Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya

"Jangan membawa perasaan dalam peran ini?" Nayra tersenyum miring saat mengingat apa yang dikatakan oleh suadara kembarnya itu.

"Tentu saja aku membawa perasan, perasaan yang teramat tertekan," gumamnya.

Sudah seminggu berlalu sejak ia menyerahkan mahkotanya pada kakak iparnya sendiri, dan sejak saat itu Nayra tak pernah bisa tidur dengan tenang. Ia bertanya-tanya, apakah Raka sungguh tidak menyadari bahwa dirinya masih perawan saat itu?

Tapi selama satu minggu ini juga sikap Raka begitu mesra padanya, bahkan terkadang membuat Nayra sampai tersentuh dan merasa tersanjung. Namun, kata-kata Naura kembali terngiang dalam benaknya, Nayra harus ingat bahwa perannya ini hanya pengganti dan hanya sementara. Raka milik Naura dan dirinya milik Bian.

Nayra menggelengkan kepalanya, mengusir pemikiran itu kemudian ia fokus menyiram bunga di halaman rumahnya, aktivitas baru yang ia tekuni setiap pagi dan sore. Saat Nayra sedang asyik menyiram bunga, ia dikejutkan dengan suara klakson mobil Raka.

"Dia sudah pulang lagi?" gumam Nayra, ia merasa sedikit bingung karena selama seminggu ini Raka selalu pulang sebelum jam 6 sore, padahal kata Naura biasanya Raka paling cepat pulang jam 7 atau bahkan jam 8.

Sementara itu, Raka tampak semangat keluar dari mobilnya dengan membawa sebuah paper bag, ia langsung menuju taman mini yang ada di halaman samping rumahnya karena Raka sudah tahu setiap pagi dan sore Nayra selalu menyiram bunga di sana.

"Hai, Sayang," panggil Raka sambil melempar senyum lebarnya.

"Sudah pulang?" Raka terkekeh mendengar apa yang dipertanyakan oleh sang istri.

"Belum, masih kerja," gurau Raka yang membuat Nayra tersenyum malu. "Oh ya, aku belikan salad buah neh buat kamu, makan yuk, mumpung masih segar," ujar Raka.

Nayra mengangguk patuh, ia mengekori Raka yang hendak masuk ke dalam rumah, tapi tiba-tiba Raka menarik wanita itu, merangkul pinggangnya dengan posesif seperti biasa.

"Bi Jum, tolong ambilkan sendok, ya," seru Raka pada pelayanannya, tak lama kemudian Bibi datang dengan membawa dua sendok bersih.

"Terima kasih," ucap Nayra sambil tersenyum lembut.

"Sama-sama, Nyonya, ada lagi?" tanya Bibi dengan sopan.

"Nggak, Bi. Bibi boleh kembali ke belakang," kata Nayra.

Bibi pun segera kembali ke dapur dengan kening yang berkerut dalam, ia merasa bingung dengan sikap Raka yang sangat berbeda akhir-akhir ini. Dia selalu pulang sore dan selalu membawa oleh-oleh setiap hari.

"Eh, Ti, Tuan Raka sekarang beda ya sikapnya sama Nyonya," kata Bi Jum pada Bi Siti yang saat ini sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak menu makan malam.

"Beda kenapa?" tanya Bi Siti.

"Ya beda, akhir-akhir ini tuan Raka pulang sore, sebalum jam 6 udah ada di rumah, terus setiap pulang dari kantor juga selalu bawa oleh-oleh untuk Nyonya, yang roti lah, donat, sekarang bawa salad. Padahal kalau dulu kan nggak pernah," papar Bi Jum mengungkapkan keganjalan di hatinya akan perubahan sikap Raka.

"Aku juga bingung sih, Tuan Raka kaya orang baru jatuh cinta gitu, nempel terus sama Nyonya Naura," ucap Bi Siti.

"Benar, tapi itu bagus, ya. Siapa tahu dengan begini mereka jadi lebih cepat punya anak lagi, aku kasihan sama Nyonya Naura kalau Nyonya besar sudah datang terus nanyain kehamilan. Padahal kan hamil itu urusan yang maha kuasa, manusia mah cuma bisa berusaha."

Sementara di luar, Raka dan Nayra menikmati salad buah yang dibeli Raka, rasanya memang segar dan enak. "Kamu suka?" tanya Raka sembari mengelap bibir Nayra yang belepotan karena saos saladnya.

Hati Nayra terkesiap, bahkan jantungnya berdebar kencang saat jari Raka menyentuh bibirnya dengan lembut sementara tatapan mata Raka lurus menatap matanya.

"I-iya, aku suka," jawab Nayra gugup.

"Kalau kamu pengen sesuatu, kamu bilang aja sama aku, nanti aku akan belikan setiap pulang dari kantor," kata Raka sambil tersenyum, Nayra hanya mengangguk lemah sebagai jawaban.

"Aa ... Sayang." Raka menyodorkan satu sendok salad ke mulut Nayra, wanita itu hendak menolak tapi tak enak karena Raka pasti sudah terbiasa menyuapi Naura. Alhasil, Nayra pun menerima suapan Raka.

"Terima kasih," ucap Nayra lirih dengan wajah yang bersemu.

"Aku suami kamu, Sayang, tidak perlu mengucapkan terima kasih untuk hal seperti ini," kekeh Raka yang hanya ditanggapi dengan senyuman lembut oleh Nayra.

...🦋...

Setelah makan malam, Raka pergi ke ruang kerjanya sementara Nayra segera bergegas ke kamarnya. Nayra duduk bersandar ke kepala ranjang sembari membaca sebuah buku milik Nayra. Akan tetapi tetapi tak ada yang menarik dari buku yang Naura koleksi. Nayra lebih suka membaca buku-buku kedokteran atau makalah yang memberinya pengetahuan, bukan cerita romansa seperti buku Naura.

Nayra melirik jam dinding yang menunjukkan pukul setengah 10, Nayra pun bergegas ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan setelah itu dia ingin segera tidur sebelum Raka kembali ke kamar.

Saat Nayra menggosok gigi di kamar mandi, tiba-tiba Raka datang dan memeluknya dari belakang. Wanita itu terperanjat, bahkan ia merasa mungkin jantungnya akan melompat dari tempatnya jika Raka selalu saja mengejutkannya seperti ini. "Raka, aku lagi gosok gigi," ucap Nayra karena kini Raka mulai mencumbu lehernya dengan mesra.

"Selesaikan, Sayang, aku menunggu," bisik Raka di telinga Nayra yang membuat tubuh wanita itu meremang. Tangan Raka tak tinggal diam, ia menyentuh tubuh Nayra dengan mesra membuat seluruh tubuhnya gemetar dan panas dingin.

"Raka," tegur Nayra. Ia segera berkumur, setelah itu ia berbalik dan menatap Raka dengan kesal. "Apa sih?" ketusnya. Namun, Alih-alih menjawab pertanyaan Nayra, Raka justru menggendong wanita itu membuat Nayra memekik.

Alarm dalam otak Nayra sudah berbunyi, sepertinya malam ini akan kembali terjadi sesuatu. "Raka?" lirih Nayra.

Raka menidurkan Nayra di ranjangnya, kemudian ia kembali mencumbu Nayra dengan begitu mesra nan lembut. Setelah itu ia berbisik di telinga Nayra. "Bayi tidak akan hadir jika hanya satu kali hubungan, Sayang." Seketika tubuh Nayra meremang, detak jantungnya semakin cepat dan tubuhnya semakin terasa panas.

"Tapi—"

"Shhttt ...." Raka meletakkan jarinya di bibir Nayra setelah itu ia memberikan kecupan kembut di bibir Nayra, menggoda dan membuainya. "Serahkan padaku, hm?"

Nayra pasrah, ia melakukan apa yang Raka minta, menyerahkan dirinya pada pria itu. Malam ini Nayra tak lagi menangis meski ia masih merasa tak terbiasa dengan penyatuan keduanya. Nayra masih tegang, dan sesekali ia merintih sakit akan tetapi itu justru menjadi melodi penyemangat bagi Raka.

Setelah menghabiskan dua jam lebih permainan di atas ranjang yang terasa begitu panas dan memabukan, Nayra justru tertidur karena ia merasa begitu lelah melayani Raka yang seolah tak ada lelahnya.

Raka menatap wajah tenang Nayra, ia menyingkirkan rambut yang berantakan di sekitar wajah wanita itu kemudian Raka mengecup keningnya dengan mesra. "Maaf aku membuatmu kelelahan, Sayang, lain kali aku akan lebih pelan-pelan." Raka menarik Nayra ke dalam dekapannya, setelah itu ia pun menyusul wanita itu menyelami dunia mimpi.

...🦋...

Terpopuler

Comments

Nurmala

Nurmala

keren

2023-04-16

0

Elsa Yunita

Elsa Yunita

kayak nya Raka tau dahhh😩

2022-12-03

1

Elsa Yunita

Elsa Yunita

kayak nya Raka tau dahhh😩

2022-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!