Bab 9 Dikeluarkan

Singkat cerita sekarang Bhuvi sudah kuliah dan sudah selesai ospek dia berkuliah bersama pacarnya namun pacarnya sudah lebih dulu berkuliah di sini, namanya adalah Baskoro dia tiba-tiba menghampiriku dan memeluk bahuku.

"Kau mengagetkan ku Bas"

"Aku sama sekali tidak mengagetkanmu sayang kau saja mungkin yang sedang berpikiran kemana-mana. Ada apa denganmu sepertinya kau pucat sekali apakah ada sesuatu yang kau pikirkan."

"Tidak ada semuanya baik baik saja "

"Ingat Bhuvi pacarmu itu selingkuh, kau dibohongi olehnya lebih baik kau kembali saja padaku. Lebih baik kau ikut denganku ayo kita pergi ke duniaku. Kau pasti akan senang di sana kau akan nyaman dan aku akan memperlakukanmu sebaik mungkin ayolah Bhuvi aku berkata jujur padamu sungguh "

Bhuvi yang mendengar ada suara yang berbisik ditelinganya segera menutupnya, dirinya sungguh enggan mendengar suara itu, sangat menganggu sekali. Tak di kosan sekarang di sini pula di tempatnya kulian.

"Kenapa Bhuvi apakah telingamu sakit"

"Tidak aku baik baik saja bas, aku sungguh baik baik saja"

Bhuvi berfikir apakah dirinya ceritakan saja tentang sosok laki-laki itu pada pacarnya Baskoro, apa dia akan percaya tapi sepertinya yang ada dia tidak akan percaya dan akan malah menyangka nya dirinya ini sedang selingkuh dengan laki-laki lain.

Laki-laki itu terus saja datang ke mimpinya setiap hari sampai-sampai membuat dirinya pusing membuat dirinya stress didatangi terus-menerus seperti itu, dia terus saja meminta untuk diriku melepaskan kalung yang aku pakai dia ingin aku bisa menerimanya sebagai kekasihnya.

Sekarang saja dia muncul kan tapi suaranya saja, apakah dia setiap hari mengikutiku, sepertinya iya deh dia mengikutiku terus menerus tapi aku tak suka itu mengganggu saja jadinya.

Aku bingung kalau misalnya aku bercerita kepada nenekku dia pasti marah sekali, apalagi aku sempat berkomunikasi dengan sosok itu nenekku yang sudah menyangka kalau sosok ini tidak akan muncul lagi, tapi sekarang malah muncul lagi ada di kosanku malah memaksaku untuk membuka kalung dari sang nenek bagaimana ini jadi serba salah tapi dirinya juga tertekan dengan sikap sosok ini yang terus saja mengikutinya kemana-mana apa maunya menyebalkan.

"Ayo aku antarkan ke kelas sayang "

"Hemm baiklah ayo"

Aku bersama Baskoro pacarku pergi ke arah kelasku yang ada paling ujung, aku segera masuk dan melambaikan tanganku pada pacarku itu saat masuk aku sudah disambut oleh Rani temanku.

"Muka mu kok pucat terus Bhuvi, ada apa, apa ada sesuatu yang terjadi sama kamu "

"Aku lagi nggak bisa tidur aja sih Ran, aku tuh kebangun terus kalau tidur Ran "

"Apa ada sesuatu yang menganggu mu "

"Begini Ran kau percaya gak kalau ada sosok hantu yang terus ngikutin aku "

"Aku bukan hantu "

Bhuvi mencoba untuk tak menghiraukan suara itu " apa hantu, emangnya hantunya gimana ganggu kamu "

"Ganggu banget tau nggak si Rani, dia itu terus aja bicara aku tuh pusing tahu nggak sih"

"Aku berbicara pada permaisuri ku, kenapa kau bercerita pada orang lain Bhuvi, jangan sampai orang lain tahu "

"Terus terus serem nggak sih atau ganteng atau cantik atau gimana gitu perawakannya "

"Ya gitu deh nggak serem sih perawakannya kayak manusia biasa aja, sosoknya itu laki-laki tapi tetep aja nyebelin dan bikin aku pusing. Bahkan dalam mimpi pun dia datang dalam dunia nyata pun dia ada, tapi emang sih aku nggak bisa lihat wujudnya kalau dalam dunia nyatanya suaranya aja tapi kan tetap aja takut ganggu banget aku tuh lagi belajar tapi dia tuh ganggu terus, sampai-sampai aku tuh nggak bisa fokus Rani, aku pusing"

"Boleh buat aku dong kalau ganteng mah "

"Em boleh "

Brak tiba tiba saja kursi menggeser dan membalut mereka berdua kaget, Rani dan juga Bhuvi saling pandang dan mereka langsung berlari keluar dari kelas.

Sedangkan Abi yang marah menahan amarahnya agar tak meluap luap " enak saja kau memberikan ku pada sembarang orang, awas saja kau Bhuvi aku akan menghukum mu "

**

"Bhuvi apakah itu sosok laki-laki yang mengikutimu" tanya Rani saat mereka sudah berhenti berlari.

"Iya sepertinya dia siapa lagi kalau bukan dia, tuh kan lihat dia mengganggu sekali sampai-sampai dia bisa mengeluarkan energi seperti itu maksudnya memindahkan barang dengan cepat aku tuh takut tahu enggak sih. Apalagi aku di kosan sendirian nggak punya temen aku takut"

Rani tak menjawab Bhuvi yang kesal menggoyang goyangkan tangan Rani " ist Rani kenapa diem "

"Itu lihat bukannya itu pacar kamu Baskoro ya, kok dia sama perempuan sih lihat deh kok gandengan tangan sih"

Bhuvi membalikan badannya dan benar dirinya milihat pacarnya bersama perempuan lain, Bhuvi yang kesal akan menghampirinya namun Rani langsung menahannya.

"Jangan gegabah bisa aja tuh ya Bas bilang enggak, kamu tahu sendiri kan laki-laki gimana mending kamu mata-matain dulu aja baru deh dari situ kamu putusin laki-laki itu kalau memang selingkuh. Tapi masa sih kalau mereka nggak pacaran pegangan tangan kayak gitu kan"

Bhuvi hanya diam dia ingat tentang kata-kata dari sosok itu kalau pacarnya selingkuh dan sekarang dirinya diperlihatkan kalau pacarnya sedang menggandeng seorang perempuan kenapa sih seperti ini, ada apa sebenarnya ini hatinya sudah sakit.

"Udah ayo ah jangan diliatin aja "

Rani segera menarik Bhuvi dan membawanya masuk lagi kedalam kelas karena sudah banyak siswa juga yang masuk. Bhuvi jadi banyak diam, pandangannya kosong meskipun dosen sedang menjelaskan.

"Benarkan yang aku katakan kalau pacarmu itu selingkuh, aku sudah bilang sangat sulit mencari manusia yang setia lebih baik bersamaku, aku sudah jelas-jelas setia dan aku juga sudah jelas-jelas menunggumu dari sejak lama, maka kembalilah padaku Bhuvi dan kau tidak usah berbicara pada nenek mu itu kalau aku datang kembali untuk menjemputmu, kau tenang saja hidupmu akan terpenuhi olehku semuanya akan baik-baik saja Bhuvi ayo ikut bersamaku bukalah kalungmu dan mari kita pergi ke duniaku"

"Bisa diam tidak kau selalu saja merecoki ku, aku tidak mau ikut denganmu pergilah aku ingin hidup sebagai manusia"

"Bhuvi kau menyuruh ku diam " teriak dosen

Bhuvi yang tersadar segera melihat kearah dosennya dan juga teman temannya, "maaf Bu bukan pada ibu "

"Keluar kamu Bhuvi jangan masuk kelas saya "

"Tapi Bu "

"Saya bilang keluar " bentak dosennya.

Mau tidak mau Bhuvi keluar dan menatap kearah temannya Rani. Bhuvi menghembuskan nafas kasarnya dan duduk di taman sendirian, fikirannya kacau gara gara sosok itu.

Terpopuler

Comments

Sunarti W Spdi

Sunarti W Spdi

lanjut

2024-07-13

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!