Bab 16 - Alergi

Haz Group, 12.00

Mama Mira kini telah sampai di Bandung. Ia sekarang sedang berada di dalam ruangan Cakka. Yang rupanya anaknya itu masih ada meeting dan akan selesai dalam beberapa menit ke depan.

Untuk menghilangkan rasa suntuknya, Mama Mira mengamati ruangan Cakka dan melihat-lihat pajangan foto yang ada di meja kerja anaknya.

"Sayang sekali, harusnya foto yang dipajang disini adalah foto bersama istrimu. Kapan sih kamu mau nurutin kemauan mama untuk menikah Cakka?"

Foto yang terpajang disana adalah foto Cakka bersama almarhum papanya semasa Cakka kecil dulu.

Tak lama kemudian, Cakka pun masuk ke dalam ruangannya.

"Sudah lama sampainya ma?" tanya Cakka.

"Tidak, hanya beberapa menit yang lalu," jawab Mama Mira.

"Setelah ini apa kamu masih ada meeting lagi?" tanya Mama Mira. Cakka pun menggeleng.

"Baguslah, kalau begitu lebih baik kita makan siang sekarang. Ajak Jeslin sekalian," pinta Mama Mira. Cakka sebenarnya ingin menolak, akan tetapi ia juga tidak ingin membuat mamanya kecewa. Apalagi mamanya datang disaat sedang banyak-banyaknya pekerjaan kantor yang ada di Jakarta hanya karena dirinya yang semalam sakit kepalanya.

****

Restoran Pelangi

Mama Mira, Cakka dan Jeslin menunggu pesanan datang sambil mengobrol bersama. Namun, Cakka tampak tak begitu peduli pada obrolan tersebut, hingga membuat Mama Mira kesal pada sikap anaknya itu.

"Maafkan Cakka ya Jeslin. Maklum saja jika dia bersikap kurang baik seperti itu. Cakka itu tidak pernah punya kekasih sama sekali. Jadi dia belum ada pengalaman untuk memperlakukan wanita layaknya seorang ratu. Tapi lambat laun, Tante yakin Cakka akan berubah kok," jelas Mama Mira.

"Iya tidak apa-apa Tante. Lagipula wajar saja jika Cakka begitu. Kita berdua kan memang sudah lama tidak bertemu. Cakka juga pasti masih merasa canggung," balas Jeslin.

"Cih, pencitraan!" gumam Cakka.

Tak lama, makanan pun datang. Mereka makan sambil lanjut bercerita. Jeslin juga menceritakan tentang dirinya yang akan menggantikan sang papa untuk memimpin perusahaan setelah setahun bekerja di perusahaan Cakka. Karena alasan utama bekerja di perusahaan Cakka adalah untuk mendekatkan Jeslin dan Cakka sesuai keinginan kedua orang tua mereka.

"Maafin Tante ya, karena permintaan Tante, kamu jadi harus mengalah seperti ini. Seharusnya sekarang kamu sudah memimpin perusahaan papa kamu."

"Tidak apa-apa Tante, lagian aku juga suka disini kok. Walaupun awalnya terasa asing, tapi sekarang tidak terlalu Tante. Karena ada seseorang yang membuat aku semangat setiap harinya. Aku juga akan berusaha untuk membuatnya melihatku," ucap Jeslin.

"Orang yang kamu maksud Cakka kan? Bukan orang lain?" tanya Mama Mira memastikan. Dengan malu-malu Jeslin pun mengangguk.

"Lihat tuh Cakka! Jeslin sudah mulai menyukaimu. Kamu seharusnya membalas perasaan sukanya juga. Dia sampai rela jadi bawahan karena kamu tahu!"

"Memang aku yang meminta? Jadi apa hubungannya denganku? Mama ini ada-ada saja," ucap Cakka yang merasa kesal. Ia pun meminum minuman yang ada di depan matanya, tanpa tahu kalau minuman tersebut bahan utamanya adalah kacang-kacangan.

Tak lama kemudian, muncul bintik-bintik merah di tangan Cakka. Mama Mira yang melihat itu jadi panik sendiri. Ia pun dengan emosinya memarahi Jeslin.

"Jeslin seharusnya kamu jangan memesan minuman yang mengandung kacang-kacangan seperti kacang hijau seperti ini!" marah Mama Mira setelah mencoba minuman yang diminum oleh Candra.

"Sayang, Cakka apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Mama Mira ketika melihat wajah Cakka yang sudah berubah menjadi pucat pasi.

"Lemas ma," lirih Cakka.

Dengan cepat, Mama Mira langsung meminta bantuan pegawai disana untuk membawa Cakka masuk ke dalam mobil. Sementara Jeslin, ia hanya terdiam dan masih belum bisa memahami apa yang terjadi.

Mama Mira panik dan ia tak bisa menyetir mobil dalam keadaan seperti itu. Sehingga ia menyuruh salah satu pegawai disana untuk mengendarai mobilnya dengan imbalan uang yang besar.

****

Sesampainya di rumah sakit, Cakka langsung diperiksa oleh dokter. Mama Mira yang menunggu di luar ruangan terus merasa khawatir. Tadi malam Cakka sudah merasakan sakit kepala akibat mengingat memori lamanya. Sekarang Cakka harus mengalami alergi kacang-kacangan yang bila tidak segera ditangani akan berakibat fatal.

Dokter pun keluar dari ruangan Cakka di periksa.

"Dok bagiamana keadaan anak saya?" tanya Mama Mira.

"Anak ibu sudah lebih baik. Untung saja dia langsung dibawa ke rumah sakit. Kalau tidak, bisa saja dia terkena sesak napas yang akan berakibat fatal. Untuk ruam-ruam di kulitnya mungkin 1-2 Minggu ke depan baru akan hilang."

"Baik, terima kasih dokter."

"Sama-sama."

Mama Mira pun masuk ke dalam ruangan rawat Cakka. Ia duduk di kursi yang ada di samping ranjang yang Cakka gunakan. Ia meraih tangan anaknya dan menaruhnya ke pipinya. Ia teringat akan suaminya yang meninggal akibat alergi kacang yang dideritanya.

"Mama tidak akan sanggup jika harus kehilangan kamu juga Cak," ucap Mama Mira sambil meneteskan air matanya.

Cakka yang lemas pun masih bisa mendengar ucapan sang mama.

"Cakka nggak akan ninggalin mama," ucap Cakka sambil menghapus air mata di pipi mamanya.

"Lebih baik kamu istirahat saja. Mama akan minta Gavin untuk menghandle semua kerjaan kamu dulu. Karena selama seminggu ke depan kamu harus dirawat dan tidak boleh melakukan hal yang berat-berat," ucap sang mama yang memberikan perintahnya.

Candra merasa kesal sendiri. Lagi-lagi mamanya selalu bersikap berlebihan jika alerginya kambuh. Padahal 2-3 hari ke depan juga pasti dirinya sudah sembuh. Tidak perlu sampai selama seminggu juga.

"Ma, aku cuma alergi bukan sakit parah. Please dong! Masa harus seminggu dirawat?"

"Kamu jangan bantah mama ya Cakka. Lakukan saja apa yang mama perintahkan!"

Alhasil, Cakka malah memunggungi mamanya untuk mengutarakan kekesalannya. Mama Mira menghela napas. Ia pun keluar dari ruangan rawat Candra dan menelpon Gavin.

"Halo Tante, ada apa?" tanya Gavin.

"Vin, Tante minta tolong ya. Handle kerjaan Cakka dulu selama seminggu ke depan. Alerginya kumat, jadi harus dirawat di rumah sakit," jawab Mama Mira.

"Memangnya Cakka alergi apa Tante? Sampai-sampai masuk ke rumah sakit segala?" tanya Gavin lagi.

"Alergi kacang-kacangan. Semua olahan makanan dan minuman yang terbuat dari kacang-kacangan, Candra tidak boleh makan dan minum itu," jawab Mama Mira.

"Begitu ya Tante, baiklah kalau gitu. Gavin akan mengurus semua pekerjaan Cakka. Nanti kalau agak santai kerjanya Gavin ke rumah sakit untuk jenguk Cakka," ucap Gavin.

"Makasih ya Vin, nanti alamatnya Tante kirim lewat pesan ya."

"Oke Tante."

Sambungan telepon pun berakhir. Kini ada satu hal yang membuat Gavin penasaran. Rupanya ucapan Dara waktu itu benar, Gavin pikir awalnya Dara hanya asal bicara saja, tapi ternyata itu adalah kebenarannya.

"Apa kamu sudah mengenal Cakka, Dar?"

****

Ramaikan komentar supaya aku semangat nulisnya 🤣

Terpopuler

Comments

Bu sul Nganjuk

Bu sul Nganjuk

kasihan kamu, cakka, kamu harus pilih diri kamu, dan mada depan mu. Walaupun orang tua adalah yg utama. kamu harus cari tahu, tanpa mengnyinggung mama kamu

2023-11-01

1

Samaniah

Samaniah

sudah punya anak malah Vin...
kamu sama sasa aja piye..?

2023-05-06

0

Rustan Sarny Apul Sinaga

Rustan Sarny Apul Sinaga

ayo dara jujur sama gavin

2023-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mistake
2 Bab 2 - Tidak Direstui
3 Bab 3 - Bertemu Kembali
4 Bab 4 - Dara Lazora
5 Bab 5 - Semakin Menarik
6 Bab 6 - Cakka Lelah
7 Bab 7 - Perihal Bekal
8 Bab 8 - Mengantar Revan ke Sekolah
9 Bab 9 - Perintah Sang Mama
10 Bab 10 - Berdamai dan Berbahagialah
11 Bab 11 - Bertemu Revan
12 Bab 12 - Siapa Kamu Sebenarnya?
13 Bab 13 - Cakka Amnesia
14 Bab 14 - Revan Mengharapkan Kehadiran Papa
15 Bab 15 - Apa yang harus aku lakukan?
16 Bab 16 - Alergi
17 Bab 17 - Menjenguk Cakka
18 Bab 18 - Bertemu Cakka Versi Kecil
19 Bab 19 - Cakka keluar dari rumah sakit
20 Bab 20 - Siapa yang Dara panggil sayang?
21 Bab 21 - Mama Dara, Mamanya Revan
22 Bab 22 - Kedatangan Cakka di Rumah Dara
23 Bab 23 - Mengajak Revan Jalan-jalan
24 Bab 24 - Undangan Reuni SMA
25 Bab 25 - Reuni SMA (Membuka Ingatan )
26 Bab 26 - Dara yang sama
27 Bab 27 - Tidak Tenang
28 Bab 28 - Bertemu Mama Mira
29 Bab 29 - Kembalinya Ingatan Cakka
30 Bab 30 - Maafkan Aku
31 Bab 31 - Revan Kangen
32 Bab 32 - Kenapa?!
33 Bab 33 - Gavin Patah Hati
34 Bab 34 - Aku sudah punya anak
35 Bab 35 - Apa aku tidak bisa bahagia?
36 Bab 36 - Sedikit Pencerahan
37 Bab 37 - Dara dipecat
38 Bab 38 - Dara Sakit
39 Bab 39 - Masih belum menerima
40 Bab 40 - Rasa yang menggelitik
41 Bab 41 - Masa lalu Mama Mira
42 Bab 42 - Ayo kita menikah!
43 Bab 43 - Aku ingin kamu egois
44 Bab 44 - Tolong pisahkan Dara dan Cakka
45 Bab 45 - Menghabiskan waktu bersama
46 Bab 46 - Pernikahan
47 Bab 47 - Dara Koma
48 Bab 48 - Lagi sakit aja banyak maunya
49 Bab 49 - Mendatangi Jeslin
50 Bab 50 - Mama yang berubah
51 Bab 51 - Titik Terendah Cakka
52 Bab 52 - Kehilangan
53 Bab 53 - Dara Sadar
54 Bab 54 - All I Want Is you (End)
55 Terjebak Cinta Jorell by Yoyota
56 Cinta Sang Aktor by Yoyota
57 Dibuang Setelah Melahirkan by Yoyota
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 - Mistake
2
Bab 2 - Tidak Direstui
3
Bab 3 - Bertemu Kembali
4
Bab 4 - Dara Lazora
5
Bab 5 - Semakin Menarik
6
Bab 6 - Cakka Lelah
7
Bab 7 - Perihal Bekal
8
Bab 8 - Mengantar Revan ke Sekolah
9
Bab 9 - Perintah Sang Mama
10
Bab 10 - Berdamai dan Berbahagialah
11
Bab 11 - Bertemu Revan
12
Bab 12 - Siapa Kamu Sebenarnya?
13
Bab 13 - Cakka Amnesia
14
Bab 14 - Revan Mengharapkan Kehadiran Papa
15
Bab 15 - Apa yang harus aku lakukan?
16
Bab 16 - Alergi
17
Bab 17 - Menjenguk Cakka
18
Bab 18 - Bertemu Cakka Versi Kecil
19
Bab 19 - Cakka keluar dari rumah sakit
20
Bab 20 - Siapa yang Dara panggil sayang?
21
Bab 21 - Mama Dara, Mamanya Revan
22
Bab 22 - Kedatangan Cakka di Rumah Dara
23
Bab 23 - Mengajak Revan Jalan-jalan
24
Bab 24 - Undangan Reuni SMA
25
Bab 25 - Reuni SMA (Membuka Ingatan )
26
Bab 26 - Dara yang sama
27
Bab 27 - Tidak Tenang
28
Bab 28 - Bertemu Mama Mira
29
Bab 29 - Kembalinya Ingatan Cakka
30
Bab 30 - Maafkan Aku
31
Bab 31 - Revan Kangen
32
Bab 32 - Kenapa?!
33
Bab 33 - Gavin Patah Hati
34
Bab 34 - Aku sudah punya anak
35
Bab 35 - Apa aku tidak bisa bahagia?
36
Bab 36 - Sedikit Pencerahan
37
Bab 37 - Dara dipecat
38
Bab 38 - Dara Sakit
39
Bab 39 - Masih belum menerima
40
Bab 40 - Rasa yang menggelitik
41
Bab 41 - Masa lalu Mama Mira
42
Bab 42 - Ayo kita menikah!
43
Bab 43 - Aku ingin kamu egois
44
Bab 44 - Tolong pisahkan Dara dan Cakka
45
Bab 45 - Menghabiskan waktu bersama
46
Bab 46 - Pernikahan
47
Bab 47 - Dara Koma
48
Bab 48 - Lagi sakit aja banyak maunya
49
Bab 49 - Mendatangi Jeslin
50
Bab 50 - Mama yang berubah
51
Bab 51 - Titik Terendah Cakka
52
Bab 52 - Kehilangan
53
Bab 53 - Dara Sadar
54
Bab 54 - All I Want Is you (End)
55
Terjebak Cinta Jorell by Yoyota
56
Cinta Sang Aktor by Yoyota
57
Dibuang Setelah Melahirkan by Yoyota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!