Bhuvi masih diam di kampus, dirinya enggan untuk pulang, dirinya masih ingin diam disini, menikmati udara sejuk menerpa wajahnya. Pulang pun malas ada sosok laki laki pengganggu, ya meskipun sekarang dia ada disampingnya tapi tak akan merecokinya.
Tiba tiba saja ponselnya berdering ibunya kembali menelfon ada apa ini "Hallo mah ada apa "
"Kau bisa pulang sekarang"
"Kenapa mah"
"Nenek sakit nak pulang sekarang ya "
"Baiklah aku pulang sekarang, nenek sakit apa "
"Sudah kau pulang saja"
"Baik mah "
Bhuvi segera bergegas pergi namun kembali lagi sosok itu berbicara "sebaiknya kau jangan pergi ke sana nenekmu hanya pura-pura sakit, dia hanya ingin kau pulang ke rumah dia hanya ingin melihatmu saja sudahlah tidak usah menghiraukannya dia hanya pura-pura saja"
Bhuvi yang marah langsung menatap sosok itu "kau bukan siapa-siapa diriku, kau tidak tahu tentang keluargaku dan nenekku sedang sakit, kau jangan pernah melarangku kau itu bukan siapa-siapa diriku, kau hanyalah seorang hantu gentayangan saja yang mengganggu hidupku "
"Aku berkata jujur nenekmu hanya berpura-pura agar kau pulang ke sana, itu mau nenekmu dia sama sekali tidak sakit kau bisa mengeceknya sekarang jika kau memang tidak percaya padaku. Aku sudah memberitahunya padamu dan mau kau percaya ataupun tidak itu tak masalah kau lihat saja kebenarannya sekarang"
"Tentu aku akan datang ke sana dan melihat kondisi nenekku karena aku lebih percaya pada nenekku daripada dirimu, kau adalah makhluk yang baru datang di hidupku sedangkan nenekku yang mengurusku sejak lama sejak kecil "
Bhuvi langsung bergegas pergi tidak memperdulikan orang-orang yang melihat ke arahnya karena berbicara sendiri. Kesal dirinya pada sosok itu yang terus saja mengaturnya apa hak dia untuk mengatur dirinya tak ada sangkut pautnya dirinya dan juga sosok itu, dia hanyalah pengganggu yang ada dalam hidupnya seharusnya dia perginya dari hidupnya.
***
"Nenek kau sakit apa " tanya Bhuvi yang baru sampai dirumah.
"Bhuvi kau datang, nenek begitu ingin bertemu denganmu nenek hanya sakit biasa saja nak, nenek hanya ingin bertemu denganmu "lalu tatapan neneknya Bhuvi terarah ke arah leher Bhuvi" mana kalung mu nak, kenapa kau tidak memakai kalung mu, bukannya nenek sudah bilang jangan pernah lepaskan kalung mu itu lalu ke mana sekarang kalungnya"
Bhuvi memegang lehernya dia sampai lupa kalau dirinya belum memakai kalung itu, gara-gara sosok itu yang meminta dirinya untuk membuka kalung itu pada akhirnya dirinya lupa untuk memakainya lagi, kenapa juga dirinya mau-mau saja disuruh orang laki-laki itu.
"Bhuvi lupa nek, Bhuvi sangat lupa sekali tadi Bhuvi mandi dan menyimpan kalung itu sebentar, aku lupa memakainya kembali nek, karena rasanya aku risih kalau mandi memakai kalung " ucap Bhuvi membuat alasan
"Tapi kau tidak melihat sosok apapun kan saat membuka kalung itu, kau tidak melihat apa-apa kan semuanya baik-baik saja kan Bhuvi, tak ada masalahkan nak "
"Iya nek semuanya baik-baik saja tak ada yang aku lihat. Memangnya kenapa aku sudah bertanya pada nenek kan kemarin saat ditelepon apa ada sesuatu yang nenek sembunyikan dariku, kenapa nenek tidak mau berkata jujur saja padaku sebenarnya ada apa. Siapa tahu aku bisa bantu nenek. Siapa tahu aku bisa bantu masalah nenek sebenarnya ada apa apakah nenek sudah pernah membuat perjanjian dengan sosok makhluk halus "
"Tidak usah membahas itu lagi, nenek sudah menjawabnya kan kalau nenek tidak punya perjanjian dengan siapapun, nenek tidak pernah membuat perjanjian jadi kau tenang saja nenek tidak punya urusan dengan makhluk-makhluk aneh, nenek hanya ingin kau selalu terlindungi makanya nenek menyuruh kau untuk memakai kalung itu dan jangan sampai kau lupa kau harus selalu memakainya. Nenek tidak mau melihat kau tidak memakai kalung itu lagi. Memangnya kau mau memimpikan sosok laki-laki yang pernah datang ke mimpimu itu lagi dia bisa-bisa membawamu bisa-bisa dia menjadikan mu budak jadi jangan sampai itu terjadi"
"Sosok yang 7 tahun lalu itu, apakah nenek mengenalnya. Ya siapa tahu gitu nenek kenal sama dia pernah ketemu gitu" Bhuvi mencoba untuk memancing neneknya agar berbicara tentang sosok itu, tapi neneknya sepertinya memang berpegang teguh dengan rahasia itu apakah ibunya tahu tentang rahasia ini kenapa sepertinya orang-orang di sini menyimpan rahasia dan dirinya tidak boleh tahu.
"Sama sekali nenek tidak tahu sudahlah intinya kau jangan pernah dekat dengan sosok itu, nenek tidak pernah bertemu dengan sosok manapun. Lebih baik kau istirahat ya nenek pun akan istirahat kau juga belum tidur di kamarmu lagi kan. Kau pasti merindukan kamarmu itu, nenek yakin kau akan merindukan kamar itu "
Bhuvi hanya menganggukan kepalanya dia berjalan ke arah kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya di sana pikirannya bercabang ke sana kemari, saat dirinya sudah besar begini kenapa ada sebuah rahasia yang terus saja disembunyikan oleh keluarganya dan kenapa tidak diberitahu pada dirinya saja kan, kalau dirinya tahu siapa tahu dirinya bisa membantu masalah itu semua.
Sudahlah lebih baik tidur saja dulu daripada memikirkan semua hal tentang itu, tentang sosok itu dan juga rahasia neneknya mungkin lambat laun dirinya juga akan tahu rahasia apa yang neneknya sembunyikan dan siapa tahu sosok itu pula bisa memberitahu perjanjian apa yang neneknya lakukan bersama dia. Dengan bangsanya kita lihat dan coba dirinya akan membujuk nanti.
Tanpa terasa Bhuvi tertidur dan tiba-tiba saja dirinya seperti terlempar ke masa lalu mimpi yang dahulu kembali terulang namun sekarang bedanya dirinya sudah besar, umur yang sekarang bukan umur yang 10 tahun dirinya duduk di meja belajarnya dan saat melihat ke arah jendela ada Abisatya yang tersenyum padanya. Bhuvi segera keluar dan bertemu dengannya "kenapa kau ada dalam mimpiku, sudah ada dalam dunia nyata sekarang kau ada dalam mimpiku juga"
"Aku hanya ingin membawamu ke duniaku sekali saja. Kau pasti akan suka berkeliling di sini kau tahu tempatnya sangat indah. Kau pasti akan suka aku tidak akan membawamu ke istana tapi kita jalan-jalan ke tempat yang lain saja ya "
Bhuvi masih saja diam dia ragu untuk ikut dengan sosok itu "kau hanya perlu percaya padaku, aku pasti akan mengembalikan mu lagi kau hanya perlu ikut denganku. Ayo pegang tanganku"
Bhuvi dengan ragu memegang tangan itu dan ikut berjalan menyusuri jalan setapak, dari kejauhan sudah terlihat pohon pohon rindang dan ada orang lalu lalang, apakah itu orang sama seperti dirinya yang ikut dengan sosok seperti Abi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments