20. Kematian Logos.

"Apa mereka temanmu?" tanya Logos.

Carrol melirik ke arah Aira dan Aruna.

"Aku tak mengenal nama mereka, tapi aku tau mereka dari klan Armeda" kata Carrol.

Aira dan Aruna saling berpandangan.

"Hmm.. jika mereka bukan temanmu sebaiknya jangan ikut campur" kata Logos.

"Aku tak kan ikut campur urusanmu dengan mereka berdua." kata Carrol.

"Bagus.. kalau begitu menyingkirlah, aku akan membunuh mereka berdua" kata Logos.

"Tapi aku akan membunuhmu karena kau telah menyakitinya" kata Carrol sambil menunjuk ke arah samping kanannya tanpa melihat.

Logos, Aira dan Aruna menatap ke arah yang di tunjuk Carrol, di sana terlihat Hedya berdiri lima puluh meter dari tempat mereka berada.

"Dia sepupuku"

setelah mengatakan itu tubuh Carrol di selimuti kabut putih yang berputar mengelilinginya. udara menjadi sangat dingin membuat dedaunan di pohon pohon sekitarnya berembun, tetesan air embun itu tertarik ke arah kabut putih yang berputar, menyatu menjadi bongkahan es yang berbentuk mata panah berbgai ukuran yang sangat runcing dan tajam.

Logos melihat itu segera mengumpulkan kekuatannya, simbol api di keningnya menyala lalu keluar cahaya merah seukuran kelereng, cahaya itu lalu terpecah menjadi tiga bagian perlahan membesar berubah menjadi bola api sebesar bola tennis dan berputar mengelilingi tubuhnya.

Tumpukan salju di bawah kakinya mencair karena aura yang sangat panas dari tubuhnya. Tetapi Logos tak memperhatikan es yang mencair di bawah kakinya itu tertarik ke dalam kabut putih yang mengelilingi Carrol.

Logos menghentakan kedua tangannya bergantian berkali kali, belasan bola api seukuran bola basket melesat ke arah carrol. carrol hanya diam. belasan bola api langsung padam menghilang ketika bertabrakan dengan kabut tipis yang berputar itu.

wus.. wus.. pessst.. wus.. pessst

Sepasang mata Logos terbelalak melihat kejadian itu, ia seakan tak percaya. ia sudah menggunakan kekuatan terakhirnya.

"ba.. ba..gaimana mungkin" ucap Logos berbisik. kini ia melihat carrol yang masih di kelilingi kabut tipis itu terangkat ke udara ia melayang tiga meter di atas tanah dengan posisi menyamping, bagian kiri tubuhnya menghadap Logos.

Melihat Carrol yang siap menyerang, Logos menyilangkan kedua tangannya dengan telapak tangan menghadap ke tanah, ia berkonsentrasi memindahkan tiga bola api yang mengelilingi untuk berpindah ke telapak tangannya.

tiga bola api itu berpindah dan melebur jadi satu, ukurannya semakin besar diameternya sudah melebihi satu meter, ia lalu menghempaskannya ke arah Carrol.

Hiaaa.. Wuuuzzzz..

Carrol tetap tenang melihat bola api besar melesat cepat ke arahnya. ia hanya mengangkat tangan kirinya kabut tipis yang ada di tubuhnya pun bergerak ke arah bola api, membungkusnya dan mengentikan gerakannya. terdengar suara api yang tersiram air.

pessst.. pessst.. pessst.

bola api itu padam, kini kabut tipis itu berubah menjadi tebal lalu bergerak sangat cepat ke arah Logos. Logos mencoba menghidar tapi ia terlambat ia sudah kehabisan tenaga. kabut tebal itu membungkus tubuhnya. hanya teriakan kesakitan yang terdengar beberapa saat.

Arrghhh.. ahhhh

Carrol masih melayang di udara serpihan es berbentuk mata anak panah berbagai ukuran masih ikut melayang bersamanya. kabut yang membungkus Logos akhirnya menghilang, di sana terlihat sosok tubuh yang mengering berwarna hitam dalam keadaan berlutut dengan mulut terbuka.

Bersamaan dengan itu Carrol menghentakan tangan kanannya ke arah tubuh yang hitam itu, ratusan serpihan es yang runcing bagai mata anak panah itu menghujam memotong sosok yang sudah tak bernyawa itu hingga tak terbentuk.

crash.. crash.. sreet.. sreet.. crash..

Logos tewas.

Aruna dan Aira tercengang, mereka berpikir seberapa kuat wanita ini mengalahkan Logos hanya dengan satu jurus. senjata di pinggangnya bahkan tak digunakan sama sekali. sedangkan mereka berdua malah hampir di bunuh oleh Logos.

Carrol menjejakan kakinya kembali ke tanah dengan lembut seolah tubuhnya seringan kapas.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Aruna.

"bukankah aku sudah menyebutkan namaku" ucap Carrol dengan senyum.

Carrol melambaikan tangannya kepada Hedya untuk memanggilnya

Hedya melihat isyarat itu ia pun berjalan pelan ke arah mereka bertiga.

"Siapa nama kalian?" tanya Carrol sambil menatap Hedya yang sedang berjalan mendekat.

"Namaku Aira dan dia Aruna" kata Aira sedikit canggung.

Hedya datang menghampiri mereka bertiga.

"Te.. terima kasih kalian telah menolongku" kata Hedya gugup.

"Tak perlu sungkan kau adalah sepupuku." kata Carrol dengan senyum hangat.

"se.. se.. sepupu?" Hedya bingung.

"sebaiknya kita pergi dari sini, Aruna hubungi Rafael minta ia menjemput kita" pinta Aira.

"Kau pernah melihatku memegang ponsel?" tanya Aruna dingin.

"Kau ini.. jangan terlalu dingin, nanti tak ada lelaki yang mendekatimu." kata Aira. ia melakukan suatu gerakan tangan. baju besi yang ada di tubuhnya seketika menghilang.

Aruna juga melakukannya hal sama pun terjadi. Hedya terkejut ketika melihat wajah Aruna tanpa penutup.

"kau.. kau.. wanita di taman itu"

Aruna terkejut "kau mengenaliku?"

Hedya mengangguk.

"sial ponselku rusak" kata Aira.

"Hedya sudah saatnya kau bertemu ibumu?" kata Carrol

"Bagaimana mau pergi jika tak bisa menghubungi siapapun" kata Aira.

"Bagaimana kabar ibuku?" tanya Hedya pada Carrol.

"Darimana kau tau aku aku berada di taman itu? tanya Aruna pada Hedya.

"Hey Hedya apa kau punya ponsel?" tanya Aira.

"ibumu baik baik saja." kata Carrol.

"kau dan anak itu terlihat di cctv." kata Hedya

Aira mulai kesal dengan percakapan absurd ketiga orang di depannya

"Bisakah kalian diam sebentar dan memikirkan cara bagaimana kita pergi dari sini, sebelum Gorran dan anak buahnya mencari bajingan yang sudah mati itu?"

Hening.

"kita berlari" kata Aruna

"kau memang menyedihkan, carilah pacar" kata Aira.

Aruna melotot lalu membuang muka.

Carrol sejenak memperhatikan liontin yang berada di leher Hedya.

"Bagaimana kau mendapatkan liontin itu?" tanya Carrol pada Hedya.

"ini.. peninggalan ibuku.." kata Hedya.

Carrol tersenyum. "Mari kita menemui ibumu"

Hedya ingin bertanya bagaimana caranya. namun Carrol langsung menyentuh liontin dengan jari telunjuknya. tiba-tiba liontin itu bersinar sesaat dan redup kembali. beberapa detik kemudian tak jauh dari tempat mereka berdiri tiba tiba muncul kilatan seperti arus listrik, semakin lama semakin intens, membentuk lingkaran dengan diameter sekitar dua meter. di dalam lingkaran itu terlihat padang rumput dengan matahari menyinarinya.

itu sebuah portal. Hedya berkata dalam hatinya.

"ayo pergi" kata Carrol lalu berjalan menarik tangan Hedya.

Carrol menengok ke belakang "apa kalian mau ikut?"

"aku ikut" kata Aira.

Aruna yang sempat ragu, akhirnya pun mengikuti mereka. setelah mereka masuk ke dalam portal beberapa detik kemudian portal itu lenyap.

Satu jam kemudian dua buah mobil mercedes berhenti di area bekas pertarungan itu. tampak seorang dengan jubah hitam dan lima orang berpakaian ninja berwarna merah turun dari kedua mobil itu dan menyisir area sisa sisa pertarungan.

Mordo berjalan pelan mengamati sekelilingnya dengan cermat, langkahnya terhenti ketika kakinya menginjak gumpalan hitam yang terasa kenyal.

Mordo terkejut "Tidak mungkin"

"semua cepat kembali"

Episodes
1 1. Hutan Royan.
2 2. Jiwa Yang Terpilih.
3 3. Jangan Menghindar.
4 4. Murid Baru.
5 5. Dia Temanku.
6 6. August Diculik.
7 7. Itu Bukan Mimpi.
8 8. Ciuman Pertama.
9 9. Wanita Bergelang Biru.
10 10. Perkenalan dengan Aruna.
11 11. Bayar Hutangmu.
12 12. Double Date.
13 13. Pembalasan Bryan.
14 14. Kedatangan Jacky.
15 15. Selubung Waktu.
16 16. Ibuku Masih Hidup.
17 17. Dia Pembunuh Ayahku.
18 18. Pengintaian Membawa Petaka.
19 19. Salju di Bulan Agustus.
20 20. Kematian Logos.
21 21. Perbatasan Dua Dunia.
22 22. Racun Pelahap Jiwa.
23 23. Rahasia Oracle.
24 24. Air Mata Julia.
25 25. Terlahir Kembali.
26 26. Gazebo Tepi Danau.
27 27. Rahasia Danau Biru.
28 28. Suasana Hotel yang Canggung.
29 29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30 30. Rafael Sang Informan.
31 31. Menyerang Balik.
32 32. Pembalasan Hedya.
33 33. Tamu yang Tak Diundang.
34 34. Akhir Keluarga Longstaf.
35 35. Hari yang Berat.
36 36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37 37. Kau Tidak Sendiri.
38 38. Kebenaran yang Terungkap.
39 39. Pertarungan Melawan Gorran.
40 40. Serigala Neraka.
41 41. Membunuh Makhluk Neraka.
42 42. Kemenangan Berakhir Duka.
43 43. Buah Termanis di Dunia.
44 44. Bunga Edianna.
45 45. Dunia yang Aneh.
46 46. Kebahagiaan Elyn.
47 47. Peta Moonheaven.
48 48. Wanita Buta.
49 49. Liontin Merah Aira.
50 50. Putri Para Naga.
51 51. Kelahiran Phoenix.
52 52. Dunia Elf.
53 53. Kebencian Thurinor.
54 54. Rahasia Bunga Edianna.
55 55. Manusia Bumi.
56 56. Setia Menunggumu.
57 57. Hukuman Pengkhianat.
58 58. Jalur Berbahaya.
59 59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60 60. Terjerat Tiupan Asmara.
61 61. Penyihir Agung.
62 62. Sebuah Kesepakatan.
63 63. Pertolongan Nyx.
64 64. Amarah Amara.
65 65. Perubahan Minerva.
66 66. Naga Vs Phoenix.
67 67. Gua Terkutuk.
68 68. Kekhawatiran Jasmine.
69 69. Pertempuran Para Penyihir.
70 70. Awal Sebuah Era.
71 71. Perang Pertama.
72 72. Pintu Rahasia.
73 73. Aku Istrinya.
74 74. Istana Emas.
75 75. Negeri Moonheaven.
76 76. Persembunyian Dark Elf.
77 77. Sylvana dan Sonja.
78 78. Janji Terpenuhi.
79 79. Darah Proxima Murni.
80 80. Kedatangan Klan Armeda.
81 81. Pedang Griffin.
82 82. Kematian yang Menyedihkan.
83 83. Membangun Aliansi.
84 84. Impian yang Terwujud.
85 85. Kristal Suci.
86 86. Mengungkap Kebenaran.
87 87. Hantu Cantik.
88 88. Berita Besar.
89 89. Wanita Iblis.
90 90. Pengakuan Zelda.
91 91. Batu Jiwa.
92 92. Pedang Angerage.
93 93. Saudara Kembar.
94 94. Saatnya Melawan.
95 95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96 96. Bantuan Tak Terduga.
97 97. Sebuah Janji.
98 98. Tombak Iblis.
99 99. Mendapat Ancaman.
100 100. Menyusun Rencana.
101 101. Kemunculan Kitab Iblis.
102 102. Pertemuan Dengan Elda.
103 103. Kabar Gembira.
104 104. Portal Iblis.
105 105. Mengubur Impian.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Hutan Royan.
2
2. Jiwa Yang Terpilih.
3
3. Jangan Menghindar.
4
4. Murid Baru.
5
5. Dia Temanku.
6
6. August Diculik.
7
7. Itu Bukan Mimpi.
8
8. Ciuman Pertama.
9
9. Wanita Bergelang Biru.
10
10. Perkenalan dengan Aruna.
11
11. Bayar Hutangmu.
12
12. Double Date.
13
13. Pembalasan Bryan.
14
14. Kedatangan Jacky.
15
15. Selubung Waktu.
16
16. Ibuku Masih Hidup.
17
17. Dia Pembunuh Ayahku.
18
18. Pengintaian Membawa Petaka.
19
19. Salju di Bulan Agustus.
20
20. Kematian Logos.
21
21. Perbatasan Dua Dunia.
22
22. Racun Pelahap Jiwa.
23
23. Rahasia Oracle.
24
24. Air Mata Julia.
25
25. Terlahir Kembali.
26
26. Gazebo Tepi Danau.
27
27. Rahasia Danau Biru.
28
28. Suasana Hotel yang Canggung.
29
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30
30. Rafael Sang Informan.
31
31. Menyerang Balik.
32
32. Pembalasan Hedya.
33
33. Tamu yang Tak Diundang.
34
34. Akhir Keluarga Longstaf.
35
35. Hari yang Berat.
36
36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37
37. Kau Tidak Sendiri.
38
38. Kebenaran yang Terungkap.
39
39. Pertarungan Melawan Gorran.
40
40. Serigala Neraka.
41
41. Membunuh Makhluk Neraka.
42
42. Kemenangan Berakhir Duka.
43
43. Buah Termanis di Dunia.
44
44. Bunga Edianna.
45
45. Dunia yang Aneh.
46
46. Kebahagiaan Elyn.
47
47. Peta Moonheaven.
48
48. Wanita Buta.
49
49. Liontin Merah Aira.
50
50. Putri Para Naga.
51
51. Kelahiran Phoenix.
52
52. Dunia Elf.
53
53. Kebencian Thurinor.
54
54. Rahasia Bunga Edianna.
55
55. Manusia Bumi.
56
56. Setia Menunggumu.
57
57. Hukuman Pengkhianat.
58
58. Jalur Berbahaya.
59
59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60
60. Terjerat Tiupan Asmara.
61
61. Penyihir Agung.
62
62. Sebuah Kesepakatan.
63
63. Pertolongan Nyx.
64
64. Amarah Amara.
65
65. Perubahan Minerva.
66
66. Naga Vs Phoenix.
67
67. Gua Terkutuk.
68
68. Kekhawatiran Jasmine.
69
69. Pertempuran Para Penyihir.
70
70. Awal Sebuah Era.
71
71. Perang Pertama.
72
72. Pintu Rahasia.
73
73. Aku Istrinya.
74
74. Istana Emas.
75
75. Negeri Moonheaven.
76
76. Persembunyian Dark Elf.
77
77. Sylvana dan Sonja.
78
78. Janji Terpenuhi.
79
79. Darah Proxima Murni.
80
80. Kedatangan Klan Armeda.
81
81. Pedang Griffin.
82
82. Kematian yang Menyedihkan.
83
83. Membangun Aliansi.
84
84. Impian yang Terwujud.
85
85. Kristal Suci.
86
86. Mengungkap Kebenaran.
87
87. Hantu Cantik.
88
88. Berita Besar.
89
89. Wanita Iblis.
90
90. Pengakuan Zelda.
91
91. Batu Jiwa.
92
92. Pedang Angerage.
93
93. Saudara Kembar.
94
94. Saatnya Melawan.
95
95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96
96. Bantuan Tak Terduga.
97
97. Sebuah Janji.
98
98. Tombak Iblis.
99
99. Mendapat Ancaman.
100
100. Menyusun Rencana.
101
101. Kemunculan Kitab Iblis.
102
102. Pertemuan Dengan Elda.
103
103. Kabar Gembira.
104
104. Portal Iblis.
105
105. Mengubur Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!