Setelah ditinggalkan oleh anaknya neneknya Bhuvi masih saja diam menatap ke arah langit-langit kamarnya, dirinya masih mengingat saat dirinya didatangi oleh sosok laki-laki tinggi besar namun sudah agak tua sosok yang pernah selalu ada bersama dirinya karena sebuah perjanjian itu.
Ingatan neneknya Bhuvi kembali saat sosok itu datang padanya , saat dirinya akan tertidur dia mengerjakan matanya dan melihat sosok seorang raja ada di hadapannya, nenek Bhuvi segera bangkit dan menatap sosok itu dengan masih tak percaya kalau dia akan datang menemuinya setelah sekian lama.
"Kau datang kemari ada apa kita sudah tidak punya perjanjian lagi, batalkan semua perjanjian itu tolonglah jangan menyulitkan aku dengan anak anak ku "
"Kata siapa kita tidak mempunyai perjanjian, kita masih mempunyai perjanjian dan cucumu serta anakku sudah menikah perjanjian tetaplah perjanjian, setelah cucu mu berumur 10 tahun seharusnya kau memberikannya pada kami, tapi kau terus saja melakukan berbagai hal untuk menjauhkan cucumu dari suaminya sendiri sekarang sudah 17 tahun Bhuvi dia sekarang harus ikut dengan kami, aku tidak mau tahu perjanjian sudah ditetapkan dan semua itu tidak bisa dibatalkan aku sudah memberikan apapun yang kau mau, lalu kau tidak mau memberikan apa yang aku mau padahal dulu kau sudah setuju dengan semua itu kan janganlah menjadi pengecut "
"Iya aku khilaf aku khilaf seharusnya aku tidak memberikan cucuku, aku mohon kau jangan ambil cucuku sudah hilangkan saja semua perjanjian ini, aku mohon jika kau ingin mengambil semua yang telah engkau berikan padaku maka ambillah aku tidak peduli yang terpenting cucuku tidak kau bawa tolong jangan seperti ini, cucuku harus hidup"
"Bhuvi pun di sana akan hidup makmur dia akan menjadi seorang Ratu sama saja hidup di sini dan hidup di duniaku, maka berikan Bhuvi padaku sesuai apa yang sudah kau janjikan, jika kau masih tidak bisa memberikan Bhuvi padaku maka kami akan mengambilnya dengan paksa, meskipun kau akan memberikan apapun pada anak itu atau memberikan kalung penangkal atau apapun itu kami akan sekuat tenaga mengambil apa yang menjadi hak kami"
"Tidak jangan jangan jangan tolong jangan tolong jangan seperti itu, dia cucuku satu-satunya tolong jangan seperti itu aku minta tolong ganti dengan yang lain ganti dengan yang lain bisa kan, jangan cucuku "
"Tidak bisa sebuah perjanjian tetap perjanjian dan sampai kapanpun tidak akan pernah bisa diganti oleh apapun, meskipun kau menggantinya dengan perempuan yang lebih cantik dari Bhuvi lebih dari segalanya aku tetap ingin Bhuvi, dia perempuan pertama yang kau berikan pada kami dan harus dia pula yang ikut dengan kami"
Neneknya Bhuvi menggelengkan kepalanya dia mendekati sosok itu dan akan menggapainya, namun sosok itu sudah pergi meninggalkannya. Nah saat itulah neneknya Bhuvi langsung berlari keluar dan menggedor kamar anaknya untuk memberitahu kalau sosok yang selama ini sudah lama tidak muncul dalam hidupnya muncul kembali.
Alasannya datang untuk meminta cucunya Bhuvi, kenapa dulu dirinya harus melakukan ini kenapa dulu dirinya bodoh melakukan perjanjian karena sebuah sesuatu yang harusnya bisa didapatkan dengan jerih payah, tapi hanya karena hanya ingin instan malah jadi seperti ini kan cucu kesayangannya yang menjadi taruhannya menjadi tumbalnya.
Dan juga ini semua dirinya lakukan untuk sang anak Aditha.
**
Bas yang baru selesai menggosok giginya keluar dari kamar mandi tiba tiba lampunya mati, lampu kamarnya mati.
Bas hanya bisa diam lalu tiba-tiba menyala kembali lampunya, Bas mengusap dadanya lalu dia berkaca terlebih dahulu namun di sampingnya ada sosok pria yang kemarin. Bas mencoba untuk membuat dirinya tenang, Bas menatap kebawah dan tak ada ada kaki, lalu bas memberanikan diri untuk melihat ke arah samping tidak ada ternyata. Bas mundur ke belakang dan langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
"Kenapa dia datang kemari lagi, padahal aku sudah meminta maaf, pada Bhuvi, harus bagaimana lagi aku meminta maaf pada Bhuvi, aku harus bagaimana ini aku binggung harus melakukan apa "
Bas menarik selimutnya dan menutupnya sampai kepala namun selimutnya tiba-tiba tertarik dan saat Bas akan menariknya juga selimut itu tidak bisa ditarik sama sekali oleh Bas terus saja ke bawah ke bawah ke bawah sampai jatuh selimut itu, Bas mencoba menutup kedua bola matanya dia berdoa agar sosok itu tidak datang lagi padanya.
Bass yang sudah merasa aman membuka kedua bola matanya namun bukannya mendapatkan apa yang dirinya ingin agar tidak melihat apa-apa tapi nyatanya malah melihat sosok itu ada di hadapan matanya. Bas tanpa banyak bicara lagi langsung berlari keluar dari kamarnya bahkan dia keluar dari dalam apartemennya saking takutnya, sosok itu terus saja mengganggunya setelah menyakiti Bhuvi, kenapa dirinya malah dikejar-kejar oleh sosok hantu itu.
"Bas Bas kau mau ke mana, kenapa kau berlari seperti itu "tanya satpam saat melihat Bass berlari keluar dari apartemen.
"Di kamar apartemenku ada hantu di sana ada hantu tolong pak usir dia, dia menggangguku cepetan usir pak saya nggak bisa tidur, beneran dari kemarin ganggu saya terus tolong usir pak saya gak kuat "
"Masa sih Bas ada hantu, saya berjaga di sini beberapa tahun baru denger loh dari kamu kalau di sini ada hantu, di sini tuh nggak ada hantu Bas malahan yang lain juga nggak pernah protes, udah cepet naik aja ke atas mungkin itu cuman halusinasi kamu aja ini udah malam bukannya kamu tuh anak kuliahan kan pasti kan harus pergi pagi-pagi tuh ke tempat kuliah. Mendingan istirahatlah sekarang daripada sekarang lari-lari nggak jelas kayak gitu berdoa aja. Emangnya Zaman masih ada hantu gitu, sekarang udah udah cepet-cepet masuk lagi "
"Saya nggak bohong pak buat apa saya lari-lari kalau nggak ada hantu saya juga ogah kali pak malam-malam kayak gini lari-lari, saya berkata jujur di dalam apartemen saya ada hantu laki-laki pak dia serem banget tahu nggak sih pak, bisa berubah-ubah wujudnya itu dan saya nggak mau masuk apartemen saya lagi"
"Terus kamu mau tidur di mana Bas, kalau kamu nggak masuk apartemen kamu, kamu tidur di mana coba kamu mau tidur di luar nggak mungkin kan"
"Iya juga sih pak tapi tolonglah saya tidur di mana aja gak apa apa, asalkan jangan di apartemen saya, saya nggak kuat kalau kayak gini terus pak saya bisa-bisa gila"
"Udah udah ayo saya antar kamu ke apartemen kamu ya ayo saya antar"
Bas mau tidak mau akhirnya kembali lagi ke apartemennya saat pak satpam membuka pintu tidak ada apa-apa semuanya tidak ada kejadian apa-apa semuanya baik-baik saja, tidak ada hantu semuanya baik-baik saja" sudah kau masuk aku ke depan dulu tidak ada yang jaga di depan"
Bas mengganggukan kepalanya dia terus celingak-celinguk mencari sosok itu takut-takut ada di depannya namun ternyata tak ada, Bas mengusap dadanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments