Bab 7 Untuk kedua kalinya

Bhuvi yang masih penasaran dengan sosok laki laki itu akhirnya saat pulang sekolah dia cepat cepat masuk kedalam kamar dan mencoba untuk tidur, mencoba untuk menutup matanya.

Dan tak terasa dirinya tertidur. Namun Bhuvi merasa kecewa karena tidak bertemu dengan sosok laki laki tampan itu, ayahnya sudah mengizinkan dirinya untuk pergi maka dirinya akan pergi bersama sosok itu.

Bhuvi yang kelaparan segera keluar dari kamar dan bertemu dengan neneknya " Bhuvi ada dirumah "

"Iya nenek"

"Tak main bersama kawan kawan "

"Tidak nenek. Oh ya nenek aku bermimpi bertemu dengan laki-laki tampan memakai baju kerajaan kuno seperti itu, dia begitu tampan nenek, dia berkulit sawo matang "

Wajah neneknya langsung berubah khawatir dan menarik tangan Bhuvi untuk duduk bersamanya "kau tidak ikut dengannya kan "

"Tidak aku tak ikut nenek, aku ingat kata kata nenek kalau aku tidak boleh ikut dengan orang asing, aku menolaknya saat dia ingin membawaku, tapi tadi aku bercerita pada ayah kalau Ayah membolehkan aku iku nanti kalau aku bermimpi lagi"

"Tidak jangan pernah kau ikut lagi dengan dia, ingat jangan sampai kau ikut itu akan berbahaya "

Bhuvi mengernyitkan keningnya " kenapa nenek, dia sepertinya seumuran dengan ku, mungkin lebih dewasa dariku "

"Tidak jangan pernah kau ikut dengannya, mau dia membawa mu kemana pun kau jangan ikut, dia bukan dari dunia kita, dia tak sama seperti kita "

"Maksudnya nenek "

"Pokoknya kau jangan pernah ikut dengan sosok itu, dia bukan sosok yang baik dia bukan manusia "

Bhuvi menundukan kepalanya dan kecewa " kenapa kau nak "

"Aku ingin sekali lagi bertemu dengan laki laki itu nenek "

"Tidak jangan pernah kau mau ikut bersama sosok itu, dia sangat berbahaya dia bukan sosok baik, ingat dia adalah makhluk yang tidak bisa dilihat oleh siapapun, hanya orang tertentu yang bisa melihatnya, dia adalah iblis kau jangan pernah ikut bersamanya"

"Tapi nenek kenapa sosoknya seperti manusia. Kenapa dia berperawakan seperti manusia bahkan wajahnya tidak seram nenek, dia sama sekali tak seram seperti hantu hantu yang ada di film yang sering aku tonton bersama mamah "

"Mereka bisa mengelabuimu jadi ingat jangan pernah kau berbicara lagi pada sosok itu, jika dia muncul dalam mimpimu apalagi kalau kalian pergi bersama jangan sampai ikut ke tempatnya, bisa-bisa kau tidak akan kembali lagi kau ingin berpisah dengan keluargamu Bhuvi"

Bhuvi menggelengkan kepalanya, " baiklah aku akan pergi keruang makan dulu nenek "

"Baiklah cepatlah makan sayang, ingat kata kata nenek "

"Iya nenek aku akan ingat "

Dengan kecewa Bhuvi segera mengambil nasi dan lauk pauknya, sebenarnya tak selera tapi bagaimana perutnya sudah sangat kelaparan sekali.

***

Bhuvi yang akan tertidur memikirkan sosok itu " apakah kau akan muncul " lalu matanya tertutup dan terlelap.

Bhuvi senang saat melihat sosok itu yang ada diluar rumahnya, Bhuvi segera berlari dan menatap laki laki itu.

"Kau datang lagi " tanya Bhuvi

"Iya aku kemari untuk menjemputmu. Ayo kau sudah berubah pikiran kan dan akan ikut bersamaku, aku sudah sangat menunggumu Bhuvi, bahkan rakyatku dan juga kelurga kerajaan sudah menunggumu "

Bhuvi menggelengkan kepalanya "aku tidak bisa ikut denganmu kata nenekku aku tidak boleh ikut bersama orang asing, mungkin ini adalah pertemuan kita untuk yang terakhir kalinya karena aku tidak akan pernah mungkin ikut bersamamu kata nenekku dunia kita berbeda, kau bukanlah manusia seperti diriku sebenarnya kau siapa"

Sosok itu malah tersenyum pada Bhuvi lalu tiba-tiba dia memperkenalkan dirinya "Kau hanya perlu ingat namaku Abisatya itu adalah namaku, jika kau tidak ingin ikut denganku maka suatu saat aku akan kembali lagi dan mengajakmu untuk pergi. Jika aku kembali lagi aku minta tolong kau jangan berbicara pada nenekmu aku akan selalu mengunjungimu dalam mimpimu tapi mungkin tidak akan bisa mengobrol seperti ini terus dan aku juga tidak akan bisa masuk ke dalam rumahmu, jika kau ingin aku masuk ke dalam rumahmu maka kau singkirkan jimat yang ada di depan pintu itu"

Bhuvi melihat ke arah pintu rumahnya memang neneknya menyimpan sebuah jimat entah untuk apa "aku tidak bisa itu nenekku yang menyimpannya, setiap perkataan nenekku maka aku harus mengikutinya aku tidak mau membantah ucapan nenekku. Terima kasih kau sudah datang dalam mimpiku aku senang tapi aku tidak bisa ikut denganmu apakah kau baik"

"Tentu aku baik memangnya kau melihatku seperti apa, memangnya wajahku terlihat tidak baik aku hanya ingin mengajakmu ke sana ke ujung jalan sana, di sana ada istanaku dan aku akan memperkenalkan dirimu pada kedua orang tuaku"

Bhuvi melihat ke arah jalan itu, sepertinya ramai orang tapi dirinya takut, kata-kata neneknya terus saja terngiang-ngiang di kepalanya terus saja "aku tidak bisa, aku sudah berjanji pada nenekku kalau aku tidak akan ikut denganmu terima kasih atas tawaranmu, mungkin suatu saat nanti aku akan ikut denganmu tapi aku tidak janji untuk ikut denganmu ya"

Bhuvi dengan perlahan segera berjalan meninggalkan sosok itu, saat Bhuvi melihat kearah jendela terlihat kalau sosok itu begitu sedih dengan keputusan Bhuvi, bahkan sosok itu menundukan kepalanya.

Bhuvi langsung terbangun dari tidurnya dan melihat kebawah tempat tidurnya ada darah yang keluar, Bhuvi yang tidak tahu ini darah apa sampai berteriak "akhhh nenek mamah "

Bhuvi terus saja berteriak histeris dia begitu takut darah apa ini tiba tiba keluar dari tubuhnya tapi tidak sakit, darah apakah ini, dirinya takut sekali apakah karena dirinya bertemu dengan sosok itu.

"Ada apa Bhuvi, kenapa nak "

"Nenek lihat ada darah "

Neneknya segera mengeceknya lalu dia malah tertawa dengan tingkah cucunya, "Sudah nak, sudah ini hanyalah darah haid , berarti kau sudah dewasa nak "

"Jadi aku tidak apa apa nenek "

"Tentu kau tidak apa apa kau baik baik saja, kau tak ada masalah sayang "

"Ingat kau jangan terlalu dekat dengan laki laki, sekarang harus ada yang kau jaga, dan tentang sosok yang datang kedalam mimpi mu jangan kau hiraukan, kau harus selalu menolak ajakannya "sambung neneknya dengan serius.

"Iya nenek aku akan selalu menolaknya dia juga tadi datang lagi padaku, dan menyuruhku untuk melepas jimat yang ada didepan pintu, tapi aku tak melakukannya nenek"

"Bagus nak jangan ikuti kemauannya ya "

"Iya nenek, aku pasti akan mendengarkan kata kata nenek"

Bhuvi memeluk neneknya dengan erat dirinya begitu sayang pada neneknya ini, yang selalu ada untuknya dan mengerti tentang dirinya. Ibaratnya kalau tanpa neneknya dirinya itu hampa.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!