Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing

Raka menghampiri Nayra yang saat ini sedang berada di dapur, pria itu langsung memeluk Nayra bahkan mencium pundak Nayra berkali-kali membuat Nayra terperanjat.

"A-ada apa?" tanya Nayra gelagapan.

"Hari ini kamu mau ke butik, Sayang?" Raka membalik badan Nayra sehingga wanita itu kini menghadapinya.

"He'em," jawab Nayra hanya menggumam.

"Jangan dulu, kamu istirahat di rumah, okay? Hari ini aku juga nggak mau kerja, tapi aku harus menemui seseorang sebentar," tukas Raka. Lagi-lagi Nayra hanya mengangguk patuh, apalagi ia memang merasa tidak badan dan ingin istirahat, mungkin karena apa yang terjadi tadi malam.

"Ya udah, aku pergi dulu." Raka mencium kening dan kedua pipi Nayra dengan semangat, sementara Nayra hanya bisa mengulum senyum.

Sementara di sisi lain, Naura sedang bersiap-siap pergi ke butik, ia berdandan dan berpakaian seperti Nayra akan tak ada yang curiga padanya. Sebelum pergi, Naura menyalakan kembali ponselnya, ada satu pesan dari Nayra. Ia segera membukanya dan seketika air mata menetes begitu saja.

Nayra memberi tahu Naura dia sudah melakukan apa yang Naura mau. "Nggak apa-apa, nggak apa-apa," gumam Naura sembari menyeka air matanya, ia mencoba menguatkan hatinya yang seketika terasa begitu perih.

Naura pun segera menghubungi Nayra, tak butuh waktu lama panggilan pun sudah terjawab. Namun, tak ada suara. Naura pun tak tahu harus berkata apa pada sang adik. Selama beberapa saat, keduanya sama-sama diam seolah saling menunggu siapa yang akan bersuara lebih dulu. Hingga akhirnya Naura mengalah.

"Terima kasih, Nay," lirih Naura.

"Aku mau ketemu Bian, Ra." Suara Nayra terdengar bergetar.

"Okay, aku juga mau ketemu Raka. Apa dia sudah ke kantor sekarang?"

"Dia bilang nggak akan ke kantor hari ini, tapi sekarang dia pergi sebentar katanya, dia memintaku tetap di rumah."

"Baguslah."

🦋

Bian sedang fokus menggambar sebuah pemandangan yang sangat indah, sebuah danau yang tenang dan ada sebuah rumah di pinggir danau tersebut. Di halaman rumah, tergambar seorang gadis yang sedang merenung.

Saat asyik memainkan kuas di atas kanvas, tiba-tiba pintu ruang kerja Bian terbuka, membuat pria itu terkejut dan ia sudah bersiap memaki orang tersebut karena sudah mengacaukan konsentrasinya. Akan tetapi kemarahan Bian langsung berubah menjadi keceriaan saat ia melihat yang datang adalah Nayra.

"Sayang, kok tumben ke sini nggak bilang dulu," kata Bian sambil melempar senyum hangatnya. Yang datang memang Nayra, tunangan Bian. Wanita itu melangkah cepat dan lebar kemudian ia berhambur ke pelukan sang kekasih.

"Bian, aku kangen," rengek Nayra manja. "Aku sangat mencintai kamu, Bian. Sangat." Nayra berkata penuh penekanan yang membuat Bian justru mengernyit bingung.

"Aku juga mencintai kamu, Sayang." Bian membalas pelukan sang kekasih dengan erat. Meskipun hari ini Nayra terlihat berbeda, tapi Bian senang mendengar ungkapan cinta Nayra yang begitu dalam dan tulus.

Bian melerai pelukan mereka, ia membelai pipi Nayra dengan lembut kemudian mengecup kening wanitanya itu penuh cinta. "Dan aku juga kangen sama kamu meskipun baru kemarin kita bertemu," kata Bian kemudian.

"Kemarin?" tanya Nayra setengah menggumam, Naura tidak memberi tahunya bahwa kemarin Naura dan Bian bertemu. Padahal sebelumnya mereka sepakat untuk saling memberi kabar dan melaporkan apa saja yang mereka lakukan. "Emm ... iya," ucap Nayra kemudian. "Oh ya, apa aku ganggu pekerjaan kamu, Sayang? Boleh nggak kalau hari ini temani aku?" Kerutan di dahi Bian semakin dalam, ia memicingkan matanya pada Nayra hingga membuat gadis itu merasa salah tingkah.

"Boleh, apa sih yang nggak buat kamu," jawab Bian akhirnya yang membuat Nayra tersenyum sumringah. Bahkan ia kembali berhambur ke pelukan Bian sambil mengucapkan banyak terima kasih, membuat pria itu hanya bisa terkekeh.

Sementara itu, Naura pun juga sudah berada di rumah. Ia menunggu Raka pulang dengan sangat tidak sabar, dan saat suaminya itu pulang, Naura langsung menyambutnya dengan ciuman dan pelukan hangat.

"Kenapa? Kangen sama aku, hm?" goda Raka.

"Selalu," jawab Naura singkat, ia menggandeng tangan Raka dan membawanya ke kamar. "Kamu dari mana, Sayang?" tanya Naura.

"Mengurus sedikit masalah," jawab Raka dengan singkat.

Saat sampai di kamar, Raka langsung memeluk Naura dari belakang. Tentu saja wanita itu tak menolak, ia menikamati pelukan hangat sang suami.

"Sayang, aku nggak bisa lupa apa yang terjadi semalam," bisik Raka di telinga Naura dan seketika hati Naura bergemuruh. "Aku merindukanmu rasamu, Sayang, rasanya benar-benar manis dan indah. Aku ingin melakukannya lagi-lagi. Kamu benar-benar sempurna." Darah Naura terasa mendidih, hatinya sesak dan sakit, matanya sudah berkaca-kaca. Yang dibicarakan oleh Raka adalah Nayra, bukan dirinya.

Naura melepaskan tangan Raka yang melingkar di perutnya. "Nggak usah bahas yang tadi malam, Raka, aku malu," kata Naura untuk mengalihkan perhatian sang suami.

"Kenapa malu?" Raka menangkup pipi Naura, ia menatap mata istrinya itu dengan intens dan dalam. "Naura?" panggilnya kemudian dengan suara yang rendah.

"Ya malu aja, masa hal kayak gitu kamu ungkit." Naura mencoba menghindari tatapan tajam Raka.

"Okay, maaf," kata Raka sambil tersenyum tipis. "Tapi aku rasa nggak masalah 'kan kalau membicarakan tentang keromantisan kita sendiri?" Raka mengedipkan sebelah matanya pada Naura, menggoda istrinya itu yang justru tampak merengut.

"Sayang, aku mau ke rumah mama sebentar, ya." Raka langsung mengernyit mendengar permintaan tiba-tiba Naura itu.

"Lagi?" tanya Raka.

"Iya, sebentar aja kok," jawab Naura meyakinkan.

"Ya udah, terserah kamu aja," ujar Raka kemudian pasrah.

Tanpa membuang waktu, Naura langsung bergegas pergi dari rumahnya sendiri. Naura segera menghubungi Nayra dan meminta Nayra pulang ke rumah orang tua mereka karena Naura ingin berbicara sesuatu.

Nayra yang saat ini masih bersama Bian tentu saja merasa sangat kesal pada Naura, akan tetapi ia tetap tak mengindahkan permintaan Naura, Nayra masih ingin bersama Bian lebih lama lagi.

"Bi, kalau misalnya aku membuat satu kesalahan yang fatal dalam hubungan kita, kamu bakal ninggalin aku nggak?" tanya Nayra.

"Selama kesalahan itu bukan perselingkuhan, aku nggak akan pernah ninggalin kamu, Sayang," jawab Bian dengan tegas yang membuat hati Nayra mencelos.

"Itulah kesalahanku, Bi. Aku sudah selingkuh dengan Raka, maafin aku."

"Dan aku yakin kamu nggak akan melakukan hal itu, Nay," ujar Bian kemudian.

Nayra melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore, Nayra pun meminta Bian mengantarnya pulang. Sebelum berpisah, lagi-lagi Nayra memeluk Bian dengan erat serta mengungkapkan cintanya yang begitu dalam.

Setelah itu, Naura segera bergegas ke kamarnya di mana Naura sudah menunuggu sejak tadi.

"Kamu gila ya, Nay? Aku suruh kamu pulang tuh dari tadi!" seru Naura emosi.

"Aku masih kangen sama Bian, Ra, kenapa sih? Seharusnya hari ini kita kembali ke identitas masing-masing, kan? Kamu juga bisa seharian sama Raka," balas Nayra yang langsung membuat kakak kembarnya itu terdiam, tidak mungkin Naura memberi tahu adiknya apa yang membuat dia tidak ingin bersama Raka hari ini.

Nayra menukar tas serta ponselnya kembali dengan Naura, setelah itu ia pun hendak pergi tapi tiba-tiba Naura memanggilnya. "Apa lagi?" ketus Nayra.

"Jangan bawa perasaan dalam peranmu sebagai aku, Nay, karena Raka itu suamiku."

Terpopuler

Comments

Ika Riana

Ika Riana

semua masalah berawal dari Naura sendiri, dari awal di ajk pulang awal gk mau sampai nayra ngatuk dan kecelakaan yg di salahin nayra😤

2022-11-26

0

Ambu Bagas😘😘😘

Ambu Bagas😘😘😘

nenek lampir😬😬

2022-11-20

1

Sri Rahayu

Sri Rahayu

oh Naura takut ya kl suami nya bakal lbh menyukai Neyra....rasain lo 🤪

2022-11-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!