Sekarang ceritaku dimulai, cerita pertemuanku dan juga sosok itu, sosok yang sekarang ada disampingku. Kita mundur saat usiaku 10 tahun.
Aku yang sedang duduk dimeja belajarku mengerjakan tugas tugasku yang begitu banyak, aku hanya bisa fokus dan melihat keluar jendela sebentar, ternyata sudah malam, tapi tugasku belum selesai masih banyak yang perlu aku kerjakan sangat banyak sekali malahan, entah kenapa tugas ku bisa menumpuk seperti ini.
"Bhuvi "
Bhuvi yang mendengar ada yang memanggil namanya segera mencari keberadaan orang itu, namun tidak ada dikamar nya dimana orang itu.
Bhuvi kembali menundukan kepalanya dan tak menghiraukan orang yang memangilnya tadi. Mungkin itu dirinya salah dengar saja. Sudahlah biarkan saja.
"Bhuvi "
Kembali ada yang memanggil namanya, Bhuvi yang memang penasaran segera melihat kearah jendela luar disana ada sosok laki laki tampan memakai pakaian kerajaan kuno.
Siapa itu dirinya baru pertama kali melihatnya, dirinya tak tahu siapa itu, ditempatnya tinggal tak pernah dirinya melihat orang berpakaian seperti ini.
Wajahnya begitu tampan dan melambai lambaikan tangannya kearah Bhuvi, Bhuvi yang seperti terhipnotis keluar dari kamarnya dan menemui laki laki itu, mereka saling berhadapan dan Bhuvi dia hanya diam saja.
"Hallo permaisuri ku, akhirnya aku bisa menemuimu apa kabar, selama ini aku tidak bisa menemuimu karena kau dijaga begitu ketat. Tapi saat aku mencoba untuk sekali lagi menemuimu ternyata sekarang bisa bagaimana kabarmu Bhuvi Arundaya "
Bhuvi yang mendengar sosok laki laki ini yang mengetahui namanya binggung " kenapa kau tahu namaku, apakah kita pernah bertemu sebelumnya "
"Tentu kau adalah permaisuriku, kenapa aku sampai tidak tahu namamu aku sudah lama menunggumu hadir dalam hidupku dan sekarang sudah waktunya kita bertemu. Kau sudah saatnya ikut dengan ku, ayo permaisuri kita pulang"
"Ikut ke mana kenapa aku harus ikut denganmu, memangnya kau siapa aku tidak mengenalmu. Lalu kenapa kau tiba-tiba saja ingin membawaku, aku tak mau ah "
"Kau adalah permaisuriku maka kau harus ikut denganku. Kau sudah saatnya ikut denganku Bhuvi, aku sudah menunggumu sejak lama lihatlah ke arah depanmu di sana ada istanaku aku adalah seorang pangeran aku adalah pangeranmu Bhuvi"
Bhuvi menggelengkan kepalanya " maksudnya apa pangeran apa apakah pangeran seperti yang ada di film-film itu, atau seperti yang ada dibuku buku dongeng yang aku baca "
"Mungkin ya dan mungkin tidak juga "
"Aku tidak mengenalmu dan aku tidak mau ikut denganmu, aku tidak tahu siapa dirimu dan apa mau mu, kata nenekku jika ada orang yang baru kenal dengan kita dan mengajak kita untuk pergi kita tidak boleh ikut aku belum mengenalmu loh "
Tiba-tiba tanganmu Bhuvi dipegang oleh sosok itu, Bhuvi yang ingin melepaskannya sangat sulit karena pegangannya begitu erat di tangannya.
"Nenekmu hanya ingin membuatmu tidak percaya pada orang lain. Ayo ikut denganku aku baik aku tidak akan menyakitimu aku janji padamu, aku akan selalu menjagamu dan kau akan selalu ada disampingku"
"Kau menyakiti tanganku"
Sosok itu seketika langsung melepaskan pegangannya di tangan Bhuvi, Bhuvi mundur perlahan dan laki-laki itu maju ke arahnya "maafkan aku Bhuvi aku tidak sengaja. Ayo ikut denganku dan kita akan hidup bahagia selamanya"
Bhuvi menggelengkan kepalanya dia langsung berlari ke arah rumah dan langsung menutup pintunya dengan kencang, saat dirinya masuk ke dalam kamar dan akan menutup jendelanya sosok laki-laki itu hanya diam saja menatapnya tapi tidak masuk ke dalam rumahnya dirinya dengan cepat membaringkan tubuhnya dan tiba-tiba.
"Bhuvi bangun sudah pagi"
Bhuvi menatap mamahnya dan menatap sekitar lalu membuka jendela kamarnya tidak ada sosok itu, tidak ada laki-laki tampan itu "ada apa Bhuvi kenapa kau tiba-tiba membuka jendela apakah ada temanmu, "
"Tidak mah aku tadi hanya bermimpi tapi sudahlah mimpinya juga tidak penting, aku kira tadi masih malam mah"
"Tidak sayang ayo cepat kau harus segera sekolah bukannya pagi ini kau ada ulangan. Ayo cepat segeralah bersiap nanti ayah akan mengantarmu ke sekolah ya"
"Baik Mama"
Bhuvi tanpa memikirkan kembali sosok itu masuk ke dalam kamar mandi. Dia segera membersihkan dirinya dan memakai seragamnya lalu membereskan buku pelajarannya untuk hari ini dan tak lupa membawa buku novel yang selalu dirinya baca, entahlah sejak kapan dirinya suka membaca buku. Tapi itu sudah menjadi hal rutin yang dirinya lakukan.
Saat keluar dari kamar Bhuvi sudah disambut oleh keluarganya mereka sedang sarapan dan Bhuvi segera duduk di samping neneknya.
Mereka makan dengan lahap dan setelah sarapan Bhuvi berangkat dengan ayahnya, menaiki sepeda motornya selama di perjalanan Bhuvi sangat gatal ingin menanyakan sesuatu pada ayahnya lebih baik ceritakan sajalah mimpinya.
"Ayah semalam aku bermimpi entah malam entah pagi aku pun tidak tahu, tapi tiba-tiba mama membangunkanku"
"mimpi apa Bhuvi, apakah mimpi yang menakutkan "
Aku bermimpi ada laki-laki yang menggunakan pakaian kerajaan kuno ,seperti di dalam buku-buku yang ayah belikan untukku buku cerita-cerita itu Ayah, dia begitu tampan tinggi dan masih muda dia mengajakku untuk pergi katanya aku adalah permaisurinya"
Ayahnya malah tertawa mendengar cerita anaknya. Bhuvi yang bingung merengek pada ayahnya "Ayah kenapa ayah malah mentertawakanku aku berkata jujur ayah, aku tidak bohong ayah "
"Habisnya kau lucu mana mungkin ada seorang pangeran menemuimu, pasti seorang pangeran itu hanyalah ada dalam mimpi saja karena kau terlalu sering membaca buku Bhuvi, maka ceritanya malah terbawa sampai mimpi"
"Begitu ya Ayah aku kira dia nyata tapi kalau misalnya dia mengajakku untuk pergi lagi apakah aku boleh ikut dengannya yah "
"Pergi ke mana memangnya dia mengajakmu pergi ke mana Bhuvi "
"Aku tidak tahu dia mengajakku untuk ke kerajaannya dan aku juga melihat di ujung sana ada sebuah kerajaan yang begitu besar memang di samping-sampingnya banyak pohon-pohon besar, tapi jika dilihat-lihat memang ada sebuah bangunan istana"
"Itu hanyalah mimpi Bhuvi dan semua itu tidak akan pernah menjadi kenyataan
"Tapi kalau misalnya aku ikut nanti dengan laki-laki itu apakah tidak apa ayah, aku hanya ingin melihat istananya seperti apa yang dia katakan, aku ingin tahu apakah istananya memang ada atau hanya dia berpura-pura saja untuk membujuk "
"Emm boleh karena itu hanya mimpi Bhuvi tidak apa jika kau ikut dengannya nanti kau juga akan pulang lagi kan "
"Baiklah ayah"
Setelah itu tak ada pembicaraan lagi, Bhuvi terus saja memikirkan sosok laki laki itu, rasanya ingin bertemu lagi , tapi takut juga sih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments