Bab 8 Kembali datang

Setelah kejadian mimpi yang kedua aku tidak memimpikan sosok laki-laki itu yang mengenalkan namanya bernama Abisatya. Aku juga tidak terlalu memikirkannya karena setiap aku berbicara tentang sosok itu nenekku selalu melarangku untuk membicarakannya dan untuk menjauh darinya.

Karena memang aku juga tidak memimpikannya lagi, bahkan sekarang aku sudah dewasa kejadian itu sudah terlewat selama 7 tahun lamanya. Sekarang adalah hari di mana aku kuliah umurku sudah 17 tahun dan sekarang aku sedang meminta pada nenek dan keluargaku untuk tinggal sendirian di rumah kos.

Tapi nenekku melarangnya dengan begitu keras, kalau aku tidak boleh pergi dari rumah ini entah apa alasannya nenek tidak pernah menjelaskan. Kenapa aku tidak boleh dekat dengan sosok itu alasan yang lebih kuat maksudku selain dia bukanlah manusia"

"Nenek tenang saja aku akan baik-baik saja aku janji akan selalu pulang dan menemui kalian semua, aku tidak akan membuat ulah, aku akan menjaga diriku dengan baik nenek hanya perlu percaya padaku semuanya pasti akan baik-baik saja, aku janji itu nek "

"Tapi nenek khawatir denganmu. Kau tidak pernah hidup sendirian lebih baik kau pulang pergi saja biar nenek belikan motor untukmu dan kau bisa pulang pergi ke tempat kuliahan mu nak, nenek tak mau kau sendirian "

"Terima kasih nenek atas tawaranmu tapi itu akan sangat melelahkan, aku akan capek di jalan dan tempat kosnya pun enak nek, aku sudah melihat tempatnya begitu nyaman nek, nenek boleh mengeceknya terlebih dahulu kita pergi ke sana sama-sama nanti nenek boleh melihat-lihat dulu apakah itu cocok untukku atau tidak"

"Emm baiklah nenek akan ikut dulu dengan ku"

"Baiklah nek "

**

Sesuai apa yang aku katakan tadi nenek benar-benar ikut ke kosanku dan mengecek seluruh ruangan, setelah dia yakin akhirnya dia pulang bersama ayahku sedangkan aku ditinggalkan di kosan ini sendirian semua perlengkapan sudah tersedia karena ayahku yang sudah membelinya.

Ada tempat tidur, lemari, lemari kulkas, kompor pokoknya kebutuhanku sudah disediakan oleh keluargaku aku akan ngekos di sini beberapa tahun sampai kuliahku beres. Memang ada asrama sih di tempat kuliahku tapi aku akan lebih nyaman jika tinggal sendirian saja di sini karena akan lebih leluasa saja kan.

Kalau asrama aku harus berbagi kamar dengan beberapa temanku, dan tak tahu akan dipasangkan dengan siapa, aku takutnya orangnya tak suka denganku nantinya.

Aku segera membereskan pakaianku semuanya, aku membereskannya semua tak ada yang tak aku bereskan karena besok aku sudah mulai kuliah dan ada sesi mos, sama seperti sekolahku dulu seperti itulah. Ada permainan-permainan yang kadang menyenangkan dan kadang juga tidak menyenangkan.

Saat aku sedang membuka lemari dan memegang kalung pemberian nenekku yang katanya harus selalu aku pakai segera ku masukan kembali ke dalam pakaianku, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilku suara yang aku ingat, aku begitu ingat dengan suaranya.

"Bhuvi"

Suara itu suara sosok laki-laki yang bernama Abisatya, memang suaranya agak sedikit berbeda tapi aku selalu mengingat suara itu apakah dia kembali lagi apakah dia mulai akan muncul lagi dalam mimpiku.

Bhuvi dengan cepat membereskan semua pakaiannya dan barang-barangnya lalu dia keluar dari kosannya, sepertinya dirinya harus menenangkan diri dulu tidak mungkin kan sosok itu kembali lagi, neneknya sudah sangat melarang keras kalau dirinya tidak boleh bertemu dengan sosok itu kata neneknya sosok itu sangat berbahaya.

Bhuvi membeli beberapa makanan dan kembali lagi ke dalam kosannya, sebelum masuk Bhuvi celingak celinguk dulu takut-takut ada sosok itu yang tiba-tiba muncul, memang sosoknya tidak menakutkan sosoknya laki-laki tampan bertubuh tinggi hitam manis.

Tapi tetap saja kata neneknya, sosok itu jahat tapi entahlah apakah sosok itu bertumbuh besar seperti dirinya atau akan selalu muda seperti yang pertama kali dirinya lihat.

Bhuvi segera mengambil mangkok gelas sendok dan yang lainnya lalu menumpahkan makanan yang baru saja dia beli kedalam mangkok, memakannya sambil menonton TV sesekali Bhuvi tertawa dengan siaran TV yang ditontonnya.

"Bhuvi apakah kau tidak melihatku aku ada disini Bhuvi, aku disini selalu menunggumu "

Bhuvi langsung memberhentikan makannya "siapa"

"Kau sudah lupa denganku permaisuriku, aku datang aku pernah berjanji kan padamu kalau aku akan datang lagi padamu coba kau buka kalung yang kau pakai, maka kau akan bisa melihatku seutuhnya, cobalah sayang "

Bhuvi menggelengkan kepalanya " tidak aku tidak mau melihatmu tolong jangan ganggu aku, aku tahu kau bukan manusia jadi tolong jangan ganggu aku mungkin di dunia ini memang bukan manusia saja yang hidup, tapi makhluk seperti dirimu yang tidak bisa terlihat pun ada di dunia ini, maka kita jalani saja hidup kita masing-masing kau jangan menggangguku, aku tidak mau sampai nenekku nanti marah, tolonglah "

"Di sini tidak ada nenekmu Bhuvi, di sini aman kau akan aman coba kau buka kalung itu maka kau bisa melihatku. Kau bisa melihatku seutuhnya Bhuvi, aku janji tak akan menyakitimu Bhuvi "

"Tidak aku tidak mau, tolong jangan memaksaku "

Bhuvi segera berlari ke tempat tidurnya dan menutup tubuhnya menggunakan selimut tebalnya, sambil menutup telinganya dirinya tidak mau mendengar suara-suara itu, suara laki-laki itu yang terus saja memanggil namanya.

"Bhuvi"

Bhuvi kaget saat bisa melihat sosok itu, dia akan kabur tapi sosok itu menarik tangannya "kau jangan takut padaku, aku tidak jahat padamu semua yang nenekmu katakan itu bohong aku sama sekali tidak ingin berbuat jahat padamu. Kau adalah permaisuriku kau adalah istriku kau harus pulang ke istana Bhuvi, ayo semuanya sudah menunggumu "

"Apa yang kau katakan aku tidak mau aku sudah punya pacar jadi kau jangan ganggu aku, aku minta tolong jangan ganggu aku lagi "

"Benarkah kau sudah mempunyai pacar"

"Tentu aku sudah punya pacar jadi kau jangan ganggu aku lagi, aku tak akan mau ikut denganmu, aku sudah hilangkan aku tak aku ikut "

"Kita lihat apakah hubungan kalian akan bertahan lama, hanya aku saja yang akan memilikimu Bhuvi. Kau adalah permaisuriku dan sampai kapanpun kau akan menjadi istriku, ingat itu Bhuvi "

Bhuvi terbangun keringat dingin membasahi tubuhnya, Bhuvi mengusap wajahnya " apa maksudnya, aku istrinya sejak kapan aku menikah dengan laki laki itu, apakah aku harus bercerita pada nenek, tapi sepertinya tidak usah, aku tak usah berbicara pada nenek, pasti nenek akan menyuruhku untuk pulang kerumah, aku tak mau pulang pergi nantinya pasti akan sangat melelahkan sekali, aku tak akan sanggup.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!