Abi yang sudah selesai mengerjai Bas kembali pulang ke kosannya Bhuvi, tadinya ingin mengerjai perempuannya tapi sepertinya akan lebih seru jika mempermainkan Bas saja. Abi membaringkan tubuhnya disamping Bhuvi tapi matanya masih terbuka sejak kapan dirinya bisa tidur, tapi setidaknya dirinya bisa ada di samping permaisurinya.
Abi menatap Bhuvi yang tertidur dengan lelap tiba-tiba saja Bhuvi memeluknya. Abi begitu senang melihat Bhuvi yang tertidur sambil memeluknya meskipun hanya dalam tidurnya saja tapi dirinya senang, dirinya begitu senang dengan apa yang dilakukan Bhuvi.
"Apakah aku bawa sekarang saja kau ke duniaku, tapi aku tidak mau memaksa Bhuvi, aku ingin kau sendiri yang mau datang ke duniaku tanpa harus aku memaksamu terlebih dahulu, aku tidak mau itu sampai terjadi aku ingin kau sendiri yang mengajakku untuk pulang seharusnya kita pulang sejak 7 tahun yang lalu tapi karena nenekmu kita tidak bisa bersatu, bahkan setelah umurmu 17 tahun pun kita masih tidak bersatu Bhuvi "
"Andai kau tahu tentang perjanjian itu pasti kau akan sakit hati tapi bagaimana lagi nenekmu sudah membuat janji bersama bangsaku, maka janji harus ditepati tak bisa tidak ditepati Bhuvi "
Abi mengusap kepala Bhuvi dengan sayang dia juga memeluk tubuh Bhuvi, masih ingat saat dirinya dulu dinikahkan dengan Bhuvi yang masih kecil pernikahan yang memang sederhana. Karena untuk mengikat saja agar dirinya dan Bhuvi tidak bisa terpisahkan sampai kapanpun, tapi ternyata sekarang malah dipersulit oleh neneknya yang tidak mau memberikan Bhuvi pada bangsanya.
***
Bhuvi merasa ada seseorang yang menyentuhnya, Bhuvi membuka matanya secara perlahan dan pertama yang dirinya lihat adalah sosok laki laki menyebalkan itu.
Bhuvi langsung bangkit dan menatap sosok itu sambil melotot "Kau kenapa tidur di sampingku aku tidak membolehkan mu untuk tidur di sampingku, hanya suamiku saja yang boleh tidur bersamaku nantinya"
"Aku kan suamimu maka aku boleh kan tidur di sampingmu, kenapa tidak boleh kita sudah menikah Bhuvi maka tak ada salahnya kan kita bersama sama seperti ini"
"Aku tidak percaya kalau kita berdua sudah menikah , kau jangan pernah tidur lagi di sampingku aku tidak mau ya"
"Aku pun tidak mau mengikuti perintah mu, aku akan tidur terus di sampingmu cepat kau harus pergi kuliah kan. Ayo cepat nanti akan aku antarkan kau pergi ke kuliahan mu, aku akan mendampingi mu terus permaisuriku. Ayo kau harus belajar kan seperti apa yang kau bilang semalam harus terus belajar"
"Kau gila"
"Hemm kau juga sayang "
"Hey aku tak gila ya "
"Aku tahu"
Bhuvi dengan kesal segera masuk ke dalam kamar mandinya untuk segera menyelesaikan tugas mandinya, tapi belum juga dia membuka pakaiannya seperti ada yang sedang mengintainya. Bhuvi melihat ke arah samping kanan dan sosok itu ada lagi "kau mau apa di dalam kamar mandi, aku ingin mandi jangan bilang kau ingin mengintip ku kau hantu mesum ya"
"Sudah aku bilang aku bukan hantu, aku juga tidak mesum aku hanya ingin menemani permaisuriku"
"Aku mandi sendiri dan tak perlu ditemani ayolah sana jangan menggangguku dan kau cepat pergilah jangan membuang waktuku kalau kau terus saja menggangguku kapan semua ini akan selesai cepat pergi"
"Hemm baiklah kau jahat padaku, kau tak sopan pada suami mu ini "
Bhuvi masih diam menunggu sosok itu keluar dan langsung menghilang sosoknya, saat Bhuvi menatap sekitar sudah tidak ada sekarang aman sepertinya dirinya sekarang harus was-was, ini hantu mulai ngelunjak nih kayaknya.
***
"Bhuvi"
Bhuvi yang baru saja sampai di kampus sudah disambut oleh temannya Rani, " hai Rani"
"Kau kenapa, kau sepertinya sangat lesu sekali ada apa"
"Rani Apakah kau percaya kalau makhluk yang berbeda dunia dengan kita bisa menikah dengan manusia "
"Maksudnya menikah seperti apa, seperti manusia dengan manusia begitu menikah seperti itu"
"Iya seperti itu apakah bisa. Apakah kau merasa aneh tidak kalau ada seorang manusia yang maksudnya perempuannya manusia dan laki-lakinya sosok seperti hantu tidak bisa dilihat oleh siapapun tapi menikah, apakah menurutmu itu baik maksudnya apakah itu tidak akan bermasalah"
"Berarti seperti beda dunia ya tapi aku belum pernah sih mendengar ada orang yang menikah dengan makhluk seperti itu, tapi kalau dalam film sih banyak ya yang menikah dengan sosok seperti itu, seperti untuk kekayaan atau kecantikan mungkin dan yang lainnya"
"Hemm begitu ya"
"Apakah sekarang kau sedang mengalaminya Bhuvi sampai-sampai kau bertanya itu padaku"
"Tentu saja aku sama sekali tidak mengalaminya, aku hanya ingin bertanya saja. Apakah di dunia ini ada hal seperti itu maksudku hal mistis seperti itu, sudah kok itu saja yang ingin aku tanyakan tak ada lagi "
"Tidak ada setahuku ya tapi nggak tahu sih yang lain. Oh ya gimana kamu sama Bas apa Bas nggak minta maaf sama kamu gitu atau minta balikan gitu "
"Dia cuma minta maaf aja sih tapi aku belum bisa memaafkan semua kesalahannya, dia aja kan udah selingkuhin aku terus mau rusak aku juga kan jadi aku nggak bisa maafin dia dengan cepat, jadi biarin aja lah aku juga pusing mikirin dia yang terpenting aku udah lepas dari laki-laki itu.Aku udah tahu sifat-sifat dia sebenarnya seperti apa, jadi aku bisa jaga-jaga kan dan dia juga sepertinya enggak akan pernah mau minta aku buat balikan lagi sama dia deh"
"Tapi kamu pernah cerita deh kalau kamu diikutin sama sosok laki-laki, cerita dong kamu beneran nggak dinikahi sama dia kan atau diajak nikah kamu"
"Oh itu tentang sosok itu lupain aja deh kayaknya aku cuma mimpi aja, udah jangan dipikirin itu semua cuman mimpi aku aja, gak penting semua itu Ran, "
"Ok tapi kalau ada apa-apa kamu hubungin aku ya aku pasti bantu kamu kok ,kamu jangan ragu untuk minta bantuan sama aku, aku pasti akan membantumu sekuat tenaga ku"
"Iya Rani aku pasti mint tolong kamu kok, aku pasti minta bantuan sama kamu kalau ada apa apa, aku janji itu sama kamu "
Mereka berdua tak berbicara lagi, karena Rani pun hanya menganggukan kepalanya saja, dan hanya keheningan saja yang mereka rasakan.
"Ingat jangan pernah katakan apapun pada siapapun itu, mau dia temanmu mau dia siapa mu jangan pernah kau berbicara kalau kau sudah menikah denganku. Kau jangan terlalu percaya pada teman mu ingat ya "
Bhuvi diam saat mendengar suara sosok itu, sudahlah biarkan saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments