Sesampainya di rumah, Rasya langsung berlari ke kamarnya dan bersembunyi di dalam lemari, Rasya menyembunyikan tangisnya dari sang mama.
Sikap Rasya membuat Dinda benar-benar bingung, dan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di rumah kakeknya.
"Rasya, kamu dimana nak?" panggil Dinda saat mendapati Rasya tidak ada di dalam kamar.
"Rasya, mama tau kamu bersembunyi. Kamu yang keluar atau mama yang akan menemukan kamu. Ayo sayang, jangan main petak umpet." ucap Dinda sambil perlahan mencari keberadaan Rasya. Namun sayangnya Rasya masih tetap sembunyi.
Dinda duduk di ranjang Rasya sambil menunggu Rasya keluar, Dinda sebenarnya tau jika Rasya bersembunyi di lemari, karena itu sudah kebiasaan Rasya yang ingin menyembunyikan tangisnya.
Saat termenung Dinda tiba-tiba teringat dengan Raja kembaran suaminya dan juga amanat suaminya untuk menikah dengan Raja sebagai pengganti.
'Apa Rasya melihatnya?' tanya Dinda dalam hati dan baru sadar. Dinda pun segera berjongkok di depan pintu lemari yang di dalamnya ada Rasya.
"Rasya, mama tau kamu ada di dalam. Kalau kamu dengar mama, tolong jawab pertanyaan mama ya." ucap Dinda setelah mengetuk dua kali.
"Di rumah kakek tadi Rasya melihat siapa, saat menghilang dari samping mama." Tanya Dinda dengan tentang agar Rasya mau terbuka.
"Apa Rasya melihatnya? Kenapa Rasya tidak bilang sama mama. Kan mama bisa jelaskan kalau Rasya cerita. Ayo sayang keluar sayang, bilang sama mama apa yang kamu inginkan." Bujuk Dinda.
Berlahan Rasya pun keluar dari dalam lemari dengan mata yang sembab, " Ma..." panggil Rasya dan langsung memeluk Dinda.
"Mama bilang papa sudah meninggal, tapi Rasya melihat Papa ada di rumah kakek. Kenapa mama bohongi Rasya?" tanya Rasya, membuat Dinda mengerti jika laki-laki yang di lihat Rasya adalah Raja.
"Rasya dengarkan mama, dia bu-" ucapan Dinda terhenti saat terdengar suara seorang lelaki yang memanggil nama anaknya.
"Rasya..." Panggilannya seketika ibu dan anak itu segera menoleh ke arah pintu.
Deg... jantung Dinda seakan berhenti berdetak saat melihat laki-laki yang sangat mirip suaminya itu. Dinda tak bisa berkata apa-apa bahkan karena shock, Dinda mematung tak mencegah saat Rasya berlari ke pelukan Raja.
Langsung membawa Rasya dalam dekapan seperti seorang ayah yang telah lama merindukan anaknya.
"Apa kabar Boy." ucap Raja.
"Papa, Rasya rindu papa. Rasya seneng banget akhirnya bisa melihat papa. Jangan tinggalin Rasya lagi ya pa. Rasya mau punya papa." ucap Rasa sambil memeluk erat Raja.
Raja melirik Dinda yang terduduk, masih tak percaya setelah enam tahun berusaha melupakan kenangan dan tak pernah berfikir jika bayangan suaminya kembali, menjelma sama persis seperti suaminya.
Raja menghampiri bersama Rasya dan berjongkok didepannya.
"Kamu kenapa? apa kamu tak suka melihat kedatanganku?" tanya Raja, namun Dinda tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Banyak pertanyaan dalam benak Dinda namun ia urungkan saat melihat Rasya begitu bahagia, berada di pelukan Raja dan pada akhirnya Dinda hanya menggelengkan kepalanya.
Dinda Membiarkan Rasya bersama dengan Raja sampai terlelap dalam tidur baru ia akan mengeluarkan semua pertanyaannya.
"Darimana kamu tau aku tinggal di sini dan kenapa kamu kemari. Sudah aku katakan padamu dari dulu, kalau aku sangat membencimu. Kenapa kamu masih muncul di hadapanku dan anakku." Teriak Dinda tak kuasa menahan emosi yang meluap. Saat Raja datang menghampirinya.
"Aku kemari karena aku menjalankan amanat saudaraku. Apa kamu tau, bukan kamu saja yang menderita setelah Sultan meninggal, aku juga sama menderita seperti dirimu. Apa kamu tau, gara-gara kamu, aku harus membatalkan pernikahanku dengan tunangan ku dan kembali kemari, apa kamu tau sakitnya gagal menikahi orang yang aku cintai, itu semua gara-gara kamu. " Jawab Raja.
"Apa kamu bilang, gara-gara aku, Apa salahku. Aku tidak tau dengan siapa kamu akan menikah dan untuk apa aku merusak pernikahan kalian. Jadi jangan melimpahkan kesalahan padaku. Lebih baik kamu pergi diri sini dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku dan juga anakku. Cepat pergi." Usir Dinda namun Raja tak bergerak ia malah mendekati Dinda hingga Dinda tersudut didinding dan terhimpit kedua tangan Raja.
"Kamu harus bertanggung jawab atas hancurnya kebahagiaan ku. Aku akan membuat kamu menderita dengan hidup dalam bayang-bayang Sultan. Asal kamu tau aku sudah menunggu selama enam tahun untuk mengatakan dan merencanakan semua ini. Karena sekarang aku sangat membencimu paham." Ucap Raja membuat Dinda langsung merosot.
"Jangan harap kamu kamu bisa menggantikan mas Sultan sebagai ayah Rasya, tak akan aku biarkan kamu mengaku ayah padanya."
"Oya, tapi sepertinya kamu terlambat, aku sudah membujuk dia agar dia percaya kalau aku adalah Ayahnya. Dan sekarang tinggal kamu yang bersiap untuk menjawab pertanyaan Rasya nantinya." Ucap Raja sambil menyeringai penuh kemenangan.
"Apa yang sudah kamu katakan padanya, jangan meracuni pikirannya. Dia tidak tau apa-apa. Kamu ada masalah denganku jadi jangan libatkan Rasya dalam masalah ini."
"Tapi aku sudah terlanjur mengatakan banyak hal pada Rasya. Baiklah sepertinya kita lihat apa yang akan terjadi besok. Aku pergi sekarang dan akan aku pastikan besok kamu akan datang memohon kepadaku." ucap Raja lalu pergi begitu saja.
Dinda berteriak melampiaskan kemarahannya. Dia tak percaya jika semuanya akan menjadi lebih rumit. Dinda tak mengira kalau Raja akan menepati amanat kakaknya, yang artinya akan membuat Dinda menderita, melihat bayangan suaminya kembali setiap saat.
To be continued ☺️☺️☺️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Umine LulubagirAwi
maaf bru bsa bc dan comnt.
smnggu yg llu anakku yg kecil di oprasi di RS, hbis kpulngannya aku ikut drop.
🙏
2022-11-29
1
Umine LulubagirAwi
cepat pergi!
kykny lbh pntas akhrnya tanda !
🙏
2022-11-29
0
pisces
knp Dinda benci bgt ma raja..Khan mereka gak ada masalah
2022-11-20
0