4. Murid Baru.

Kota Royan adalah kota paling indah di negara Lumeria. memiliki pegunungan dan di kelilingi garis pantai, tak heran kota Royan sering menjadi destinasi favorit para wisatawan.

Satu-satunya kota yang berbatasan langsung dengan kota Royan adalah kota Craven.

Kota Craven lebih besar dari kota Royan. perekonomian kota Craven pun lebih maju, tidak seperti kota Royan yang hanya mengandalkan dari sektor pariwisata.

Di kota Craven terdapat satu mansion yang ukurannya lima kali lapangan sepak bola.

Dan di salah satu ruangan mansion tersebut terlihat seorang pria bertubuh besar di samping kanannya berdiri seorang lelaki berjubah hitam dengan tudung menutupi kepalanya yang tertunduk.

Ruangan besar itu dikelilingi pengawal yang berpakaian ala ninja berwarna merah.

pria besar itu sedang duduk menatap tiga orang lelaki berjas hitam dihadapannya.

Tak ada senyuman yang terlihat di wajah pria tersebut. yang ada hanya hasrat haus darah untuk membunuh. tak ada yang berani menatap wajahnya. semua menunduk.

Dialah Lord Gorran.

"Apa kalian berhasil?"

mendengar pertanyaan tersebut pria berjas hitam paling depan langsung berlutut lalu diikuti dua lainnya yang berada di belakangnya.

"Maafkan kami Lord, kami berhasil membunuh utusan itu, namun sebelum kami membunuhnya, ternyata bajingan itu sudah memberikan kristal itu kepada seorang pemuda."

"Kami berhasil menangkap pemuda itu, tapi usaha kami digagalkan oleh seorang wanita yang membawa tombak emas"

Lord Gorran bangkit dari tempat duduknya menghampiri tiga pria yang tengah berlutut.

"Maksudmu tiga puluh orang dari kalian tidak mampu mengatasi satu orang wanita?" ucap Lord Gorran dengan geram.

ketiga pria yang tengah berlutut semakin ketakutan mereka langsung betsujud serempak.

"Ampun Lord beri kami kesempatan sekali lagi, kami sudah tau dimana pemuda itu berada. dia kuliah di Century university kami akan menangkapnya dan membawa kristal itu untukmu Lord!"

Lord Gorran diam. ia memikirkan sesuatu.

"Baiklah aku memafkan kalian. sekarang bangunlah kalian" perintah Lord Gorran

ketiga pria itu bangkit berdiri.

"Pergilah.." Lord Gorran berkata sambil menepuk ketiga pundak mereka lalu berjalan ke arah jendela.

"Te.. terima kasih Lord" ucap pria terdepan.

namun baru saja mereka ingin melangkah pergi, ketiga pria tersebut dari mulut, hidung, mata dan telinga tiba-tiba mengeluarkan darah kental berwarna hitam. mereka panik, mereka ingin teriak karena kesakitan tapi tak ada suara, suara mereka seperti terkunci.

tubuh mereka mengejang, lalu ambruk ke lantai rambutnya memutih kulitnya semakin keriput lalu mengelupas, organ dalam mulai berhamburan membusuk mereka mengalami proses penuaan dengan kecepatan ekstrim.

tak sampai hitungan kesepuluh tubuh mereka menjadi abu, menyisakan kerangka tulang. dan dihitungan kesepuluh tulang mereka pun hancur menjadi abu.

tak ada teriakan. semua terjadi dalam sunyi.

semua yang ada di ruangan tersebut menyaksikannya kejadian itu membuat jantung mereka terasa mau melompat keluar dari mulut mereka.

"Master apakah anda mengenal wanita itu?!" seorang lelaki yang mengunakan jubah bertudung hitam memecah keheningan, tetap dalam posisi tertunduk dan membungkuk ketika bertanya.

"Wanita itu dari klan Armeda, hanya mereka yang memiliki petarung-petarung dengan senjata emas" jawab Lord Gorran datar.

"Klan itu terpecah menjadi dua kubu, ini sangat memudahkanku untuk melenyapkan keduanya nanti" tambah Lord Gorran dengan tangan terkepal.

"Master.., lalu apa rencana kita sekarang?" lelaki itu bertanya lagi.

"Utus Logos, aku ingin kristal itu secepatnya" titah Lord Goran.

"siap master"

sementara itu di kota Royan sebuah sedan hitam berhenti di area parkir paling ujung kampus century.

"Nona aku hanya bisa membantumu sampai sini, apakah anda yakin ini akan berhasil?" pria paruh baya yang memegang kemudi bertanya kepada gadis yang berada di jok belakang mobil

"kita tak punya pilihan, kabar itu sudah tersebar, cepat atau lambat mereka akan datang ke dunia ini membunuh lelaki itu sebelum ia mengetahui siapa jati dirinya" jawab gadis itu.

"kita harus melindunginya" tambahnya lagi.

"Baiklah, berhati-hati lah nona, salah satu dari wanita bersaudara itu sudah tiba disini." ucap pria itu sambil mematikan mesin mobil.

"anda bisa menggunakan mobil ini untuk kembali nanti, aku pulang dengan naik taksi" ucap pria itu lagi lalu menyerahkan kunci.

"terima kasih paman" ucap gadis itu. tangannya menerima kunci mobil.

gadis itu keluar dari mobil, lalu berjalan memasuki gedung. ia tak menyadari sepasang mata mengamatinya.

sepasang mata itu milik seorang lelaki. ia meraih ponselnya lalu mencoba menghubungi seseorang.

"dia sudah tiba"

lelaki itu mematikan ponselnya lalu pergi dengan santai menuju salah satu kelas.

Tanda-tanda kelas dimulai masih belum terlihat. membuat August dan Julia masih banyak waktu menghabiskan sarapannya.

"Kudengar hari ini ada murid pindahan!" Julia memulai obrolan.

"tau dari mana?" tanya August.

"obrolan grup" jawab Julia.

"aku tak tahu gosip kampus" jawab August masih fokus menghabiskan roti gulung.

"kudengar dia juga sangat cantik" ucap Julia dengan serius.

August hanya melirik Julia sebentar lalu menggigit roti gulung yang ada ditangannya lagi.

"dan juga sangat sexy" tambah Julia kali ini dengan tatapan tajam.

Mendengar kalimat terakhir Julia, August sontak waspada merasa ada tanda alarm bahaya akibatnya roti gulung yang barusan August gigit didalam mulutnya langsung tertelan tanpa dikunyah.

August gelagapan terbatuk-batuk mencari air mineral lalu meminumnya.

glek glek glek.

Roti gulung yang tersangkut ditenggorokan itu akhirnya tertelan sempurna.

August bernafas lega sambil memejamkan matanya.

Tiba-tiba Julia berdiri kedua tangannya menopang meja lalu mendekatkan wajahnya ke wajah August dan berkata.

"apa kau sedang membayangkannya?"

August kaget ketika ia membuka matanya ia melihat wajah Julia sangat dekat dengannya, bibir Julia hanya terpaut lima sentimeter dari bibirnnya. August diam tak berkutik.

Julia melakukan gerakan perlahan seolah-olah ingin mencium August tiba-tiba ia membelokan kepalanya kearah telinga August lalu berbisik.

"dasar mesum"

Julia mengambil tasnya lalu berjalan pergi sambil berkata "temani aku belanja sepulang nanti"

August masih diam membeku.

Sial.. apa dia sengaja ingin membalasku. karena kejadian di hutan itu.

August menyeruput kopi yang tersisa, lalu ia pun pergi meninggalkan tempat itu menuju kelas yang terjadwal hari ini untuk ia kunjungi.

sepuluh menit berselang.

"Perkenalkan dirimu" perintah Mrs. Parker kepada seorang gadis yang kini menghadap August, Julia dan lainnya.

gadis itu sangat cantik berkulit putih, rambutnya pendek tapi tidak terlihat tomboy, gadis itu mengenakan baju yang tidak menutupi perutnya warnanya putih berlengan pendek yang ketat dengan satu kancing terbuka, mungkin baju adiknya dipakai olehnya. dadanya terlihat kencang menantang. diantara dada yang sedikit menyembul itu terdapat kalung liontin dengan batu kecil berwarna merah.

Kakinya jenjang terlihat mulus. rok mini yang gadis itu pakai semakin menambah sensualitas dirinya. ada pepatah mengatakan raihlah cita-citamu setinggi rok mini. karena itu pastinya akan membuat setiap lelaki menahan air liurnya dan menambah rasa penasaran membayangkan seperti apa dibalik rok mini tersebut. maksudnya cara pembuatan busana rok mini. harus tanya designer kali ya.

"Hi selamat pagi, namaku Aira Sharz. aku berasal dari kota Sunrivers. salam kenal semua" tutur Aira.

Perkenalan formalitas yang membosankan itu hanya berlangsung kurang dari dua menit.

Mrs parker melihat satu bangku kosong di samping kiri August. ia pun menyuruh Aira untuk duduk disana.

Aira berjalan menuju bangku tersebut. pandangannya tertuju August. August pun menatap gadis itu berjalan kearahnya.

Pandangan keduanya bertemu, Aira tersenyum. August pun membalas senyumnya dengan sedikit canggung.

Julia yang duduk dibelakang August melihat kejadian ini dengan ekspresi wajah cemberut. bergumam dalam hatinya. Menyebalkan.!

Kelas dimulai Mrs. Parker mulai memberikan materi pelajaran.

"Hey.. siapa namamu?" Aira bertanya ramah kepada August.

"August"

"hm.. August maukah kau berbagi buku itu denganku, aku belum tau buku apa yang dipakai untuk materi kelas ini?" tanya Aira penuh harap.

"Ya tentu saja boleh" jawab August sambil menggeser bukunya ke pinggir kiri.

Aira pun menggeser bangkunya lebih dekat dengan August.

"senang bertemu denganmu" ucap Aira sambil mengulurkan tangannya.

August pun menjabat uluran tangan Aira dengan senyum hangat.

"senang bertemu denganmu"

"aku lihat di catatanmu sepertinya jadwal kelas kita sama, bisakah kita pergi bersama kesana?" tanya Aira.

"dengan senang hati" jawab August.

Julia saat ini mulai fokus mendengarkan. bukan mendengarkan materi Mrs. Parker melainkan obrolan Aira dan August.

Aira mendengarkan apa yang disampaikan Mrs. Parker sambil sesekali melihat buku materi di meja.

namun posisi tersebut tidak membuatnya nyaman. Aira pun menggeser kembali bangkunya lebih rapat ke August.

Julia yang melihat tindakan Aira ikut memajukan bangkunya juga hingga menempel dengan bagian belakang bangku August.

August yang melihat Aira kini lebih rapat dengan dirinya. pandangannya menuju satu kancing terbuka terdapat sesuatu yang kenyal sedikit menyembul membuat jantungnya berdegup kencang.

"bisakah buku itu kau geser sedikit lagi?" pinta Aira dengan ramah.

"te.. tentu.." jawab August.

August menggeser bukunya namun pandangan matanya kali ini terhenti ke arah paha putih Aira yang menempel dengan kaki August. ia menelan ludah.

Otak August sedang dalam mode offline setelah menerima data tentang sesuatu yang kenyal.

Akibatnya otak tidak mengsinkronisasikan pergerakan mata dan tangannya August. ia tak sengaja menggeser bukunya terlalu jauh hingga tangan kirinya pun menyentuh sesuatu yang kenyal.

sontak Aira terkejut dan berteriak pelan.

"oh.."

bagi August sentuhan itu memicu aliran listrik mengalir ke seluruh tulang dan sendi-sendinya. efeknya sangat dahsyat hingga memangunkan sesuatu yang harusnya tertidur

"ma.. ma.. maaf aku tak sengaja" ucap August gugup.

"tidak apa-apa" jawab Aira dengan wajah memerah.

lepas itu tak ada obrolan dari mereka berdua.

peristiwa ini sudah pastinya tak luput dari penglihatan Julia. yang terlihat mengepalkan tangannya dengan keras.

August mencoba menenangkan dirinya, mengalihkan pikirannya Ia mulai mendengarkan penjelasan Mrs. Parker. namun usahanya gagal karena terdengar bisikan pelan di telinga sebelah kanannya.

"dasar mesum"

Episodes
1 1. Hutan Royan.
2 2. Jiwa Yang Terpilih.
3 3. Jangan Menghindar.
4 4. Murid Baru.
5 5. Dia Temanku.
6 6. August Diculik.
7 7. Itu Bukan Mimpi.
8 8. Ciuman Pertama.
9 9. Wanita Bergelang Biru.
10 10. Perkenalan dengan Aruna.
11 11. Bayar Hutangmu.
12 12. Double Date.
13 13. Pembalasan Bryan.
14 14. Kedatangan Jacky.
15 15. Selubung Waktu.
16 16. Ibuku Masih Hidup.
17 17. Dia Pembunuh Ayahku.
18 18. Pengintaian Membawa Petaka.
19 19. Salju di Bulan Agustus.
20 20. Kematian Logos.
21 21. Perbatasan Dua Dunia.
22 22. Racun Pelahap Jiwa.
23 23. Rahasia Oracle.
24 24. Air Mata Julia.
25 25. Terlahir Kembali.
26 26. Gazebo Tepi Danau.
27 27. Rahasia Danau Biru.
28 28. Suasana Hotel yang Canggung.
29 29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30 30. Rafael Sang Informan.
31 31. Menyerang Balik.
32 32. Pembalasan Hedya.
33 33. Tamu yang Tak Diundang.
34 34. Akhir Keluarga Longstaf.
35 35. Hari yang Berat.
36 36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37 37. Kau Tidak Sendiri.
38 38. Kebenaran yang Terungkap.
39 39. Pertarungan Melawan Gorran.
40 40. Serigala Neraka.
41 41. Membunuh Makhluk Neraka.
42 42. Kemenangan Berakhir Duka.
43 43. Buah Termanis di Dunia.
44 44. Bunga Edianna.
45 45. Dunia yang Aneh.
46 46. Kebahagiaan Elyn.
47 47. Peta Moonheaven.
48 48. Wanita Buta.
49 49. Liontin Merah Aira.
50 50. Putri Para Naga.
51 51. Kelahiran Phoenix.
52 52. Dunia Elf.
53 53. Kebencian Thurinor.
54 54. Rahasia Bunga Edianna.
55 55. Manusia Bumi.
56 56. Setia Menunggumu.
57 57. Hukuman Pengkhianat.
58 58. Jalur Berbahaya.
59 59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60 60. Terjerat Tiupan Asmara.
61 61. Penyihir Agung.
62 62. Sebuah Kesepakatan.
63 63. Pertolongan Nyx.
64 64. Amarah Amara.
65 65. Perubahan Minerva.
66 66. Naga Vs Phoenix.
67 67. Gua Terkutuk.
68 68. Kekhawatiran Jasmine.
69 69. Pertempuran Para Penyihir.
70 70. Awal Sebuah Era.
71 71. Perang Pertama.
72 72. Pintu Rahasia.
73 73. Aku Istrinya.
74 74. Istana Emas.
75 75. Negeri Moonheaven.
76 76. Persembunyian Dark Elf.
77 77. Sylvana dan Sonja.
78 78. Janji Terpenuhi.
79 79. Darah Proxima Murni.
80 80. Kedatangan Klan Armeda.
81 81. Pedang Griffin.
82 82. Kematian yang Menyedihkan.
83 83. Membangun Aliansi.
84 84. Impian yang Terwujud.
85 85. Kristal Suci.
86 86. Mengungkap Kebenaran.
87 87. Hantu Cantik.
88 88. Berita Besar.
89 89. Wanita Iblis.
90 90. Pengakuan Zelda.
91 91. Batu Jiwa.
92 92. Pedang Angerage.
93 93. Saudara Kembar.
94 94. Saatnya Melawan.
95 95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96 96. Bantuan Tak Terduga.
97 97. Sebuah Janji.
98 98. Tombak Iblis.
99 99. Mendapat Ancaman.
100 100. Menyusun Rencana.
101 101. Kemunculan Kitab Iblis.
102 102. Pertemuan Dengan Elda.
103 103. Kabar Gembira.
104 104. Portal Iblis.
105 105. Mengubur Impian.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Hutan Royan.
2
2. Jiwa Yang Terpilih.
3
3. Jangan Menghindar.
4
4. Murid Baru.
5
5. Dia Temanku.
6
6. August Diculik.
7
7. Itu Bukan Mimpi.
8
8. Ciuman Pertama.
9
9. Wanita Bergelang Biru.
10
10. Perkenalan dengan Aruna.
11
11. Bayar Hutangmu.
12
12. Double Date.
13
13. Pembalasan Bryan.
14
14. Kedatangan Jacky.
15
15. Selubung Waktu.
16
16. Ibuku Masih Hidup.
17
17. Dia Pembunuh Ayahku.
18
18. Pengintaian Membawa Petaka.
19
19. Salju di Bulan Agustus.
20
20. Kematian Logos.
21
21. Perbatasan Dua Dunia.
22
22. Racun Pelahap Jiwa.
23
23. Rahasia Oracle.
24
24. Air Mata Julia.
25
25. Terlahir Kembali.
26
26. Gazebo Tepi Danau.
27
27. Rahasia Danau Biru.
28
28. Suasana Hotel yang Canggung.
29
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30
30. Rafael Sang Informan.
31
31. Menyerang Balik.
32
32. Pembalasan Hedya.
33
33. Tamu yang Tak Diundang.
34
34. Akhir Keluarga Longstaf.
35
35. Hari yang Berat.
36
36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37
37. Kau Tidak Sendiri.
38
38. Kebenaran yang Terungkap.
39
39. Pertarungan Melawan Gorran.
40
40. Serigala Neraka.
41
41. Membunuh Makhluk Neraka.
42
42. Kemenangan Berakhir Duka.
43
43. Buah Termanis di Dunia.
44
44. Bunga Edianna.
45
45. Dunia yang Aneh.
46
46. Kebahagiaan Elyn.
47
47. Peta Moonheaven.
48
48. Wanita Buta.
49
49. Liontin Merah Aira.
50
50. Putri Para Naga.
51
51. Kelahiran Phoenix.
52
52. Dunia Elf.
53
53. Kebencian Thurinor.
54
54. Rahasia Bunga Edianna.
55
55. Manusia Bumi.
56
56. Setia Menunggumu.
57
57. Hukuman Pengkhianat.
58
58. Jalur Berbahaya.
59
59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60
60. Terjerat Tiupan Asmara.
61
61. Penyihir Agung.
62
62. Sebuah Kesepakatan.
63
63. Pertolongan Nyx.
64
64. Amarah Amara.
65
65. Perubahan Minerva.
66
66. Naga Vs Phoenix.
67
67. Gua Terkutuk.
68
68. Kekhawatiran Jasmine.
69
69. Pertempuran Para Penyihir.
70
70. Awal Sebuah Era.
71
71. Perang Pertama.
72
72. Pintu Rahasia.
73
73. Aku Istrinya.
74
74. Istana Emas.
75
75. Negeri Moonheaven.
76
76. Persembunyian Dark Elf.
77
77. Sylvana dan Sonja.
78
78. Janji Terpenuhi.
79
79. Darah Proxima Murni.
80
80. Kedatangan Klan Armeda.
81
81. Pedang Griffin.
82
82. Kematian yang Menyedihkan.
83
83. Membangun Aliansi.
84
84. Impian yang Terwujud.
85
85. Kristal Suci.
86
86. Mengungkap Kebenaran.
87
87. Hantu Cantik.
88
88. Berita Besar.
89
89. Wanita Iblis.
90
90. Pengakuan Zelda.
91
91. Batu Jiwa.
92
92. Pedang Angerage.
93
93. Saudara Kembar.
94
94. Saatnya Melawan.
95
95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96
96. Bantuan Tak Terduga.
97
97. Sebuah Janji.
98
98. Tombak Iblis.
99
99. Mendapat Ancaman.
100
100. Menyusun Rencana.
101
101. Kemunculan Kitab Iblis.
102
102. Pertemuan Dengan Elda.
103
103. Kabar Gembira.
104
104. Portal Iblis.
105
105. Mengubur Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!