"Bhuvi maafkan aku yang tidak bisa mengantarkan mu untuk pulang hari ini, aku harus mengantarkan Dahlia pulang dulu kau tidak apa-apa kan pulang sendirian Bhuvi, hanya hari ini saja ya "
"Tentu aku tidak masalah jika kau ingin mengantarkan saudaramu itu pulang aku baik-baik saja dan aku bisa pulang sendiri, lagian kosanku itu dekat dan aku tidak perlu diantar oleh mu Bas"
"Apakah kau marah denganku kata-katamu seperti tidak rela aku mengantarkan Dahlia untuk pulang ke rumahnya, padahal hanya sekali ini saja aku mengantarkan Dahlia pulang setelah itu aku tidak akan mengantarkannya lagi, dia baru di sini dan dia juga baru pindah ke daerah sini makanya aku harus mengantar jemput nya dulu untuk dia mengingat-ingat jalan kota ini Bhuvi mengertilah "
"Kata siapa aku tidak marah, nada bicara aku pun biasa. Silakan kau antarkan Dahliamu itu dan segera pulang ke rumahmu secepatnya setelah itu, aku tahu saudara mu itu baru pindah kan maka kau harus lebih memperhatikannya mengantarkannya ke mana-mana ya sudah, aku baik-baik saja silakan kau antar Dahliamu"
"Terima kasih sayang" saat Bas akan mencium kening darinya, Bhuvi langsung menghindar karena dari dulu dirinya tidak mau berpacaran yang berlebihan sampai berciuman atau dicium mungkin pegangan tangan atau dipeluk gitu tidak terlalu aneh ya tapi awalnya dirinya juga tidak mau dipeluk-peluk oleh Bass tapi setelah beberapa tahun mereka menjalin kasih akhirnya dirinya luluh juga dengan bass ini. Tapi tidak untuk hal yang lainnya seperti ciuman, dirinya membatasi itu semua agar tak melakukannya, hanya suaminya yang boleh melakukan itu pada dirinya hanya laki-laki yang sudah sah yang boleh melakukan itu.
Bas langsung mengandeng tangan Dahlia pergi dari kampus naik ke sepeda motor sedangkan Bhuvi melihat kepergian mereka, Dahlia memeluk pacarnya dengan begitu erat sekali, ya berbeda seperti seseorang sedang berpacaran.
"Bhuvi kau melihat langsung pacarmu berboncengan dengan perempuan itu kenapa kau tidak menjambaknya saja dari belakang "tiba-tiba saja Rani datang dan mengomel-ngomel padanya"
"Tadi dia habis mengobrol denganku, kata kau aku harus menyelidiki perlahan, secara perlahan maka aku selidiki aku kenalan dulu dengan perempuan itu aku lihat dulu bagaimana mereka berkomunikasi bagaimana gerak-gerik mereka dan memang ternyata mencurigakan ayo ikut aku, kita ikuti mereka berdua"
"Ayo aku sangat semangat bila mengikuti pacar yang tidak setia ayo kita gebukin dia, ini tasmu ayo kita berangkat biar aku yang menyetir jangan kau nanti kelihatan. Kau lebih baik mengumpat saja maksud aku kau memakai jaket ku sajalah dan jangan sampai kepalamu tuh nongol sama sini"
"Iya iya ayo let's go"
Mereka berdua segera bergegas menaiki sepeda motor Rani. Mereka dengan cepat mengikuti kemana arahnya Bas memang perjalanan mereka begitu lambat tapi Bhuvi sudah tahu kemana tujuan mereka adalah apartemennya Bass.
Bhuvi pernah dibawa ke apartemen Bas beberapa kali dan itu hanya mengobrol makan sudah tidak lebih, tidak melakukan apa-apa saat Bass akan melakukan hal lebih Bhuvi memang langsung marah padanya dan pergi dari apartemen itu dan Bas juga sudah meminta maaf atas hal tak mengenakkan itu pada dirinya.
Bhuvi dan Rani segera memarkirkan motornya dengan asal mereka segera berlari dan mengikuti ke mana mereka pergi ternyata mereka naik ke lantai 5, persis ke lantai kamarnya Bass saat mereka sudah masuk unit apartemen Bas, Bhuvi diam terlebih dahulu bersama Rani.
"Apakah kau tahu sandinya apa Bhuvi "
"Tentu aku tahu Rani aku pernah beberapa kali masuk ke apartemennya dia dan aku tahu sandinya apa, ayo kita masuk sekarang juga kita grebek mereka, sedang apa sebenarnya mereka berdua itu"
"Jangan dulu, kita lihat dulu intip saja dulu apa yang akan mereka lakukan jangan sampai kita pergoki nanti mereka tidak akan mengaku, kita dengar dulu pembicaraan mereka "
"Ya kau benar kau sangat pintar Rani kau adalah partner hidupku yang paling pintar ayo kita let's go"
Bhuvi segera memencet beberapa angka dan pintu terbuka. Untung saja sandinya belum diubah oleh laki-laki menyebalkan itu. Bhuvi menutup pintu dengan secara perlahan-lahan dan masuk mereka melihat ke arah kamar yang sedikit terbuka.
"Itukah pacaran Bhuvi, kenapa dia begitu bodoh kenapa dia tidak menyadari kalau aku ini bukan saudaramu aku ini adalah pacarmu seharusnya kau putuskan saja perempuan itu, bukannya kau sudah nyaman bersamaku Lalu kenapa kau malah terus mempertahankan perempuan itu"
"Kau tenang dulu sayang kenapa aku mempertahankan perempuan itu, aku belum merusak dia sama sekali aku ingin menghancurkan hidupnya dulu aku ingin dia mengejar-ngejar ku dulu baru aku lepaskan dia dan aku campakan dia"
"Kenapa kau melakukan itu berarti selama ini aku adalah pelampiasan, apakah mungkin kau nanti akan mencampa kan aku seperti itu, setelah Bhuvi hancur olehmu. Bahkan aku sudah dipakai oleh mu beberapa kali, aku memberikan keperawanan ku padamu Bas "
"Tidak akan aku tidak akan pernah mungkin meninggalkanmu sayang, aku pasti akan menikahimu setelah selesai kuliah kita menikah aku hanya ingin menghancurkan Bhuvi saja perempuan si angkuh itu, dia begitu sombong saat aku mendekatinya, dia sosoan nolak saat aku mendekatinya, tapi lama-lama dia mau juga kan jadi pacarku sungguh menyebalkan itu yang membuat aku kesal pada Bhuvi. Dia terlalu songong, dia terlalu percaya diri kalau dirinya itu cantik. Padahal biasa saja aku mengejarnya karena hanya penasaran saja seperti apa berpacaran dengan seorang Bhuvi yang terpandang kayak keluarganya, ya meskipun tidak terlalu kayak kayak banget sih tapi tetep aja dia punya uang"
"Kukira kau memang mencintainya dengan tulus awal-awal kau saat mendekatiku kau mengatakan kalau kau sangat mencintai pacarmu"
"Itu hanya untuk membuatmu cemburu saja tidak lebih, ayo sayang kita lakukan aku sudah tidak kuat ayo kita berkelana dan berolahraga"
"Aku pun sudah tidak tahan "
Dahlia langsung membuka semua pakaiannya tanpa rasa malu sedikit pun di hadapan Bas, dia membuka semuanya dan Bas dengan cepat segera meraba-raba tubuh dari Dahlia. Sedangkan Bhuvi sudah menangis dia diam sambil menahan mulutnya agar tidak terisak dan terdengar oleh dua orang itu.
Bhuvi yang melihat vas bunga segera mengambilnya dan masuk ke dalam kamar tak memperdulikan dua sosok orang yang sedang bertelanjang bulat, tanpa pikir panjang Bhuvi memecahkan vas bunga itu di kepalanya Bas.
Kemarahannya sudah di ubun ubun dan ingin segera dilampiaskan dan inilah saatnya melampiaskan pada Bas laki laki menyebalkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments