Jam pulang kerja pun tiba, Gavin menghampiri Dara di meja kerja wanita itu.
"Dara, ayo ikut bersamaku untuk menjenguk Cakka di rumah sakit," ajak Gavin.
"Memangnya pak Cakka kenapa? Kok bisa sampai dirawat di rumah sakit? Bukannya tadi pagi saja dia masuk kerja?" tanya Dara yang merasa heran.
"Alergi katanya," jawab Gavin.
Seketika wajah Dara berubah menjadi cemas. Ia masih mengingat betul bahwa Cakka akan merasa gatal-gatal di kulitnya, muncul ruam-ruam merah dan akan sesak napas jika alergi.
"Ayo, aku ikut!" jawab Dara mengiyakan.
"Iya ayo, kasihan Tante Mira juga sendirian disana. Kan kalo kita kesana biar gantian jaga."
Langkah Dara terhenti ketika mendengar nama mamanya Cakka terucap. Ia masih takut untuk bertemu dengan mamanya Cakka. Alhasil, Dara pun mencari-cari alasan untuk tidak jadi ikut menjenguk Cakka di rumah sakit.
"Eh, iya. Maaf sekali Vin. Rupanya hari ini aku ada janji sama Sasa dan Revan. Ucapkan salam ku saja ke pak Cakka ya. Semoga dia lekas sembuh. Duluan Vin."
Gavin pun menatap kepergian Dara. Padahal jika Dara tidak ikut pun, Gavin ingin menawarkan tumpangan untuk Dara. Namun, sepertinya Dara akan menolak.
"Hm, mengambil hati wanita yang sudah punya anak memang susah. Dapat hati mamanya, kalau tidak bisa ambil hati anaknya ya percuma. Begitu pun sebaliknya. Emang sepertinya kamu itu wanita yang sulit ditaklukan Dara. Tapi, aku masih penasaran siapa laki-laki yang tidak bertanggungjawab yang sudah membuat hidup kamu seperti ini? Benar-benar tidak punya perasaan!"
****
Jeslin kini berada di apartemennya. Ia merasa marah dan kesal karena dimarahi oleh mamanya Cakka di tempat umum.
"Is! Berani-beraninya wanita tua itu memarahiku di tempat umum! Awas saja jika dia tidak berhasil membuat Cakka menjadi milikku. Aku habisi dia!"
Di saat kemarahan itu memuncak, tiba-tiba ponsel Jeslin berdering. Telepon pun masuk dari Mama Mira.
"Halo Jeslin, kamu sudah pulang kan?" tanya Mama Mira.
"Sudah Tante," jawab Jeslin sambil meredakan emosinya.
"Maafkan sikap Tante tadi di restoran ya. Tante tadi panik saat lihat keadaan Cakka. Dia itu alergi terhadap kacang-kacangan. Tante bukan bermaksud untuk memarahi kamu. Tante tahu kamu pasti belum tahu tentang alergi Cakka. Sekali lagi Tante minta maaf ya Jeslin. Kamu mau maafin Tante kan?"
Hati Jeslin seketika menjadi luluh.
"Iya aku maafin Tante."
"Syukurlah kalau begitu. Tante kirimkan alamat rumah sakitnya lewat pesan ya. Siapa tahu kamu mau menjenguk atau mau merawat Cakka di rumah sakit. Sekalian untuk pdkt. Dah, Tante mau mengecek keadaan Cakka dulu."
"Oke Tante."
Sambungan telepon pun berakhir. Jeslin jadi tersenyum. Benar apa yang diucapkan oleh Mama Mira, merawat Candra menjadi kesempatan emas untuk menarik perhatian Cakka agar melihatnya. Namun tidak untuk hari ini. Jeslin masih harus meredakan emosinya dulu.
****
Gavin pun kini sudah sampai di rumah sakit, ia langsung mencari ruang rawat inap dari Gavin. Setelah menemukannya, ia pun langsung masuk ke ruangan itu.
"Eh, Gavin. Tante kira kamu nggak bakalan datang menjenguk hari ini," ucap Mama Mira.
"Datang kok Tante. Tadi sekalian aja abis pulang kerja langsung kesini," balas Gavin.
"Kamu udah makan?" tanya Mama Mira. Gavin pun mengangguk.
"Baguslah, kalau Tante tinggal Cakka sebentar sama kamu. Apa kamu keberatan? Tante mau pulang ke rumah Gavin untuk mengambil keperluannya." Gavin pun menggeleng.
"Silahkan saja Tante. Gavin tidak keberatan kok."
"Makasih ya Vin."
"Sama-sama Tante."
Mama Mira pun keluar dari ruang inap Cakka. Meninggalkan dua laki-laki itu disana.
"Dara mana?" Bukannya mengkhawatirkan kondisinya sendiri, Cakka malah bertanya keberadaan Dara.
"Dara tidak bisa ikut. Ada janji katanya," jawab Gavin.
"Oh gitu. Padahal gue berharap banget dirawat sama dia," ucap Cakka dengan nada melasnya.
"Ck, jangan manja jadi laki! Ingat kita masih jadi rival buat dapetin hatinya Dara," ucap Gavin mengingatkan.
"Iya gue inget. Lagian Dara pasti bakalan sukanya sama gue," ucap Cakka dengan pedenya.
Terlalu percaya diri itu tidak bagus Cak. Lo bahkan belum tahu keadaan Dara yang sebenarnya udah punya anak. Apa lo nantinya bakalan tetep suka sama Dara? Seperti apa yang gue lakuin sekarang?
"Dih pede sekali. Coba lo ceritain aja apa yang terjadi sampai bisa masuk ke rumah sakit. Gue sampe kaget pas denger info ini dari mama lo. Mana libur kerjanya sampe seminggu lagi. Nggak sekalian minta cuti aja sebulan?"
Cakka kesal karena diledek oleh Gavin. Namun ia tetap menjawab pertanyaan Gavin dan menceritakan kejadiannya.
"Jadi begitu kejadiannya, soal libur kerja gue yang seminggu itu, mama gue terlalu berlebihan. Sebenarnya gue udah protes cuma nggak diizinin. Ya udah lah, lumayan kan buat narik perhatian Dara, hehe." Gavin hanya menggelengkan kepalanya.
"Terus Jeslin ditinggal gitu aja di restoran?" Cakka mengangguk.
"Gue sih bodo amat sama cewek itu. Bawaannya bikin gue kesel dan nggak suka aja liatnya. Kaya cewek-cewek fake gitu wajahnya," ujar Cakka mengatakan apa yang ia rasakan jika berhadapan dengan Jeslin.
"Jangan gitu, nanti kalo lo tiba-tiba jadi suka sama dia gimana? Kan nggak ada yang tahu."
"Nggak akan pernah dan tidak mungkin!" jawab Cakka dengan tegasnya.
"Ya udah deh, terserah lo aja. Gue mau nonton sinetron dulu di televisi. Kalau butuh apa-apa panggil aja. Gue ada di sofa," ucap Gavin.
"Oke," jawab Cakka.
****
Rumah Dara, 19.30
Dara sedari tadi terus mondar-mandir di dekat jendela. Membuat Sasa dan Revan keheranan dibuatnya.
"Mama kenapa terus bolak-balik disitu? Mama sedang banyak pikiran?" tanya Revan.
Dara pun langsung berhenti dan berjongkok di depan anaknya.
"Mama lagi olahraga malam sayang. Sana gih pergi ke kamar. Udah malam, Revan harus bobo supaya bangunnya tidak kesiangan."
"Oke mama."
Revan pun menuruti ucapan mamanya. Menyisakan dua wanita disana.
"Coba bicara jujur sama aku. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Sasa.
"Cakka di rawat di rumah sakit karena alerginya kambuh. Dia alergi kacang-kacangan sama seperti Revan."
Sasa yang mendengar itu jadi terkejut. Rupanya di antara anak dan papa itu ada kesamaan.
"Ya kalau dia di rumah sakit, kenapa tidak datang menjenguk?" tanya Sasa lagi.
"Masalahnya ada mamanya Cakka disana. Aku belum siap untuk bertemu dengannya. Dan pastinya kalau bertemu dia pasti akan berpikiran buruk tentangku. Aku juga tidak ingin keberadaan Revan nantinya diketahui. Jadi ya begini, aku cuma bisa gelisah tanpa mengetahui kondisinya," jelas Dara.
"Rumit sekali kisah cintamu, Dar. Melahirkan anak dari laki-laki yang melupakanmu dan tidak direstui oleh mama dari si laki-laki. Dan sekarang berakhir tinggal bersama orang asing sepertiku," ucap Sasa merangkum kisah cinta dalam beberapa kalimat.
"Dulu kamu memang asing, kini bukan lagi. Kamu keluargaku Sa," ucap Dara. Lalu mereka berdua pun saling berpelukan. Rasa kasih sayang yang ada di dalam hati keduanya begitu tulus seperti ke saudara kandung sendiri.
****
Ramaikan guys!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Shinta Emilia
knp cakka tak nyari alamat dara d grd kn datanya lengkap d curriculum vitae dara..
2023-11-05
0
Bu sul Nganjuk
aduh..... jadi..... baper aq..... kasian sekali kamu, Dara....
2023-11-01
0
Rustan Sarny Apul Sinaga
kapan ketemu lagi cakka sama revab thor...!
2023-03-23
1