Ditempat lain, pak Wito pulang jam satu malam. Dia melewati jalan lain, agar tidak lewat kuburan lagi. Teringat beberapa hari lalu, saat motornya mogok dan terdengar suara menyeramkan.
Sekarang pak Wito melewati persawahan. Terang bulan bersinar diantara padi yang menguning. Hanya suara jangkrik yang terdengar di persembunyiannya.
Tiba-tiba, sesosok putih menghadang di jalannya.
Pak Wito terkejut bukan kepalang. Hampir dia jatuh dari motor saking kagetnya. Hingga hilang keseimbangan.
"Mbah Karti...." tiba-tiba pak Wito melihat sosoknya gentayangan.
"Wito.....selamatkan hartaku.... Wito..... selamatkan hartaku...."
Dan setelah mengatakan hal demikian, bayangan putih itu menghilang dalam sekali kesiapan mata.
"Astaga! Mbah Karti gentayangan. Aku harus segera pulang. Disini semakin tidak aman. Ada hantu dimana-mana," pak Wito segera melajukan motornya ngebut dan tidak mempedulikan keselamatan nya saking takutnya. Ingin rasanya segera sampai dirumah dan bersembunyi dibawah selimut.
"Ada apa pak? Kok ketakutan begitu?" tanya istrinya melihat suaminya masuk rumah dengan tangan gemetar dan wajah pucat. Keringat membasahi dahinya.
"Itu Bu, ada penampakan?"
"Penampakan apa pak? Paling itu cuma firasat bapak saja,"
"Ngga Bu. Ini betulan. Mbah Karti menampakkan diri didepan motor ditengah jalan,"
"Apa?"
"Iya Bu. Seumur hidup, baru kali ini bapak melihat mahluk halus,"
"Apa dia bilang sesuatu pak?"
"Benar Bu, Mbah Karti sepertinya tidak tenang karena semua tanahnya dijual dan uangnya di hambur-hambutkan oleh Alex dan Sinta,"
"Apa yang harus kita lakukan pak? Kenapa Mbah Karti menemui bapak? Ngga menemui mereka sekalian,"
"Nah, itu yang bapak ngga tahu Bu. Gimana ya Bu? Apa yang harus bapak lakukan? Karena kan, bapak ini orang lain. Jadi serba salah kalau ikut campur soal warisan," kata suaminya lalu minum air hangat.
Pak Wito dan istrinya berbicara hingga mereka akan tidur.
Ke esokan paginya, Alex mengundang pak Wito untuk menjadi saksi penjualan sawah yang ada dibelakang rumah Mila. Karena saat beli tanah itu, pak Wito lah saksinya. Dan karena Alex akan menjualnya maka dia butuh pak Wito lagi.
"Pak, saya mohon bapak mau menjadi saksi penjualan tanah ini," kata Alex sambil menyerahkan pulpen pada pak Wito.
Pak Wito gemetar karena teringat pada pesan Mbah Karti yang menghantuinya semalam.
"Maaf, Pak Alex. Saya tidak bisa. Orang lain saja," kata Pak Wito menolak ya.
"Nanti saya kasih dua persen pak. Kan lumayan kalau lakunya lima ratus juta, dua persen bisa buat jajan pak Wito," kata Alex.
"Tidak pak, saya tidak berani. Tadi malam, saya di temui Mbah Karti. Beliau tidak senang tanahnya dijual dan pesan sama saya, untuk mengatakan hal ini," kata Pak Wito pada Alex.
"Ya sudah pak. Kalau tidak mau. Tapi jangan berbicara yang aneh-aneh. Orang yang sudah mati, mana bisa bangkit lagi? Apalagi ngomong seperti itu?"
"Tapi saya tidak bohong pak Alex. Ini benar, bahkan di kuburan saya juga pernah mendengar suara tangisan mereka. Lalu batu nisan yang miring itu, itu karena mereka sedang memperingatkan kita dari alam mereka," kata Pak Wito.
"Ah, ngaco pak Wito ini. Jadi ngelantur kemana-mana. Kita ini berhak atas warisan ya Mbah Karti. Mau kita jual atau tidak, sebaiknya Pak Wito tidak usah ikut campur kalau soal ini. Kalau mau ya, jadi saksinya nanti saya kasih persen. Tapi tidak usah mengarang cerita takhayul tidak jelas,"
"Ya sudah pak, saya hanya ingin menyampaikan saja. Jika bapak tidak berkenan ya saya mohon maaf. Saya permisi."
Pak Wito pamit pulang. Dirinya digantikan orang lain untuk tanda tangan. Orang itu adalah kepala desa Kunti. Pak Jayan. Bahkan Pak Jayan juga mempunyai beberapa surat tanah milik Mbah Karti yang masih dia tahan karena suatu urusan dimasa lalu. Dan sampai sekarang semua saudaranya tidak ada yang tahu, jika Mbah Karti punya tanah di kampung Papringan.
Pak Jayan juga berniat menjualnya diam-diam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
neng ade
waduh .. sampai2 pak Katan pun mau jual ranah warisan mbah Kartu.. semua nya di jual
rapi ga ada yg bersedekah
2023-06-08
0
Azaidane Azaidane
pada rambutan eh rebutan maksud y.
2023-01-18
2
Siti Lestari
ok nih ceritanya
2022-11-07
0