Bhuvi sudah ada di dalam kosannya air matanya langsung mengalir dengan deras, karena mengingat perselingkuhan pacarnya tetap saja sakit hati meskipun dirinya sudah membalas semua kelakuan pacarnya itu tetap saja sakitnya tuh masih terasa bahkan cenat-cenut di dadanya ini.
"Bagaimana sekarang kau sudah tahu kan bagaimana kelakuan pacarmu itu coba kau buka kalung mu aku tidak akan membawamu aku janji itu, aku tidak akan membawamu sebelum kau sendiri yang mau, ayo bukalah Bhuvi "
"Kau selalu saja datang sebenarnya apa yang nenekku janjikan, sebenarnya apa perjanjian kalian semua kenapa harus aku yang menjadi tumbalnya diantara perjanjian kalian berdua maksudku kalian semua"
"Buka saja dulu kalungmu, ayo cepat buka aku janji tak akan membawamu "
Bhuvi tanpa banyak bicara kembali dan tanpa menolak kembali dia membuka kalung itu dan menyimpannya di nakas, dan akhirnya dirinya melihat sosok itu ada di hadapannya dia sudah dewasa sepertinya malahan sudah sangat tampan dengan kumis tipis perawakan tinggi kekar dan juga hitam manis namun ganteng, masih sama namun lebih dewasa saja.
"Apakah kau tidak bisa mengganti pakaianmu, kenapa kau selalu saja memakai pakaian ini berlapis-lapis emas seperti ini silau"
Tiba-tiba Abi menjetikkan tangannya dan bajunya berubah menjadi memakai kaos dan juga celana Levi's dan juga sepatu. Bhuvi sampai mengucek matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya lihat, laki-laki ini berubah dengan begitu cepat sangat cepat sekali.
"Kenapa bisa kau berubah secepat ini"
"Tentu saja permaisuriku apa yang tidak aku bisa buat, aku bisa melakukan apapun itu "
Abi segera duduk di samping Bhuvi dan memeluknya, namun Bhuvi langsung menghindar "kau jangan macem macem, kau adalah laki laki yang nenek ku benci "
"Harus aku katakan berapa kali lagi Bhuvi kalau aku ini suamimu aku ini adalah pangeranmu. Kau adalah permaisuriku kau sudah di nikahkan sejak kecil bersamaku tapi belum ada pesta sih, pokoknya banyak rahasia yang nenek ku sembunyikan dari mu Bhuvi, aku masih ingat pertama melihatmu dan kita menikah "
"Tidak, tidak mungkin aku dan dirimu sudah menikah, itu tidak mungkin sekali aku tidak percaya, sudahlah jangan membuatku makin pusing, aku ini sedang sedih, aku ini sedang patah hati jangan membuatku makin patah hati ah"
"Apa yang ingin kau inginkan, aku akan menghukum laki-laki itu karena telah menyakiti permaisuriku. Sudah aku bilang kau jangan pacaran dengan siapapun karena aku akan menjemputmu aku akan menjemputmu sayang kenapa kau tidak percaya padaku, aku begitu mencintaimu aku begitu menyayangimu aku begitu mengharapkan mu untuk ikut dengan_"
Bhuvi langsung membekap mulut Abi" berisik aku sedang pusing sedang sedih seperti ini ditambah dengan makhluk seperti mu yang terus saja berbicara, terserah kau saja mau melakukan apa pada Baskoro aku tidak peduli mau kau takut-takutin mau kau sihir dia jadi kodok, mau kau jadikan dia buaya buntung, mau kau jadikan dia hantu mau kau jadikan dia apapun aku tidak peduli "
Bhuvi bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil beberapa makanan dan duduk nonton TV dengan air mata yang masih mengalir, tapi mulutnya tidak bisa diam dirinya terus menjejalkan makanannya ke mulutnya dan menonton siaran TV yang membuat air matanya makin meleleh.
Abi hanya bisa menggelengkan kepalanya apakah semua wanita seperti ini saat patah hati, menjejalkan makanan ke mulutnya dengan banyak seperti itu dan menonton film drama yang menyedihkan itu akan makin membuat hati sakit saja kan. Tapi mereka kenapa suka menonton yang seperti itu memusingkan sekali.
Baiklah dirinya akan melakukan apa yang tadi dikatakan oleh Bhuvi, membuat laki laki itu kapok untuk menduakan wanita lagi, untuk menyelingkuhi wanita lagi.
***
Bhuvi terus saja mengusap rambut Bas yang sedang tertidur, bas terbangun dan melihat Bhuvi ada di hadapannya ada disampingnya sedang mengusap rambutnya.
Bas yang takut Bhuvi akan mengamuk kembali segera bangkit dan sedikit menjauh " mau apa lagi kamu Bhuvi kita sudah tak punya urusan lagi, kita sudah tak ada urusan "
"Tidak punya urusan, aku ke sini hanya ingin meminta maaf padamu Bas, aku minta maaf karena telah melukaimu ternyata aku salah seharusnya aku memberikan apa yang kau mau dari awal mungkin kejadian ini tidak akan terjadi mungkin kau tidak akan selingkuh dengan Dahlia"
Bas mengerutkan dahinya dan maju sedikit lebih dekat kearah Bhuvi "kau sedang tidak sakit kan Bhuvi, kau tadi datang ke rumahku sampai membuat kepalaku berdarah seperti ini lalu kau datang lagi ke sini tiba-tiba meminta maaf dan mengatakan itu semua, apakah ini yakin dirimu"
"Coba kau tatap aku, apakah ada yang berbeda dari atas kepala sampai bawah kaki, apakah ada yang berbeda tidak kan ini adalah aku ini adalah Bhuvi, kau tidak mengenal pacarmu sendiri sungguh aku minta maaf atas apa yang telah aku katakan padamu, aku sungguh-sungguh minta maaf padamu apakah kau mau memaafkan aku jika kau mau memaafkan ku aku akan memberikan apapun yang kau mau termasuk itu "
"Benarkah kau akan memberikan apa yang aku inginkan meskipun yang sangat sulit kau berikan padaku "
"Aku akan memberikan itu"
Tanpa babibu kembali Bas langsung mendekati Bhuvi dan memeluknya dengan begitu erat, lalu mencium wajah Bhuvi dengan begitu senang perempuan ini masuk jebakannya, ternyata dia memang bodoh dan sekarang kembali lagi untuk memberikan dirinya padanya akan dirinya rusak, akan dirinya buat trauma Bhuvi ini, karena telah memukulnya dan tadi telah memutuskannya dengan tidak sopan seperti itu"
Bas segera membaringkan Bhuvi, dan Bhuvi hanya diam saja dia sama sekali tidak melawan dia menatap wajah Bas dengan penuh cinta.
Saat Bas akan mencium bibir Bhuvi tiba-tiba Bhuvi berkata "kita akan melakukan apa, tapi aku ingin yang enak-enak ya "
Bas mengerutkan keningnya kenapa tiba tiba suara Bhuvi berubah menjadi seperti laki laki dan memang suara laki laki dirinya tak salah dengar.
Bhuvi berubah menjadi sosok yang begitu menyeramkan. Dia memakai baju putih bermuka berdarah dan rambut yang begitu panjang. Baskoro tidak bisa kemana-mana karena tangannya dipegang oleh sosok itu dengan begitu kacang
"Tolong tolong siapa saja tolong "
Sosok itu melepaskan tangan Baskoro. Baskoro segera membuka pintunya dan akan keluar dari apartemennya baru saja akan ke arah pintu, sosok itu langsung muncul lagi tapi dengan penampakan yang berbeda sekarang dia berubah menjadi sosok laki-laki tinggi memakai jubah dan berwajah marah.
"Kau sudah menyakiti permaisuriku, sebenarnya aku ingin menghabisi nyawamu tapi aku tidak bisa gegabah untuk membunuhmu sekali lagi kau mempermainkan permaisuriku maka nyawamu taruhannya kau jangan pernah mendekati permaisuriku atau melakukan apa-apa padanya, aku akan selalu ada di sampingnya dan saat kau akan mencelakainya, maka dirimu sendiri yang akan celaka "
sosok itu langsung pergi dan Bas langsung pingsan di tempat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments