Bab 5 Mengingat kembali

"Kau membuatku seperti perempuan yang tak ada harga dirinya Aji, aku ini malu diperlakukan seperti itu oleh istrimu, aku malu Aji, sedangkan tak membelaku sama sekali, kau hanya diam saja "

"Kau sudah berjanji kan akan melakukan itu seperti perjanjian kita tadi, jadi sudahlah jangan seperti ini Karina, kenapa juga kau tadi datang kekantor sudah aku katakan jangan pernah datang kekantor biarkan aku yang pergi kerumah mu, jadinya seperti ini kan "

Karina dan juga Aji sekarang ada dalam satu mobil, tadi Karina menunggu di luar rumah dia memang sengaja menunggu Aji, untuk mengantarkannya pulang, tak sudi dirinya pulang sendiri apalagi dirinya ingin mengeluarkan semua unek-uneknya pada Aji.

"Ya tapi aku memang sudah berjanji padamu tapi aku tidak suka dihina oleh istrimu, dia begitu angkuh dan seperti dia punya segalanya dia itu sangat menyebalkan istri macam apa dia itu, aku tak suka padannya "

"Jangan berkata seperti itu pada istriku aku tidak suka, aku tidak suka kau berbicara kalau istriku angkuh dia baik "

"Memang keadaannya seperti itu Bhuvi terlalu angkuh dia terlalu percaya kalau kau memang tidak berselingkuh, dia memang bodoh dia gampang sekali di bohongi, kalau aku menjadi Bhuvi mungkin aku sudah pergi dari rumah besar itu. Aku tidak akan mau bersamamu"

"Istriku tidak bodoh dia hanya ingin mempertahankan rumah tangga kita saja, dia percaya padaku dia percaya sepenuhnya pada diriku jadi kau jangan berkata seperti itu pada Bhuvi, dia perempuan pintar pekerja keras. Ya mungkin kalau kau yang menjadi istriku dan aku berselingkuh dengan Bhuvi mungkin aku akan memilih Bhuvi karena dia lebih segalanya"

"Sialan kau, kenapa kau selalu saja merendahkan ku, kau tak memikirkan perasaan ku, selalu saja Bhuvi Bhuvi dan Bhuvi"

"Aku tidak merendahkanmu Karina, aku hanya berkata yang sejujurnya kalau kau memang tidak ingin hubungan ini berlanjut ya sudah kita sudahi sampai sini saja, aku pun tak rugi "

"Tidak akan pernah bisa, kau sudah memakai ku enak saja kau sudah menjebolku lalu tiba-tiba kau akan pergi dan kembali lagi pada istrimu, lalu kau akan mencari lagi perempuan lain perempuan muda lagi tidak aku tidak akan melepaskanmu Aji, aku tidak akan pernah mau "

"Yah tapi kau harus ingat kau hanya sebatas teman ranjang saja aku tidak akan menikahimu karena sampai kapanpun istriku hanya ada satu Bhuvi seorang, tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun"

Karina kembali menangis entahlah dirinya menjadi cengeng, memang ada perempuan yang mau hanya dipakai saja tidak ada kan mereka juga ingin menikah lalu nasibnya sekarang menjadi seperti ini, kenapa dulu dirinya harus bertemu dengan laki-laki ini.

Tapi sejak bertemu dengan Aji ekonomi keluarganya menjadi meningkat dirinya menjadi punya rumah menjadi punya barang-barang branded dan yang lainnya, bahkan keluarganya pun tercukupi olehnya.

"Jadi kalau kau ingin terus menjadi simpananku jadilah simpanan yang baik dan jangan membuat Bhuvi cemburu ataupun membuat dia menjadi curiga lagi pada kita berdua, dan aku juga tidak akan menginap lagi di rumahmu aku tidak bisa melakukan itu lagi. Bhuvi pernah melihat kita bersama aku tidak mau dia tambah tidak percaya padaku, aku begitu sulit mendapatkannya dan aku tidak mau melepaskannya dengan mudah"

"Kau egois"

"Memang, aku memang egois"

Karina tak kembali berbicara percuma bicara juga tak akan dibela dan pasti akan dibanding bandingan terus. Cape sekali dibanding bandingan seperti ini.

**

"Apakah aku harus bertahan di sini Abi aku makin sakit bila terus bertahan, sudah dia membohongiku sudah dia selingkuh dariku juga"Ucap Bhuvi

Abi membelai wajah Bhuvi dengan sayang "tenang saja aku yang akan selalu mengobati luka-lukamu itu, aku sudah bilang kan ambil dulu hartanya kuras dulu semua hartanya ya memang aku makhluk yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, tapi setidaknya aku tahu kalau di dunia manusia uang itu lebih berarti ya maksudnya saat laki-laki itu berselingkuh lebih baik kau habisi dulu hartanya alihkan semua kekayaannya padamu ya seperti itu mungkin ya , aku juga tidak tahu karena aku bukan manusia tapi aku ya pernah melihat orang-orang yang memperebutkan harta yang mungkin itu adalah solusi yang terbaik"

Bhuvi tertawa dengan Abi yang selalu membuatnya senang "kau dari dulu tidak berubah Abi kau begitu lucu kau tahu itu dari mana melihat dari mana kau ini"

"Kau tidak ingat saat kita dulu pernah menonton film yang kau rekomendasikan itu, kita menonton bersama di kamarmu dan ya hampir sama kan ceritanya kalau laki-lakinya selingkuh dan perempuannya dengan cerdik dia melakukan itu menguras harta suaminya dulu kan dan aku juga melihat beberapa orang yang berebut harta. Ya di dunia nyata maksudnya manusia dengan manusia berebut harta orang tuanya. Ya aku ini hidup lebih tua darimu aku ini sudah lama hidup tapi bukan sebagai sosok manusia di kerajaan pun sama tapi tahta yang menjadi rebutan nya "

"Hemm begitu ya, aku akan mencoba usul mu itu ,sepertinya bagus dan akan sangat menguntungkan ku"

"Memang bagus usul ku itu, mana mungkin aku tidak mengusulkan ide yang bagus untuk permaisuriku ini kau jangan bilang pada nenek mu kalau aku kembali ya"

Bhuvi mengerutkan keningnya " kenapa"

"Nanti juga kau akan tahu kenapa kau tidak boleh berbicara pada nenekmu, jika kau tidak mau aku pergi lagi maka kau tutup mulut mu jangan berbicara pada siapapun kalau aku kembali dan ada di sampingmu lagi Bhuvi"

"Baiklah aku tidak akan berbicara pada siapapun . Tapi kau jangan pernah tinggalkan aku lagi aku tidak bisa tanpa dirimu"

"Tentu permaisuriku aku akan tetap ada disampingmu aku akan tetap bersamamu"

"Aku senang mendengarnya"

"Aku lebih senang karena kau menerimaku kembali, kau tidak melupakanku kau masih mengharapkanku itu yang lebih membahagiakan untukku Bhuvi aku begitu senang dan bahagia "

Bhuvi tersipu malu dan menggenggam tangan Abi yang begitu dirinya rindukan.

"Aku ingin mengenang kembali kisah kita berdua Abi rasanya begitu bahagia da menyenangkan"

"Ya aku pun selalu mengingat awal kita bertemu dan pada awalnya kau takut padaku Bhuvi, kau tak mau ikut denganku waktu itu "

"Ya karena kau menakutkan, kau begitu tinggi dan wajahmu cukup menyeramkan waktu itu "

"Mana ada aku menakutkan sayang, aku ini tampan "

"Kau menakutkan,"

Bhuvi membaringkan tubuhnya dan kembali mengingat tentang awal pertemuan dirinya bersama Abi. Sampai dirinya menikah dan mengalami keguguran.

Kita mulai cerita awal dari semuanya, kalian bersiap siaplah untuk mendengarkan semua ceritaku. Ceritaku akan kembali pada saat umurku masih 10 tahun.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!