Bab 10 - Pelampiasan Cemburu

Bian yang saat ini sedang ada di apartementnya dikejutkan dengan kehadiran Naura, apalagi wanita itu tampak kacau. "Ada apa, Sayang?" tanya Bian.

Bukannya menjawab pertanyaan tunangan adiknya itu, Naura justru berhambur ke pelukan Bian kemudian ia mencium pria itu dengan intens. Bian terpaku, serangan Naura terlalu tiba-tiba sehingga itu membuatnya tak berkutik. Namun, Naura yang terus melancarkan cumbuannya akhirnya membuat gairah Bian terpancing. Meskipun ada sedikit kebingungan dalam diri Bian akan tingkah agresif Naura, akan tetapi gairahnya yang sudah berada di ubun-ubun membuat Bian tak sanggup lagi berfikir jernih. Sebagai lelaki normal, Bian tak bisa menolak gairah yang menggebu seperti ini.

Bian membawa Naura ke kamarnya, tanpa berfikir dua kali ia memberikan kenikmatan surgawi pada wanita yang ia kira tunangannya itu. Sementara Naura pun begitu pasrah menyerahkan dirinya pada tunangan sang adik, ini adalah caranya melampiaskan rasa cemburu pada Nayra dan Raka.

🦋

Kehamilan istri Raka alias hadirnya sang calon pewaris keluarga Aditya sangat diharapkan, sehingga tak heran jika setelah kabar kehamilan itu Nayra dihujani dengan perhatian oleh Raka dan kedua orang tuanya. Cinta yang Raka tunjukkan semakin hari semakin besar, bahkan hal itu membuat hati Nayra mulai goyah.

Saat ini Nayra sedang berada di dalam kamar mandi, ia menatap pantulan dirinya di cermin sambil mengusap perutnya yang masih rata. Ia sungguh tak menyangka di rahimnya sedang tumbuh benih dari Kakak iparnya sendiri, jika ada yang bertanya bagaimana perasaan Nayra, maka wanita itu tidak akan pernah menjawab karena ia sendiri tidak tahu seperti apa perasaannya sekarang. Sedih, bahagia, terharu, tapi juga takut.

Raka menghampiri Nayra dan lagi-lagi pria itu langsung memeluk Nayra dari belakang, Nayra hanya tersenyum saat Raka mencium pundaknya kemudian mengusap perutnya dengan lembut. "Kamu mau anak cewek atau cowok, Sayang?" tanya Raka berbisik di telinga Nayra, membuat wanita itu meremang saat merasakan hembusan napas hangat Raka di telinganya.

"Apapun yang Tuhan kasih." Jawaban Nayra itu berhasil membuat Raka tersenyum.

"Mama ada di bawah, katanya dia bawa hadiah buat kamu." Raka memutar tubuh Nayra hingga menghadapnya.

"Hadiah apa lagi? Baru tadi pagi Mama ngirimin perhiasan," kata Nayra.

"Nggak tahu, ayo turun," ajak Raka. Nayra pun pasrah saat Raka menggandeng tangannya turun, menemui Bu Susmita yang sudah menunggu.

"Hai, Sayang," sapa Bu Susmita, ia memeluk dan mencium Nayra seperti biasa. "Kata Raka malam ini kalian mau ke pesta, jadi Mama bawakan gaun, tas sama sepatu yang matching banget sama perhiasan yang tadi Mama kasih," ujar Bu Susmita panjang lebar. Malam ini Raka dan Nayra memang diundang ke pesta ulang tahun perusahaan rekan kerja Raka yang bernama Pak Wibowo.

Sebenarnya Raka tak ingin datang karena Nayra masih mual-mual dan masih lemah, akan tetapi Pak Wibowo mengundangnya dengan khusus sehingga Nayra pun memaksa Raka untuk datang.

"Astga, Ma," gumam Nayra. "Padahal gaun di lemari itu masih banyak banget yang baru, apalagi sepatu," tambahnya.

"Ya nggak apa-apa dong beli lagi, menantu Mama harus selalu tampil sempurna." Raka yang mendengar ucapan ibunya itu hanya bisa mengulum senyum, beda halnya dengan Nayra yang justru meringis.

"Oh ya, kalian jangan pulang terlalu malam dari pesta, perhatikan juga apa yang kamu makan, okay?" Nayra hanya mengulum senyum sambil mengangguk pelan.

...🦋...

Raka menggandeng tangan Nayra memasuki ballroom hotel, mereka terlihat sangat serasi, tampan dan cantik. Apalagi gaun yang di kenakan oleh Nayra adalah gaun mahal yang tak bisa dibeli oleh semua orang, jangan lupakan juga perhiasannya yang membuat semua mata tertuju padanya.

Pak Wibowo menyambut mereka dengan hangat kemudian mempersilakan mereka bergabung dengan para tamu VIP lainnya. Nayra sangat terkejut melihat ada Bian juga Naura di pesta itu, sementara Naura tidak terlihat terkejut karena dia sudah tahu Raka pasti diundang.

Bian menyapa Raka dengan ramah seperti biasa, setelah itu Bian menyapa Nayra bahkan mengucapkan selamat atas kehamilannya. "Selamat ya, Ra, aku ikut senang saat mendengar kamu hamil," kata Bian dengan senyum tulusnya yang membuat hati Nayra mencelos.

Ia tak mampu berkata-apa, yang bisa ia lakukan ia hanya melempar senyum kaku pada tunangannya yang sudah ia khianati.

"Terima kasih, Bian," kata Raka. "Aku harap kalian segera menyusul," imbuhnya yang membuat Bian terkekeh. Ia merangkul Naura dan menatap wanita itu dengan lembut.

"Kami akan segera membicarakan pernikahan," ucap Bian apalagi ia dan Naura sudah tidur bersama, hal itu membuat Bian semakin tak sabar untuk segera menikahi tunangannya.

"Harus disegerakan," ujar Raka, dia merangkul pinggang Nayra dengan begitu posesif seolah Raka takut Nayra hilang.

Pemandangan itu membuat Naura semakin terbakar api cemburu, apalagi ketika tanpa ragu Raka mengecup pelipis Nayra di depan mereka semua. Nayra hanya bisa bisa menggigit bibirnya dan meremas gaunnya karena ia terlalu gugup, apalagi tatapan tajam Naura yang seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.

Raka, Bian dan Pak Wibowo mengobrol tentang jalannya pekerjaan mereka masing-masing. Mereka juga memuji bakat melukis yang dimiliki oleh Bian, bahkan ada seorang kolektor dari luar negeri yang rela mengeluarkan jutaan dollar demi satu lukisan Bian yang memang sangat indah dan memukai.

Tatapan mata Naura tak bisa lepas dari tangan Raka yang terus bertengger di pinggang Nayra, membuat Nayra merasa tak nyaman.

"Raka, aku mau duduk," ujar Nayra kemudian untuk menjauh dar Bian dan Naura.

"Iya, Sayang," sahut Raka. Ia pun membawa Nayra ke sebuah kursi. "Maaf, aku lupa kalau kamu lagi hamil dan nggak boleh kelelahan," ringis Raka sambil mengecup punggung tangan Nayra dengan mesra.

"Nggak apa-apa kok," ucap Nayra sembari menarik tangannya dari Raka karena ia tahu Naura masih mengawasi mereka, akan tetapi Raka justru menarik kedua tangan Nayra kemudian mengecup kedua punggung tangannya itu bergantian. "Raka, malu dilihatin orang," tegur Nayra berbisik.

"Kenapa malu? Kamu kan istri aku," kekeh Raka yang membuat Nayra hanya bisa meringis.

"Em ... Aku mau ke belakang dulu," kata Nayra kemudian.

"Aku antar," seru Raka.

"Astaga, Raka," geram Nayra kesal. "Aku bisa sendiri, mending kamu temui Pak Wibowo tuh," tambahnya. Nayra pun segera bergegas ke toilet wanita.

Naura segera mengikuti Nayra ke toilet, hal itu membuat Nayra sedikit terkejut. "Ha-hai, Ra," sapa Nayra dengan begitu gugup.

Alih-alih menjawab sapaan sang adik, Naura memandangi penampilan Nayra dari atas hingga bawah. "Enak banget punya mama mertua seperti Mama Susmita ya, Nay," sinis Naura sambil tersenyum miring.

"Iya, kamu beruntung banget karena mereka semua sayang dan perduli sama kamu, Ra," jawab Nayra dengan senyum tulus karena ia memang merasa Naura sangat beruntung.

"Hem," sahut Naura dingin. "Oh ya, aku harap kamu nggak marah karena aku sama Bian juga udah tidur bareng."

"Apa?"

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

geser nih otak si naura

2023-08-08

0

Juan Sastra

Juan Sastra

jadi dua duanya zina,,
dan bian apa ggak tahu yg masih virgin atau ggak..kok ggak nanya gitu,,kan kalau nayra ggak mungkin kayak gitu.

2023-01-01

0

Ambu Bagas😘😘😘

Ambu Bagas😘😘😘

Wahhh..Dah Saling Cicip saja😬😬😬

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!