Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang

"Aku harap kamu nggak marah karena aku dan Bian juga udah tidur bareng."

Rahang Nayra mengetat saat mengingat apa yang dikatakan oleh Naura tadi malam saat di pesta, apa yang akan Bian fikirkan tentangnya nanti? Pastilah Bian berfikir Nayra sudah pernah berhubungan intim dengan mantan pacarnya dulu apalagi Naura sudah tidak perawan lagi.

Memikirkan semua itu membuat Nayra semakin marah pada Naura, api cemburu pun rasanya begitu membara dalam hati wanita itu. Namun, Nayra tak bisa melampiaskan kemarahan dan kecemburuannyan itu karena ia pun juga bercinta dengan suami Naura.

"Tapi Naura sendiri yang mau begini." Tiba-tiba Nayra menggeram sendiri. Karena terus memikirkan Naura dan Bian, Nayra yang saat ini sedang membuat teh tanpa sadar menyiram tangannya dengan air panas.

"Auh ,auh ...." Nayra merintih.

Raka yang baru saja masuk ke dapur langsung menghampiri Nayra dan menarik tangan Nayra ke wastefel. "Kamu ngapain sih, Sayang?" tegur Raka sembari menyiram tangan Nayra yang sudah memerah.

"Mau buat teh panas," cicit Nayra.

"Astaga, Sayang, itu ada Bi Jum, ada Bi Siti. Kalau kamu mau apa-apa, panggil aja mereka," seru Raka cemass sembari mengambil obat setelah itu ia membawa Nayra duduk di kursi.

"Mereka lagi sibuk tadi, Raka, Bi Jum bersihkan halaman, Bi siti lagi nyetrika," balas Nayra yang membuat Raka berdecak kesal.

"Jangan membantah, Sayang!" serunya kesal, hal itu justru membuat Nayra merasa gemas. Raja terlihat lucu saat marah-marah seperti ini.

"Aku bukan maksud membantah, Raka, aku cuma—"

"Shhttt! Diam!" Nayra pun langsung membungkam mulutnya sementara Raka kini mengobati punggung tangan Nayra sambil sesekali ia meniupnya.

Nayra menatap wajah Raka yang tampak serius, pria itu begitu penuh kasih sayang, perhatian dan selalu lembut. Bahkan, hari ini kehadiran Raka bisa membuat amarah dan kecemburuan Nayra pada Naura dan Bian menguap begitu saja.

"Pokoknya mulai sekarang kamu nggak boleh melakukan apapun, okay?" tegas Raka. "Aku nggak mau dibantah," tambahnya.

"Kalau cuma bikin teh kan aku bisa," sahut Nayra yang langsung membuat Raka mencubit pipinya dengan gemas, membuat Nayra langsung merengut.

"Sudah aku bilang jangan membantah tapi masih aja bantah," gerutu Raka. Setelah mengobati tangan Nayra, ia pun menyiapkan teh panas yang Nayra mau. "Ayo ke kamar," anaknya setelah teh siap.

"Biar aku yang bawa." Nayra hendak meminta gelas tehnya akan tetapi Raka langsung menjauhkannya dari Nayra.

"Nggak, nanti jatuh terus kena kaki kamu," tolak Raka, Nayra hanya bisa melongo dengan sikap super posesif Raka. Karena tak ingin berdebat, Nayra pun pasrah mengikuti Raka ke kamar.

Sesampainya di kamar, Nayra duduk di sofa yang ada di dekat jendela dan tiba-tiba Raka duduk berlutut di depannya yang membuat Nayra terkesiap. "Raka?" lirih Nayra.

Raka menggengam tangan Nayra, ia menatap mata wanita itu dengan intens kemudian berkata, "Aku pernah kehilangan satu kali dan aku nggak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya, jadi aku mohon jangan biarkan aku kehilangan lagi. Kamu harus jaga diri baik-baik, Okay?" Raka meminta dengan tulus dan penuh harap, membuat hati Nayra tersentuh.

Nayra mengerti Raka pasti trauma akan karena Naura pernah keguguran. "Aku janji akan menjaganya untukmu, Raka," balas Nayra yang membuat Raka langsung tersenyum, sekali lagi ia mengecup punggung tangan Nayra.

"Terima kasih, Sayang, aku mencintaimu." Hati Nayra berdesir setiap kali Raka mengungkapkan cinta seperti ini, bahkan terkadang itu membuat Nayra lupa bahwa dia sudah punya Bian dan Raka adalah suami Naura.

🦋

Sementara itu, Bian saat ini sedang menyaksikan Naura yang bersikap sedikit arogan pada seorang pelayan café hanya karena pelayan itu tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tasnya, Naura tampak sangat kesal bahkan dia marah-marah tanpa perduli ada banyak mata yang menyaksikannya.

"Sudahlah, Nay, dia sudah minta maaf," kata Bian.

"Maaf aja nggak cukup kali, Bi," gerutu Naura. "Makanya kalau kerja tuh yang benar, Mbak, langkahnya tuh harus diperhatikan!" seru Naura yang Bian berdecak kesal.

"Ya sudah, lebih baik kita pulang," ajak Bian kemudian apalagi ia juga merasa malu karena semua memperhatikan mereka.

"Loh, kita belum selesai makan, Bian," bantah Naura tapi Bian tak mengindahkannya, Bian segera meninggalkan tempat itu dengan raut wajah yang masam.

Semakin hari sikap Nayra semakin berubah, wanita itu mudah marah, gampang tersinggung bahkan terkesan perfeksionis dalam segala hal. Membuat Bian merasa jengah.

"Bian!" teriak Naura yang menyusul Bian.

"Kamu itu kenapa sih, huh?" desis Bian tepat di depan wajah Naura. "Kamu itu berubah, Nay, ada apa? Kamu lagi ada masalah?" tanya Bian dengan tajam yang membuat Naura hanya bisa diam. "Kalau kamu lagi ada masalah, bilang sama aku, jangan melampiaskan sama orang kayak gini. Malu tahu dilihatin orang!" seru Bian.

"Ma-maaf," cicit Naura akhirnya.

Bian hanya berdecak kesal kemudian ia segera masuk ke dalam mobilnya, Naura pun hanya bisa mengikuti pria itu dalam diam.

...🦋...

Untuk yang ke sekian kalinya, Raka kembali menyiapkan makan malam romantis bersama sang istri. Kejutan seperti ini sudah sering sekali diberikan oleh Raka, seolah ia sedang merayu Nayra untuk meyakinkan cintanya. Tentu saja Nayra tersentuh, meskipun hati kecilnya mengatakan sebenarnya kejutan-kejutan itu untuk Naura, bukan dirinya.

"Dalam rangka apa lagi ini, Raka?" kekeh Nayra saat Raka menarikan kursi untuknya, mempersilakan Nayra duduk layaknya ratu.

"Dalam rangka aku yang selalu jatuh cinta sama kamu." Jawaban Raka itu berhasil membuat Nayra tersipu, jika seperti ini terus selama 9 bulan, Nayra takut dia tidak bisa menjaga diri lagi. Ia takut ikut terbawa arus perasaan yang akhirnya akan menyakiti semua orang.

Raka berjalan ke belakang Nayra, ia memegang pundak Nayra kemudian mengecupnya dengan mesra. "Aku punya hadiah buat kamu, Sayang," kata Raka kemudian ia mengeluarkan sebuah liontin dari saku jasnya.

"Wow!" Nayra terlihat begitu takjub melihat liontin berbentuk bulan yang ditunjukan oleh Raka, tanpa permisi pria itu langsung memakaikan liontin itu di leher Nayra.

"Kamu seperti bulan untukku, Sayang, hanya ada satu dan akan menjadi satu-satunya." Hati Nayra terenyuh mendengar ungkapan perasaan Raka, sungguh besar cinta yang dimiliki pria itu untuk Naura.

Yeah, untuk Naura bukan Nayra. Menyadari hal itu, entah kenapa hati Nayra terasa perih dan sesak.

"Oh Tuhan, Raka memang milik Naura, aku hanya pengganti sementara, tolong jaga perasaan dan hatiku agar tak terbawa arus."

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

di sini pas selesai nanti yg jelas jd korban nayra,,di benci raka dan di buang bian. di hujat dua psg orang tua,, belum lagi masyarakat...😢😢

2023-01-01

0

Fauzana Rahma

Fauzana Rahma

akhirnya Naura akan menyesal dengan ide gilanya ini. Raka akan jatuh cinta pada Nayra karena kepribadian nya yang lembut. sedangkan Bian juga akan menjauh, karena tidak sanggup menghadapi kepribadian Naura yang arogan itu. malangnya nasibmu Naura. itu hanya menurut pendapat saya soal belum tau cerita sampai akhir.

2022-12-22

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

bagaikan bulan yg sudah tak datang bulan y Raka 🤣🤣🤣🤣🤣

2022-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!