Bab 2 Tak punya bukti yang akurat

"Ahh sialan Bhuvi " teriak Aji saat melihat mobil istrinya pergi melaju dengan cepat.

Aji segera mencari mobilnya baru saja akan masuk dirinya sudah dihentikan oleh Karina. "ada apa dengan mu Karina lepaskan tanganmu "

"Tidak Aji, kita harus segera jujur pada Bhuvi istrimu, hubungan kita sudah terlalu lama dan aku tidak mau disembunyikan lagi, aku mau kau memberitahu semua orang kalau aku ini adalah calon istrimu. Aku ini adalah perempuan yang berhak ada di sampingmu. Aku tidak mau disembunyikan seperti ini terus-menerus"

"Lepaskan aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan Bhuvi "

"Aku akan bunuh diri, aku akan bunuh diri kalau kau tidak melepaskan istrimu"

"Terserah kau saja yang lebih penting adalah istriku Bhuvi bukan dirimu, jadi kau jangan macam macam, aku bisa membuatmu tidak punya apa apa lagi "

Aji menghentakan penganan tangan Karina dan masuk kedalam mobilnya, lalu melajukan mobilnya dengan begitu kencang untuk menyusul sang istri.

Takut takut terjadi sesuatu, takut takut istrinya akan menabrak sesuatu karena pergi dengan emosi yang begitu besar.

"Akhh sialan, kenapa Bhuvi lebih unggul segalanya dariku, aku harus mendapatkan Aji, aku tak bisa begitu saja melepaskan Aji, dia adalah sumber uangku " teriak Karina tanpa menghiraukan orang lain yang menatapnya

Karina segera menyetop taksi dan memberitahu alamat rumah Aji, dirinya harus pergi kerumah itu dan membuat rumah tangga Aji dan Bhuvi bubar.

Tak bisa dirinya di campakan seperti ini, Bhuvi harus enyah, Bhuvi harus pergi dari rumah besar Aji, sekarang dirinya yang lebih berhak atas apa yang Aji punya

***

Bhuvi mengusap air matanya, ternyata ini alasan kenapa suaminya berubah, alasan suaminya jarang pulang, alasan suaminya tak pernah menghiraukannya.

Kenapa hidupnya menjadi kacau, kenapa seperti ini, kenapa harus selingkuh suaminya, apakah karena dirinya keguguran terus.

Tapi itu bukan keinginannya juga kan, ini sudah takdir dari Tuhan, siapa yang ingin terus keguguran mungkin memang dirinya belum diberi kepercayaan oleh Tuhan.

"Kenapa kau menyakiti ku Aji, kenapa, apa salahku kenapa kau malah selingkuh dengan perempuan itu, sejak kapan kau melakukan ini " teriak Bhuvi sambil menjalankan mobil dengan ugal ugalan.

Saat mobil sudah terparkir didepan rumah besarnya Bhuvi masuk kedalam dengan terburu buru.

"Nyonya kenapa " tanya bibi yang melihat nyonya menangis dan berjalan dengan terburu buru seperti itu.

"Nyonya "

Namun Bhuvi tak menghiraukannya, dia terus saja naik kelantai atas dan membereskan semua pakainya, pakaian dirinya yang pernah dibawa kerumah ini, dan juga berkas berkas miliknya.

Saat suaminya sudah selesai Bhuvi keluar namun suaminya mendorong tubuhnya masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya. Mau apa lagi suaminya ini, sungguh dirinya tak ingin melihat wajahnya.

"Mau kemana kamu Bhuvi, ini hanyalah salah sangka, aku sama sekali tak selingkuh dengan Karina tolong dengarkan aku dulu sayang, ini semua hanya kesalah pahaman saja "

Aji mencoba untuk menyentuh istrinya namun Bhuvi terus saja menghindar " sudah jelas aku sudah melihat dengan kepala mataku sendiri kalau kamu dan juga perempuan itu selingkuh, aku memang tak punya bukti akurat tapi aku sudah melihat semuanya "

"Aku harus bagaimana lagi menjelaskannya padamu, aku sudah berkata jujur Bhuvi aku sama sekali tak selingkuh itu hanyalah salah faham, kau mau aku membawa Karina kemari dan mengakui semuanya, mengakui kalau kita berdua tidak selingkuh, aku akan membawanya kemari "

"Tidak usah aku sudah melihat semuanya mas, lalu apalagi yang ingin kau buktikan padaku. Semuanya sudah jelas kalau kau selingkuh dengan perempuan itu bahkan asistenmu saja Lia dia dia tadi tidak membolehkan aku untuk masuk, karena dia tahu atasannya sedang selingkuh bersama perempuan murahan itu. Aku tidak menyangka kau bisa menyakiti ku sedalam ini, aku sudah percaya padamu Aji. Aku sudah memberikan seluruh hatiku hidupku hanya untukmu. Bahkan aku keluar dari tempat kerja ku hanya untuk bisa mengurus dirimu, bisa lebih memperhatikan dirimu dan lebih banyak waktu lagi dengan dirimu tapi ternyata semua itu hanyalah sia-sia saja, aku sekarang tahu kenapa selama ini kau mendiamkanku, selama ini kau selalu saja pergi dan meninggalkan aku yang ada di rumah, ternyata kelakuan di luaran sana kau selingkuh dengan perempuan itu. Sudah aku bilang dari awal kita menikah jika kau sudah bosan denganku lebih baik ceraikan aku jangan kau menyakitiku seperti ini"

Aji langsung duduk setengah badan dan memegang kaki istrinya "aku tidak selingkuh Bhuvi, jangan tinggalkan aku. Aku sama sekali tidak menghianatimu. Aku sama sekali tidak bosan denganmu, aku tidak mau kau tinggalkan aku. Tolonglah jangan seperti ini aku tahu aku memang tidak punya banyak waktu untukmu. Aku ini bekerja bukan bermain bersama perempuan, tolonglah percaya padaku sayang Bhuvi aku tidak mau bercerai dengan mu sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu dan saat kau memberikan surat-surat itu padaku aku tidak akan menandatanganinya, aku tidak mau ditinggalkan oleh mu Bhuvi"

Bhuvi menghapus air matanya dan mengatur nafasnya, " aku tak bisa bertahan dengan laki laki yang sudah berselingkuh, "

"Aku tak selingkuh Bhuvi tolong, diam lah dirumah, aku aku janji tak akan seperti itu lagi, aku akan setia padamu Bhuvi, aku aku akan terus bersama mu dan menjagamu, ingat kau harus ingat jika nenek mu kambuh lagi bagaimana saat mendengar kau seperti ini, saat kau akan pergi dari rumah, jangan membuat dia khawatir dan nanti malah kritis lagi"

"Kau mengancam ku"

"Tidak sayang, aku sama sekali tak mengancam mu, aku hanya ingin kau tetap disini, ingat nenek mu mempunyai penyakit jantung, jangan buat dia jatuh sakit lagi sayang"

"Kau yang memulai "

"Aku akan membawa Karina kehadapan mu dan dia akan menjelaskan semuanya "

Bhuvi diam, dirinya masih tak bisa berfikir tapi kalau dirinya langsung pergi dirinya tak punya bukti yang akurat, bisa saja kedua orang itu bersekongkol untuk menjatuhkannya.

Sebaiknya dirinya mencari bukti terlebih dahulu, ya itu akan lebih baik "berdirilah " ucap Bhuvi

Aji mendongakan kepalanya dan menatap istrinya lalu bangkit dan memegang pipi Bhuvi sambil menghapus air matanya Bhuvi " kau tak akan pergi kan Bhuvi"

Bhuvi mengalihkan pandangannya dan menganggukan kepalanya " ya "

"Terimakasih sayang "

Saat Aji akan mencium kening Bhuvi, dia langsung menghindar dan meninggalkan suaminya, Bhuvi langsung masuk kedalam kamar mandi.

Aji tersenyum senang dan melihat kearah pintu, ada yang mengetuk pintu kamarnya, Aji langsung membukanya ternyata itu bibi.

"Ada apa bi"

"Dibawah ada tamu tuan seorang perempuan "

Aji mengerutkan keningnya, apakah Karina sialan perempuan itu, Aji segera keluar dan akan menemui perempuan sialan itu.

Terpopuler

Comments

Suwarni Ani

Suwarni Ani

next..

2022-10-19

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!