aku, jadi nggak usah ragu untuk mengajak dia berhubungan." Nayra meringis, kepalanya semakin sakit mendengar desakan Naura yang benar-benar di luar nalar itu.

"Oh ya, di lemari ada lingerie yang baru aku beli. Kamu pakai itu nanti malam, Nay. Pokoknya kamu harus bisa melakukannya malam ini!"

"Tapi, Ra-"

"Naura?"

"Halo?"

Nayra hanya bisa menatap ponselnya dengan nanar, ia belum selesai bicara tapi Naura sudah memutuskan sambungan telfon mereka. "Aku bingung, Ra, kenapa kamu nggak ngerti sih," gerutu Nayra sembari mencoba menghubungi Naura sekali lagi. Akan tetapi ponsel wanita itu sudah tidak aktif yang membuat Nayra semakin kesal dan bingung.

Nayra segera berlari ke kamar Raka, ia membuka lemari Naura dan mencari lingerie yang Naura maksud. Nayra langsung meringis saat menemukan pakaian dinas seorang istri itu, ia bahkan tak pernah membayangkan akan mengenakan pakaian yang hanya terdiri dari jaring-jaring begitu.

"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Nayra menggumam frustasi, kini ia hanya bisa menangis sendirian, ia berharap ada solusi lain untuk masalahnya ini apalagi dirinya tak pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya.

Sementara itu, Naura sengaja mematikan ponselnya agar Nayra tak menghubunginya lagi. Meskipun sebenarnya sangat berat melepaskan suami yang dicintainya untuk adiknya sendiri, tapi Naura berusaha ikhlas karena ini demi masa depan rumah tangganya. Toh, ini hanya sementara, fikir Naura.

Naura turun dari kamarnya, ia menghampiri sang ibu yang sedang masak di dapur. "Ada yang bisa aku bantu, Ma?" tanya Naura,.

"Katanya kamu cuti kuliah karena mau membantu Naura di butik, kenapa kamu nggak ke butik aja?" tanya sang ibu yang masih sibuk dengan aktivitasnya. "Kamu harus bantuin kakak kamu jaga butik, biar dia nggak kelelahan sendiri. Mama takutnya dia nggak kunjung hamil karena terlalu lelah," imbuhnya.

"Besok aja, Ma, hari ini Naura juga lagi istirahat di rumahnya kok," jawab Naura.

"Baguslah kalau begitu, dia memang butuh banyak waktu untuk istirahat." Naura hanya mengulum senyum menanggapi ucapan sang ibu yang memang selalu perhatian padanya.

...🦋...

Nayra melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 6 sore, kata Naura biasanya Raka pulang di atas jam 7. Terbersit dalam benak Nayra Untuk menemui Bian sekarang, karena ia sangat mencintai tunangannya itu, Nayra berfikir kenapa tidak memberikan saja mahkotanya pada Bian terlebih dahulu?

"Benar, dengan begitu Raka nggak tahu kalau aku bukan Naura," gumam Nayra, ia sudah bersemangat untuk pergi menemui tunangannya. Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara klakson mobil Raka dari luar, membuat Nayra terkejut.

Ia pun segera turun dan Nayra sedikit terkejut melihat Raka yang pulang lebih awal. "Kok sudah pulang?" tanya Nayra dengan spontan. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan Nayra, Raka justru memberikan sebuah paper bag. "Apa ini?" Nayra memeriksa isinya dan ternyata sebuah gaun yang sangat cantik

"Kamu siap-siap gih, aku mau ngajak kamu suatu tempat," tukas Raka yang membuat Nayra sedikit bingung.

"Kemana?" tanya Nayra lagi.

"Kejutan, dandan yang cantik ya!"

...🦋...

Raka membawa Nayra ke sebuah restaurant yang sudah dia siapkan untuk makan malam romantis bersama istrinya, Raka memperlakukan Nayra dengan sangat mesra, seolah ia sangat mencintai sang istri.

"Aku menyiapkan ini untuk menghibur kamu, Sayang," kata Raka sembari menggenggam tangan Nayra, sementara wanita itu hanya bisa membisu, ia berusaha menghindari tatapan Raka. Akan tetapi pria itu justru menangkup pipi Nayra, memaksa Nayra menatapnya.

"Aku mencintaimu, tidak apa-apa jika kita nggak punya anak sekarang. Artinya Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk berpacaran lebih dulu, hm? Bukannya itu juga anugerah? Setelah punya anak nanti pasti perhatianmu tumpah sama anak-anak dan aku nggak akan kebagian," kekeh Raka yang membuat Nayra juga terkekeh.

"Benar," sahutnya singkat sambil tersenyum.

"Aku suka senyum kamu yang begini, Sayang, kamu terlihat sangat cantik," puji Raka dengan tulus yang membuat Nayra langsung tersipu.

"Makanannya enak," ucap Nayra untuk mengalihkan perhatian Raka. Lagi-lagi Raka merasakan perbedaan pada sang istri yang kini terlihat lebih pemalu, dan entah kenapa hal itu justru Raka sukai.

"Makan yang banyak, Sayang, biar kamu kuat untuk ...." tiba-tiba Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Nayra yang membuat wanita itu langsung menahan napas, jantungnya juga berdetak lebih cepat, darahnya berdesir saat napas hangat Raka menerpa wajahnya.

Nayra hendak menjauhkan wajahnya dari Raka, akan tetapi tiba-tiba Raka menarik tengkuk Nayra dan ia langsung menyerang bibir wanita itu yang membuat Nayra langsung terbelalak, tubuhnya tiba-tiba membeku.

"Untuk malam ini," bisik Raka tepat di depan bibir Nayra.

...🦋...

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

sama juga zina yg mereka lakukan. trs masa raka gak merasa kalau nayra mash perawan. nantinya. asal jangan naura nanti membalikan fakta sj. yg disalahkan atas bertukar oeran nnanti nayra. padahal naura yg mengusulkan tentang tukar peran

2022-12-20

0

Ambu Bagas😘😘😘

Ambu Bagas😘😘😘

kok malah ikut serem ya

2022-11-20

0

Fadilah Herbalis Nasa

Fadilah Herbalis Nasa

kamu mengambil jalan yg salah Naura.....
sedikit banyak Raka akan sangat mencintai nayra dan tidak akan pernah melepaskan nya....
mrawani 2 gadis nih Raka...

2022-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!