Bab 17 - Keputusan Raka

Raka menatap mata Nayra dengan intens dan dalam kemudian berkata, "Aku mencintaimu dan akan aku buat kamu juga mencintaiku, Nayra."

Nayra tertawa sumbang melihat tekad di mata Raka, dia merasa terjebak di antara obsesi Naura yang ingin terlihat sempurna dan Raka yang tiba-tiba mengaku mencintainya.

"Raka, hidupku sudah kacau sejak kecelakaan itu. Sikap orang tuaku berubah seakan mereka juga menyalahkan aku atas keguguran Naura. Naura juga berubah, dia memusuhi aku. Dan sekarang kamu ingin membuat hidupku lebih kacau?" Nayra menatap mata Raka dengan nanar.

"Nggak, Sayang, aku nggak mau hidup kamu kacau karena itulah aku ingin menikahi kamu," ungkap Raka dengan tulus dan serius.

"Lalu bagaimana dengan Naura dan Bian?" desis Naura.

"Aku akan menceraikan Naura dan kamu harus membatalkan pertunanganmu dengan Bian," jawab Raka dengan lugas tanpa beban sedikitpun.

Nayra beranjak dari ranjang, dia menatap Raka dengan tajam sambil menggelengkan kepala. "Aku cuma perlu melahirkan satu anak untuk kalian setelah itu aku nggak mau punya hubungan apapun lagi dengan lain," tegas Nayra setelah itu dia keluar dari kamar Raka. Pria itu tak mencegahnya, dia justru menahan senyum sambil menatap kepergian Nayra. Sementara Nayra segera pergi ke kamar tamu dan dia tidur di sana.

🦋

Nayra tentu tak bisa memberi tahu kakaknya tentang apa yang dikatakan Raka, atau Naura bisa membunuhnya. Yang bisa Nayra lakukan saat ini adalah berusaha menghindari Raka, dia merasa malu karena sudah ketahuan menipu Raka sekaligus dia juga marah atas ungkapan cinta Raka.

Seperti pagi ini, dia enggan keluar dari kamar tamu karena dia tak mau bertemu dengan Raka, apalagi sekarang hari minggu dan pria itu takkan pergi ke mana-mana. Tapi entah kenapa Nayra justru merasa merindukan Raka yang pasti selalu memeluk dan menciumnya setiap pagi.

"Ck, pasti bawaan anaknya neh," gumam Nayra sambil memegang perutnya yang masih rata. Tiba-tiba Nayra juga ingin makan salad yang pernah dibelikan oleh Raka tetapi Nayra mencoba menahan keinginannya itu.

Sementara di luar, Bi Jum dan Bi Siti merasa aneh karena Nayra tak kunjung ke dapur sementara biasanya wanita itu sudah ada di dapur pagi-pagi, entah untuk membantu menyiapkan sarapan atau menyiapkan jus buah untuk Raka.

"Tuan, apa Nyonya Naura sakit?" tanya Bi Jum saat Raka turun dari kamarnya. "Tumben jam segini belum keluar dari kamar," tambahnya.

"Nggak kok, Bi. Nyonya lagi ngambek," jawab Raka sambil terkekeh. "Sekarang dia lagi ada di kamar tamu, tapi jangan antarkan makanan sampai dia keluar sendiri." Bi Jum melongo mendengar ucapan Raka tapi ia tetap patuh pada perintah bossnya itu. "Buatkan aku kopi ya, Bi," titah Raka kemudian sembari berjalan menuju ruang keluarga.

Raka melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Raka yakin sebentar lagi Nayra pasti keluar dari kamar tamu. Dan benar saja, tak lama kemudian wanita itu keluar, Nayra yang menyadari ada Raka di ruang keluarga, dia berjalan pelan-pelan menuju dapur seolah takut Raka menyadari kehadirannya.

"Bi, ada makanan apa?" tanya Nayra setengah berbisik sambil memegang perutnya yang sudah lapar.

"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Raka yang entah sejak kapan sudah ada di belakang Nayra, wanita itu terperanjat dan dia langsung menoleh. Raka langsung menyambutnya dengan senyum manis.

"Nggak, nggak lapar," ketus Nayra. Awalnya dia canggung saat Raka memanggilnya sayang, tetapi perlahan ia mulai terbiasa karena status Nayra di mata Raka adalah Naura. Akan tetapi, setelah Nayra tahu ternyata Raka sudah menyadari bahwa dia adalah Nayra, wanita itu menjadi kembali canggung dan salah tingkah.

"Oh ya? Kamu nggak ngidam sesuatu?" tanya Raka sembari berjalan mendekati Nayra, sontak wanita itu langsung melangkah mundur.

"Nggak," jawab Nayra yang tentu saja berbohong, saat ini dia benar-benar ingin makan salad buah yang pernah Raka belikan, tapi Nayra malu untuk bertanya di mana pria itu membelinya.

"Beneran? Orang hamil biasanya ngidam, Sayang," kata Raka yang masih mencoba mendekati Nayra.

"Aku mau mandi," ucap Nayra kemudian ia seger berjalan melewati Raka yang hanya terkekeh melihat tingkah Nayra yang seperti gadis remaja saat diganggu badboy di sekolah.

🦋

Satu-satunya cara untuk menghindari Raka hari ini adalah dengan pergi ke butik Naura, maka Nayra pun diam-diam pergi ke butik saat Raka sedang mandi.

Sesampainya di butik, Nayra langsung disambut dengan tatapan dingin Naura yang sudah ada di butik sejak tadi. Naura merasa sakit hati dengan apa yang dikatakan Nayra tadi malam, padahal Naura melakukan semua itu dengan sangat terpaksa.

Sementara Nayra justru merasa bersalah pada Naura apalagi setelah mengingat ungkapan cinta Raka padanya, dia tidak tega jika harus melihat Naura kehilangan suaminya setelah dia kehilangan anak bahkan rahimnya.

"Ra?" bisik Nayra sambil melirik pegawai butik yang sibuk melayani para pelanggan. "Aku mau bicara sesuatu," ucapnya.

"Apa? Mau menceramahi aku lagi?" sinis Naura yang membuat sang adik langsung menghela napas berat, Nayra pun menarik paksa Naura ke ruang kerjanya.

"Apa lagi, Nay?" desis Naura sembari menghempaskan tangan Nayra saat mereka sudah ada di ruang kerja Naura.

"Kamu jangan marah sama aku," ucap Nayra dengan lembut. "Aku minta maaf karena sudah membuat kamu tersinggung," imbuhnya dengan begitu rendah hati. "Aku cuma mau bilang kalau setelah melahirkan nanti aku akan pergi dari hidup kalian semua, jadi kamu nggak perlu mengkhawatirkan apapun." lanjutnya. Seketika pupil mata Naura melebar, dia menatap adik kembarnya itu dengan dalam.

"Benaran, Nay?" tanya Naura ingin memastikan, Nayra hanya bisa mengangguk dan seketika Naura memeluknya dengan erat. "Terima kasih, Nay," ucapnya sambil tersenyum.

Pergi? Entah kenapa hati Nayra terasa sakit membayangkan dia akan pergi meninggalkan Raka dan anak yang akan dia lahirkan nanti, tetapi Nayra yakin ini adalah yang terbaik untuk semuanya.

Sementara di sisi lain, Raka merasa kesal saat menyadari lagi-lagi Nayra pergi tanpa izinnya. Pria itu tahu Nayra pasti pergi ke butik, oleh karena itu Raka segera melajukan mobilnya ke sana untuk menjemput sang istri.

Sesampainya di butik, Raka langsung masuk ke ruang kerja Naura dan dia mendapati si kembar yang sedang mengobrol. Baik Naura apalagi Nayra merasa sangat terkejut melihat kedatangan Raka yang tiba-tiba, apalagi tatapan pria itu terlihat tajam.

"Ada apa?" tanya Naura. Namun, Raka enggan menjawab pertanyaan wanita yang sebenarnya adalah istrinya itu, ia justru menarik Nayra dengan paksa.

"Raka, ada apa?" tanya Nayra bingung.

"Pulang," jawab Raka singkat.

"Tapi—"

Raka masih menyeret paksa Nayra tanpa mau mendengarkan pertanyaan wanita itu, sementara Naura hanya bisa menatap suaminya itu dengan bingung. "Apa mereka bertengkar?" gumam Naura.

Raka memaksa Nayra masuk ke dalam mobil, setelah itu ia menyusul kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Ada apa sih? Kamu nggak liat aku lagi bantuin Naura di butik?" ketus Nayra kesal.

"Mulai sekarang kamu nggak boleh dekat-dekat sama Naura apalagi ngobrol berdua begitu," tukas Raka yang membuat Nayra terperangah.

"Kamu gila ya? Apa hak kamu melarang aku dekat sama saudara aku sendiri?" sinis Nayra.

"Pokoknya nggak boleh, Sayang, nanti Naura pasti menghasut kamu supaya kamu pergi ninggalin aku," seru Raka yang membuat Nayra menganga, ia tercengang sebelum akhirnya ia tertawa hambar.

"Raka, aku sudah memutuskan sendiri kalau aku akan pergi setelah melahirkan anak ini. Keputusan aku sudah bulat!" tegas Nayra.

"Nggak boleh, Nayra! Aku nggak mau kamu pergi, biar Naura yang pergi. Aku akan segera menceraikan dia!"

Terpopuler

Comments

Nila

Nila

posesif tapi lemah lembut
bisa mengendalikan emosi
mungkin ini yang nama nya dewasa

2022-11-23

3

Ambu Bagas😘😘😘

Ambu Bagas😘😘😘

Simalakama

2022-11-20

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

wes angel iki

2022-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!