Hari pertama menjadi istri Raka sudah Nayra lewati, ia lega karena semuanya berjalan dengan lancar. Naura pun merasakan hal yang sama, ia berfikir ternyata menjadi Nayra tidak sulit karena Bian tidak selalu berkomonikasi dengannya.
Saat hari sudah malam, Nayra kembali gugup karena untuk pertama kalinya ia akan tidur satu kamar bahkan satu ranjang dengan seorang pria. Yang membuatnya gelisah karena pria itu adalah suami kakaknya sendiri, pria yang sangat ia hormati sebagai kakak ipar.
"Sayang, kok belum tidur?" Suara Raka yang baru saja keluar dari kamar mandi cukup mengejutkan Nayra.
"I-iya, ini udah mau tidur," kata Nayra yang langsung merebahkan dirinya ke ranjang. Nayra memunggungi Raka, dadanya berdebar dan ia kembali terperanjat saat Raka memeluknya dari belakang.
"Good night, Naura," bisik Raka sembari menghirup aroma rambut wanita yang ia kira istrinya.
"Good night," sahut Nayra lirih.
Tak berselang lama terdengar dengkuran halus dari mulut Raka, pertanda pria itu sudah tertidur sementara Nayra masih tak mengantuk sedikitpun. Bagaimana ia bisa tidur dalam keadaan seperti ini? Namun, hari yang semakin larut perlahan membuat matanya mengantuk dan tanpa sadar ia pun jatuh tertidur di pelukan Raka.
Sementara di sisi lain, Naura pun tak bisa tidur karena memikirkan suaminya yang kini bersama Nayra. Apakah mereka sedang bermesraan? Ataukah mereka melakukan hubungan suami istri?
Naura berdecak kesal sambil memukul kepala sendirinya. "Ini yang kamu mau, Ra, jadi memang sudah seharusnya mereka melakukan hubungan secepatnya biar Nayra cepat hamil," gumam Naura. "Semakin cepat Nayra hamil, semakin cepat pula aku kembali ke suamiku."
...🦋...
Keesokan harinya Nayra bangun lebih cepat, ia juga membantu Bibi menyiapkan sarapan untuk mengalihkan fikirannya yang masih sedikit kacau.
"Selamat pagi, Sayang," sapa Raka pada Nayra yang saat ini menata makanan di meja makan.
"Pagi," sahut Nayra sambil tersenyum tipis.
"Aku mau langsung ke kantor, ya? Ada meeting pagi ini," kata Raka kemudian ia memberikan kecupan hangat di pelipis Nayra yang membuat tubuh Nayra langsung meremang.
"Hati-hati," ujar Nayra kemudian, Raka hanya menanggapinya dengan senyum lembut.
Setelah Raka pergi, Nayra langsung terduduk lesu di kursi sambil memijit kepalanya yang terasa berat. Terlintas dalam benak Nayra untuk mundur dari misi ini, ia merasa takkan sanggup menjalaninya. Saat fikirannya sedang kalut, ponselnya berdering. Nayra segera menjawab panggilan itu.
"Apa, Ra?" tanya Nayra sedikit ketus.
"Bagaiamana? Kalian sudah melakukannya?" Nayra melongo mendengar pertanyaan kakaknya yang tanpa basa-basi itu.
"Belum lah, Ra," jawab Nayra.
"Kenapa belum sih, Nay? Kamu nunggu apa lagi memangnya? Semakin cepat kamu hamil itu semakin baik untuk kita, kamu faham, kan?"
"Aku faham, tapi aku nggak tahu harus melakukan apa, Ra."
"Astaga, Nayra! Ya kamu siapkan diri dong untuk Raka, ajak dia melakukannya, di mata Raka kamu itu aku, jadi nggak usah ragu untuk mengajak dia berhubungan." Nayra meringis, kepalanya semakin sakit mendengar desakan Naura yang benar-benar di luar nalar itu.
"Oh ya, di lemari ada lingerie yang baru aku beli. Kamu pakai itu nanti malam, Nay. Pokoknya kamu harus bisa melakukannya malam ini!"
"Tapi, Ra-"
"Naura?"
"Halo?"
Nayra hanya bisa menatap ponselnya dengan nanar, ia belum selesai bicara tapi Naura sudah memutuskan sambungan telfon mereka. "Aku bingung, Ra, kenapa kamu nggak ngerti sih," gerutu Nayra sembari mencoba menghubungi Naura sekali lagi. Akan tetapi ponsel wanita itu sudah tidak aktif yang membuat Nayra semakin kesal dan bingung.
Nayra segera berlari ke kamar Raka, ia membuka lemari Naura dan mencari lingerie yang Naura maksud. Nayra langsung meringis saat menemukan pakaian dinas seorang istri itu, ia bahkan tak pernah membayangkan akan mengenakan pakaian yang hanya terdiri dari jaring-jaring begitu.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Nayra menggumam frustasi, kini ia hanya bisa menangis sendirian, ia berharap ada solusi lain untuk masalahnya ini apalagi dirinya tak pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya.
Sementara itu, Naura sengaja mematikan ponselnya agar Nayra tak menghubunginya lagi. Meskipun sebenarnya sangat berat melepaskan suami yang dicintainya untuk adiknya sendiri, tapi Naura berusaha ikhlas karena ini demi masa depan rumah tangganya. Toh, ini hanya sementara, fikir Naura.
Naura turun dari kamarnya, ia menghampiri sang ibu yang sedang masak di dapur. "Ada yang bisa aku bantu, Ma?" tanya Naura,.
"Katanya kamu cuti kuliah karena mau membantu Naura di butik, kenapa kamu nggak ke butik aja?" tanya sang ibu yang masih sibuk dengan aktivitasnya. "Kamu harus bantuin kakak kamu jaga butik, biar dia nggak kelelahan sendiri. Mama takutnya dia nggak kunjung hamil karena terlalu lelah," imbuhnya.
"Besok aja, Ma, hari ini Naura juga lagi istirahat di rumahnya kok," jawab Naura.
"Baguslah kalau begitu, dia memang butuh banyak waktu untuk istirahat." Naura hanya mengulum senyum menanggapi ucapan sang ibu yang memang selalu perhatian padanya.
...🦋...
Nayra melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 6 sore, kata Naura biasanya Raka pulang di atas jam 7. Terbersit dalam benak Nayra Untuk menemui Bian sekarang, karena ia sangat mencintai tunangannya itu, Nayra berfikir kenapa tidak memberikan saja mahkotanya pada Bian terlebih dahulu?
"Benar, dengan begitu Raka nggak tahu kalau aku bukan Naura," gumam Nayra, ia sudah bersemangat untuk pergi menemui tunangannya. Akan tetapi tiba-tiba terdengar suara klakson mobil Raka dari luar, membuat Nayra terkejut.
Ia pun segera turun dan Nayra sedikit terkejut melihat Raka yang pulang lebih awal. "Kok sudah pulang?" tanya Nayra dengan spontan. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan Nayra, Raka justru memberikan sebuah paper bag. "Apa ini?" Nayra memeriksa isinya dan ternyata sebuah gaun yang sangat cantik
"Kamu siap-siap gih, aku mau ngajak kamu suatu tempat," tukas Raka yang membuat Nayra sedikit bingung.
"Kemana?" tanya Nayra lagi.
"Kejutan, dandan yang cantik ya!"
...🦋...
Raka membawa Nayra ke sebuah restaurant yang sudah dia siapkan untuk makan malam romantis bersama istrinya, Raka memperlakukan Nayra dengan sangat mesra, seolah ia sangat mencintai sang istri.
"Aku menyiapkan ini untuk menghibur kamu, Sayang," kata Raka sembari menggenggam tangan Nayra, sementara wanita itu hanya bisa membisu, ia berusaha menghindari tatapan Raka. Akan tetapi pria itu justru menangkup pipi Nayra, memaksa Nayra menatapnya.
"Aku mencintaimu, tidak apa-apa jika kita nggak punya anak sekarang. Artinya Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk berpacaran lebih dulu, hm? Bukannya itu juga anugerah? Setelah punya anak nanti pasti perhatianmu tumpah sama anak-anak dan aku nggak akan kebagian," kekeh Raka yang membuat Nayra juga terkekeh.
"Benar," sahutnya singkat sambil tersenyum.
"Aku suka senyum kamu yang begini, Sayang, kamu terlihat sangat cantik," puji Raka dengan tulus yang membuat Nayra langsung tersipu.
"Makanannya enak," ucap Nayra untuk mengalihkan perhatian Raka. Lagi-lagi Raka merasakan perbedaan pada sang istri yang kini terlihat lebih pemalu, dan entah kenapa hal itu justru Raka sukai.
"Makan yang banyak, Sayang, biar kamu kuat untuk ...." tiba-tiba Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Nayra yang membuat wanita itu langsung menahan napas, jantungnya juga berdetak lebih cepat, darahnya berdesir saat napas hangat Raka menerpa wajahnya.
Nayra hendak menjauhkan wajahnya dari Raka, akan tetapi tiba-tiba Raka menarik tengkuk Nayra dan ia langsung menyerang bibir wanita itu yang membuat Nayra langsung terbelalak, tubuhnya tiba-tiba membeku.
"Untuk malam ini," bisik Raka tepat di depan bibir Nayra.
...🦋...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
guntur 1609
sama juga zina yg mereka lakukan. trs masa raka gak merasa kalau nayra mash perawan. nantinya. asal jangan naura nanti membalikan fakta sj. yg disalahkan atas bertukar oeran nnanti nayra. padahal naura yg mengusulkan tentang tukar peran
2022-12-20
0
Ambu Bagas😘😘😘
kok malah ikut serem ya
2022-11-20
0
Fadilah Herbalis Nasa
kamu mengambil jalan yg salah Naura.....
sedikit banyak Raka akan sangat mencintai nayra dan tidak akan pernah melepaskan nya....
mrawani 2 gadis nih Raka...
2022-11-15
0