Bab 13 - Cakka Amnesia

Rumah Dara, 19.00

Dara, Sasa dan Revan kini berkumpul di meja makan untuk makan malam. Di sela-sela itu, Revan tiba-tiba saja keceplosan tentang ia yang hampir saja tertabrak oleh mobil.

"Kamu bilang apa sayang? Kamu hampir tertabrak mobil? Bagaimana bisa?" tanya Dara yang terkejut.

Seketika wajah Sasa jadi pusat pasi. Aura yang ada pada Dara seakan membuat tubuhnya merinding. Ia kesal pada Revan juga, padahal ia sudah mewanti-wanti agar Revan tidak keceplosan.

"Tante bagaimana ini? Revan keceplosan," bisik Revan pada Sasa. Anak laki-laki itu masih diam belum menjawab pertanyaan sang mama.

Tuhan, bantu aku untuk menjinakkan induk singa ini!

"Sa, bisa jelaskan padaku?" pinta Dara dengan sorotan mata yang sangat tajam.

Alhasil Sasa menjelaskan semua yang terjadi di taman bermain tadi. Dara yang mendengarnya pun merasa sedikit lega, setidaknya anaknya tidak dimarahi oleh orang yang hampir menabraknya. Namun, tetap saja, Dara marah karena anaknya tidak memperhatikan jalan ketika ia sedang berlari.

"Lain kali jangan seperti itu lagi ya sayang. Kalau mau beli ice cream silahkan, mama tidak melarang. Tapi jangan pergi tanpa pamit ke Tante Sasa. Apalagi kamu sampai hampir tertabrak tadi. Kasihan Tante Sasa pasti kebingungan mencari kamu saat itu," ucap Dara menasehati anak laki-lakinya.

"Iya mama, Revan minta maaf ya. Tante Sasa Revan juga minta maaf ya," ucap Revan pada dua wanita yang disayanginya.

"Iya sayang," jawab Sasa dan Dara bersamaan.

"Tapi ya ma, om yang mau nabrak Revan itu ganteng orangnya. Baik lagi, dia mengantar Revan untuk kembali ke taman bermain. Sayangnya, Revan lupa menanyakan namanya." Revan sedih karena ia tidak mengetahui nama om yang menolongnya itu.

"Ya sudah jangan bersedih, mungkin suatu saat nanti Revan akan bertemu dengan om itu lagi," ucap Dara. Revan pun mengangguk dan menghabiskan makanannya.

Acara makan malam pun selesai, Revan mengerjakan pr nya untuk menghitung. Dara pun menemani Revan.

"Apa ada yang bisa mama bantu?" Revan menggeleng.

"Revan bisa mengerjakan sendiri kok ma," jawab Revan.

Dara pun tersenyum melihat itu. Revan memang seperti itu, ia akan berjuang sebisanya dulu, jika ia tidak mampu barulah ia akan meminta bantuan pada orang lain.

"Ya sudah, kalau begitu, apa mau mama buatkan susu untuk menemani kamu mengerjakan pr?" tawar Dara.

"Mau ma, sekalian bawakan kue bawang juga ya," pinta Revan. Dara pun mengangguk.

Tak lama kemudian, Dara kembali dengan membawa segelas susu dan satu toples kue bawang. Revan memakan dengan lahap kue bawang tersebut. Hingga waktu pun menunjukkan pukul 8 malam. Sudah waktunya Revan untuk tidur.

"Pr nya sudah selesai kan? Sekarang waktunya untuk tidur. Supaya besok tidak kesiangan bangunnya," ucap Dara pada Revan.

"Oke mama."

Revan membereskan alat tulisnya dan memasukannya ke dalam tas setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk tidur.

Selepas kepergian Revan, Dara duduk termenung sendirian di meja makan. Ia mengingat kembali kejadian tadi siang di kantornya.

"Sebenarnya apa yang terjadi setelah kepergian ku Cakka?"

Dara terus bertanya-tanya tentang hal yang menimpa Cakka hingga melupakan tentang dirinya dan kenangan berdua bersamanya.

****

Rumah Cakka, 21.00

Cakka tampak gelisah dan terus berjalan kesana-kemari di kamarnya. Ia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi padanya. Ia seperti merasa ada yang hilang dalam dirinya. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk menanyakan hal tersebut pada mamanya. Ia berharap mamanya mau menjawab keingintahuannya.

"Halo Cakka, ada apa? Tumben sekali kamu menelpon mama?" tanya sang mama yang keheranan.

"Ma tolong bicara jujur padaku. Apa yang terjadi dulu hingga membuat aku kecelakaan? Apa setelah kecelakaan itu aku mengalami amnesia dan melupakan seseorang?" tanya Cakka.

Mama Mira terdiam. Dia bingung mau menjawab apa. Dan darimana Cakka tahu kalau dia amnesia? Padahal selama ini Mama Mira sudah membuang semua kenangan yang berhubungan dengan Dara di rumahnya agar Cakka tetap tidak ingat pada Dara dan masa lalu mereka berdua.

"Dulu kamu mengalami kecelakaan karena kamu marah sama mama karena mama memaksa kamu untuk mengikuti kemauan mama untuk melanjutkan pendidikan kamu di luar negeri. Kamu mengendarai motor kamu dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya kamu mengalami kecelakaan. Dan kamu tidak mengalami amnesia Cakka. Jadi tidak ada ingatan apapun yang kamu lupakan," jawab Mama Mira.

"Benarkah seperti itu? Tapi kenapa aku tidak ingat ma?" tanya Cakka lagi karena memang ia tidak mengingat momen tersebut.

"Wajar saja jika kamu lupa, kan sudah 7 tahun berlalu," jawab Mama Mira lagi.

"Tapi aku masih mengingat masa kecilku ma," ucap Cakka lagi membuat Mama Mira sedikit kebingungan memberikan alibi apa lagi.

"Ya kalau itu mama tidak tahu Cakka. Sudah ya, mama mengantuk mau tidur. Kamu juga jangan tidur malam-malam. Jangan lupa untuk bersikap baik sama Jeslin!"

Telepon pun berhenti karena Mama Mira yang mematikan sambungannya.

****

Rumah Mama Mira, Jakarta.

Setelah menutup telpon dari anaknya. Mama Mira menjadi gelisah. Ia bingung kenapa Cakka bisa menyimpulkan dirinya amnesia? Padahal ia dengan susah payah membuat Cakka terlihat seperti tidak mengalami amnesia. Seketika ia teringat dengan ucapan dokter yang menangani Cakka waktu itu.

"Untuk membuat Cakka mengingat kejadian yang dialaminya selama beberapa tahun terakhir. Dibutuhkan pemicu untuk membangkitkan ingatannya. Dan kemungkinan besar, pemicu itu adalah nama yang selalu ia panggil dalam keadaan tidak sadarnya. Lebih baik ibu pertemukan Cakka dengan wanita bernama Dara itu agar ingatan yang terlupakan di beberapa tahun terakhir bisa perlahan-lahan muncul kembali."

Kalimat itulah yang dikatakan oleh dokter. Hanya saja, Mama Mira dengan egoisnya, ia malah membuang semua kenangan Cakka bersama Dara. Di mulai dari foto-foto mereka yang ada di dalam kamar Cakka dan segala hal yang berhubungan dengan Dara sudah dihilangkan semuanya. Mama Mira berharap Cakka tak pernah mengingat kembali tentang Dara. Namun, di hari ini, membuat Mama Mira sedikit terkejut.

"Apa jangan-jangan Dara ada di Bandung? Dan dia berusaha untuk mendekati Cakka kembali? Makanya ingatan Cakka yang terkubur jadi bangun kembali? Kalau seperti ini keadaannya, aku harus mencegah hal itu terjadi."

Mama Mira bertekad untuk memisahkan kembali keduanya jika memang Dara dan Cakka bertemu kembali. Seketika ia teringat Dara yang pergi saat mengandung anak dari Cakka.

"Apa dia berhasil melahirkan anak Cakka?"

Mama Mira bertanya-tanya tapi beberapa detik kemudian.

"Mana mungkin dia berhasil melahirkan anak Cakka. Pasti akan ada banyak hinaan dari para tetangga. Sanksi sosial kan lebih mengerikan. Dia tidak akan sanggup menghadapi semua itu. Pasti dia menggugurkan janinnya itu."

Mama Mira yakin dengan pemikirannya itu. Padahal di kenyataannya, Dara berhasil menjalani semua itu dan hidup tenang sampai sekarang.

****

Mama Mira kau jahat sekali! Teganya memisahkan dua orang yang saling mencintai!

Terpopuler

Comments

Lina aja

Lina aja

lanjut n semangat

2023-11-11

0

mei

mei

awas aj kalo kedepannya ngaku2 revan cucu 😡

2023-11-01

1

ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐

ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐

Wa h feleeng bener mama menutupi semuanya...Kalau sampai cakka mengingatnya boomerang buat Mama sendiri...Aku penasaran deh masa lalu mamanya Cakka....

2022-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mistake
2 Bab 2 - Tidak Direstui
3 Bab 3 - Bertemu Kembali
4 Bab 4 - Dara Lazora
5 Bab 5 - Semakin Menarik
6 Bab 6 - Cakka Lelah
7 Bab 7 - Perihal Bekal
8 Bab 8 - Mengantar Revan ke Sekolah
9 Bab 9 - Perintah Sang Mama
10 Bab 10 - Berdamai dan Berbahagialah
11 Bab 11 - Bertemu Revan
12 Bab 12 - Siapa Kamu Sebenarnya?
13 Bab 13 - Cakka Amnesia
14 Bab 14 - Revan Mengharapkan Kehadiran Papa
15 Bab 15 - Apa yang harus aku lakukan?
16 Bab 16 - Alergi
17 Bab 17 - Menjenguk Cakka
18 Bab 18 - Bertemu Cakka Versi Kecil
19 Bab 19 - Cakka keluar dari rumah sakit
20 Bab 20 - Siapa yang Dara panggil sayang?
21 Bab 21 - Mama Dara, Mamanya Revan
22 Bab 22 - Kedatangan Cakka di Rumah Dara
23 Bab 23 - Mengajak Revan Jalan-jalan
24 Bab 24 - Undangan Reuni SMA
25 Bab 25 - Reuni SMA (Membuka Ingatan )
26 Bab 26 - Dara yang sama
27 Bab 27 - Tidak Tenang
28 Bab 28 - Bertemu Mama Mira
29 Bab 29 - Kembalinya Ingatan Cakka
30 Bab 30 - Maafkan Aku
31 Bab 31 - Revan Kangen
32 Bab 32 - Kenapa?!
33 Bab 33 - Gavin Patah Hati
34 Bab 34 - Aku sudah punya anak
35 Bab 35 - Apa aku tidak bisa bahagia?
36 Bab 36 - Sedikit Pencerahan
37 Bab 37 - Dara dipecat
38 Bab 38 - Dara Sakit
39 Bab 39 - Masih belum menerima
40 Bab 40 - Rasa yang menggelitik
41 Bab 41 - Masa lalu Mama Mira
42 Bab 42 - Ayo kita menikah!
43 Bab 43 - Aku ingin kamu egois
44 Bab 44 - Tolong pisahkan Dara dan Cakka
45 Bab 45 - Menghabiskan waktu bersama
46 Bab 46 - Pernikahan
47 Bab 47 - Dara Koma
48 Bab 48 - Lagi sakit aja banyak maunya
49 Bab 49 - Mendatangi Jeslin
50 Bab 50 - Mama yang berubah
51 Bab 51 - Titik Terendah Cakka
52 Bab 52 - Kehilangan
53 Bab 53 - Dara Sadar
54 Bab 54 - All I Want Is you (End)
55 Terjebak Cinta Jorell by Yoyota
56 Cinta Sang Aktor by Yoyota
57 Dibuang Setelah Melahirkan by Yoyota
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 - Mistake
2
Bab 2 - Tidak Direstui
3
Bab 3 - Bertemu Kembali
4
Bab 4 - Dara Lazora
5
Bab 5 - Semakin Menarik
6
Bab 6 - Cakka Lelah
7
Bab 7 - Perihal Bekal
8
Bab 8 - Mengantar Revan ke Sekolah
9
Bab 9 - Perintah Sang Mama
10
Bab 10 - Berdamai dan Berbahagialah
11
Bab 11 - Bertemu Revan
12
Bab 12 - Siapa Kamu Sebenarnya?
13
Bab 13 - Cakka Amnesia
14
Bab 14 - Revan Mengharapkan Kehadiran Papa
15
Bab 15 - Apa yang harus aku lakukan?
16
Bab 16 - Alergi
17
Bab 17 - Menjenguk Cakka
18
Bab 18 - Bertemu Cakka Versi Kecil
19
Bab 19 - Cakka keluar dari rumah sakit
20
Bab 20 - Siapa yang Dara panggil sayang?
21
Bab 21 - Mama Dara, Mamanya Revan
22
Bab 22 - Kedatangan Cakka di Rumah Dara
23
Bab 23 - Mengajak Revan Jalan-jalan
24
Bab 24 - Undangan Reuni SMA
25
Bab 25 - Reuni SMA (Membuka Ingatan )
26
Bab 26 - Dara yang sama
27
Bab 27 - Tidak Tenang
28
Bab 28 - Bertemu Mama Mira
29
Bab 29 - Kembalinya Ingatan Cakka
30
Bab 30 - Maafkan Aku
31
Bab 31 - Revan Kangen
32
Bab 32 - Kenapa?!
33
Bab 33 - Gavin Patah Hati
34
Bab 34 - Aku sudah punya anak
35
Bab 35 - Apa aku tidak bisa bahagia?
36
Bab 36 - Sedikit Pencerahan
37
Bab 37 - Dara dipecat
38
Bab 38 - Dara Sakit
39
Bab 39 - Masih belum menerima
40
Bab 40 - Rasa yang menggelitik
41
Bab 41 - Masa lalu Mama Mira
42
Bab 42 - Ayo kita menikah!
43
Bab 43 - Aku ingin kamu egois
44
Bab 44 - Tolong pisahkan Dara dan Cakka
45
Bab 45 - Menghabiskan waktu bersama
46
Bab 46 - Pernikahan
47
Bab 47 - Dara Koma
48
Bab 48 - Lagi sakit aja banyak maunya
49
Bab 49 - Mendatangi Jeslin
50
Bab 50 - Mama yang berubah
51
Bab 51 - Titik Terendah Cakka
52
Bab 52 - Kehilangan
53
Bab 53 - Dara Sadar
54
Bab 54 - All I Want Is you (End)
55
Terjebak Cinta Jorell by Yoyota
56
Cinta Sang Aktor by Yoyota
57
Dibuang Setelah Melahirkan by Yoyota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!