Bab 12 Tau rasa

"Ahhh "

Bas berteriak dan langsung bangkit, saat membalikkan badannya dia melihat Bhuvi ada di hadapannya dan Dahlia yang kaget pula langsung menarik selimut dan menutupi dirinya yang telanjang.

"Ini yang disebut dengan saudara kau ingin mengantarkannya keranjang bukan mengantarkannya ke rumahnya, selama ini kau sudah menyelingkuhi ku Baskoro aku salah mencintai laki-laki yang ternyata sangat munafik sekali, kau menghianatiku Baskoro kau gila ya. Kau hanya ingin menghancurkan hidupku aku tidak akan membiarkan laki-laki yang akan menghancurkan hidupku baik baik saja "

Bhuvi dengan kesal langsung menendang burung dari Baskoro meskipun dia merasa malu melihat *********** Baskoro, tapi karena rasa marah yang begitu besar dirinya tidak memperdulikan itu Bhuvi menendangnya sampai-sampai Baskoro terguling-guling karena kesakitan lalu Bhuvi melihat ke arah perempuan itu yang sangat membuatnya muak"

"Kau bodoh Dahlia kau mau saja dibohongi oleh buaya darat ini. Seharusnya kau itu berpikir jernih saat laki-laki itu mengatakan kalau dia hanyalah ingin merusak ku,makan kau pergi bukannya memberikan tubuh mu lagi pada laki laki buaya ini,aku yakin kau pun pada akhirnya akan sama sepertiku, kalian berdua sama saja menjijikan kau sudah tahu Bas sudah punya pacar tapi kau masih saja mau dekat dengan pacar orang sebenarnya otakmu itu di mana, apakah kau tidak punya otak hah "

Rani maju dan menahan tangan Bhuvi untuk tidak memukul atau mencelakai perempuan itu, Bhuvi sudah mencelakai pacarnya dengan begitu ganas Rani sampai melongo melihat temannya yang begitu garang saat sedang marah seperti ini "udah dong Bhuvi aku jadi takut nih, udah yu ah "

"Diam Rani aku harus memberi pelajaran pada mereka berdua, agar mereka di kehidupannya nanti tidak melakukan seperti ini lagi. Perselingkuhan itu sangat menjijikan memang masih berpacaran masih mencari perempuan yang cocok tapi setidaknya kalau memang tidak mau putuskan dulu baru mencari yang lain, bukannya cari dulu baru diputusin yang udah lama gila banget kan memang pacaran itu dalam masa-masa mencari yang terbaik tapi saat mencari yang terbaik itu kita harus tidak mempunyai pasangan itu akan lebih baik dan tidak menyakiti hati siapapun nantinya"

Bhuvi kembali ke arah Baskoro, Bhuvi berjongkok dan mencengkram wajah dari Baskoro "terima kasih atas hari-harimu yang telah membuatku sedikit senang tapi sedikit tidak senang-senang banget, terima kasih sudah menjadi cinta pertamaku dan cinta yang paling menyakitkan untukku kau sungguh laki-laki yang menjijikan. Kau laki-laki tidak tahu diri ingat jika kau sudah tidak mau bersamaku kenapa kau tidak putuskan aku dulu baru kau mencari yang lain, aku tidak suka laki-laki yang seperti itu serakah sana sini mau memangnya aku ini apa, aku ini makhluk hidup aku bukan benda mati mulai hari ini mulai saat ini pada jam ini kita putus Bhuvi dan Baskoro tidak punya lagi hubungan apa-apa dan kau ingat jangan pernah ganggu aku lagi dan kamu jangan pernah kembali lagi ke dalam kosanku lagi, aku sudah mengambil keputusan yang tepat dengan tidak memberikan apa yang pernah kau mau meskipun dulu kau marah padaku karena aku tidak memberikan keperawanan ku, tapi sekarang aku bersyukur otakku masih berjalan dengan baik karena aku tidak memberikan itu pada laki-laki brengsek sepertimu yang tidak akan pernah tanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan"

Bhuvi bangkit dan mengambil raket yang menggantung di tembok dia pukul kan raket itu ke kepala Baskoro, sampai-sampai raket itu bolong Rani yang takut kenapa-napa dengan Baskoro segera menarik tangan Bhuvi takut-takut malah nanti dilaporkan ke kantor polisi kan atas tindakan kekerasan bisa gawat nih.

Rani dengan sekuat tenaga membawa Bhuvi keluar dari rumah Baskoro itu. Setelah Bhuvi tenang Rani membelikan air minum "kau harus tenang Bhuvi, aku takut aku tidak tahu kalau kau segarang ini "

Setelah meminum airnya Bhuvi menutupnya "terima kasih atas minumnya Rani, aku begitu kesal saat mendengar kata-katanya kalau dia akan merusak diriku. Memangnya aku ini apa sampai-sampai dia mau merusakku gila banget tuh laki, tadinya yah mau di ultimate mau patahin tuh lehernya tapi aku harus berpikir jernih aku tidak mau masa depanku hancur cuman gara-gara membunuh laki-laki itu. Aku barbar tidak sih Ran"

"Kau sangat barbar sekali bagaimana nanti yang menjadi suamimu saat dia tiba-tiba selingkuh, ah tidak mungkin tidak dia tidak mungkin selingkuh saat melihat istrinya yang begitu garang sepertimu,dia pasti akan setia yang kelak akan menjadi suami mu "

"Aku sangat menentang tentang perselingkuhan, aku tidak suka perselingkuhan kau tahu itu sangat menyakitkan, di satu sisi dia senang di satu sisi ada hati yang disakiti kenapa sih di dunia ini tidak ada laki-laki yang setia pada satu perempuan atau perempuan yang setia pada satu laki-laki jarang sekali.Aku ralat aku tidak menyebutkan semua orang di sini tidak setia tapi kebanyakan memang tidak setia . Aku jadi takut untuk menikah rasanya. Ayo Rani kita pulang aku sudah lelah menghajar laki-laki itu"

Rani segera mengikuti apa kemauan dari temannya itu jangan sampai dirinya dimarahi oleh Bhuvi atau di ultimate oleh Bhuvi.

**

"Bas kamu nggak apa-apa bas "ucap Dahlia yang sudah sadar dari ketakutannya saat melihat Bhuvi yang mengamuk di dalam kamar ini.

"Tolong kau lepaskan ini nih raket di kepalaku, sakit sekali masuk ke dalam leherku ini ayo bantu aku Dahlia"

"Kenapa dia begitu jahat Bas, Bhuvi begitu garang kau laporkan saja dia ke kantor polisi, biar dia di tangkap dan dipenjara dia itu sudah melakukan kekerasan kau laporkan saja dia"

"Sudahlah Dahlia jangan libatkan polisi di sini aku malu nanti saat membuat keterangannya di kantor polisi. Aku masa dianiaya oleh perempuan karena aku selingkuh tidak itu sangat memalukan. Lebih baik kau bantu aku melepaskan ini dari kepalaku ini sakit sekali Dahlia"

Dahlia segera memakai pakaiannya dulu dan mengambil pisau di dapur lalu kembali lagi pada Baskoro "kau gila membawa pisau, apakah sekarang kau yang anak menganiaya ku setelah Bhuvi "

"Tidak mungkin aku hanya ingin membantumu untuk melepaskan kepalamu dari raket itu, kalau tidak memakai pisau memakai apa lagi, tidak ada barang yang aneh atau barang yang bisa dengan cepat membukanya "

"Cari yang lain cari yang lain aku tidak mau tertusuk oleh pisau itu"

Dahlia patuh dan mencari apa yang menurutnya cocok untuk membuka raket yang bersarang di leher Baskoro.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!