"Makanya kau jangan terus marah-marah aku memberitahu yang benar, aku tidak mau kau disakiti oleh laki-laki manapun, dia itu sudah selingkuh sejak lama kau itu sudah dibohongi oleh laki-laki itu makanya jangan terlalu percaya pada laki-laki dia itu sudah membodohi mu, kau selalu saja dibohonginya tapi kau selalu saja percaya pada laki-laki"
"Bisa tidak kau diam jangan terus merecok ki ke hidupanku, aku tidak perlu nasihatmu dan aku tidak perlu kau memberitahu kalau pacarku selingkuh kau itu terlalu percaya diri kalau aku akan memilihmu kau sudah membuatku keluar dari kelas aku ini sedang belajar"
"Kenapa kau menyalahkanku itu salahmu sendiri, kenapa kau berteriak aku hanya membisikkan sesuatu yang benar kalau memang kau mau belajar jangan kemana mana fikiranmu, jangan bercabang kemana-mana. Kau dari tadi tidak melihat orang yang sedang menjelaskan di depan, kau malah sibuk memikirkan si laki-laki brengsek itu, aku hanya memberitahumu coba kau buka kalungmu kau lihat aku, aku tidak akan memaksamu untuk pergi bersamaku"
Bhuvi diam, dia tak mau meladeni hantu ini terus rasanya cape sekali, "jawab aku Bhuvi permaisuri ku "
"Aku bukanlah permaisurimu, aku hanyalah manusia biasa. Kau cobalah cari yang sama sejenis dirimu cobalah kau cari permaisurimu di sana"
"Tidak bisa kau sudah digariskan untuk hidup bersamaku, jadi kau jangan mengelak coba kau tanyakan pada nenekmu dia sudah membuat janji apa pada bangsaku dia tahu semuanya Bhuvi "
Janji, janji apa, neneknya tak pernah bercerita, apakah ini yang membuat neneknya tak mau dirinya berhadapan dengan sosok ini. "janji apaa "
"Aku tidak mau mengatakannya nanti tiba-tiba kau berkata kalau aku berbohong. Lebih baik kau tanyakan saja pada nenek mu itu, apa yang sudah dia buat apa yang sudah dia katakan pada bangsaku pada ayahku pada raja"
Bhuvi malah menghela nafas " kenapa jawabanmu seperti itu, apakah kau takut kalau nenekmu tidak akan berkata jujur padamu bukannya kau cucu kesayangannya, suatu saat kau akan tahu kenapa aku terus mengejarmu dan janji apa yang nenekmu katakan pada ayahku. Kau akan tahu semuanya bahkan janji itu sangat banyak tidak hanya satu tidak hanya dirimu saja tapi ada yang lainnya"
"Aku makin tak percaya padamu "
"Ya sudah terserah dirimu saja yang terpenting aku sudah berkata jujur ,kalau nenekmu sudah mempersembahkan dirimu untukku"
Bhuvi yang tak mau mendengar semua kata kata dari sosok itu segera pergi meninggalkannya, benarkah neneknya akan setega itu memberikannya pada sosok seperti ini.
Perjanjian apa yang dibuat nenek ku itu, kenapa bisa seperti ini, kenapa aku malah seperti ditumbalkan, iya kan aku seperti ditumbalkan oleh neneku tersayang ini.
Apakah ini dibalik semua alasan nenek ku, aku tidak boleh menemui sosok ini karena masalah ini, apakah benar begitu kah.
Bhuvi berhenti di kantin dia memesan bakso dan juga jus jeruk, makannya satang Bhuvi segera menyantapnya, dengan fikiran yang kemana mana.
"Sayang kenapa kau tak belajar "
"Emm aku dikeluarkan dari kelas "
"Kenapa sayang "
"Tidak ada apa apa, hanya kesalahan fahaman saja, dia siapa bas " sambil menatap perempuan yang ada disamping pacarnya.
"Em sini duduk Dahlia, aku perkenalkan ini adalah Dahlia sodaraku "
Bhuvi menatap perempuan itu, bukannya perempuan itu adalah yang tadi, yang bergandengan dengan Bas.
"Bohong kau jangan percaya, dia berbohong itu adalah selingkuhannya Bhuvi jangan percaya kau "
"Hai aku Bhuvi "
"Hallo Bhuvi senang mengenalmu "
Bhuvi menganggukan kepalanya dan menyambut orang itu dengan ramah, ternyata sodarannya pantas saja.
"Kau bodoh Bhuvi, kalau aku yang menjadi dirimu mungkin sudah aku matikan perempuan itu, sudah jelas jelas selingkuhan bas bas baswey itu ada didepan mu, malah kau menyambutnya dengan baik "
Bhuvi makin tak menghiraukan sosok itu, malah berpelukan dengan Bas, Abi yang kesal langsung pergi dari hadapan Bhuvi yang menyebalkan ini.
***
Abi mengambil batu dan melemparkannya kearah danau "kenapa begitu sulit mendapatkanmu dari dulu banyak begitu halangan yang aku lalui untuk mendapatkanmu saja Bhuvi. Bahkan nenekmu yang sudah memberikanmu pada bangsaku tapi malah mengingkarinya dia malah membuat kau tidak bisa aku ambil seharusnya sejak umur 10 tahun kau sudah ikut bersamaku kau sudah menjadi permaisuriku tapi kenapa begitu sulit nenekmu itu sangat egois sekali"
Abi kembali melempar baru itu dan pluk pluk pluk barunya mendarat juga di air , Abi tak peduli banyak orang yang berlarian karena melihat batu yang melayang dan jatuh ke air.
"Mereka semua ini kacau dengan yang seperti itu mereka takut, bagaimana kalau mereka masuk pada duniaku yang begitu lebih kacau dari ini mungkin mereka akan lebih takut lagi. Mengambil yang seharusnya aku miliki begitu sulit "
"Jangan sampai nanti Bhuvi dinikahkan oleh nenek-nenek itu dan membuat aku lebih sulit lagi untuk mendapatkan Bhuvi, dia harus aku dapatkan secepatnya. Dia adalah milikku bukan milik mereka perjanjian adalah perjanjian tidak bisa dibatalkan sampai kapanpun, perjanjian antara dua dunia berbeda sudah terjadi dan apa yang sudah dijanjikan harus diberikan tidak boleh diingkari dan tidak boleh di sembunyikan"
Abi kembali pergi ke kampus Bhuvi, tadi dirinya memang marah karena Bhuvi yang sepertinya terlalu cinta pada laki-laki itu. Bahkan dia tidak membuka matanya secara lebar-lebar kalau di hadapannya itu adalah selingkuhan pacarnya.
Kenapa tidak Bhuvi habisi dua-duanya sekaligus, zaman seperti ini masih ada laki-laki yang selingkuh perempuan yang selingkuh kapan dunia ini maju dan kapan bisa ada laki-laki yang setia, selain dirinya tentunya dirinya setia menunggu Bhuvi dari sejak lahir sampai dia besar dan dia bertemu dengan Bhuvi saat berumur 10 tahun dan sekarang bertemu lagi saat Bhuvi berumur 17 tahun.
Dirinya belum pernah mendekati satupun perempuan bangsawan di negerinya, dirinya hanya setia pada Bhuvi, pada perempuan yang sudah dirinya inginkan sejak kecil saat perjanjian itu terjadi dirinya sudah senang dan dirinya sudah berjanji dalam hatinya kalau Bhuvi akan menjadi permaisurinya dan akan menjadi pasangan satu-satunya selamanya tidak akan ada cinta yang lain lagi selain Bhuvi.
Janjiku akan selalu aku tepati dan janjiku itu akan terus aku ingat, karena aku bukanlah laki-laki pengecut yang bisa mempermainkan perempuan, aku kalau sudah membuat janji dan akan selalu setia pada satu perempuan maka aku akan tepati dan aku akan mencintai perempuan itu sampai kapanpun itu. Bahkan sampai perempuan itu pun mati aku sanggup mencintainya.
Kalian semua adalah saksi cintaku pada Bhuvi, jika aku ingkar silahkan kalian akan melakukan apa padaku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
syaloom
nenek buvi kira2 punya perjanjian apa dengan bangsa abi🤔
2022-10-21
0