Angin berhembus dengan kencang, Pintu balkon tiba-tiba saja terbuka, Dinda yang awalnya tidur terpaksa bangun untuk menutup pintu balkon yang membiarkan angin masuk dengan bebasnya.
'Aku ingin, pintu itu terkunci kok sekarang terbuka, atau aku yang salah ingat ya?'gumam Dinda sambil mengingat-ingat .
Dinda segera turun dari ranjang dan menuju pintu tersebut. Saat hendak meraih kenop pintu Dinda menyadari ada seseorang tengah berdiri di balkon.
"Mas Sultan." panggil Dinda dan seketika lelaki itu menoleh dan benar saja Dinda melihat sosok suaminya sedang berdiri di balkon. Dinda langsung menghampiri dan memeluknya dengan erat meluapkan kerinduannya yang sudah tidak terbendung.
"Mas, aku sangat merindukanmu."ucap Dinda dengan Isak tangisnya.
"Aku juga sayang, Kenapa kamu pergi meninggalkan aku sendirian. Aku menunggu mu, aku merindukan kamu. Aku datang kemari untuk menjenguk kamu dan anak kita Rasya." ucap Sultan.
"Maafkan aku mas, bukan maksudku meninggalkan kamu mas. Kamu yang jahat, mengingkari janji. Mas bilang mau nungguin anak kita, tapi kenapa mas malah ninggalin anak kita."
"Aku tidak meninggalkan kamu, aku ada bersamamu. Tapi kamu malah memilih pergi. Aku menunggumu sepanjang waktu berharap kamu kembali. Bisakah aku bertemu dengan Rasya, aku ingin melihat Anakku." ucap Sultan dengan wajah pucatnya.
" Iya mas, akan aku antarkan kamu bertemu dengannya." Dengan bahagia, Dinda menarik tangan Sultan dan membawanya masuk, lalu ia mengantarkan ke kamar Rasya yang berada di sebelah kamarnya. Dinda dan sultan menghampiri Rasya yang tengah terlelap dalam tidurnya.
Sultan mengecup keningnya dan mengusap pucuk rambutnya.
"Dia merindukan kamu mas, dia ingin mendapatkan kasih sayang seorang ayah yang selama ini tidak pernah dia dapatkan. Maafkan aku mas, aku sudah salah, tidak pernah mengungkit tentang dirimu, aku hanya belum siap mas."
"Aku tidak menyalakan mu, Itu pilihanmu. Aku sudah melepaskan semua ikatan denganmu sejak aku menjadikan kamu Janda. Dinda bisakah aku meminta satu permintaan terakhir, sebelum aku pergi."
"Mas mau pergi kemana lagi, bukankah mas mencintai aku dan Rasya, lalu kenapa mas harus pergi. Jangan pergi mas jangan tinggalkan aku lagi. Aku mohon." ucap Dinda sambil menggenggam tangan suaminya.
Namun Sultan tetap menggeleng,"Menikahlah dengan Raja, dan katakan pada Rasya jika Raja adalah ayah kandungnya, Kerena dia yang akan menggantikan aku sebagai ayahnya. Aku tau kamu tidak yakin padanya. Percayalah sayang, Raja akan menjadi sosok suami dan ayah yang baik. Aku akan bahagia jika kamu mau menikah dengannya. Ini permintaan terakhirku, agar aku bisa pergi dengan tenang. Aku mohon turuti permintaan terakhir ku." ucap Sultan.
"Tidak mas, aku tidak mau."
"Jika kamu mencintaiku, menikahlah dengannya." Sultan terus memaksa Dinda untuk mengatakan iya.
"Baiklah mas, jika itu permintaanmu. Aku akan menikah dengannya, tapi aku tidak bisa berjanji apakah aku bisa bertahan cukup lama dengannya. " Mendengar persetujuan Dinda, Sultan kembali tersenyum.
"Terimakasih sudah mengabulkan permintaanku. Sudah waktunya aku pergi sayang, jaga dirimu dan anak kita." Sultan pun melepas genggaman tangan Dinda dan melangkah pergi.
Kaki Dinda terasa kaku, tak dapat bergerak saat berusaha untuk mengejar Sultan.
"Jangan pergi mas, jangan tinggalkan aku lagi . Mas... jangan pergi ..." teriak Dinda berusaha menahan Sultan.
"Jangan pergi mas, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku lagi. Mas..."
"Nyonya, apa nyonya baik-baik saja." ucap pelayan di balik pintu, saat mendengar Dinda teriak-teriak seorang diri.
Ketukan tersebut mengejutkan Dinda, dan membuat Dinda terbangun." Jangan pergi mas." ucap Dinda sebelum terbangun. Dinda menoleh ke kiri dan ke kanan namun dia menyadari ternyata apa yang dia lihat hanyalah mimpi. Dinda mengusap wajahnya menyadarkan diri dari mimpinya.
Mengingat mimpinya Dinda pun terisak dalam tangisnya, mimpinya terasa begitu nyata.
"Apakah kamu benar-benar menginginkan aku menikah dengan Raja mas, sampai kamu memintanya lagi." gumam Dinda, tanpa memperdulikan pelayan yang berulang kali mengetuk.
To be continued ☺️☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Umine LulubagirAwi
mngkn itu prtnda dinda.
2022-11-29
0
Kurniaty
Terima saja Dinda demi Rasya.
Sukses thoor & lanjut.
2022-11-28
0