"Bhuvi kau jangan ikut dengannya, dia jahat dia akan membawamu dan tak akan mengembalikan mu, jangan ikut dia Bhuvi jangan "
Langkah Bhuvi terhenti dan dia melihat sosok neneknya yang ada di sana dan dia diam di depan rumah maksudnya di depan pintu rumah dan melambaikan tangannya untuk Bhuvi kembali lagi pada dirinya jangan ikut sosok laki-laki itu. Bhuvi melihat ke arah Abi lalu melihat ke arah neneknya.
"Bukannya kau ingin mengetahui semuanya Bhuvi, maka kau ikutlah denganku. Kau pasti akan tahu semuanya tentang rahasia nenekmu. Ayo ikut denganku sekarang kau akan mengetahui semuanya dan kau juga akan sadar seharusnya dirimu ada di duniaku sejak dulu "
"Bhuvi ayo kembali Bhuvi kemari ayo Bhuvi jangan ikut sosok itu, dia jahat Bhuvi, kembali Bhuvi jangan ikut dia, Bhuvi kembali "neneknya kembali berteriak ke arahnya Bhuvi bingung antara ikut dengan Abi atau dengan neneknya tapi di satu sisi dirinya ingin mengetahui tentang perjanjian neneknya dengan bangsa mereka, tapi di satu sisi dirinya tidak mau membantah apa yang neneknya ucapkan.
Kembali Abi menarik tangan Bhuvi untuk berjalan namun tiba-tiba neneknya sudah ada di sampingnya dan menarik tangan sebelahnya, akhirnya saling tarik-tarikan pun terjadi.
"Lepaskan cucuku kau jangan bawa dia pergi, lepaskan tangannya "
"Bangsa kami sudah memberikan apa yang kau mau dan kau harus memberikan apa yang sudah kau janjikan, maka lepaskan Bhuvi jangan terus menghalangi kami "
"Tidak kami akan menggantinya dengan yang lain kami akan menggantinya dengan manusia yang lain jangan Bhuvi, kami akan menggantinya, aku berjanji dan tak akan ingkar lagi, asalkan jangan cucu ku yang kalian bawa, tolong jangan bawa cucuku "
"Tidak bisa apa yang sudah dijanjikan maka harus diberikan dan tidak bisa diganti dengan manusia manapun, dan tidak akan pernah bisa diganti dengan hewan apapun. Bhuvi akan terus menjadi istriku sampai kapanpun kau sudah menikahkan aku dengan Bhuvi, maka perjanjian itu sudah sah aku dan Bhuvi sudah terikat satu sama lain dan aku bersama Bhuvi, tidak akan pernah bisa terpisahkan apapun caranya jika kau kembali memisahkan aku dengan Bhuvi maka aku akan kembali pada Bhuvi, lambat laun kami tidak akan pernah bisa dipisahkan kau tidak akan bisa membuat kami terpisah, jadi lebih baik kau berikan Bhuvi pada kami sekarang juga"
"Tidak jangan, Bhuvi tidak tahu apa-apa ambil saja aku ambil saja aku jangan cucuku, biar aku yang menanggung semuanya di negerimu mu, menjadi apapun aku terima asal jangan cucuku jangan tolonglah aku jangan seperti ini, aku tak akan bisa hidup tanpa cucuku ini "
"Kami semua tidak butuh dirimu sesuai perjanjian Bhuvi akan ikut dengan diriku, seharusnya pada umur 10 tahun kan sesuai perjanjian. Tapi kau sudah melakukan hal yang seharusnya tidak kau lakukan maka sekarang konsekuensinya Bhuvi harus ikut sekarang"
Bhuvi yang mendengar pertengkaran kedua orang ini segera mundur ke belakang, dia berlari masuk ke arah rumah dirinya pusing harus percaya pada siapa dan dirinya juga pusing mendengar perjanjian tumbal dan yang lainnya, apa benar memang dirinya dibuat tumbal oleh neneknya tapi kenapa harus begitu, apakah tak ada perjanjian yang lain.
Bhuvi yang sudah ada di kamar lagi langsung sadar dia terbangun dari tidurnya peluh bercucuran dari dahinya, "mimpi apa itu kenapa nenekku dan juga Abi memperebutkan diriku, berarti benar kan aku ditumbalkan oleh nenekku tapi aku belum tahu apa maksudnya nenek menumbalkan ku selama ini, apa alasanya "
Bhuvi segera bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar, dia melihat sekitar rumah dan menemukan ibunya yang sedang melamun dengan perlahan Bhuvi mendekatinya.
"Kau tidak tidur Bhuvi "
"Aku baru saja bangun mah kenapa kau belum tidur. Kau sedang melamun kan apa. Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu "
"Tidak ada mamah hanya sedang memikirkan tentang kesehatan nenek "
"Baiklah apakah mamah tahu sesuatu tentang nenek yang membuat perjanjian dengan sosok makhluk astral"
"Maksud kamu perjanjian apa "ibunya Bhuvi pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya dirinya tahu perjanjian apa yang dia lakukan ibunya bersama makhluk itu.
"Sudahlah percuma juga kan aku tanya pada kalian berdua dan pada akhirnya juga tidak akan pernah ada yang menjawab pertanyaan ku itu, kalian menyembunyikan sesuatu dariku sebenarnya aku ini ditumbalkan untuk apa"
"Tak ada yang ditumbalkan sudah kamu jangan memikirkan apapun ya, sekarang kau tidur di kamarmu. Kembalilah tidur istirahat bukannya kau besok kuliah kan ayo cepat tidur kembalilah ke kamarmu"
Bhuvi dengan rasa kecewa kembali lagi ke tempat tidurnya, dirinya sekarang akan melepaskan kalung itu dirinya tidak akan pernah memakai kalung itu sampai kapanpun. Sebelum dirinya tahu apa alasannya kenapa dirinya harus ditumbalkan, meskipun neneknya nanti akan marah dirinya tidak peduli karena mereka pun menyembunyikan sesuatu yang seharusnya dirinya tahu karena ini menyangkut dirinya sendiri menyangkut hidupnya dan matinya.
"Setelah aku tumbuh dewasa kenapa hidupku makin rumit ya rasanya rahasia-rahasia itu makin membuatku pusing dan makin membuatku penasaran, saking penasarannya aku jadi kesal pada nenekku karena tidak mau membongkar semuanya, dan mamah juga sama saja, kalian berdua memang sudah sekongkol kan "
"Aku pulang sekarang saja percuma aku dirumah ini juga, kalau tak ada yang mau jujur dengan ku, percuma mah "
Bhuvi masuk lagi ke dalam kamarnya dia mengambil tasnya dan barang-barangnya, lalu saat akan keluar rumah ibunya masih ada di sana dan bertanya padanya "Bhuvi sudahlah kau jangan pulang sekarang ini sudah malam tak ada rahasia apapun tak ada nak, ayo sudah sudah "
"Aku mau pulang percuma aku ada di sini tetap saja aku di sini seperti orang asing, karena kalian merahasiakan sesuatu yang seharusnya aku tahu ini menyangkut hidup dan mati ku mah, tapi kalian merahasiakannya, lebih baik aku pergi saja dari rumah ini daripada memikirkan kalian semua yang tidak mau jujur padaku. Apakah kalian tidak ada niatan untuk jujur padaku"
"Ini sudah malam Bhuvi kembali ke kamar mu "
"Aku tidak peduli mau malam mau siang aku tidak peduli, kalian saja tidak mau kan mengatakan apa yang sejujurnya padaku, kalian terus saja bungkam dan berbohong padaku aku tahu kalian melakukan perjanjian dengan makhluk halus. Kalian melakukan perjanjian dengan segerombolan makhluk yang tidak bisa dilihat oleh manusia, perjanjian apa perjanjian kalian ingin kaya atau ingin makmur atau karena apa aku ingin tahu kenapa aku yang harus menanggung semuanya "
Setelah mengatakan itu Bhuvi langsung keluar dari dalam rumahnya dia pusing memikirkan semua ini, ibunya pun tak menjawab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments