Bab 19

Dinda segera menghampiri Raja dan Rasya yang sudah menunggu dirinya sedari tadi.

"Maaf aku agak lama. Karena harus menyelesaikan masalah yang di buat Rasya. Rasya tidak boleh bikin ulah lagi. Rasya punya mulut yang berfungsi untuk bicara kan. Gunakan itu untuk mengatakan sesuatu kalau Rasya sudah bosan." ucap Dinda saat masuk ke dalam mobil. Rasya hanya tertunduk merasa bersalah karena sudah membuat mamanya marah.

"Harus bilang apa kalau Rasya salah?" ucap Raja tiba-tiba.

"Maafkan Rasya ma, Rasya janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Rasya membuat Dinda benar-benar tersentuh.

Dinda memperhatikan dua wajah pria yang ada di dekatnya, mereka sangat mirip dan terlihat begitu dekat.

'Apakah aku salah, jika ingin memisahkan mereka? melihat kedekatan keduanya kenapa aku merasa terlalu jahat jika membuat keduanya saling membenci. Mungkin apa yang di katakan kakak benar, aku harus mencoba untuk memberi kesempatan padanya dan berusaha membuka hati menerima. Mungkin amanat yang di tinggalkan mas Sultan bukan semata-mata takut laki-laki pengganti dirinya tidak bisa menyayangi putranya, tapi juga karena mas Sultan mempercayai dan yakin bisa menggantikan sosok dirinya sebagai seorang ayah untuk rasya.' Gumam Dinda dalam hati sampai tak sadar jika Raja sudah memanggil namanya tiga kali.

"Mama...," panggil Rasya setengah berteriak.

"Eeemmm, i-iya ada apa sayang?" tanya Dinda gagap.

"Mama, papa sudah memanggil mama berulang kali tapi mama gak jawab." jelas Rasya. Dinda langsung mengerutkan keningnya tak merasa mendengar panggilannya. Ia pun menoleh ke ke arah Raja yang sekarang sibuk dengan posenya dan belum pergi dari parkiran perusahaan kakaknya.

"Apa kamu memanggilku?" tanya Dinda memberanikan diri.

"Eemmm, kita mau kemana? apa kita akan tetap di sini sampai malam nanti." ucap Raja tanpa menoleh.

Melihat hari masih siang, Dinda pun berfikir ingin membawa Rasya bermain kesalahsatu tempat bermain yang pernah ingin di kunjungi Sultan untuk membawa anaknya.

Raja sayang menggantikan tugas menjadi Sopir pun segera melaju menuju taman bermain di pusat kota dan juga kalinya Dinda membawa Rasya untuk bermain.

Sesampainya di wahana bermain dan edukasi untuk anak-anak, rasa kagum dan gembira langsung Rasya luapkan, "Mama, papa, ayo masuk, Rasya sudah gak sabar pengen main." Ajak Rasya sambil menarik tangan Dinda dan Raja.

"Bisakah kamu menemani Rasya bermain?" tanya Dinda pada Raja.

"Main?!" ucap Raja sambil mengerutkan keningnya lalu melirik Rasya yang memelas.

"Emm, Baiklah. Apa kamu tidak ikut serta?"

"Aku akan menonton saja, tolong jaga kan Rasya untukku." ucap Dinda.

Rasya pun segera menarik Raja untuk masuk dan bermain bersama. Raja segera membeli tiket untuk masuk wahana sambil menggegam tangan Rasya yang tidak sabar untuk pergi, sedangkan Dinda membuntuti dari belakang. Ia ingin melatih seberapa sayang Raja pada putranya dan juga seberapa dekat keduanya.

Berbagai macam wahana permainan di coba Rasya bersama dengan Raja, mereka begitu bahagia dalam kebersamaannya. Dinda yang hanya melihat tak menyadari jika dirinya tersenyum melihat keduanya begitu kompak dan begitu bahagia.

Raja menyadari dirinya di perhatikan, segera menghapus Dinda yang sedari tadi berdiri dan membiarkan Rasya tetap bermain.

"Sekarang apa kamu bisa yakin, kalau aku bisa menjadi ayah buat Rasya? tanya Raja dan berdiri di samping Dinda sambil memperhatikan Rasya yang terus bermain.

"Belum, aku belum bisa yakin. Mungkin saat ini kamu bisa bersikap baik padanya, tapi apakah nanti cintamu akan tetap sama padanya?" jawab Dinda.

"Sebegitu ragunya kah kamu padaku? katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar aku bisa meyakinkan kamu kalau aku tidak akan mengecewakan kamu."

"Entahlah, kedatangan mu tiba-tiba dan langsung mendekati Rasya membuatku menjadi ragu. Seakan kamu muncul karena ada maunya." jawab Dinda.

"Aku tak tau tentang dirimu dan masa laluku, dan aku juga tak tau sifat aslimu jadi butuh waktu untukku untuk mengatakan iya. Bukan maksudku untuk mengingkari sebuah amanat, tapi ini hidupku dan masa depan anakku. Aku harap aku bisa mengerti itu." Imbuh Dinda lalu beranjak pergi menghampiri Rasya untuk di ajak pulang.

Tak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulut Raja, mungkin apa yang dikatakan Dinda ada benarnya. Saat ini satu-satunya cara untuk mendapatkan hati Dinda yaitu dengan mendekati Rasya.

Setelah puas jalan-jalan, mereka pun segera pulang, karena Rasya sudah lelah, bahkan ia sampai ketiduran di pangkuan Dinda. Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan tak ada yang mau membuka pembicaraan terlebih dahulu.

To be continued ☺️☺️☺️

Terpopuler

Comments

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

Dinda sbar ya? psti ada jln

2022-11-29

0

Kurniaty

Kurniaty

Semoga raja tulus menyayangi Rasya & Dinda dengan tulus,bukan tuk balas dendam karna gagal nikah akibat ulah dari sultan
Sukses thoor & lanjut.

2022-11-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!