6. August Diculik.

August menemui Mr. Borris menanyakan apakah ada yang bisa ia lakukan hari ini. Mr. Borris senang mendengarnya. ia meminta August untuk membantunya melakukan pencatatan dan menyiapkan barang yang akan diantar esok hari.

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam sembilan malam. mereka berpamitan lalu meninggalkan tempat itu.

August menunduk menelusuri pedestrian, ia teringat percakapannya dengan Julia di toko pakaian sore tadi.

"Hmm.., Kau bilang tak jadi belanja, mengapa kau ada disini?" tanya August dingin.

"terserah aku, itu bukan urusanmu!" jawab Julia ketus menepis rasa bersalah.

"kau sendiri untuk apa ada disini, menguntitku?" kata Julia menyerang balik.

"Mengapa kau tak menguntit gadis itu?" tambahnya lagi.

August sedikit terkejut dengan pertanyaan Julia. apakah gadis yang dimaksud itu adalah Aira pikirnya.

"Apakah pakaian yang kau beli itu untuk acara ulang tahunmu?" tanya August sengaja mengganti topik.

Mata Julia sedikit berbinar mendengar bahwa August mengingat hari ulang tahunnya. padahal masih beberapa hari kedepan dan ia belum mengundang seorang pun.

"Ternyata kau masih ingat, kalau begitu kau harus datang dan memberiku hadiah" ucap Julia.

"Apa kau akan memakai rok mini itu di acara ulang tahunmu?" goda August.

wajah Julia memerah.

"dasar mesum, aku tak kan memakainya" ucap Julia.

"kalau begitu aku tak kan datang memberimu hadiah" ucap August acuh.

"apa maksudmu, kau pikir aku wanita apa?!" kata Julia.

"Atau jangan-jangan kau beli rok mini itu untuk bergaya seperti Aira?" August sengaja mengangkat topik Aira kembali.

"siapa dia aku tak kenal!" jawab Julia.

"lalu untuk apa kau beli itu?" tanya August.

"koleksi" ucap Julia.

"hmm.. baiklah klo begitu, hati-hati berkendara." ucap August berbalik lalu berjalan keluar toko.

Julia melihat August meninggalkannya begitu saja langsung memanggilnya.

"hey pria mesum kembali kesini bantu aku bawakan belanjaan ini!" pinta Julia.

"tidak mau" jawab August.

"apa maksudmu tidak mau?" tanya Julia kesal.

"ya tidak mau, bukankah kau belanja sendirian, bawalah sendiri!"

Julia mendengus kesal. dengan susah payah Julia membawa belanjaannya kedalam mobil.

"apa kau akan datang ke pesta ulang tahunku?" tanya Julia sekali lagi.

"mungkin" jawab August.

"Jika kau tak datang dan memberiku hadiah aku akan menyewa beberapa preman untuk memukulimu." ancam Julia lalu menyalakan mesin mobil dan pergi tanpa peduli dengan respon August mendengarnya.

Terlepas apapun percakapannya hari ini dengan August jauh dilubuk hatinya Julia sangat senang mengetahui bahwa August mengingat hari ulang tahunnya.

Sementara August hanya tersenyum mendengar ancaman Julia.

August berjalan melewati beberapa toko souvenir, tetapi masih bingung akan memberi hadiah apa untuk diberikan kepada Julia.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

Ahh.. itu dia.. aku akan memberikannya itu. pikirnya.

ia pun pergi menuju ke sebuah toko mainan dan menemukan apa yang dicari. ia membayar lalu pergi dengan tersenyum.

Acara pesta ulang tahun Julia sudah dimulai. para tamu undangan juga teman dekat Julia hadir meramaikan suasana mengucapkan selamat dan memberikan bingkisan hadiah.

Karena kedua orang tua Julia adalah salah satu orang terpandang tak heran pesta itu sangatlah mewah dan meriah. Tetapi sangat disayangkan suasana itu tak membuat Julia bahagia.

Ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. ia sering kali menatap sekeliling ruangan, kadang juga menengok lalu-lalang di pintu masuk.

Julia sangat sedih dalam hatinya namun ia berusaha menutupi kekecewaannya dengan senyum yang dipaksakan.

acara sudah hampir mendekati akhir namun orang yang dinantikan tak kunjung hadir.

waktu sudah hampir jam dua belas malam tamu undangan dan teman kuliahnya sudah pamit undur diri. Julia terduduk di teras rumahnya dengan pandangan kosong.

Kedua orang tua Julia sangat memahami apa yang anaknya rasakan.

"Kau masih menunggunya?" tanya Mrs. Lockhart ibu Julia.

Julia hanya terdiam.

"Mungkin August sedang ada urusan, pasti besok ia akan mengunjungimu" kata Mrs Lockhart mencoba menghibur anak satu-satunya itu.

"iya mungkin" jawab Julia datar penuh kekecewaan.

tak lama berselang sebuah mobil audy biru berhenti di depan halaman rumah. terlihat Nora keluar dari mobil tersebut dengan sebuah bungkusan di tangannya.

"Julia maaf aku.." Nora belum selesai mengeluarkan kalimatnya tiba-tiba Julia memotongnya.

"August tidak datang, kau pun datang ketika pesta sudah berakhir" apakah aku sudah tak punya arti untuk kalian?" ucap Julia dengan gejolak emosi dihatinya.

ia berdiri lalu berjalan masuk ke rumahnya.

"Tunggu Julia.., jangan salah paham!" Nora mencoba menahan Julia.

"Pergilah, tak ada yang perlu di jelaskan!" Julia menepis tangan Nora yang mencoba menahannya.

"August diculik!" ucap Nora dengan tegang.

"APA..!!" Julia dan kedua orang tuanya berkata serempak.

"ketika aku menuju rumahmu aku sempat mampir ke minimarket yang tak jauh dari rumahmu. ketika aku kembali aku melihat seseorang yang terlihat seperti August" Nora mulai bercerita.

"aku ingin keluar dari mobilku untuk memastikan karena pencahayaan di sebrang sana sangat minim"

"aku berniat mengajaknya pergi ke pestamu bersama, namun tiba-tiba ada mobil yang berhenti didekatnya dan dua orang turun dari mobil menghadangnya"

"aku mengintip dari dalam mobilku"

"ia sempat ingin melawan, namun kedua orang itu menodongkan pistol, ia menyerah lalu seseorang memukul kepalanya hingga membuat pingsan dan membawanya pergi"

"aku sudah mencoba menghubungi dan mengirim pesan padamu berharap kau membukanya, namun kupikir kau pasti sangat sibuk, akhirnya aku mencoba mengikuti mereka dari kejauhan."

"mereka membawanya ke luar kota Royan, aku tak berani mengikuti lebih jauh lagi, maafkan aku" Nora pun menunduk.

Julia mengambil ponselnya dan ternyata benar Nora mencoba menghubunginya belasan kali. ia tampak sangat menyesal.

"Apakah kau yakin sudah memastikan bahwa itu August?" tanya ayah Julia.

"Ketika pingsan ia menjatuhkan sesuatu" jawab Nora lalu menyerahkan sesuatu ditangannya kepada Julia.

Julia mengambilnya lalu melihat tulisan diatasnya.

'Untuk Julia yang menyebalkan'

Ketika membacanya tangannya gemetar ia syok pandangannya menjadi gelap ia pun jatuh pingsan.

Sudah satu minggu tak ada berita perkembangan tentang penculikan August, bahkan ayahnya sendiri yang punya kuasa tak bisa berbuat apa-apa. penyelidikan dari kepolisian maupun detektif swasta yang ayahnya sewa semua mengalami kebuntuan, selama itu pula Julia tidak pergi ke kampus.

Orang tua Julia sangat khawatir, mereka meminta Nora untuk membujuknya, namun tetap sia-sia.

Julia menatap kado pemberian August yang belum ia buka. lama ia memandangnya, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk membukanya.

Bungkus kado itu ia buka perlahan. Julia terkejut melihat isinya. sebuah kotak musik.

Julia memutar tuas kecil disamping kotak itu beberapa kali lalu melepasnya.

terdengar alunan nada-nada indah menggema, lalu bagian atas kotak itu terbuka muncul replika pria dan wanita berputar seolah-olah menari.

Melihat itu ingatannya terbang membawa Julia ke masa lalu.

"Hey Julia jangan pergi jauh-jauh nanti kau dimarahi ayahmu" ucap August.

"aku sudah izin dengan ayah untuk pergi toko mainan Tuan Albert bersamamu" jawab Julia.

Julia dan August akhirnya masuk ke toko mainan tuan Albert.

"Permisi tuan Albert bolehkah aku melihat-lihat tokomu? aku sudah izin ayah" pinta Julia dengan hormat.

"Oh tentu saja, ayahmu sudah menghubungiku silahkan silahkan hahaha" ucap Albert dengan senang.

setelah mengucapkan terima kasih Julia dan August berkeliling toko mainan yang terkenal di kota Royan itu dengan gembira.

"Wah boneka beruang itu besar sekali" ucap Julia dengan kagum melihat sebuah boneka berukuran dua kali lebih besar dari tubuhnya.

Julia lalu memeluk boneka tersebut. August yang melihat itu tertawa.

"Aku akan meminta ayah untuk membelikanku boneka ini untuk hadiah ulang tahunku." kata Julia kepada August.

mereka kembali berkeliling melihat satu persatu mainan yang terpajang di toko itu.

"hey lihat bukankah itu kotak musik" tanya Julia lalu berjalan mendekati diikuti August dibelakangnya.

"bagaimana cara memainkannya?" tanya Julia kepada August.

August mengamati kotak musik tersebut, ia melihat ada tuas kecil lalu memutarnya. tak lama alunan nada terdengar.

"Hey lihat ada yang menari diatasnya." kata Julia.

"Julia mari kita menari juga seperti itu" pinta August meraih tangan Julia.

Julia tak menolaknya dia sangat senang menari berputar-putar seperti replika di kotak musik tersebut. hanya ada tawa kebahagiaan. tak ada yang lain.

"aku akan memberimu kotak musik itu untuk hadiah ulang tahunmu, kita bisa terus menari bersama selamanya." ucap August bersungguh-sungguh.

Julia yang mendengar itu wajahnya tersenyum dan matanya berbinar-binar.

Tanpa sadar air mata Julia menetes di pipinya setelah mengingat kejadian itu.

Julia buru-buru mengusap air matanya. ketika ia mendengar pintu kamarnya di ketuk seseorang.

"siapa?" tanya Julia.

"Maaf nona ada seorang gadis mencarimu, katanya ia teman kuliahmu, ia sekarang menunggumu di ruang tamu." jawab wanita yang sepertinya salah satu pelayan yang bekerja di keluaraga Lockhart.

Julia mendengar itu mengangkat alisnya. bukankah Nora baru saja pergi dari sini mengapa ia kembali.

"baiklah aku akan menemuinya" ucap Julia sambil merapikan dirinya.

Julia keluar dari kamarnya di lantai dua rumahnya. lalu menuju ruang tamu.

ketika ia menuruni anak tangga ia melihat seorang gadis yang membelakangi dirinya sedang mengamati salah satu lukisan yang ada di ruangan itu.

Julia mendekati gadis itu.

Gadis itu menyadari ada sesorang yang mendekatinya, ia pun membalikan badannya.

Julia terkejut melihat wajah gadis itu.

"Kau..!"

Episodes
1 1. Hutan Royan.
2 2. Jiwa Yang Terpilih.
3 3. Jangan Menghindar.
4 4. Murid Baru.
5 5. Dia Temanku.
6 6. August Diculik.
7 7. Itu Bukan Mimpi.
8 8. Ciuman Pertama.
9 9. Wanita Bergelang Biru.
10 10. Perkenalan dengan Aruna.
11 11. Bayar Hutangmu.
12 12. Double Date.
13 13. Pembalasan Bryan.
14 14. Kedatangan Jacky.
15 15. Selubung Waktu.
16 16. Ibuku Masih Hidup.
17 17. Dia Pembunuh Ayahku.
18 18. Pengintaian Membawa Petaka.
19 19. Salju di Bulan Agustus.
20 20. Kematian Logos.
21 21. Perbatasan Dua Dunia.
22 22. Racun Pelahap Jiwa.
23 23. Rahasia Oracle.
24 24. Air Mata Julia.
25 25. Terlahir Kembali.
26 26. Gazebo Tepi Danau.
27 27. Rahasia Danau Biru.
28 28. Suasana Hotel yang Canggung.
29 29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30 30. Rafael Sang Informan.
31 31. Menyerang Balik.
32 32. Pembalasan Hedya.
33 33. Tamu yang Tak Diundang.
34 34. Akhir Keluarga Longstaf.
35 35. Hari yang Berat.
36 36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37 37. Kau Tidak Sendiri.
38 38. Kebenaran yang Terungkap.
39 39. Pertarungan Melawan Gorran.
40 40. Serigala Neraka.
41 41. Membunuh Makhluk Neraka.
42 42. Kemenangan Berakhir Duka.
43 43. Buah Termanis di Dunia.
44 44. Bunga Edianna.
45 45. Dunia yang Aneh.
46 46. Kebahagiaan Elyn.
47 47. Peta Moonheaven.
48 48. Wanita Buta.
49 49. Liontin Merah Aira.
50 50. Putri Para Naga.
51 51. Kelahiran Phoenix.
52 52. Dunia Elf.
53 53. Kebencian Thurinor.
54 54. Rahasia Bunga Edianna.
55 55. Manusia Bumi.
56 56. Setia Menunggumu.
57 57. Hukuman Pengkhianat.
58 58. Jalur Berbahaya.
59 59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60 60. Terjerat Tiupan Asmara.
61 61. Penyihir Agung.
62 62. Sebuah Kesepakatan.
63 63. Pertolongan Nyx.
64 64. Amarah Amara.
65 65. Perubahan Minerva.
66 66. Naga Vs Phoenix.
67 67. Gua Terkutuk.
68 68. Kekhawatiran Jasmine.
69 69. Pertempuran Para Penyihir.
70 70. Awal Sebuah Era.
71 71. Perang Pertama.
72 72. Pintu Rahasia.
73 73. Aku Istrinya.
74 74. Istana Emas.
75 75. Negeri Moonheaven.
76 76. Persembunyian Dark Elf.
77 77. Sylvana dan Sonja.
78 78. Janji Terpenuhi.
79 79. Darah Proxima Murni.
80 80. Kedatangan Klan Armeda.
81 81. Pedang Griffin.
82 82. Kematian yang Menyedihkan.
83 83. Membangun Aliansi.
84 84. Impian yang Terwujud.
85 85. Kristal Suci.
86 86. Mengungkap Kebenaran.
87 87. Hantu Cantik.
88 88. Berita Besar.
89 89. Wanita Iblis.
90 90. Pengakuan Zelda.
91 91. Batu Jiwa.
92 92. Pedang Angerage.
93 93. Saudara Kembar.
94 94. Saatnya Melawan.
95 95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96 96. Bantuan Tak Terduga.
97 97. Sebuah Janji.
98 98. Tombak Iblis.
99 99. Mendapat Ancaman.
100 100. Menyusun Rencana.
101 101. Kemunculan Kitab Iblis.
102 102. Pertemuan Dengan Elda.
103 103. Kabar Gembira.
104 104. Portal Iblis.
105 105. Mengubur Impian.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Hutan Royan.
2
2. Jiwa Yang Terpilih.
3
3. Jangan Menghindar.
4
4. Murid Baru.
5
5. Dia Temanku.
6
6. August Diculik.
7
7. Itu Bukan Mimpi.
8
8. Ciuman Pertama.
9
9. Wanita Bergelang Biru.
10
10. Perkenalan dengan Aruna.
11
11. Bayar Hutangmu.
12
12. Double Date.
13
13. Pembalasan Bryan.
14
14. Kedatangan Jacky.
15
15. Selubung Waktu.
16
16. Ibuku Masih Hidup.
17
17. Dia Pembunuh Ayahku.
18
18. Pengintaian Membawa Petaka.
19
19. Salju di Bulan Agustus.
20
20. Kematian Logos.
21
21. Perbatasan Dua Dunia.
22
22. Racun Pelahap Jiwa.
23
23. Rahasia Oracle.
24
24. Air Mata Julia.
25
25. Terlahir Kembali.
26
26. Gazebo Tepi Danau.
27
27. Rahasia Danau Biru.
28
28. Suasana Hotel yang Canggung.
29
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30
30. Rafael Sang Informan.
31
31. Menyerang Balik.
32
32. Pembalasan Hedya.
33
33. Tamu yang Tak Diundang.
34
34. Akhir Keluarga Longstaf.
35
35. Hari yang Berat.
36
36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37
37. Kau Tidak Sendiri.
38
38. Kebenaran yang Terungkap.
39
39. Pertarungan Melawan Gorran.
40
40. Serigala Neraka.
41
41. Membunuh Makhluk Neraka.
42
42. Kemenangan Berakhir Duka.
43
43. Buah Termanis di Dunia.
44
44. Bunga Edianna.
45
45. Dunia yang Aneh.
46
46. Kebahagiaan Elyn.
47
47. Peta Moonheaven.
48
48. Wanita Buta.
49
49. Liontin Merah Aira.
50
50. Putri Para Naga.
51
51. Kelahiran Phoenix.
52
52. Dunia Elf.
53
53. Kebencian Thurinor.
54
54. Rahasia Bunga Edianna.
55
55. Manusia Bumi.
56
56. Setia Menunggumu.
57
57. Hukuman Pengkhianat.
58
58. Jalur Berbahaya.
59
59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60
60. Terjerat Tiupan Asmara.
61
61. Penyihir Agung.
62
62. Sebuah Kesepakatan.
63
63. Pertolongan Nyx.
64
64. Amarah Amara.
65
65. Perubahan Minerva.
66
66. Naga Vs Phoenix.
67
67. Gua Terkutuk.
68
68. Kekhawatiran Jasmine.
69
69. Pertempuran Para Penyihir.
70
70. Awal Sebuah Era.
71
71. Perang Pertama.
72
72. Pintu Rahasia.
73
73. Aku Istrinya.
74
74. Istana Emas.
75
75. Negeri Moonheaven.
76
76. Persembunyian Dark Elf.
77
77. Sylvana dan Sonja.
78
78. Janji Terpenuhi.
79
79. Darah Proxima Murni.
80
80. Kedatangan Klan Armeda.
81
81. Pedang Griffin.
82
82. Kematian yang Menyedihkan.
83
83. Membangun Aliansi.
84
84. Impian yang Terwujud.
85
85. Kristal Suci.
86
86. Mengungkap Kebenaran.
87
87. Hantu Cantik.
88
88. Berita Besar.
89
89. Wanita Iblis.
90
90. Pengakuan Zelda.
91
91. Batu Jiwa.
92
92. Pedang Angerage.
93
93. Saudara Kembar.
94
94. Saatnya Melawan.
95
95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96
96. Bantuan Tak Terduga.
97
97. Sebuah Janji.
98
98. Tombak Iblis.
99
99. Mendapat Ancaman.
100
100. Menyusun Rencana.
101
101. Kemunculan Kitab Iblis.
102
102. Pertemuan Dengan Elda.
103
103. Kabar Gembira.
104
104. Portal Iblis.
105
105. Mengubur Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!