Bab 8 Sisi lain Frans

Frans disambut oleh kakaknya dan memeluknya karena sudah lama tidak bertemu. Frans bekerja di salah satu perusahaan elektronik di Jepang. Dan mendapat kabar jika Mbah Karti serta semua anak-anak nya telah tiada, maka Frans datang karena kontrak kerjanya sudah selesai disana dan tidak dia perpanjang lagi.

"Bagaimana? Tidak ingin balik kesana lagi?" tanya Alek kakaknya.

"Ngga, aku mau disini saja. Aku mau cari pendamping. Tidak enak hidup sendirian terus. Ngga ada yang mijitin," kata Frans sambil memetik buah anggur yang terhidang di meja.

"Oh mau God, aku lupa menemui gadis itu, ada yang harus aku kembalikan," kata Frans lalu pergi sebelum kakaknya sempat bertanya.

"Mau kemana dia ma? Kok buru-buru begitu?"

"Aku juga tidak tahu pa. Masa baru datang tapi sudah kenal sama orang sini, aneh," ujar Sinta sambil membereskan minuman diatas meja.

"Ketemu jodohnya kali ma," kata Alex pada istrinya.

"Ya, semoga saja,"

"Oh ya pa, hari ini aku mau shoping di mall. Papa mau pesan apa? Biar mama beliin," kata Sinta yang sudah gatal untuk membelanjakan uang milik mbah Karti yang ada di brangkas.

"Jam tangan bet merk ya ma, jam tangan papa sudah kuno. Ketinggalan jaman," kata suaminya sambil bersandar pada kursi yang empuk.

"Ya sudah, nanti mama beliin,"

"Kalau bisa perginya jangan sampai dilihat tetangga ma, nanti pada gosip lagi. Mereka kan pada itu sama kita. Mentang-mentang kita dapat warisan banyak, mereka berkata yang enggak-enggak dan pada belain Mila si pembantu itu," kata Alex nyinyir.

"Biarin aja pa. Ngga usah di peduliin. Yang penting, kita nikmati hidup kita aja. Lagian, mereka cuma bisa ngomong di belakang kita. Mana berani ngomong didepan. Sudah ah, mama mau dandan,"

Sinta lalu masuk kekamar bekas Mbah Karti yang sudah dia cat ulang sesuai seleranya. Dan mengganti beberapa hiasan dinding dengan yang baru.

Yang lama dia taruh di gudang.

Mila akan keluar untuk mandi di sungai. Entah kenapa santainya mati dan airnya tidak bisa menyala. Terpaksa dia akan mandi di sungai.

Tiba-tiba berpapasan dengan Frans dijalan setapak.

"Mila, mau kemana?" tanya Frans mendekat dan melihat Mila membawa handuk.

"Mandi,"

"Mandi? Kok kesini?"

"Ya mau kemana lagi. Ini jalan ke sungai. Aku akan mandi. Kamu mau kemana?" Mila tetap berjalan karena udah agak mendung dan sebentar lagi mungkin hujan.

"Mengembalikan ini," ucap Frans menyerahkan payung pada Mila.

"Ohh, ya sudah, aku buru-buru, dan mau hujan," Mila lalu mengambil payung itu dan meneruskan jalannya.

Frans malah mengikutinya di belakangnya.

Mila menoleh dan kaget karena Frans berjalan dibelakangnya.

"Pergi sana. Untuk apa mengikutiku?" Mila jengah di ikuti seperti itu oleh pria yang tidak dia kenal akrab.

"Aku juga mau ke sungai. Ingin merasakan gimana rasanya mandi di sungai,"

"Mau ngintip ya?" Tegur Mila karena kesal di ikuti olehnya.

"Kok gitu sih? Aku mau mandi. Betulan. Dan sebenarnya, aku pulang dan datang kesini mau cari calon istri," kata Frans terus terang dan entah kenapa dia mengutarakan niatnya pada Mila.

"Ohh, ya sudah, kamu kumpulin saja gadis dikampung ini. Lalu kamu pilih salah satu diantar mereka. Dan ohh ya, kenapa kau katakan hal itu padaku? Kita baru kenal, seharusnya kau tidak terlalu terbuka demikian. Karena menurutku itu tidak sopan," Mila mempercepat langkahnya.

"Aku tertarik melihatmu pertama kali," kata Frans yang terbiasa berterus terang.

"Tapi aku tidak," kata Mila agar Frans pergi menjauhinya. Dia benar-benar tidak suka dengan semua saudara Mbah Karti yang pada mata duitan.

Apalagi, Frans ini adalah adik dari Alex dan Sinta. Dua orang ini, yang paling dia benci, karena sudah menghinanya dan merendahkannya.

"Aku semakin tertarik padamu," kata Frans saat melihat Mila berbeda dengan gadis lainnya. Hampir semua gadis akan klepek-klepek melihat tampangnya, namun Mila sama sekali tidak tertarik dengan ketampanannya. Dan hal itu memicu rasa penasaran dari Frans tentang sosok Mila.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!