Bhuvi tersentak dengan dering ponselnya saat dilihat ternyata mamahnya yang menelpon ada apa ini, selalu saja mengagetkan dan tak tahu waktu padahal ini sudah sangat malam dan dirinya mengantuk sekali "halo mah ada apa"
"Halo nak ini nenek kamu di sana baik-baik saja kan, kalung yang nenek beri kamu pakai kan, di sini perasaan nenek tidak enak Bhuvi, "
"Aku baik-baik saja nek dan aku juga memakai kalung yang nenek berikan, tidak usah khawatir aku memakainya dan aku tidak akan melepaskannya "bohong Bhuvi dirinya penasaran apa sebenarnya yang neneknya rahasiakan kenapa dirinya yang harus menjadi jaminannya.
"Benar ya nanti nenek akan main ke sana nenek akan melihat tempatmu itu, sepertinya tidak baik untukmu. Apakah kau tidak mencari tempat yang lain saja kosan yang lain saja dan bisa nenek yang bayar bagaimana nak
Kau pindah saja jangan di sana ya kita cari tempat yang lain yang lebih nyaman, sepertinya disana tak nyaman nak"
"Kenapa di sini pun nyaman dan tidak ada apa-apa nenek, aku di sini nyaman dan aku juga sudah kenal dengan beberapa orang yang ada di sini.Aku tidak mau untuk berkenalan lagi dengan yang lainnya aku sudah nyaman di sini dan aku tidak mau pindah kemana-mana , nenek hanya perlu mendoakan ku, aku pasti di sini akan baik-baik saja memangnya ada apa, apakah ada yang nenek sembunyikan dariku. Apakah dulu kala nenek pernah membuat perjanjian dengan sosok jin atau apa gitu dan akulah yang menjadi tumbalnya, sampai sampai nenek takut seperti ini "
"Astagfirullah kamu mengatakan apa Bhuvi, mana mungkin nenek menumbalkan mu, tidak nenek sama sekali tidak melakukan itu nenek tidak mungkin menumbalkan mu, kalau bicara kau jangan kemana saja , nenek khawatir dengan keadaanmu biasanya kau tak pernah jauh dari samping nenek. Tapi sekarang kau jauh nak makanya nenek khawatir dengan keadaanmu bisakah kau pulang dulu nenek sangat khawatir kepadamu, kalau bisa kau pulang sekarang ya nak, nenek begitu ingin bertemu dengan mu, pulang lah nak"
Bhuvi diam pulang sekarang ini sudah malam masa dirinya harus pulang jam segini nggak deh nggak "nggak bisa nek ini udah malam banget aku nggak bisa pulang, udahlah nenek cukup tenang aja di sana dan jangan pikirin itu semua aku akan baik-baik aja disini, aku janji sama nenek kalau aku akan baik-baik saja semuanya akan baik-baik saja nenek hanya perlu percaya pada cucumu ini, aku bisa menjaga diriku sendiri "
"Baiklah nenek tahu ini sudah malam seharusnya nenek tidak menyuruhmu untuk pulang tapi nanti hari Minggu kau pulang kemari ya temani nenek, nenek ingin bersamamu nenek sudah tua rasanya nenek ini selalu ingin bersama cucu nenek"
"Iya nek maafkan aku tapi aku harus sekolah aku harus kuliah , salam untuk yang di sana sama Mama sama yang lain sehat-sehat ya. Bhuvi juga nggak akan lupa kok sama kalian, Bhuvi pasti akan pulang. Ya udah tutup dulu ya teleponnya"
Setelah sambungan itu terputus Bhuvi diam dan melihat ke sekitar tidak ada sosok itu dan ini sangat mencurigakan. Apakah ada yang mendatangi neneknya sampai-sampai neneknya seperti ini khawatir padanya atau neneknya sudah tahu tentang keberadaan Abisatya yang ada di sini, sosok yang dulu pernah datang saat dirinya berumur 10 tahun yang lalu ya mungkin saja neneknya mengetahui.
Tapi tadi nenek tak membahasnya, nenek tak membicarakan tentang hal itu, apakah semuanya baik baik saja sudahlah, untung saja sosok itu tak ada disini dan mendengar semua percakapannya dengan neneknya, kalau ada sosok itu mungkin dia akan terus merecoki dirinya.
***
"Ibu udah tenangkan sekarang, Bhuvi di sana baik-baik aja, Bhuvi gak kenapa napa ibu udah tenang kan "
"Tetap aja ibu juga menyesal karena perjanjian itu Bhuvi harus menjadi korbannya. Ibu nggak tahu harus gimana. Ibu nggak tahu harus bisa lepasin Bhuvi dengan cara apa dia pasti akan datang terus, dia pasti akan terus mengajak Bhuvi untuk ke alamnya. Ibu tahu semua yang ibu lakukan ini salah apa yang ibu lakukan ini sangat fatal, seharusnya kita tak melakukan itu "
"Sudah lah bu, itu sudah masa lalu kita tidak bisa merubah masa lalu itu, kita hanya perlu menghadapinya saja Bu. Bhuvi akan baik-baik saja semuanya akan baik-baik saja lebih baik sekarang Ibu istirahat saja ya, sudah malam sekali Bu, seharusnya ibu sekarang sudah tidur"
"Apakah nanti bila Ibu tidur sosok itu tidak akan datang lagi apakah dia tidak akan mengganggu Ibu lagi, ibu takut sosok itu akan mengganggu Ibu lagi dan mengancam Ibu lagi. Ibu tidak mau Bhuvi dibawa oleh dia, ibu tidak mau Bhuvi meninggalkan kita, kita tidak punya siapa-siapa lagi selain keluarga inti harus bagaimana ini Ibu harus mencari cara agar Bhuvi bisa terlepas dari sosok itu, ibu harus bergerak cepat "
"Kita pikirkan nanti ya Bu, kita pikirkan semuanya Ibu jangan terlalu banyak pikiran nanti biar aku yang memikirkan bagaimana caranya agar Bhuvi tidak didatangi oleh sosok itu lagi, karena disini juga aku salah, ibu kan sudah memberikan sebuah kalung pada Bhuvi pasti akan aman dan sosok itu tak akan mendekati Bhuvi Bu aku yakin itu "
"Iya tapi firasat Ibu berkata lain sepertinya sosok itu datang pada Bhuvi dan menagihnya, kalau saja kita dulu tidak menikahkan Bhuvi dengan sosok itu mungkin semua ini tidak akan ada, ikatan itu tak akan ada "
"Sudahlah Bu ayo firasat tidak menentukan semuanya, bisa saja itu hanya firasat buruk Ibu karena takut kehilangan Bhuvi dari samping kita, aku yakin Bhuvi bisa menjaga dirinya. Bhuvi sudah mengerti apa yang kita katakan Bhuvi pasti akan terus memakai kalung itu, sekarang ibu segeralah istirahat ya, ayo aku antarkan Ibu ke kamar"
Mereka berdua segera berjalan ke arah kamar neneknya, setelah melihat ibunya membaringkan tubuhnya Aditha segera menutup pintunya dan masuk kedalam kamarnya sendiri, ini semua gara gara perjanjian terkutuk itu, dirinya kira tak akan berlanjut tapi nyatanya malah berbeda lagi.
Anaknya menjadi jaminannya karena sebuah keserakahan menjadi seperti ini, anaknya yang harus menanggung semua ini, padahal dirinya yang mendapatkan semua apa yang diberikan oleh sosok sosok itu, Ahhh sialan anaknya malah tak bisa lepas seperti ini.
Masalah ini dari dulu tak pernah ada beresnya, selalu saja menemukan jalan buntu seperti ini, tak ada beres beresnya sama sekali, terus saja begini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments