Bab 15 Iya aku

Bhuvi sudah ada dirumah, sedang mendengarkan lagu galau, Samapi sampai air matanya mengalir.

"Kau kenapa, kau masih sakit hati, apakah perlu aku membunuh mereka, apakah aku perlu membuat mereka gila. Atau aku pergi membuat mereka satang kepadamu dan tunduk padamu"

"Kau selalu saja muncul secara tiba-tiba seperti ini. Berarti benar kau yang telah melakukan hal itu pada bas kau yang sudah datang kerumahnya "

"Kenapa, aku hanya ingin sedikit membalas perbuatan mereka, itu hanyalah perbuatan kecil saja untung aku tak langsung menghabisinya."

Bhuvi menghapus air matanya dan masuk kedalam kamar mandi, lalu segera mencuci wajahnya, tapi tiba tiba lampu kamar mandi mati, lalu nyala kembali, mati lagi, nyala lagi, mati lagi, nyala lagi.

"Kau bisa tidak jangan menggangguku" sambil membalikan badannya.

"Hehehe habisnya kau diam saja, aku ingin menghiburmu kemarilah, apakah kau tak ingin memeluk suamimu ini "

"Kau bukan suamiku dan sampai kapanpun kau tidak akan pernah menjadi suamiku"

"Tetap saja kau tak bisa menolaknya "

Bhuvi menutup pintu kamar mandi dan segera membersihkan badannya, kembali lampu mati nyala mati nyala, sebenarnya apa yang diinginkan sosok menyebalkan itu.

"Heyy kau jangan mengangguk terus sudah kau ya "

Bhuvi yang kesal mengakhiri sesi mandinya dan segera membuka pintu dan memeluk dada laki laki itu "aw sakit"

"Kau kan hantu mana ada sakit "

"Aku bukan hantu "

"Tetap saja kau hantu "

Bhuvi berjalan kearah lemari mengambil pakaian tidurnya " kau keluarlah aku akan berganti pakaian, aku tak mau kau mengintip ku "

"Hemm padahal tak masalah kan "

"Keluarlah "

"Baiklah baiklah "

Bhuvi yang sudah melihat sosok itu pergi bergegas Menganti pakainya kenapa sih sosok itu selalu saja muncul.

"Sudah "

"Akhhh, kau ya kenapa tiba tiba muncul seperti ini, kau mengintip ku "

"Tidak "

"Menyebalkan kau "

Bhuvi duduk dimeja belajar dan membuka buku pelajarannya, mengerjakan semua tugasnya yang menumpuk.

"Kenapa kau tak makan terlebih dahulu, pasti kau lapar"

"Tidak aku tak lapar kau lihat pelajaran ku banyak sekali, sangat banyak "

"Kau itu masih ada yang salah, lihatlah nomor 2,7,9,16 dan 19 "

"Kau sok tahu "

"Ya sudah kalau kau tak percaya aku tak masalah, aku sudah memberitahumu "

"Hemm "

Bhuvi yang takut kalau kata kata sosok hantu itu benar segera mengerjakan kembali nomor yang menurut sosok itu salah, dan yah ternyata benar salah, jawabannya ternyata bukan itu.

"Benarkan apa kataku, salah kan semua jawaban mu ini, lihatlah lebih pinta aku akan dari pada dirimu "

"Tapi tetap saja aku yang mengerjakan kau tak memberitahu aku jawabannya, sudah ah aku mau tidur"

"Tidur jam segini " .

"Enak saja jam segini ini sudah malam "

Bhuvi segera bangkit dan berjalan kearah tempat tidurnya dan membaringkan badannya, tubuhnya sudah sangat lelah dan sangat ingin istirahat.

Sedangkan Abi hanya diam sambil menatap Bhuvi " kau cantik sekali permaisuri ku, kau akan menjadi miliku, lebih baik aku mengerjai perempuan kemarin ya rasanya aku bosan. Bhuvi akan aku balas semua orang yang telah menyakitimu "

Abi langsung menghilang dan meninggalkan Bhuvi sendirian saja, dirinya masih belum puas untuk membuat perempuan dan laki laki itu takut.

Akan dirinya buat salah satunya melakukan bunuh diri, berani menyakiti Bhuvi maka dirinya yang akan bertindak dan membalas semuanya.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!