Dokter pun memutuskan Sultan untuk di pindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat, karena saat ini yang dibutuhkan hanyalah dukungan keluarganya.
Tak ada harapan untuk Sultan bisa di sembuhkan lagi. Namun sang dokter hanya bicara kepada Mahendra dan tidak memberitahu Dinda alasannya.
Setelah di pindahkan Dokter pun mengizinkan Dinda untuk menemui suaminya, Dinda pun langsung menghampiri tubuh yang terbaring tak berdaya dengan banyak selang infus ditubuhnya dalam keadaan koma, dan tidak bisa di pastikan sampai kapan Sultan akan sadar.
"Mas, kenapa mas lakukan ini padaku, aku tak menginginkannya jika tahu mas menderita seperti ini. Mas aku mohon bertahanlah. Aku belum siap kehilanganmu. Mas sudah janji padaku, akan selalu ada di sini ku dan akan selalu membuatku tertawa, tapi sekarang mas malah membuatku tak berhenti menangis. Mas bangun, aku mohon."
"Mas, Cepat sadar, jangan tinggalkan aku sendirian." Dinda pun terisak.
Pangeran yang merasa kasian melihat kakak iparnya, memutuskan untuk menghampirinya dan membujuknya untuk pulang.
"Kakak lebih baik kakak pulang dulu, biar pangeran yang menjaga Kak Sultan."
"Tidak pangeran! Aku mau menjaga mas Sultan, aku gak mau saat mas Sultan bangun aku tidak ada disampingnya, lebih baik pangeran bawa papa pulang untuk istirahat aku gak papa."
"Baiklah, aku akan mengantar papa pulang dulu nanti aku kembali menemani kakak menjaga Mas Sultan." ucap pangeran dan Dinda pun mengangguk.
Sepanjang hari Dinda menemani Sultan dan duduk di sampingnya. Tak pernah beranjak dari posisinya duduk. Dinda takut, dia takut disaat dirinya pergi, suaminya bangun dan tidak mendapatinya ada di sampingnya.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan sudah kembali malam, namun Dinda tetap terjaga.
"Kak tidurlah, biar Aku yang menjaga Kak Sultan, nanti kalau Kak Sultan bangun aku pasti bangunin kakak," Bujuk Pangeran, yang membuat Dinda mengiyakannya.
Dinda pun berpindah ke sofa dan membaringkan tubuhnya disana, karena sudah terlalu lelah, setelah sepanjang hari menjaga Sultan.
*******
Saat pagi menjelang, Dinda kembali di serang rasa mual dan ia pun bergegas pergi ke toilet untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Kak, kamu Kenapa?" tanya pangeran yang tampak kuatir melihat kondisi Dinda yang agak pucat.
"Aku gak papa, hanya mual saja." saut Dinda.
"Kakak harus periksa ke dokter. Aku takut kakak kenapa-kenapa, disaat kak Sultan sedang koma."ucap pangeran yang terus mencemaskan kakak iparnya.
"Iya, nanti aku akan periksa."
"Oya kak, Kakak bisa aku tinggal sebentar tidak? Aku mau pergi ke bandara. Papa juga sebentar lagi ke sini."
"Mau jemput siapa di bandara?" tanya Dinda.
"Mau jemput kak Raja,dia datang dari Amerika."
"Oohhh, Oiya kakak boleh nitip sesuatu gak?"
"mau nitip apa?"
"Kakak,pengen makan mangga muda, kamu bisa belikan buat kakak kan?"
"Ya Tuhan, apa kakak ini lagi ngidam, minta di carikan mangga muda segala. Baik nanti aku belikan dan mudah-mudahan ada. aku
pamit dulu ya kak." Pangeran pun keluar dari bangsal, meninggalkan Dinda sendirian.
Setelah pangeran pergi saat Dinda kembali mengingat ucapan adik iparnya, apa dia sedang hamil? Namun pikiran itu segera ditepis karena Dinda tak yakin.
*********
Di bandara pangeran sedang menunggu pesawat yang ditumpangi Raja landing agar ia bisa bertemu dengan kakaknya.
Setelah menunggu dua puluh menit, pesawat komersial yang di tumpangi Raja pun landing dan sosok yang ditunggu Pangeran pun muncul.
Sesosok pria yang berperawakan tinggi sedang menarik koper, berjalan menghampiri pangeran yang sudah menunggu dirinya.
"Kak Raja." panggil pangeran dan Raja pun melambaikan tangan.
"Hallo Pangandaran,apa kabar?" sapa Raja.
"Baik kak." Pangeran pun segera mengajak Raja ke mobilnya, agar bisa segera membawanya menemui papanya.
"Mama kenapa gak ikut serta kak? padahal aku rindu ingin bertemu dengan mama." tanya pangeran sambil mengemudi mobilnya.
"Mama sedang sibuk dan pekerjaannya tidak bisa di tinggalkan. Jadi mama tidak bisa ikut." Jelas Raja.
"Mama, masih saja tidak berubah tidak pernah peduli pada kami." Saut Pangeran kecewa.
"Jangan salahkan mama. Mama juga sangat sedih gak bisa ikutan, padahal mama sudah bersiap."
Di tengah perjalanan Pangeran menghentikan mobilnya di salah satu supermarket untuk membelikan pesanan kakak iparnya.
"Aku ke dalam dulu kak, mau cari mangga muda pesanan kakak ipar. Kakak mau pesan sesuatu?" tanya pangeran sebelum masuk ke supermarket. Raja menggelengkan kepalanya dan membiarkan pangeran meninggalkan dirinya di mobil.
Setelah menunggu, tak lama pengeran pun kembali dengan menenteng satu kantong plastik di tangannya.
"Maaf, harus menunggu terlalu lama."
"Memang Sultan sudah punya istri?" tanya Raja.
"Sudah, tiga bulan yang lalu. Kak Raja sendiri sudah menikah belum?" tanya Pangeran balik.
"Gak ada waktu buat ngurus wanita. Banyak yang mengejar ku, tapi tak ada yang membuatku tertarik."
"Kelihatan sibuk sekali kak Raja disana sampai gak sempat cari wanita."
"Buatku, wanita itu urusan kesekian. Aku lebih fokus dengan pekerjaan dulu." Selama diperjalanan menuju rumah sakit Mereka ngobrol sepanjang jalan, terutama Pangeran yang selalu bertanya tentang kehidupan kakaknya.
...To Be Continued ☺️☺️☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Mutia Kim🍑
Wah pasti itu tanda-tanda kehamilan nih Dinda
2022-11-01
0
Kurniaty
Sultan berjuanglah tuk sembuh,karna ada Dinda & calon anakmu yang menantimu.
2022-10-25
0
Umine LulubagirAwi
walah, lg ngidam ini pastinya.
semoga sultan bisa sadar dan tahu istrinya lg hmil anaknya juga.
2022-10-22
1