Masalah yang Terjadi Telah Menyebar Luas

“Orion!!!”

Lagi-lagi seseorang yang berisik datang. Sambil berlari masuk ke dalam hotel, Mahanta merentangkan kedua tangannya ke samping. Ia memanggil nama Orion dari kejauhan dengan suara lantang, lantas memeluknya dengan erat.

Ia tersedu-sedu sambil mengoceh-ngoceh lantaran masalah yang Orion lalui kali ini membuat Mahanta sangat khawatir.

“Huhuhu ...tak kusangka, anak sekecil ini akan menghadapi perundungan di usia belia, hiks,” ujar Mahanta dengan isak tangis.

“Untuk apa kau kemari, Mahanta? Bukankah sudah kubilang untuk tetap di rumah selagi aku dan Orion ada urusan di luar,” ujar Gista bertanya.

“Saya khawatir karena Raka memberitahuku kalau Orion terlibat masalah dengan senior laki-laki. Dan katanya mereka adalah bagian dari Grup Dharmawangsa. Makanya saya sangat khawatir,” ucap Mahanta dengan mata berkaca-kaca.

“Ini situasi yang bisa aku urus sendiri, Mahanta.”

“Nona Gista ada benarnya. Lagipula ini adalah salahku yang tiba-tiba kehilangan jejak lalu tersesat,” kata Orion.

“Tapi dunia luar itu memang sangat berbahaya sehingga aku tidak menyarankan Orion untuk pergi keluar malam-malam. Meskipun dengan Nona Gista, inilah mengapa aku khawatir ...” ucapnya sedikit sedih.

“Anak ini kenapa, sih ...” gerutu Orion dalam batin.

Kericuhan yang pertama kali dimulai oleh kembar tiga itu pun benar-benar berakhir sekarang. Beruntungnya mereka tidak mengeluarkan sedikit kekuatan karena jika iya, maka entah apa yang akan terjadi ke depannya. Dan tentunya akan membahayakan nyawa orang-orang sekitar.

Mahanta pula sudah terlanjur datang kemari sehingga mereka pun berniat ke ruangan pertemuan bersama.

Di luar pintu ruangan tersebut, sekumpulan ketua berkumpul dan melihat Gista kembali dengan anak kecil dan seorang pria di belakangnya.

“Oh, jadi ini anak yang Anda maksud, Nona Arutala?” tanya Ketua Grup Raiya Meera dengan antusias. Ia mengambil posisi duduk berjongkok dan menatap Orion dengan sumringah.

“Iya, benar. Baru-baru ini dia bangkit. Kenalkan, Orion Sadawira.” Gista memperkenalkan lalu menganggukkan kepala pada Orion.

“Salam kenal. Saya Orion Sadawira, anak yang berusia 9 tahun dan berada di bawah naungan Grup Arutala. Saya Pejuang NED yang lemah, mohon bantuannya,” ucap Orion dengan tutur kata lembut nan sopan.

“Anak yang pintar dan manis sekali.” Ketua Grup Raiya Meera memuji.

“Anak ini memiliki kekuatan apa?” Ketua Grup Adi Caraka bertanya.

“Untuk itu kita belum tahu,” ucap Gista. Ia berbohong, Mahanta dan Orion pun hanya terdiam seolah menanggapi kebohongan Gista adalah sebuah fakta.

“Jika Nona Gista tak masalah, bolehkah saya melatihnya di tempat saya?” Ketua Grup Raiya Meera mengajukan permintaan.

“Maaf tidak bisa. Anak ini pendiam dan sulit untuk beradaptasi. Saya membawanya kemari pun karena ingin Orion lebih terbiasa dengan dunia luar,” tutur Gista meyakinkan.

Orion tak menyangka kalau Gista pandai sekali berbohong. Semua perkataannya terlontar begitu saja, seakan-akan mencontek naskah tertulis.

“Orion, mulai sekarang kamu akan mengenal dunia NED lebih jauh. Apakah kamu keberatan?” tanya Gista.

“Tidak, sama sekali. Jika ini dibutuhkan untuk menekankan tindak kriminalisasi, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat koneksi termasuk melatih diri sendiri dengan kuat,” kata Orion dengan santai.

Kata-katanya yang berbelit menandakan Orion tergesa-gesa, ia sendiri kaget apalagi mereka, para orang dewasa yang mendengarnya. Kata, "koneksi." ,saja sudah merujuk ke arah yang lebih dalam maknanya.

Mana ada anak kecil mengerti kata-kata sulit seperti itu.

“Dia pintar sekali bicara, ya. Aku sempat mengira kalau dia ini sudah dewasa.”

“Haha, anak-anak cepat sekali berkembang.”

Untungnya respon mereka tidak berlebihan menanggapi perkataan Orion tadi. Sempat mengira bahwa ini akan menjadi situasi yang paling berbahaya, salah sedikit ucap akan menjadikan dirinya sendiri sebagai mangsa.

Orion menghela napas panjang. Sedangkan Mahanta dan Gista bersikap biasa saja lantaran sudah tahu bagaimana Orion yang biasanya itu.

“Pertemuan kali ini akan lebih baik diundur saja sampai besok. Ketua Grup Dharmawangsa sepertinya sangat merepotkan saat ini,” ujar Ketua Grup Ganendra.

Ketua lainnya mengangguk tanda setuju, pertemuan hari ini akan diundur sementara perbincangan penting tidak akan disinggung di luar pertemuan mereka.

Gista, Mahanta dan Orion pamit undur diri setelah kepergian ketua lainnya.

***

“Nona Gista, saya ingin berbicara sebentar. Ini perihal Endy, apakah memang masalah ini berkaitan dengan penculikan anak-anak yang telah bangkit kembali?” tanya Mahanta dengan berbisik.

“Kita memang berpikir bahwa anak-anak itu telah bangkit kembali dan mereka yang menculiknya ingin memeras darah mereka yang belum tentu itu darah langka,” ujar Gista dengan suara yang amat lirih.

“Bagaimana pendapat Ketua Organisasi yang lain? Adakah hal lain yang dimaksud?”

“Selain itu, anak-anak diculik karena ingin dipaksa kembali bangkit setelah mati dengan darah langka yang mereka punya. Hanya ada dua kemungkinan itu terjadi, tapi selamanya kita tidak akan tahu jika hanya berdiam diri,” tutur Gista.

“Itu terlalu sulit dipikir lebih panjang. Bukankah ada Pahlawan Kota yang biasanya membantu?” sindir Mahanta mengenai Pahlawan Kota.

“Itu, ya ...sepertinya dia tidak datang ke pertemuan. Mungkin dia berada di kamarnya saat ini,” pikir Gista seraya menengadah.

“Pahlawan Kota ada di hotel ini?” tanya Orion memastikan. Gista menganggukkan kepala.

“Orion, kau barusan menguping pembicaraan kami? Itu tidak sopan,” tukas Mahanta memperingatkan Orion.

“Apa? Aku juga bagian dari kalian, untuk apa menyembunyikan hal itu. Dan kenapa masalah Endy rasanya semakin berat dari yang aku dengar sebelumnya?” sahut Orion.

“Sst, jangan keras-keras. Suaramu akan nyaring jika berada di lorong yang sepi. Takkan kau membuat kami berada dalam kesulitan lagi jika mendapat gunjingan dari orang lain perkara hal ini,” lirih Mahanta seraya membungkam mulut Orion.

Apa pun yang mereka katakan di lorong hotel yang sepi tentu akan menggaung, nyaring dan akan didengar oleh orang sekitar. Karena itulah Mahanta sangat berhati-hati ketika bicara.

Masalah yang berkaitan dengan Endy ternyata tidak hanya sekadar kekerasan atau pembunuhan terhadap orang-orang dewasa yang menyakiti dan menculik anak-anak, melainkan orang yang menculik mereka diyakini adalah Pejuang NED pula.

Namun, mereka berada di pihak musuh. Yang bahkan saat ini Orion masih belum tahu. Satu hal yang menjadi keyakinan Gista, adanya mata-mata di antara organisasi penindak kriminalisasi, yakni Ketua Grup Adi Caraka. Tapi belum cukup bukti.

Ini masih berada di antara bayang-bayang. Tak memungkinkan Orion tuk melangkah lebih jauh ke depan. Siapa yang menjadi musuhnya pun saat ini ia tidak tahu, dan hanya bersikap waspada termasuk orang yang telah memberinya naungan.

“Akan lebih baik jika kita bicara di dalam ruangan,” ujar Gista menyarankan.

Episodes
1 Hidup Kembali
2 Near-Death Experience
3 Gista Arutala-Kota J-Karta
4 Menghindar dan Nasib Sial Datang
5 Api yang Membara
6 Bergabung Dengan Grup Arutala
7 Bersekolah dan Mengintai
8 Bertemu Lily
9 Kekuatan Endy Terungkap
10 Pria Berkekuatan Listrik
11 Suatu Tindakan yang Merasa Bahwa Itu Benar
12 Ajar dan Latih I
13 Ajar dan Latih II
14 Teknik Memperluas Jangkauan Serang
15 Rencana Kepergian
16 Pertemuan Antar Ketua Grup
17 Kembar Tiga Mengesalkan
18 Harga Diri yang Jatuh
19 Masalah yang Terjadi Telah Menyebar Luas
20 Hawa Dingin, Mencekam
21 Pahlawan Kota, Endaru
22 Orion Vs Endaru
23 Merah Berdarah
24 Fakta yang Terbongkar Tanpa Disadari
25 Pesan Untuk Bertemu
26 Hari ini Musuh, Esoknya Berkawan
27 Saling Mengetahui dan Saling Berpura-pura Tidak Menyadari
28 Pada Akhirnya Penampilan Akan Menentukan Segalanya
29 Tugas Pertama-Putri Pejabat yang Kerasukan
30 Pria Berbayang
31 Identitas Jhon
32 Raiya Meera-Kota B-Karta
33 Cerita 30 Tahun Lalu Secara Singkat
34 Tunjukkan Kekuatanmu!
35 Lagi-lagi Jhon Datang!
36 Banyaknya Kekuatan Muncul
37 Jarum
38 Gedung Dengan Isi yang Kacau
39 Teknik-Pusaran & Rajam Duri
40 Pandangan Mematikan
41 Kemudi Jalan Tancap Gas
42 Bertahanlah, Orion!
43 Adi Caraka-Kota L-Karta
44 Rumah Sakit
45 Dr. Eka
46 Menghadapi Sebuah Kegilaan
47 Ancaman, Belenggu Hidup dan Mati
48 Kekuatan Baru, Bilah Pedang Merah!
49 Hanyalah Kematian
50 Makian Jhon, Amarah Orion Tersulut Kemudian
51 Tubuh yang Masih Lemah
52 Raka yang Menjemput Justru Hampir Dijemput Ajalnya
53 Bertarung Dengan Dokter Sinting
54 Endaru Telah Datang!
55 Kerja Sama Dengan Endaru
56 Ruang Tersembunyi Di Balik Ruang Terpisah
57 Sejarah Kuno Dunia NED, Benarkah Itu?
58 Perintah Mengintai Adi Caraka
59 Pertarungan Raka Dengan Ketua Caraka
60 Kekalahan, Misi Gagal
61 Gista Telah Sampai
62 Perasaan Tidak Nyaman
63 Kekalahan Telak Caraka?
64 Mata-Mata & Salah Satu Rekan Chameleon
65 Musuh Dalam Selimut, Tak Gentar Melawan Pondasi NED
66 Tipe Monster dan Ilusi
67 Sima
68 Anak Sekaligus Suami Pura-Pura
69 Keinginan Gista
70 Kafe Untuk Kopi Hitam
71 Gelap
72 Berhadapan Dengan Suatu Kekuatan yang Masih Belum Jelas
73 Tertangkap Sudah, Dalam Di Balik Kegelapan Kafe
74 Barista, Erik. Informasi Darah Langka yang Bocor
75 Resiko Dalam Keberuntungan
76 Informasi Orion Telah Dijual
77 Identitas Dicky
78 Ada yang Janggal
79 Chameleon yang Menyamar
80 Sima Kembali Datang dan Menyerang!
81 Interogasi Tak Berakhir Baik
82 Kota Y-Karta
83 Sergapan Malam
84 Kegigihan atau Obsesi Sima Dalam Serangan
85 Bukan Pejuang Namun Kuat
86 Api Abadi
87 Respon Api Abadi, Apakah Ini Suatu Pertanda?
88 Pria yang Membagi Ingatannya
89 Pemain Kecapi
90 Ingatan Membekas, Kehancuran Kota Y-Karta
91 Bantuan Datang. Apakah Ini yang Terakhir Kalinya Bertemu Dengan Sima?
92 Dua Sayap Terukir, Bermimpi Buruk
93 Legenda Api Abadi yang Terkubur
94 Sosok yang Gagah Perkasa, Karura!
95 Wanita yang Keluar dari Liang Kuburnya
96 Pencarian Identitas Pemilik Rumah
97 Jasad Perempuan
98 Ingatan Kelam
99 Mantan Istri dan Anaknya
100 Pasar Berubah Menjadi Medan Perang
101 Datangnya Ketua Janu Irawan, Ternyata Ada Maksudnya
102 Pencuri
103 Kendali Api Abadi, Berada di Tangan Orion Sepenuhnya
104 Madeira
105 Ajakan Bergabung Chameleon
106 Hilangnya Harga Diri
107 Hancurnya Kediaman Gista
108 Kembali Ke Rumah
109 Pesan Chameleon
110 Pencarian Orion
111 Lost Contact
112 Datang Ke Markas Kelompok Chameleon
113 Bukan Untuk Bergabung Melainkan Mencari Malaikat Maut
114 Pertarungan Yang Membuat Neraka Terguncang
115 Kembali Ke Tubuh Asal, Orion Bangkit!
116 Mr. Iki Gentle
117 Penemuan-Serbuk Putih
118 Saling Memanfaatkan
119 Berkembangnya Api Abadi Menjadi Satu Alasan Untuknya Pergi
120 Anak yang Tersakiti
121 Berlatih Bersama Endaru
122 Permintaan Endaru
123 Belajar Hukum, Rencana Tindak Melemahkan Orang Dewasa
124 Guru Pengganti
125 Siswa Tahan Banting, Roni Sanjaya
126 Menenangkan Monster Dengan Monster
127 Roni Keluar Dari Sekolah?
128 Tawuran
129 Monster Lugu. Calon Anak Buah
130 Perubahan Sikap Roni
131 Bocah yang Bosan Hidup
132 Bertindak Kelewat Batas Jadi Disegani
133 Bunglon Itu Kembali Datang!
134 Perburuan Dalam Kota
135 Terjatuh Dalam Bayangan
136 Berbaris Dengan Para Elit
137 Rencana yang Berakhir Kacau
138 Perekrutan Paksa
139 Sandera
140 Sayap Api
141 Awal Dari Tragedi yang Akan Kembali Terulang
142 Pemancing, Jinan I
143 Pemancing, Jinan II
144 Korban Berjatuhan
145 Korban Berjatuhan
146 Mimpi Buruk
147 Misi Malam
148 Tuduhan Palsu
149 Pemanah
150 2 Musuh dan Racun
151 Musuh yang Terlihat
152 Kenangan Buruk
153 Ternyata Sudah Dikelabuhi
154 Momen Menegangkan
155 Wujud Ruh Chameleon I
156 Wujud Ruh Chameleon II
157 Dikepung pun Masih Bisa Melawan
158 Orion Menjadi Pengamat
159 Tubuh yang Diambil Alih
160 Fajar Telah Datang
161 Ade Dibuntuti
162 Diincar
163 Jalan Tikus
164 Hilangnya Ade
165 Teman, Katanya?
166 Malam Pertempuran Ke-2
167 Pasar Malam Berubah Menjadi Medan Pertempuran
168 Lingkaran Pengikat Jiwa
169 Amukan
170 Segala Teknik Yang Dikerahkan
171 Pengepungan
172 Mr. Iki Datang Terlambat
173 Ada yang Janggal
174 Jatuh
175 Orang yang Tak Ingin Ia Hadapi
176 Sulit Berhadapan dan Selalu Dihalangi
177 Pengejaran
178 Rumah Arutala, Lalu Ade yang Kembali Menghilang
179 Keberadaan, Menuju Luar Negri
180 Ramon
181 Runo
182 Endaru Tersesat
183 Pesta
184 Memanfaatkan
185 Terjebak di Ruang Bawah Tanah
186 Serangan Misterius
187 Emblem Priest
188 Ken I
189 Ken II
190 Saling Memberikan Keuntungan
191 Pelelangan
192 Barang Yang Dilelang, Darah Langka
193 Mengancam
194 Kekacauan Phantom Gank I
195 Kekacauan Phantom Gank II
196 Milion
197 Orang yang Familiar
198 Di Bawah Kendali Si Informan
199 Perbedaan Antara Amatir dan Pro
200 Sebuah Petunjuk
201 Ketua Meera Diincar!
202 Pertarungan yang Sengit I
203 Pertarungan yang Sengit II
204 Air Mancur
205 Museum
206 Bertemu Pemuda Pemancing Lagi
207 Memenuhi Undangan
208 Gerbong Kereta I
209 Gerbong Kereta II
210 Perseteruan, Tragedi Hampir Terjadi
211 Jinan Ditaklukan
212 Kota S-Frans
213 Kehilangan Endaru
214 Kemalangan Tiada Henti
215 Pertunjukan Opera I
216 Pertunjukkan Opera II & Tuan Gerhana Bulan
217 Orang yang Dicari
218 Kesepakatan Dengan Tuan Gerhana Bulan
219 Senjata Gelap
220 Perbatasan I
221 Perbatasan II
222 Bagian yang Sudah Tak Terjamah I
223 Bagian yang Sudah Tak Terjamah II
224 Pisau Kabut
225 Langit Gelap Terbentang, Rekan Ditemukan
226 Villa Di Tengah Padang Tandus I
227 Villa Di Tengah Padang Tandus II
228 Kebangkitan Misterius & Pencarian
229 Perampokan Pusat Perbelanjaan
230 Ade Disekap
231 Ade Disekap
232 Sarang Musuh, Iki dan Sera
233 Black Hole I
234 Black Hole I
235 Black Hole I
236 Black Hole II
237 Kota Cal-Forn, Hilangnya Ingatan Ketua Meera
238 Endaru Palsu
239 Pria yang Terhubung Dengan Darah
240 Kruger Gisan
241 Hilangnya Orion
242 Amukan Serta Kegelisahan
243 Menangkap Pemain Kecapi, Antonio
244 Mulai Sekarang Aku akan Memanggilmu "Ayah!"
245 Sinyal yang Menghilang
246 Gerhana Bulan Tutup Usia
247 Nicholas
248 Tangan yang Terpotong
249 Evolusi Chameleon
250 Pertarungan Mahanta dan Ketua Meera Melawan Sera dan Adi Caraka
251 Pertarungan Ramon dan Ketua Irawan
252 Perlawan Sengit Melawan Chameleon
253 Tujuan Terselubung
254 Runo si Pengecut
255 Pertempuran Di Dekat Jembatan
256 Mental yang Terluka
257 Kesombongan yang Terlahir Sejak Dini
258 Menyelinap Masuk Diam-Diam
259 Penyergapan Intens
260 Mahluk Absoult I
261 Mahluk Absoult II
262 Para Ketua
263 Mirana, Mengutuk
264 Karura, Legenda Api Abadi!
265 3 Sahabat
266 Takdir yang Menanti
Episodes

Updated 266 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Near-Death Experience
3
Gista Arutala-Kota J-Karta
4
Menghindar dan Nasib Sial Datang
5
Api yang Membara
6
Bergabung Dengan Grup Arutala
7
Bersekolah dan Mengintai
8
Bertemu Lily
9
Kekuatan Endy Terungkap
10
Pria Berkekuatan Listrik
11
Suatu Tindakan yang Merasa Bahwa Itu Benar
12
Ajar dan Latih I
13
Ajar dan Latih II
14
Teknik Memperluas Jangkauan Serang
15
Rencana Kepergian
16
Pertemuan Antar Ketua Grup
17
Kembar Tiga Mengesalkan
18
Harga Diri yang Jatuh
19
Masalah yang Terjadi Telah Menyebar Luas
20
Hawa Dingin, Mencekam
21
Pahlawan Kota, Endaru
22
Orion Vs Endaru
23
Merah Berdarah
24
Fakta yang Terbongkar Tanpa Disadari
25
Pesan Untuk Bertemu
26
Hari ini Musuh, Esoknya Berkawan
27
Saling Mengetahui dan Saling Berpura-pura Tidak Menyadari
28
Pada Akhirnya Penampilan Akan Menentukan Segalanya
29
Tugas Pertama-Putri Pejabat yang Kerasukan
30
Pria Berbayang
31
Identitas Jhon
32
Raiya Meera-Kota B-Karta
33
Cerita 30 Tahun Lalu Secara Singkat
34
Tunjukkan Kekuatanmu!
35
Lagi-lagi Jhon Datang!
36
Banyaknya Kekuatan Muncul
37
Jarum
38
Gedung Dengan Isi yang Kacau
39
Teknik-Pusaran & Rajam Duri
40
Pandangan Mematikan
41
Kemudi Jalan Tancap Gas
42
Bertahanlah, Orion!
43
Adi Caraka-Kota L-Karta
44
Rumah Sakit
45
Dr. Eka
46
Menghadapi Sebuah Kegilaan
47
Ancaman, Belenggu Hidup dan Mati
48
Kekuatan Baru, Bilah Pedang Merah!
49
Hanyalah Kematian
50
Makian Jhon, Amarah Orion Tersulut Kemudian
51
Tubuh yang Masih Lemah
52
Raka yang Menjemput Justru Hampir Dijemput Ajalnya
53
Bertarung Dengan Dokter Sinting
54
Endaru Telah Datang!
55
Kerja Sama Dengan Endaru
56
Ruang Tersembunyi Di Balik Ruang Terpisah
57
Sejarah Kuno Dunia NED, Benarkah Itu?
58
Perintah Mengintai Adi Caraka
59
Pertarungan Raka Dengan Ketua Caraka
60
Kekalahan, Misi Gagal
61
Gista Telah Sampai
62
Perasaan Tidak Nyaman
63
Kekalahan Telak Caraka?
64
Mata-Mata & Salah Satu Rekan Chameleon
65
Musuh Dalam Selimut, Tak Gentar Melawan Pondasi NED
66
Tipe Monster dan Ilusi
67
Sima
68
Anak Sekaligus Suami Pura-Pura
69
Keinginan Gista
70
Kafe Untuk Kopi Hitam
71
Gelap
72
Berhadapan Dengan Suatu Kekuatan yang Masih Belum Jelas
73
Tertangkap Sudah, Dalam Di Balik Kegelapan Kafe
74
Barista, Erik. Informasi Darah Langka yang Bocor
75
Resiko Dalam Keberuntungan
76
Informasi Orion Telah Dijual
77
Identitas Dicky
78
Ada yang Janggal
79
Chameleon yang Menyamar
80
Sima Kembali Datang dan Menyerang!
81
Interogasi Tak Berakhir Baik
82
Kota Y-Karta
83
Sergapan Malam
84
Kegigihan atau Obsesi Sima Dalam Serangan
85
Bukan Pejuang Namun Kuat
86
Api Abadi
87
Respon Api Abadi, Apakah Ini Suatu Pertanda?
88
Pria yang Membagi Ingatannya
89
Pemain Kecapi
90
Ingatan Membekas, Kehancuran Kota Y-Karta
91
Bantuan Datang. Apakah Ini yang Terakhir Kalinya Bertemu Dengan Sima?
92
Dua Sayap Terukir, Bermimpi Buruk
93
Legenda Api Abadi yang Terkubur
94
Sosok yang Gagah Perkasa, Karura!
95
Wanita yang Keluar dari Liang Kuburnya
96
Pencarian Identitas Pemilik Rumah
97
Jasad Perempuan
98
Ingatan Kelam
99
Mantan Istri dan Anaknya
100
Pasar Berubah Menjadi Medan Perang
101
Datangnya Ketua Janu Irawan, Ternyata Ada Maksudnya
102
Pencuri
103
Kendali Api Abadi, Berada di Tangan Orion Sepenuhnya
104
Madeira
105
Ajakan Bergabung Chameleon
106
Hilangnya Harga Diri
107
Hancurnya Kediaman Gista
108
Kembali Ke Rumah
109
Pesan Chameleon
110
Pencarian Orion
111
Lost Contact
112
Datang Ke Markas Kelompok Chameleon
113
Bukan Untuk Bergabung Melainkan Mencari Malaikat Maut
114
Pertarungan Yang Membuat Neraka Terguncang
115
Kembali Ke Tubuh Asal, Orion Bangkit!
116
Mr. Iki Gentle
117
Penemuan-Serbuk Putih
118
Saling Memanfaatkan
119
Berkembangnya Api Abadi Menjadi Satu Alasan Untuknya Pergi
120
Anak yang Tersakiti
121
Berlatih Bersama Endaru
122
Permintaan Endaru
123
Belajar Hukum, Rencana Tindak Melemahkan Orang Dewasa
124
Guru Pengganti
125
Siswa Tahan Banting, Roni Sanjaya
126
Menenangkan Monster Dengan Monster
127
Roni Keluar Dari Sekolah?
128
Tawuran
129
Monster Lugu. Calon Anak Buah
130
Perubahan Sikap Roni
131
Bocah yang Bosan Hidup
132
Bertindak Kelewat Batas Jadi Disegani
133
Bunglon Itu Kembali Datang!
134
Perburuan Dalam Kota
135
Terjatuh Dalam Bayangan
136
Berbaris Dengan Para Elit
137
Rencana yang Berakhir Kacau
138
Perekrutan Paksa
139
Sandera
140
Sayap Api
141
Awal Dari Tragedi yang Akan Kembali Terulang
142
Pemancing, Jinan I
143
Pemancing, Jinan II
144
Korban Berjatuhan
145
Korban Berjatuhan
146
Mimpi Buruk
147
Misi Malam
148
Tuduhan Palsu
149
Pemanah
150
2 Musuh dan Racun
151
Musuh yang Terlihat
152
Kenangan Buruk
153
Ternyata Sudah Dikelabuhi
154
Momen Menegangkan
155
Wujud Ruh Chameleon I
156
Wujud Ruh Chameleon II
157
Dikepung pun Masih Bisa Melawan
158
Orion Menjadi Pengamat
159
Tubuh yang Diambil Alih
160
Fajar Telah Datang
161
Ade Dibuntuti
162
Diincar
163
Jalan Tikus
164
Hilangnya Ade
165
Teman, Katanya?
166
Malam Pertempuran Ke-2
167
Pasar Malam Berubah Menjadi Medan Pertempuran
168
Lingkaran Pengikat Jiwa
169
Amukan
170
Segala Teknik Yang Dikerahkan
171
Pengepungan
172
Mr. Iki Datang Terlambat
173
Ada yang Janggal
174
Jatuh
175
Orang yang Tak Ingin Ia Hadapi
176
Sulit Berhadapan dan Selalu Dihalangi
177
Pengejaran
178
Rumah Arutala, Lalu Ade yang Kembali Menghilang
179
Keberadaan, Menuju Luar Negri
180
Ramon
181
Runo
182
Endaru Tersesat
183
Pesta
184
Memanfaatkan
185
Terjebak di Ruang Bawah Tanah
186
Serangan Misterius
187
Emblem Priest
188
Ken I
189
Ken II
190
Saling Memberikan Keuntungan
191
Pelelangan
192
Barang Yang Dilelang, Darah Langka
193
Mengancam
194
Kekacauan Phantom Gank I
195
Kekacauan Phantom Gank II
196
Milion
197
Orang yang Familiar
198
Di Bawah Kendali Si Informan
199
Perbedaan Antara Amatir dan Pro
200
Sebuah Petunjuk
201
Ketua Meera Diincar!
202
Pertarungan yang Sengit I
203
Pertarungan yang Sengit II
204
Air Mancur
205
Museum
206
Bertemu Pemuda Pemancing Lagi
207
Memenuhi Undangan
208
Gerbong Kereta I
209
Gerbong Kereta II
210
Perseteruan, Tragedi Hampir Terjadi
211
Jinan Ditaklukan
212
Kota S-Frans
213
Kehilangan Endaru
214
Kemalangan Tiada Henti
215
Pertunjukan Opera I
216
Pertunjukkan Opera II & Tuan Gerhana Bulan
217
Orang yang Dicari
218
Kesepakatan Dengan Tuan Gerhana Bulan
219
Senjata Gelap
220
Perbatasan I
221
Perbatasan II
222
Bagian yang Sudah Tak Terjamah I
223
Bagian yang Sudah Tak Terjamah II
224
Pisau Kabut
225
Langit Gelap Terbentang, Rekan Ditemukan
226
Villa Di Tengah Padang Tandus I
227
Villa Di Tengah Padang Tandus II
228
Kebangkitan Misterius & Pencarian
229
Perampokan Pusat Perbelanjaan
230
Ade Disekap
231
Ade Disekap
232
Sarang Musuh, Iki dan Sera
233
Black Hole I
234
Black Hole I
235
Black Hole I
236
Black Hole II
237
Kota Cal-Forn, Hilangnya Ingatan Ketua Meera
238
Endaru Palsu
239
Pria yang Terhubung Dengan Darah
240
Kruger Gisan
241
Hilangnya Orion
242
Amukan Serta Kegelisahan
243
Menangkap Pemain Kecapi, Antonio
244
Mulai Sekarang Aku akan Memanggilmu "Ayah!"
245
Sinyal yang Menghilang
246
Gerhana Bulan Tutup Usia
247
Nicholas
248
Tangan yang Terpotong
249
Evolusi Chameleon
250
Pertarungan Mahanta dan Ketua Meera Melawan Sera dan Adi Caraka
251
Pertarungan Ramon dan Ketua Irawan
252
Perlawan Sengit Melawan Chameleon
253
Tujuan Terselubung
254
Runo si Pengecut
255
Pertempuran Di Dekat Jembatan
256
Mental yang Terluka
257
Kesombongan yang Terlahir Sejak Dini
258
Menyelinap Masuk Diam-Diam
259
Penyergapan Intens
260
Mahluk Absoult I
261
Mahluk Absoult II
262
Para Ketua
263
Mirana, Mengutuk
264
Karura, Legenda Api Abadi!
265
3 Sahabat
266
Takdir yang Menanti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!