Bab 9 - Hamil

"Aku masih nggak bisa ke kantor hari ini, istriku lagi sakit jadi tolong Batalkan semua jadwalku hari ini dan jangan mengatur jadwal apapun lagi sampai istriku sehat. Satu hal lagi, jangan menggangguku karena aku sedang sibuk mengurus istriku!"

Nayra meringis mendengar perintah Raka pada sekretarisnya, pria itu tampak kesal pada sekretarisnya hanya bertanya apakah Raka akan ke kantor hari ini atau tidak. Sudah dua hari Raka tidak ke kantor karena Nayra memang sedang sakit tidak enak badan, wanita itu merasa lemas dan selalu merasa pusing akhir-akhir ini.

"Di rumah ada Bi Jum sama Bi Siti, Raka, kalau kamu mau ke kantor juga nggak apa-apa kok," tukas Nayra yang saat ini masih rebahan di ranjang. "Aku juga nggak sakit parah, cuma nggak enak badan aja," tambahnya.

"Tapi aku nggak tenang kalau ninggalin kamu dalam keadaan begini, Sayang, aku juga nggak akan bisa fokus sama pekerjaan aku," ungkap Raka sembari meletakkan punggung tangannya di kening Nayra, tadi malam Nayra memang panas karena itulah Raka tidak mau pergi bekerja hari ini.

"Aku udah merasa baikan, Raka." Nayra menarik tangan Raka kemudian menggenggamnya dengan lembut. Nayra begitu tersentuh dengan segala perhatian dan cinta yang ditunjukan oleh Raka selama ini.

Bahkan, tanpa terasa sudah satu bulan Nayra menjalani perannya sebagai istri Raka. Nayra sudah terbiasa dengan semua kebiasaan Raka yang sering sekali tiba-tiba memeluk atau menciumnya saat dia sedang memasang, sedang membersihkan ranjang atau bahkan saat ia sedang menggosok gigi.

Perlahan, sosok Bian dalam hatinya seolah terkikik dan tergantikan dengan sosok Raka yang tampil sebagai pasangan yang begitu sempurna. Namun, Nayra harus selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa Raka adalah suami dari kakaknya sendiri, peran yang sedang ia jalankan hanyalah peran pengganti dan sementara. Serta cinta dan perhatian yang diberikan padanya sebenarnya untuk Naura, bukan Naura.

"Kamu masih pucat, Sayang, kita ke Dokter, ya?" bujuk Raka dengan lembut akan tetapi Nayra menggeleng. "Ya udah, aku panggil Dokter ke sini. Aku nggak bisa tenang kalau kamu sakit begini," tukas Raka sembari mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.

Nayra menatap Raka yang kini sedang menghubungi Dokter keluarga, raut wajah pria itu tampak begitu cemas. betapa beruntungnya Naura yang dicintai dengan begitu sempurna oleh Raka, fikir Nayra.

"Sebentar lagi Dokter Erdi datang," kata Raka setelah berbicara dengan Dokter keluarganya yang bernama Dokter Erdi.

"Raka?" panggil Nayra dengan lembut. "Jangan terlalu cemas, aku cuma nggak enak badan, ini hal biasa kok," tambahnya.

"Aku tahu," sahut Raka dengan lirih, ia mengecup punggung tangan Nayra dengan mesra. "Tapi nggak tahu kenapa aku tetap cemas dan takut, Sayang." Tatapan Raka begitu dalam saat mengungkapkan ketakutannya itu, membuat hati Nayra terenyuh.

Tak butuh waktu lama, dr, Erdi pun datang dan ia langsung memeriksa keadaan Nayra semakin menanyakan beberapa hal perihal kesehatan wanita itu. "Aku nggak tahu kenapa akhir-akhir ini aku selalu lemas, pusing, selera makanku juga hilang dan aku begitu sensitif dengan aroma, Dok. Aku seperti mau pingsan kalau mencium aroma yang menyengat," ungkap Nayra dengan lemas.

"Hem begitu, apa kamu juga mual, Ra?" tanya dr, Erdi.

"Iya, aku juga mual dan sudah muntah beberapa kali." Raka semakin menggenggam tangan Nayra sementara tangan yang lain mengusap kepala Nayra dengan lembut.

"Hem, okay," kata Dokter Erdi sambil mengulum senyum. "Kalau begitu selamat ya, Ra, sepertinya ada malaikat kecil yang sedang tumbuh di rahim kamu," tukas dr, Erdi yang seketika membuat Nayra dan Raka terbelalak. Kedua orang itu menatap dr, Erdi dengan bola mata yang melotot sempurna dan raut wajah yang tampak tegang, membuat sang Dokter terkekeh.

"Untuk memastikan keadaan malaikat kecil kalian, sebaiknya kalian pergi ke dokter kandungan," tambah Dokter Erdi.

"Ma-maksudnya?" tanya Raka gelagapan, sementara Nayra masih tak mampu berkata-kata.

"Astaga, Raka, apa penjelasanku kurang jelas?" kekeh dr, Erdi. "Naura sedang hamil," imbuhnya yang seketika membuat Raka langsung menatap Nayra.

"Sayang?" lirih Raka sebelum akhirnya ia menghujani wajah Nayra dengan kecupan-kecupan mesra. "Terima kasih, Sayang, terima kasih banyak. Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu," ujar Raka penuh haru.

Nayra masih mematung, rasanya sulit dipercaya kini dia benar-benar hamil seperti yang diinginkan Naura. "Aku akan memberi tahu mama dan papa kita, Sayang, mereka pasti sangat senang." Dengan semangat Raka segera menghubungi orang tuanya untuk mengabarkan kabar yang selama ini mereka tunggu. Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah di Raka membuat Nayra juga merasa bahagia, bahkan tanpa sadar Nayra menyunggingkan senyum sumringahnya.

"Selamat atas kehamilanmu, Naura," ucap dr, Erdi yang seketika membuat senyum Nayra musnah. Yang hamil memang dirinya, tapi di mata semua orang yang hamil adalah Naura, yang akan mendapatkan ucapan selamat hanya Naura. Entah kenapa hati Nayra terasa sesak menyadari hal ini.

🦋

Sementara di sisi lain, orang tua Nayra langsung mengucapkan puji syukur setelah Raka mengabarkan bahwa istrinya sedang hamil.

Naura yang mendengar kabar itu hanya bisa tercengang, ia tidak tahu apakah dia harus bahagia karena misinya berhasil atau haruskah dia sedih karena yang hamil bukan dirinya.

Tanpa membuang waktu mereka langsung bergegas ke rumah Raka, selama dalam perjalanan Naura merasa begitu gugup. Apalagi setiap kali ia mendengar sang ibu yang terus berceloteh membicarakan Naura dengan semangat tanpa ia menyadari bahwa Naura sedang ada bersamanya.

Sesampainya di rumah Raka, mereka langsung di sambut dengan hangat apalagi ternyata kedua orang tua Raka sudah ada di sana. Naura menatap mertuanya dengan nanar, ia merindukan mereka tapi sayangnya Naura harus menjaga sikap karena di mata mereka, dirinya adalah Nayra.

"Di mana Naura, Mbak? Oh ya, apa kata Dokter?" tanya Bu Irna dengan semangat.

"Dokter cuma mengingatkan agar Naura banyak istirahat, nggak boleh lelah, apalagi dia pernah keguguran dulu," jawab Bu Susmita yang juga tak kalah semangatnya. Mereka semua segera bergegas menuju kamar Raka, sementara Naura hanya bisa mengekori mereka seperti orang bodoh.

"Naura sayang," panggil Bu Susmita dengan penuh kasih sayang. "Mama papa sama adik kamu datang," ujarnya.

Saat ini Naura duduk di tengah ranjang dengan Raka di sisinya dengan terus menggenggam tangan Nayra, sejak tadi pria itu enggan melepaskan tangan Nayra seolah ia takut Nayra pergi.

Nayra hanya bisa menatap Naura dengan nanar tanpa tahu harus berkata apa. "Sayang, selamat ya. Akhirnya kamu hamil juga," kata Bu Irna sembari memberikan ciuman hangat di pipi Nayra.

"Jaga kandunganmu baik-baik, Nak," kata Pak Desta yang juga memberikan kecupan penuh kasih untuk putrinya itu.

"Kami akan menjaganya bersama, Pa, kali ini aku nggak akan biarin apapun terjadi pada calon anakku," tukas Raka.

Naura masih terdiam, ia menyaksikan semua orang mengucapkan selamat dan berbahagia untuk kehamilan Nayra. Naura tahu seharusnya dia bahagia karena memang ini yang dia mau, meskipun Nayra yang hamil, tapi namanya yang selalu disebut. Akan tetapi, rupanya itu tak cukup untuk membuat Naura bahagia, hatinya semakin terasa panas terbakar api cemburu.

Nayra begitu sempurna sementara dirinya tidak. Nayra akan jadi ibu sementara dirinya tidak akan pernah jadi ibu. Tidak tahan menyaksikan kesempurnaan hidup sang adik, Naura pun memilih pergi. Dan saat dia pergi, tak ada yang mencegahnya atau sekedar the bertanya ke mana dia akan pergi.

Sekarang, nama Naura memang kembali sempurna di mata dua keluarga besar itu. Akan tetapi fakta tetap berbicara bahwa Naura tidaklah sempurna.

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

jika ketahuan mereka tukar peran kasihan nayranya pasti di tuduh lagi yg ggak ggak..secara kan naura pintar fitnah

2023-01-01

1

Fitry Naura

Fitry Naura

masak org tuanya gak paham perbedaan anak anaknya

2022-11-29

1

Fadilah Herbalis Nasa

Fadilah Herbalis Nasa

apa nggak bisa membedakan ya orang tua Naura sm nayra klau anak nya bertukar peran

2022-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Nayra Dan Naura
2 Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3 Bab 3 - Bertukar Peran
4 Bab 4 - Menuju Peran Istri
5 Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6 Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7 Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8 Bab 8 - Kecemburuan Naura
9 Bab 9 - Hamil
10 Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11 Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12 Bab 12 - Kecurigaan Bian
13 Bab 13 - Semakin Curiga
14 Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15 Bab 15 - Kejutan Darinya
16 Bab 16 - Tekad Raka
17 Bab 17 - Keputusan Raka
18 Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19 Bab 19 - Sama-sama Hancur
20 Bab 20 - Pengakuan Nayra
21 Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22 Bab 22 - Keputusan Nayra
23 Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24 Bab 24 - Cinta Raka
25 Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26 Bab 26 - Ngidam
27 Bab 27 - Manja?
28 Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29 Bab 29 - Aku Mencintainya
30 Bab 30 - Serba Salah
31 Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32 Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33 Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34 Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35 Bab 35 - Berjuang Kembali?
36 Bab 36 - Lelah?
37 Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38 Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39 Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40 Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41 Bab 40 - Haruskah Pergi?
42 Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43 Bab 42 - Takdirkah?
44 Bab 43 - Masih Misteri
45 Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46 Bab 45 - Masih Pahit
47 Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48 Bab 47 -
49 Bab 48 - Haruskah Kembali?
50 Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51 Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52 Bab 52 - Melangkah Bersama
53 Bab 53 - Pasrah
54 Bab 54 - Batas Terakhir
55 Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56 Bab 56 - Yang Terakhir
57 Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58 Bab 58 - Hidup Masing-masing
59 Bab 59 - Kejutan
60 Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61 Bab 61 - Belajar Berdamai
62 Bab 62 -
63 Bab 63 - Ikatan Batin
64 Bab 64 - Awal Yang Baru
65 Bab 65 - Kesempatan Kedua
66 Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67 Bab 67 - Malam Yang Indah
68 Bab 68 - Sedikit Cair
69 Bab 69 - Kebersamaan
70 Bab 70 - Arsenio
71 Bab 71
72 Bab 71 - Masih Belum Siap
73 Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74 Bab 73 - PDKT
75 Bab 74 - Mengejar
76 Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77 Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78 Bab 77 - Melangkah Lagi
79 Bab 78 - Misteri Takdir
80 Bab 79 - Kehidupan Baru
81 Bab 80 -
82 Bab 81
83 Bab 82
84 Bab 83 - Mendekat
85 Bab 84 - Tragedi
86 Bab 85 - Harapan
87 Bab 86 - Membutuhkannya
88 Bab 87 -
89 Bab 88 -
90 Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91 Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92 Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93 Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94 Bab 94 - Tamat
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1 - Nayra Dan Naura
2
Bab 2 - Penebusan Dosa Nayra
3
Bab 3 - Bertukar Peran
4
Bab 4 - Menuju Peran Istri
5
Bab 5 - Peran Istri Yang Sesungguhnya
6
Bab 6 - Kembali Ke Peran Masing-masing
7
Bab 7 - Kembali Ke Ranjangnya
8
Bab 8 - Kecemburuan Naura
9
Bab 9 - Hamil
10
Bab 10 - Pelampiasan Cemburu
11
Bab 11 - Benih-Benih Rasa Yang Terlarang
12
Bab 12 - Kecurigaan Bian
13
Bab 13 - Semakin Curiga
14
Bab 14 - Terbakar Api Cemburu
15
Bab 15 - Kejutan Darinya
16
Bab 16 - Tekad Raka
17
Bab 17 - Keputusan Raka
18
Bab 18 - Semua Telah Terjadi
19
Bab 19 - Sama-sama Hancur
20
Bab 20 - Pengakuan Nayra
21
Bab 21 - Permintaan Maaf Nayra
22
Bab 22 - Keputusan Nayra
23
Bab 23 - Akan Membuatmu Jatuh Cinta
24
Bab 24 - Cinta Raka
25
Bab 25 - Luka Di Atas Cinta
26
Bab 26 - Ngidam
27
Bab 27 - Manja?
28
Bab 28 - Amarah Dan Cemburu
29
Bab 29 - Aku Mencintainya
30
Bab 30 - Serba Salah
31
Bab 31 - Permainan Berlanjut?
32
Bab 32 - Dukungan Atau Hasutan?
33
Bab 33 - Maaf Dari Ayah
34
Bab 34 - Harapan Nayra Dan Naura
35
Bab 35 - Berjuang Kembali?
36
Bab 36 - Lelah?
37
Bab 37 - Cobaan Calon Ayah
38
Bab 38 - Sama-sama Berjuang
39
Bab 39 - Keputusan Terakhir Raka
40
Promo Karya Baru SkySal - Menggoda My Sexy Bodyguard
41
Bab 40 - Haruskah Pergi?
42
Bab 41 - Keputusan Terakhir Nayra
43
Bab 42 - Takdirkah?
44
Bab 43 - Masih Misteri
45
Bab 44 - Hati Nayra Yang Hancur
46
Bab 45 - Masih Pahit
47
Bab #46 - Dua Pria Di Cinta Yang Sama
48
Bab 47 -
49
Bab 48 - Haruskah Kembali?
50
Bab 50 - Pilihan Terakhir?
51
Bab 51 - Biarkan Semuanya Terjadi
52
Bab 52 - Melangkah Bersama
53
Bab 53 - Pasrah
54
Bab 54 - Batas Terakhir
55
Bab 55 - Nayra & Naura Lagi
56
Bab 56 - Yang Terakhir
57
Bab 57 - Membuka Lembaran Baru
58
Bab 58 - Hidup Masing-masing
59
Bab 59 - Kejutan
60
Bab 60 - Rindu Yang Terpendam
61
Bab 61 - Belajar Berdamai
62
Bab 62 -
63
Bab 63 - Ikatan Batin
64
Bab 64 - Awal Yang Baru
65
Bab 65 - Kesempatan Kedua
66
Bab 66 - (Bukan) Pernikahan Impian
67
Bab 67 - Malam Yang Indah
68
Bab 68 - Sedikit Cair
69
Bab 69 - Kebersamaan
70
Bab 70 - Arsenio
71
Bab 71
72
Bab 71 - Masih Belum Siap
73
Bab 72 - Antara Trauma dan Asmara
74
Bab 73 - PDKT
75
Bab 74 - Mengejar
76
Bab 75 - Tidak Ada Pilihan Lain
77
Bab 76 - Rasa Yang Tertinggal
78
Bab 77 - Melangkah Lagi
79
Bab 78 - Misteri Takdir
80
Bab 79 - Kehidupan Baru
81
Bab 80 -
82
Bab 81
83
Bab 82
84
Bab 83 - Mendekat
85
Bab 84 - Tragedi
86
Bab 85 - Harapan
87
Bab 86 - Membutuhkannya
88
Bab 87 -
89
Bab 88 -
90
Bab 89 - Ikatan Cinta Yang Sesungguhnya
91
Bab 90 - Anugerah Setelah Kutukan
92
Bab 92 - Saatnya Menyingkirkan Ego
93
Bab 93 - Membuka Lembaran Baru
94
Bab 94 - Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!