Bab 11 Teror hantu

Setelah tahu dari tetangganya barusan, Frans lalu pulang dan menunggu kakaknya dirumah. Tidak lama kemudian, Alex dan Sinta datang sambil menyetir mobilnya pelan-pelan.

Setelah masuk, disapa oleh Frans.

"Wah, enak nih mobil baru," ucap Frans yang tidak tahu menahu Sola harta warisan Mbah Karti.

Selama ini dia tinggal di Jepang. Alex dan Sinta saling berpandangan.

"Hehe, iya, ini kami beli dari uang tabungan kami," kata Sinta mendahului suaminya.

"Benar yang dia istri ku katakan. Kalau kamu mau, kamu bisa pakai untuk jalan-jalan selama kamu disini," imbuh Alex.

"Tidak, hanya saja, aku mendengar kabar tidak sedap dari para warga sial harta warisan. Apa benar, jika kalian menjual harta warisan Mbah Karti?"

"Ohh, siapa bilang? Mereka para warga itu pada iri. Jangan dengarkan perkataan mereka. Mereka hanya mau mengadu domba. Udahlah, ayo mas, kita masuk kedalam, aku mau mandi," ucap Sinta menarik Alex suaminya.

Frans tertegun menatap mereka berdua. Dalam hati, sedikit curiga dengan sikap mereka.

Setahunya, kakaknya tidak punya uang sebanyak itu untuk membeli mobil. Bahkan saat dia di Jepang, sering pinjam uang dengannya.

Frans lalu keluar dan pergi ke rumah Mila untuk melihatnya.

Mila sedang menjemur kayu bakar, karena hari ini terik. Sejak kemarin hujan terus mengguyur. Tidak ada kayu bakar yang kering untuk memasak.

Satu persatu kayu itu dia susun dengan rapi agar terkena matahari sepenuhnya dan cepat kering. Nanti sore, dia akan menggunakan untuk masak besar. Dia akan mengirim dan bersedekah pada para tetangga.

"Boleh aku bantu?" Frans tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya.

Mila menoleh dan terkejut. Tapi dia hafal suara orang yang menyapanya. Karena memang beberapa hari ini, dia sering kali bertemu dengan Mila tanpa sengaja.

"Frans, apa yang kau lakukan disini?"

"Menemui mu? Biar aku bantu ya,"

"Ngga perlu. Aku bisa sendiri. Nanti tanganmu kasar, kamu kan orang kota,"

"Tapi aku bisa kok," Frans ngeyel dan mengambil kayu seperti yang Mila lakukan.

Frans melakukanya dengan cepat. Tumpukan kayu itu sekarang menjadi tipis dan kayu-kayu memenuhi halaman rumah Mila yang besar.

"Wanita hebat," puji Frans.

"Hebat apanya?"

"Ya kamu Kamu bisa melakukan tugas laki-laki. Apa namanya kalau tidak hebat," gurau Frans.

"Ini cuma hal kecil untuk gadis desa. Kami biasa melakukan semua ini. Dan tidak ada yang bilang hebat. Baru kamu yang mengatakannya, orang kota," Mila lalu melenggang melewati Frans dan mengambil beberapa tumpukan kayu untuk dia rapikan.

"Biar aku saja. Aku kuat bawa sebanyak itu," kata Frans saat melihat Mila memikul kayu sangat banyak untuk di bawa ke belakang rumah.

"Aku juga kuat. Aku bisa sendiri," Mila enggan dibantu olehnya. Karena dia terbiasa melakukan semuanya sendiri. Jadi tidak ada rasa berat dalam melakukannya.

"Apakah itu alasanmu belum menikah? Kau terbiasa melakukan semuanya sendiri seakan kau tidak butuh kami, para pria," Frans berjalan di samping Mila.

Mila menoleh dan kayu di kepalanya hampir merosot karena kesal saat Frans membicarakan hal yang privasi.

"OPS!" Frans menangkap kayu itu.

"Hampir jatuh!"

"Ini karena kamu!" kata Mila kesal.

"Aku penasaran dengan dirimu. Dan aku ingin lebih dekat denganmu? Boleh?"

"Tidak! Pergilah! Aku sedang sibuk," ucap Mila karena dia memang tidak suka dengan Alex, Sinta termasuk adiknya yang terus mengganggunya.

Malam hari.

Sinta sedang berada dikamarnya sendirian. Alex dan Frans keluar rumah untuk suatu hal.

Sinta merasakan ada bayangan hitam di balik pintu.

Sinta merinding lalu menyembunyikan dirinya di balik selimut karena ketakutan.

"Mas, cepat pulang, aku takut," kata Sinta menelpon suaminya dari dalam selimut.

"Ya, sebentar lagi," jawab suaminya lalu menutup telepon.

"Mas...." kata Sinta tapi teleponnya sudah ditutup.

Kembalikan hartaku......

Kembalikan hartaku......

Kembalikan hartaku....

Hihihi hihihi....

Suara itu dari jendela di luar kamar Sinta. Sinta tidak berani membuka selimutnya. Dia bahkan menutup kedua telinganya agar tidak mendengar suara yang menyeramkan itu.

"Seperti suara Mbah Karti...." Bisik Sinta lirih.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

baru awal gangguan nya .. rasakan itu

2023-06-08

0

Siti Lestari

Siti Lestari

aku setia baca kak

2022-11-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!