Keesokan harinya Robert datang ke rumah Dinda untuk menjemput Rasya, untuk mendapatkan persetujuan Rasya.
Robert memperhatikan Dinda dan matanya terlihat sembab, " Kamu kenapa Din? apa kamu habis menangis?" tanya Robert.
"Aku gak papa kak, Aku hanya kepikiran mengenai Rasya. Dia mengira kalau Raja itu papanya, aku bingung bagaimana menjelaskannya di tambah lagi, Raja tiba-tiba datang dan menuduhku sebagai penyebab pernikahannya gagal. Padahal aku gak tau apa-apa kak, kakak tau sendiri kan semenjak mas Sultan sadar dan dia kembali ke Amerika aku tidak pernah lagi bertemu dengannya, lalu kenapa dia tiba-tiba melimpah semua kesalahan padaku?" Jelas Dinda yang masih tak paham.
"Apa Raja ada menemuimu?" tanya Robert dan Dinda mengangguk.
"Tadi malam dia tiba-tiba muncul, entah tau darimana alamat rumah ini dan langsung menemui Rasya yang saat itu sedang berdebat denganku. Aku tak tau apa yang mereka bicarakan yang jelas itu membuatku kuatir."
Robert mengusap pundak adiknya untuk menguatkan, "Sebenarnya selama kamu pergi dari kota ini, Raja kembali untuk mencari mu, dia pernah datang menemui ku untuk memberitahu keberadaan mu, tapi aku tidak memberitahunya karena aku yakin kamu jadi juga tidak ingin melihatnya. Lebih baik kamu bicara dengannya agar semuanya lebih jelas, yang aku dengar Raja sudah tiga kali gagal menikah." jelas Robert.
"Apa?!"
Melihat Rasya sudah selesai bersiap, Robert pun bergegas membawa Rasya pergi, namun sebelum Rasya pergi, Rasya sempat berbisik pada mamanya, jika Raja akan datang menemui mamanya pukul sepuluh pagi.
Dan benar saja Raja datang ke rumah Dinda jam sepuluh pagi, saat itu Dinda sedang bersantai di temani ikat koi yang berenang di di kolam.
"Eeemmm," Raja berdehem yang mengejutkan Dinda, segera saja Dinda bangkit berdiri.
"Kau, apa yang kamu lakukan disini, berani sekali kamu menerobos masuk rumahku tanpa ini." ucap Dinda dengan nada tinggi sambil menunjuk Raja.
Tanpa bicara Raja menarik tangan Dinda yang menunjuk dirinya dan membawanya kedalam pelukannya, seketika Raja tanpa permisi mendaratkan ciuman bibir, membuat Dinda seketika membulatkan matanya karena terkejut dengan serangan Raja tiba-tiba.
Dinda berusaha meronta tapi Raja masih belum mau melepaskannya. Kejadian itu pun tanpa sengaja di lihat pelayan yang hendak mengantarkan minuman. Seketika Raja melepaskannya.
Dinda segera mengatur nafasnya setelah kehabisan nafas akibat ulah Raja.
Plakkkk!!!
Dinda menampar pipi Raja, atas sikapnya yang lancang.
"Berani sekali kamu mencium ku tiba-tiba. Kamu memang benar-benar tidak tau malu." teriak Dinda dengan kesal.
Raja sempat mengepalkan tangannya ingin marah, namun segera ia pendam lagi, setiap ingat semua amat kakaknya. Raja pun berusaha tersenyum dan kembali mendekati Dinda.
"Kenapa kamu marah? Bukankah kita akan menikah."
"Apa kamu bilang menikah? jangan harap aku mau menikah denganmu. Sampai kapanpun aku tidak sudi menikah denganmu. Aku membencimu apa kamu tau, setiap melihat kamu aku selalu mengingat saudaramu. please tolong jangan ganggu hidupku, bagaimana aku bisa menjalani hidup normal jika kamu terus saja muncul di hadapanku."
"Apa kamu lupa dengan amanat Sultan? aku rasa tidak. Jika dia menginginkan kamu menikah denganku, ia kan? kamu tidak lupa kan. Begitu juga denganku. Aku hanya menjalankan amat Sultan untuk mengantikan dia menjadi ayah Rasya dan juga suamimu untuk menjagamu. Apa aku salah menjalankan amanat itu?"
"Tidak, aku tidak mau. Menikah denganmu. cintaku hanya untuk mas Sultan dan tidak akan pernah kau bagikan kepada orang lain termasuk kamu." tolak Dinda.
"Kalau begitu aku akan terus membuatmu untuk mengatakan ia, dan aku akan menjalankan amanat Sultan, tak perduli jika kamu seribu kali menolak." jawab Raja.
"Terserah aku tidak perduli, lebih baik kamu pergi diri sini dan jangan pernah muncul lagi. Aku tidak perduli lagi." ucap Dinda dan berjalan masuk.
Raja hanya bisa menyeringai menatap punggung Dinda yang terus berjalan menjauh.
"Sebenarnya aku juga tidak sudi melakukan ini semuanya, jika kamu tau daftar semua yang ingin dilakukan Sultan yang harus aku lakukan. Kalau kamu tau, gara-gara aku menolaknya amanatnya, dia meneror ku bahkan membuatku batal menikah tiga kali.
Aku akan menjadi bayangan Sultan, Sampai semua keinginannya terwujud. Maaf jika aku akan terus mengganggumu." gumam Raja lalu masuk untuk menghampiri Dinda lagi.
To Be continued ☺️☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Umine LulubagirAwi
kasian dinda, dsdutkn raja trs.
2022-11-29
0
Kurniaty
Pantas saja raja gagal nikah ternyata itu ulah sultan yang menerornya,jangan jadikan Dinda lampiasan kemarahanmu ya raja karna ulah saudara kembarmu.
Sukses thoor & lanjut.
2022-11-21
0