Bab 11 - Bertemu Revan

Besoknya setelah pulang sekolah, Sasa benar-benar membawa Revan ke taman bermain. Anak laki-laki itu bermain perosotan dan Sasa menunggu di tempat duduk sembari mengawasi Revan.

"Tante, Revan haus mau minum," pinta Revan ketika menghampiri Sasa.

"Sebentar ya, kamu tunggu disini. Tante akan ke sebrang untuk beli minuman. Jangan kemana-mana sebelum Tante datang, oke?"

"Oke," jawab Revan sambil menunjukkan jemarinya.

Sembari menunggu minuman datang, Revan masih tetap bermain di perosotan itu. Ketika telinganya mendengar suara penjual ice cream, Revan langsung mengejar penjual ice cream itu dan melupakan pesan Sasa.

"Ice cream! Ice cream! Revan mau beli!" teriak Revan sambil terus berlari.

Anak kecil itu terus berlari sampai ia tidak memperhatikan sisi kanan dan kiri jalan. Hampir saja Revan tertabrak mobil jika si pengemudi tidak menghentikan mobilnya saat itu juga.

Revan bergetar ketakutan, air muka di wajahnya langsung pucat. Si pengemudi pun keluar dari mobilnya dan melihat anak kecil yang hampir ditabraknya.

"Kamu nggak papa?" tanya si pengemudi mobil. Revan menggeleng.

Si pengemudi pun langsung meraih tangan anak kecil yang ditabraknya dan mengajaknya ke pinggiran jalan lalu mendudukkan anak kecil itu disana.

"Beneran nggak papa?" tanya si pengemudi lagi. Lagi-lagi Revan menggeleng, wajahnya masih menunduk tak berani menatap wajah orang yang hampir saja menabraknya. Revan tahu dirinya lah yang salah, yang tidak memperhatikan jalan karena saking inginnya membeli ice cream.

"Kenapa kamu lari-larian di tengah jalan? Kan bahaya," ujar si pengemudi.

"Aku tadi mengejar tukang ice cream om. Aku mau beli ice cream," jawab Revan sambil menatap wajah orang yang mengajaknya bicara.

Deg!

Mata si pengemudi terpaku, ia seperti melihat dirinya dalam versi kecilnya. Mengingatkannya ketika dulu melakukan hal yang sama untuk mengejar tukang ice cream.

Siapa anak ini sebenarnya?

"Nama kamu siapa?" tanya si pengemudi.

"Revan om," jawab Revan tanpa memberitahukan nama belakangnya.

"Em, Revan, lain kali jangan lari-lari seperti itu ya. Kalau mau beli ice cream tunggu mama kamu atau teriak saja. Biar dia yang beli. Soalnya bahaya sekali. Untung saja orangnya itu om, kalau bukan. Mungkin saja dia akan marah-marah sama kamu. Paham kan?" ucap si pengemudi dengan ucapan yang mudah dimengerti.

"Paham om, maafin Revan ya yang nyebrang sembarangan," ucap Revan.

"Iya," jawab si pengemudi sambil mengacak-acak rambut Revan.

"Ish! Om ini seperti Tante Sasa yang suka mengacak-acak rambut Revan saja. Padahal mama sudah susah payah merapikannya," kesal Revan.

Hal tersebut justru membuat si pengemudi tertawa. Anak kecil yang ditemuinya ini begitu menggemaskan ketika sedang kesal.

"Astaga! Tante Sasa!" tiba-tiba Revan berteriak mengingat tantenya yang pasti mencarinya.

"Kenapa?" tanya si pengemudi.

"Om, Revan harus kembali ke taman bermain, Tante Sasa pasti mencari Revan. Karena tadi Revan minta dibelikan minum," jawab Revan.

"Ayo om antar," ajak si pengemudi. Revan pun tidak menolak. Ia bisa merasakan bahwa orang yang bersamanya ini bukanlah orang jahat.

Setelah mengantar Revan sampai di taman bermain, si pengemudi pergi. Membuat Revan bersedih karena ia lupa menanyakan nama om yang menolongnya tadi.

Tak lama kemudian, Sasa datang dengan napas yang tidak beraturan.

"Re-revan kamu dari mana sih? Tante cari-cari kamu tahu! Hampir saja Tante mau nelpon mama kamu. Untung saja belum terjadi, kalau iya. Bisa-bisa Tante diomeli mama kamu," marah Sasa pada Revan.

Revan pun menjelaskan apa yang terjadi padanya ke Sasa. Sasa langsung cemas dan memperhatikan seluruh tubuh Revan.

"Beneran kamu nggak terluka?" tanya Sasa.

"Nggak kok Tante, kan cuma hampir ketabrak. Om nya juga baik, ganteng pula," jawab Revan dengan jujurnya.

"Terus kemana orangnya?" tanya Sasa.

"Udah pergi Tante. Tadi Revan juga udah minta maaf karena Revan yang salah. Cuma Revan lupa tanya siapa nama om nya, hehe."

"Ya sudah tidak apa-apa. Yang penting kamunya baik-baik aja nggak ada yang lecet satu pun. Ayo kita kembali ke restoran saja. Tante lebih tenang kalo kamu disana."

Keduanya pun kembali ke restoran naik taksi.

****

Di perjalanan setelah hampir menabrak anak kecil, Cakka jadi terus kepikiran anak kecil itu. Wajahnya benar-benar sangat mirip dengannya ketika ia kecil dulu. Namun matanya mirip dengan seseorang yang selalu memenuhi pikirannya saat ini, yaitu Dara.

"Bagaimana bisa ada anak yang mirip sepertiku? Aku bahkan belum menikah dan memiliki anak. Kekasih saja tidak punya. Tapi anak kecil itu, benar-benar cetakan ketika aku kecil," ucap Cakka yang keheranan.

"Apa sebenarnya aku punya hubungan dengan Dara?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Cakka tanpa ia duga.

"Jika benar, maka aku akan terus mencari tahu dan menemukan jawabannya."

Setelah mengatakan itu, Cakka melajukan mobilnya di atas kecepatan normal. Ia ingin segera bertemu Dara dan memastikan, apakah ia pernah bertemu Dara di masa lalu atau tidak? Karena jika mengingat pertemuan pertamanya dengan Dara pun, sepertinya Dara mengenalnya. Namun entah kenapa setelah ketidaksengajaan itu, Dara menjadi berpura-pura tidak mengenalnya lagi.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Setelah aku bertemu Dara di kantor, setiap malamnya aku terus bermimpi seorang wanita yang menangis terus menerus sayangnya wajahnya tidak terlihat."

****

Ayo Cakka mulai cari tahu siapa anak yang mirip denganmu!

Terpopuler

Comments

Lina aja

Lina aja

knpa Chaka bisa amnesia y thor

2023-11-09

0

Tiara

Tiara

masak bisa lgs merujuk ke Dara sih Cak

2023-10-29

0

ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐

ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠Hana Nurul Azizah🍩ᴬ∙ᴴ࿐

Kalau kamu Tau kaget sa hehehe

2022-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mistake
2 Bab 2 - Tidak Direstui
3 Bab 3 - Bertemu Kembali
4 Bab 4 - Dara Lazora
5 Bab 5 - Semakin Menarik
6 Bab 6 - Cakka Lelah
7 Bab 7 - Perihal Bekal
8 Bab 8 - Mengantar Revan ke Sekolah
9 Bab 9 - Perintah Sang Mama
10 Bab 10 - Berdamai dan Berbahagialah
11 Bab 11 - Bertemu Revan
12 Bab 12 - Siapa Kamu Sebenarnya?
13 Bab 13 - Cakka Amnesia
14 Bab 14 - Revan Mengharapkan Kehadiran Papa
15 Bab 15 - Apa yang harus aku lakukan?
16 Bab 16 - Alergi
17 Bab 17 - Menjenguk Cakka
18 Bab 18 - Bertemu Cakka Versi Kecil
19 Bab 19 - Cakka keluar dari rumah sakit
20 Bab 20 - Siapa yang Dara panggil sayang?
21 Bab 21 - Mama Dara, Mamanya Revan
22 Bab 22 - Kedatangan Cakka di Rumah Dara
23 Bab 23 - Mengajak Revan Jalan-jalan
24 Bab 24 - Undangan Reuni SMA
25 Bab 25 - Reuni SMA (Membuka Ingatan )
26 Bab 26 - Dara yang sama
27 Bab 27 - Tidak Tenang
28 Bab 28 - Bertemu Mama Mira
29 Bab 29 - Kembalinya Ingatan Cakka
30 Bab 30 - Maafkan Aku
31 Bab 31 - Revan Kangen
32 Bab 32 - Kenapa?!
33 Bab 33 - Gavin Patah Hati
34 Bab 34 - Aku sudah punya anak
35 Bab 35 - Apa aku tidak bisa bahagia?
36 Bab 36 - Sedikit Pencerahan
37 Bab 37 - Dara dipecat
38 Bab 38 - Dara Sakit
39 Bab 39 - Masih belum menerima
40 Bab 40 - Rasa yang menggelitik
41 Bab 41 - Masa lalu Mama Mira
42 Bab 42 - Ayo kita menikah!
43 Bab 43 - Aku ingin kamu egois
44 Bab 44 - Tolong pisahkan Dara dan Cakka
45 Bab 45 - Menghabiskan waktu bersama
46 Bab 46 - Pernikahan
47 Bab 47 - Dara Koma
48 Bab 48 - Lagi sakit aja banyak maunya
49 Bab 49 - Mendatangi Jeslin
50 Bab 50 - Mama yang berubah
51 Bab 51 - Titik Terendah Cakka
52 Bab 52 - Kehilangan
53 Bab 53 - Dara Sadar
54 Bab 54 - All I Want Is you (End)
55 Terjebak Cinta Jorell by Yoyota
56 Cinta Sang Aktor by Yoyota
57 Dibuang Setelah Melahirkan by Yoyota
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 - Mistake
2
Bab 2 - Tidak Direstui
3
Bab 3 - Bertemu Kembali
4
Bab 4 - Dara Lazora
5
Bab 5 - Semakin Menarik
6
Bab 6 - Cakka Lelah
7
Bab 7 - Perihal Bekal
8
Bab 8 - Mengantar Revan ke Sekolah
9
Bab 9 - Perintah Sang Mama
10
Bab 10 - Berdamai dan Berbahagialah
11
Bab 11 - Bertemu Revan
12
Bab 12 - Siapa Kamu Sebenarnya?
13
Bab 13 - Cakka Amnesia
14
Bab 14 - Revan Mengharapkan Kehadiran Papa
15
Bab 15 - Apa yang harus aku lakukan?
16
Bab 16 - Alergi
17
Bab 17 - Menjenguk Cakka
18
Bab 18 - Bertemu Cakka Versi Kecil
19
Bab 19 - Cakka keluar dari rumah sakit
20
Bab 20 - Siapa yang Dara panggil sayang?
21
Bab 21 - Mama Dara, Mamanya Revan
22
Bab 22 - Kedatangan Cakka di Rumah Dara
23
Bab 23 - Mengajak Revan Jalan-jalan
24
Bab 24 - Undangan Reuni SMA
25
Bab 25 - Reuni SMA (Membuka Ingatan )
26
Bab 26 - Dara yang sama
27
Bab 27 - Tidak Tenang
28
Bab 28 - Bertemu Mama Mira
29
Bab 29 - Kembalinya Ingatan Cakka
30
Bab 30 - Maafkan Aku
31
Bab 31 - Revan Kangen
32
Bab 32 - Kenapa?!
33
Bab 33 - Gavin Patah Hati
34
Bab 34 - Aku sudah punya anak
35
Bab 35 - Apa aku tidak bisa bahagia?
36
Bab 36 - Sedikit Pencerahan
37
Bab 37 - Dara dipecat
38
Bab 38 - Dara Sakit
39
Bab 39 - Masih belum menerima
40
Bab 40 - Rasa yang menggelitik
41
Bab 41 - Masa lalu Mama Mira
42
Bab 42 - Ayo kita menikah!
43
Bab 43 - Aku ingin kamu egois
44
Bab 44 - Tolong pisahkan Dara dan Cakka
45
Bab 45 - Menghabiskan waktu bersama
46
Bab 46 - Pernikahan
47
Bab 47 - Dara Koma
48
Bab 48 - Lagi sakit aja banyak maunya
49
Bab 49 - Mendatangi Jeslin
50
Bab 50 - Mama yang berubah
51
Bab 51 - Titik Terendah Cakka
52
Bab 52 - Kehilangan
53
Bab 53 - Dara Sadar
54
Bab 54 - All I Want Is you (End)
55
Terjebak Cinta Jorell by Yoyota
56
Cinta Sang Aktor by Yoyota
57
Dibuang Setelah Melahirkan by Yoyota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!