Part 13

Tak mampu, hidup dalam kenangan terus menerus. Dinda pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah suaminya. Walaupun Mahendra dan Pangeran mencoba menahan, namun alasan Dinda jauh lebih kuat.

Mereka pun hanya bisa membiarkan Dinda pergi dengan kandungannya yang sudah besar. Dinda memutuskan untuk pergi ketempat dimana ia bisa memulai hidup baru.

"Dinda, Ikutlah dengan kakak, kita ke Amerika dan memulai hidup barumu di sana. Jika kamu tetap di sini siapa yang akan menjagamu?"

"Tidak kak? Di sana bukan rumahku juga, biarkan aku tetap disini dan membesarkan anakku. Jika nanti sudah tiba waktunya, kau boleh datang untuk mengambilnya. Tapi untuk saat ini jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Aku tidak mau bertemu dengan orang-orang yang pernah masuk dalam hidupku sebelumnya." Jawab Dinda berusaha kuat.

"Baiklah jika itu bisa membuatmu lebih baik. Aku akan mengirim seseorang untuk menjagamu. Dan nanti jika waktunya tiba, Kamu harus siap jika aku menjemputmu. Jaga dirimu baik-baik, jika kamu butuh sesuatu hubungi Aldi dia akan memberikan semua yang kau butuhkan. Kakak akan kembali ke Amerika untuk menikah, dan akan kembali pada waktunya." Robert pun mengusap pucuk rambut adiknya lalu memeluknya sebelum ia pergi meninggalkan adiknya di sebuah kota kecil tempat tinggal orang tuanya sebelum meninggal.

⭐⭐⭐⭐⭐

Waktu begitu cepat berlalu, enam tahun sudah Dinda hidup menyendiri, membesarkan buah hatinya. Rasya nama yang dia berikan untuk putranya yang kini tumbuh menjadi anak yang tampan.

"Mama, Rasya lapar. Bisakah mama mengurus anakmu yang kelaparan ini dulu sebelum mengurus bunga." Protes Rasya.

"Tunggu sebentar, lima menit lagi mama selesai, Rasya tunggu di meja makan dulu ya." Jawab Dinda seraya menyiram bunga.

Rasya pun berjalan ke dapur dan duduk di meja makan, meletakkan kepalanya di atas meja, sambil menunggu sang mama datang mengurus dirinya.

"Maaf sayang, harus menunggu," ucap Dinda Seraya mencium kening putranya dan segera menyiapkan sarapan untuknya.

"Mama, Apa mama lupa?" Tanya Rasya seraya mengunyah nasi goreng di mulutnya.

"Lupa! Apa yang sudah mama lewatkan sayang?"

"Ma-ma, Sekarang tanggal berapa? Apa mama sudah lupa dengan ulang tahunku? Kenapa mama selalu melupakannya, Bahkan kue ulang tahun untuk Rasya pun tak pernah ada."

Seketika Dinda terdiam dan memandang putranya yang kini sudah besar. Dinda takut, setelah hari ini Semuanya akan berubah dan waktu untuk bersama pun akan berkurang.

"Mama, kenapa mama melamun?" tegur Rasya saat mendapati mamanya terdiam tak menjawab kata-katanya.

"I-iya, maafkan mama sayang. Rasya mau kado apa dari mama?"

"Rasya mau ini." Rasya mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya dan menyerahkannya kepada mamanya. " Rasya mau bertemu papa." pinta Rasya membuat jantung Dinda seakan berhenti berdetak. Dinda segera mengambil foto yang di serahkan Rasya dan ternyata itu adalah foto suaminya yang di ambil Dinda.

"Darimana kamu dapat foto ini Rasya?"

"Dari kamar mama, Rasya menemukannya sudah lama. Apa itu Papa? Dimana Papanya Rasya ma? Kenapa kita tinggal hanya berdua saja. Rasya mau ketemu papa ma, Rasya mau bilang sama papa kalau Rasya mau dibelikan mobil-mobilan Sama papa."

"Rasya, sudah mama katakan kalau papa sudah meninggal sebelum kamu lahir. Jadi Rasya gak akan bisa bertemu papa lagi. Tapi kan Rasya masih punya mama yang selalu ada di samping Rasya."

"Mama bohong kan, Papa belum meninggal kan. Kalau papa sudah meninggal di mana kuburannya? Teman Rasya bilang, Kalau orang sudah meninggal pasti ada makamnya. Terus kenapa mama gak pernah ajak Rasya ke makam papa. Mama bohong kan?"

Memang dari sejak lahir sampai usianya enam tahun, Dinda tak pernah datang ke makam suaminya dan ia pun tak pernah menceritakan semua tentang papanya. Dinda hanya bilang jika papanya sudah meninggal, menunjukkan fotonya kepada buah hatinya pun tak pernah.

Seketika Dinda menitikkan air matanya, Saat sadar, jika dirinya sudah mengingkari janji- janji yang dia ucapkan kepada suaminya. Dinda benar-benar tidak mampu untuk menceritakan kembali kenangannya kepada sang buah hati.

Dinda segera memeluk Rasya dan menumpahkan air matanya.

"Maafkan mama nak, maafkan Mama, yang tidak pernah membawamu ke makam papa, maafkan mama yang tidak menceritakan semuanya padamu. Mama benar-benar belum siap jika harus mengingat kenangan bersama papamu, hiks... hiks..."

Rasya pun memeluk sang mama, walaupun ia tak tahu maksud dari mamanya. "Jangan menangis lagi ma, Rasya minta maaf kalau permintaan Rasya buat mama menangis. Rasya janji tidak akan bertanya tentang papa lagi dan Rasya juga janji tidak akan membuat mama menangis lagi."

Dinda segera melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya, "Tidak sayang, kamu tidak perlu minta maaf, mama yang salah. Seharusnya mama menepati janji mama. Untuk mengatakan semuanya padamu. Apa Rasya ingin pergi ke makam papa? Jika Rasya ingin, kita akan pergi ke sana. Tapi perjalan kita cukup jauh. Butuh waktu satu hari untuk sampai di kesana? Apa Rasya sanggup?" tanya Dinda yang sudah membulatkan niatnya untuk datang ke makam suaminya bersama Rasya, dan berharap suaminya mau memaafkan karena tak pernah datang mengunjungi makamnya.

Mereka pun segera bersiap untuk berangkat menuju kota, Namun saat membuka pintu Dinda di kejutkan dengan beberapa orang dengan berpakaian hitam berdiri di depan pintu. Rasya yang melihat langsung bersembunyi di belakang Dinda.

"Ma, Rasya takut." ucap Rasya.

"Kalian siapa? Ada perlu apa datang kemari?" tanya Dinda sedikit takut.

"Kami di perintahkan untuk datang menjemput tuan muda." Ucap salah seorang.

"Siapa yang menyuruh kalian?"

"Aku..." ucap seorang baru keluar dari dalam Mobil.

...To Be Continued ☺️☺️☺️...

Terpopuler

Comments

Nanik Lestari

Nanik Lestari

Baru kali ini, ada cerita yg karakter perempuannya sangat saya tidak suka

2022-11-13

0

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

siapa tuh?
Robert ya?

2022-11-01

0

Susi Soamole

Susi Soamole

lanjut

2022-11-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!