Bab 12 - Kecurigaan Bian

Nayra menatap pantulan dirinya di cermin sembari memegang liontin yang diberikan Raka tadi malam, Nayra harus menyingkirkan kebahagiaan akan pemberian hadiah itu karena hadiah tersebut untuk Naura, bukan dirinya.

"Tapi sekarang yang ada di sisi Raka 'kan masih aku," gumam Nayra miris. "Ya Tuhan, 9 bulan rasanya lama banget," keluhnya. Seandainya bisa Nayra mempercepat waktu, dia sudah pasti akan melakukan itu agar tanggung jawabnya segera selesai dan dia bisa hidup sebagai Nayra, bukan Naura. Apalagi sekarang Raka tak mengizinkannya ke butik dengan alasan ia takut istrinya itu kelelahan, selain itu di butik sudah ada Naura.

Nayra pergi ke dapur dan ia mengobati-abrik kulkas yang sebenarnya penuh dengan berbagai macam makanan. "Cari apa, Nyonya?" tanya Bi Jum.

"Bi, aku pengen makan es krim. Apa di rumah nggak ada es krim?" tanya Nayra. Bi Jum sedikit terkejut mendengar pertanyaan Nayra karena mereka memang sangat jarang menyimpan es krim karena baik maupun Naura tak menyukai makanan itu.

"Tidak ada, Nyonya, 'kan Nyonya sama Tuan hampir tidak pernah makan es krim," tukas Bi Jum. "Apa Nyonya Naura mengidam es krim?"

"Iya," jawab Nayra "Ya sudah deh, biar aku belum sendiri, sama sekalian mau beli cemilan sama buah anggur," imbuhnya sambil tersenyum.

"Biar saya temani, Nyonya." Bi Jum menawarkan diri.

"Nggak usah, panggilkan sopir aja ya, Bi. Suruh siap-siap, aku mau ganti baju dulu."

"Baik, Nyonya."

...🦋...

Bian memilih beberapa barang yang ia butuhkan di rumah, dari tepung, minyak dan sebagainya karena Bian memang tinggal sendiri dan ia juga memasak jika ada waktu. Bian juga membeli beberapa bungkus makanan instan dan itu mengingatkannya pada Nayra, tunagangannya itu selalu mengingatkan agar Bian mengurangi mengkonsumsi makanan siap saji.

Saat Bian hendak membeli buah dia melihat Nayra yang dia fikir adalah Naura, Bian pun menyapanya. "Hai, Ra."

Nayra yang sedang memilih buah sedikit terperanjat saat tiba-tiba Bian menyapanya, reasksinya itu membuat Bian tertawa. "Maaf aku ngagetin kamu," kekehnya.

"Nggak apa-apa," jawab Nayra sambil tersenyum kaku.

"Kamu belanja sama siapa?" tanya Bian sembari memilih beberapa buah juga.

"Sendiri." Nayra menjawab dengan singkat.

"Hem, gitu." Bian menggumam, ia melirik Nayra yang masih fokus memilih buah. "Sejak hamil kamu berubah ya, Ra," ujar Bian kemudian.

"Heh?" Tentu saja Nayra merespon dengan sedikit bingung, ujung alisnya naik dan pupil matanya melebar.

"Dulu pakaian kamu itu selalu heboh meskipun cuma mau pergi belanja, dandan kamu juga dulu lumayan tebal meski di hari-hari biasa, tapi sejak hamil kayaknya kamu berpenampilan lebih simple," papar Bian yang hanya bisa ditanggapi dengan senyum samar oleh Nayra. "Oh ya, kamu juga keliatan makin cantik, aura keibuannya memancar sempurna," tambah Bian yang membuat hati Nayra terenyuh.

Andai Bian tahu yang ia puji cantik di masa kehamilannya ini adalah tunangannya sendiri, Nayra tak sanggup membayangkan seperti apa reaksi Bian.

"Terima kasih," ucap Nayra kemudian.

"Sama-sama, kamu pantas mendapatkan pujian seperti itu," sahut Bian.

Setelah mereka selesai mimilih buah, mereka pun lanjut membeli beberapa cemilan dan saat itulah Bian mengungkapkan perubahan pada diri tunangannya. "Aku nggak tahu apa yang salah sama Nayra, Ra, tapi akhir-akhir ini dia banyak berubah, bukan seperti Nayra-ku yang dulu," ungkap Bian dengan sorot mata yang terlihat sedih.

Nayra hanya bisa menatap Bian dengan nanar, dari sini dia juga sadar kalau Naura tidak bisa berperan seperti dirinya dan hal itu membuat Nayra kesal. Naura selalu mendesak Nayra agar menjadi istri Raka yang sempurna, tapi dia sendiri tidak bisa menjaga Bian.

"Mungkin ... Mungkin dia lagi ada masalah, Bi," kata Nayra dengan suara rendah.

"Mungkin aja, Kadang-kadang aku pusing dengan sikap dia itu, Ra. Semakin hari perubahannya semakin jauh," keluh Bian.

Nayra sudah membuka mulut hendak menjawab Bian akan tetapi tiba-tiba Raka datang yang membuat Nayra terkejut, pria itu bahkan masih dengan pakaian kerjanya. "Hey, Sayang." Raka langsung merangkul pinggang Nayra bahkan dia mengecup pelipis wanita itu begitu saja.

"Kok kamu tahu aku ada di sini?" tanya Nayra.

"Tadi aku pulang ke rumah, aku cariin kamu dan kamu nggak ada. Kata Bi Jum kamu mau belanja jadi aku susul," jawab Raka sambil melirik Bian sekilas. "Kenapa kamu belanja nggak bilang sama aku? Atau nggak minta temani sama Bibi, aku khawatir lho," ungkap Raka.

"Aku 'kan cuma sebentar," sahut Nayra.

"Sudah semua? Ada lagi? Kita pulang kalau sudah semua," kata Raka sembari membawa Nayra menjauh dari Bian.

"Beli es krim habis itu sudah." ujar Nayra. Raka pun langsung mengambilkan beberapa box es krim untuk wanita itu.

Sementara Bian hanya bisa memandangi mereka, Bian merasa ada yang aneh antara Nayra dan Naura. "Naura berubah kalem, mungkin karena dia hamil kali ya?" gumam Bian.

Tiba-tiba ponselnya berdering, Bian segera menjawab panggilan dari tunangannnya itu. "Ada apa, Nay?" tanya Bian tanpa basa-basi.

"Bi, bisa jemput aku sekarang di butik? Ban mobil aku kempes," ujar Naura dari seberang telfon.

"Aku lagi belanja, Sayang, masih lama kalau harus ke sana. Kamu panggil taksi aja," saran Bian dengan lembut akan tetapi Naura justru marah-marah seperti biasa.

"Kamu itu sebenarnya perduli nggak sih sama aku, Bi? Masih cinta 'kan sama tunangan kamu ini? Ke sini paling juga cuma 15 menit, aku malas naik taksi." Bian hanya bisa melongo, jelas Nayra yang dulu ia kenal tidak akan melontarkan kata-kata seperti itu apalagi sampai mempertanyakan cinta Bian.

Bian kini memandangi Raka dan Nayra yang sedang berada di kasir, Bian memperhatikan gerak-gerik Nayra dengan seksama. "Ini nggak mungkin, Nayra bersikap seperti Naura dan Naura sekarang bersikap seperti Nayra."

Terpopuler

Comments

Princess Alin

Princess Alin

Hayooooo

2022-12-07

0

Ambu Bagas😘😘😘

Ambu Bagas😘😘😘

Curiga khan??🥶🥶

2022-11-20

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

bagaimana pun menyimpan bangkai rapat-rapat,,
pasti kecium juga

2022-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!