14. Kedatangan Jacky.

Setelah mengantarkan August, Aira dan Aruna melanjutkan perjalanannya. tetapi lima belas menit kemudian Aira menepikan mobilnya. membuat Aruna tersadar dari lamunannya.

"ada apa?" tanya Aruna.

"kau benar, bahkan aku hampir tak bisa melihat gerakannya" kata Aira.

"apa kau tau yang sebenarnya terjadi? bagaimana kekuatan itu bisa tiba-tiba muncul? apa pemicunya?" tanya Aira.

"aku tak tau pasti"

"aku merasa sepertinya emosinya memicu kekuatan itu." kata Aruna.

"aku tidak mengerti" kata Aira memijit keningnya.

"aku merasakan energi tiba-tiba muncul dari dirinya ketika lelaki itu menyuruh orang membekap kita."

"energi yang sama, seperti yang aku rasakan di taman itu, hanya saja kali ini lebih besar." kata Aruna.

"lebih besar?" Aira sedikit kaget.

"maksudmu kekuatan itu muncul ketika orang di sekitarnya terancam?" tanya Aira.

"sepertinya begitu" kata Aruna.

"aku tak khawatir jika orang dari dunia ini menyerangnya, yang aku takut mereka menyerang orang di sekitarnya untuk menargetkan dirinya." kata Aruna.

"aku mengerti, wanita itu adalah titik lemahnya." kata Aira.

"ia dan wanita itu akan kembali ke hutan, aku pikir dia akan mencoba mencari Oracle" kata Aira.

"apa yang harus kita lakukan?" tanya Aira.

"biarkan saja, dia tak kan menemukan apa-apa di sana." kata Aruna lalu membuka pintu mobil.

"kau mau kemana?" tanya Aira.

"menemui seseorang" kata Aruna lalu melesat pergi.

"tidak sopan. sudah makan gratis. pergi begitu saja." gerutu Aira lalu melanjutkan perjalanan.

Danau Biru.

Hujan masih mengguyur kota Royan.

August duduk di sebuah gazebo, tubuhnya menggigil, pakaiannya basah kuyup.

Julia tiba, ia keluar dari mobilnya dengan payung di tangannya ia berlari kecil menuju gazebo.

"Kau.. kau terluka?" tatapan panik terlihat di raut wajah Julia melihat noda darah di kemeja August.

"Julia tenanglah, aku tidak apa-apa." kata August.

August mencoba menenangkan Julia yang panik dan hampir menangis.

"Noda darah itu.." Julia menunjuk kemeja August.

August lalu menceritakan yang berawal dari Nora dan perkelahiannya dengan Bryan. Julia mendengarkannya dengan serius menatap August.

"Bryan dasar kau lelaki bajingan" umpat Julia.

"ikut aku sekarang." kata Julia.

"Kemana?" tanya August.

"tubuhmu basah kuyup, kau bisa terkena demam nanti." ucap Julia.

August menurut, mereka pun kembali ke mobil lalu pergi dari gazebo tersebut.

hanya beberapa menit, mobil mereka berhenti di sebuah villa kecil. tak jauh dari danau tersebut. Julia mengambil kunci dari dalam tasnya lalu membuka pintu villa tersebut.

"Villa ini milik ayahku, aku mengelola tempat ini untuk disewakan kepada wisatawan yang mengunjungi danau itu, masuklah." ucap Julia.

"cepat bersihkan dirimu, gunakan handuk yang ada di lemari itu sementara aku akan menyiapkan pakaian untukmu nanti." kata Julia.

August tak banyak bicara ia bergegas menuju kamar mandi.

beberapa menit kemudian August keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya. ia menghampiri Julia di yang sedang duduk di tepi tempat tidur tampak sedang mengirim pesan.

"aku menanyakan kabar Nora, syukurlah dia baik-baik saja." kata Julia.

"terima kasih, kau telah melindunginya." ucap Julia.

"hey.. tidak perlu sungkan.. kau wanitaku dan dia sahabatmu, aku tak kan membiarkan orang lain menyakiti kalian berdua." kata August kini duduk d samping Julia.

"tapi ada yang tidak aku mengerti." ucap Julia.

"apa itu?" tanya August.

"Bagaimana bisa kau bersama kedua wanita itu?" tanya Julia dengan tatapan tajam.

Glek. August menelan ludah.

"itu.. itu.. ehm.. anu.. e.." August bingung menjawabnya.

"Bicara yang jelas." kata Julia mengancam.

"eh ya jelas.. aku anu.. dulu.. ehm apa itu.. janji.. ya itu" August gugup.

"janji apa?" tanya Julia.

"ya janji apa.. ehm ya itu.. janji itu hutang.. ajak ke pantai.. emh dulu.. waktu kita belum." ucap August mode blank.

"kita belum apa?" tanya Julia tangannya merayap ke dalam handuk.

"kita belum anu eh emm pacaran." ucap August.

"apa mereka menggodamu? tanya Julia yang tangannya mulai aktif.

"ehh.. itu aku err menggodanya" kata August yang sudah merasa pening.

"kau menggodanya?" tanya Julia kali ini tangannya sedikit meremas.

"aaaaaaa tidak bukan itu.. aaa.. aku tidak tergoda." ucap August sudah tidak karuan.

"jadi benar mereka menggodamu?" tanya Julia mengencangkan remasannya.

"aargh... bukan itu juga.. eh maksudku kau yang menggodaku?" ucap August yang merasa ngilu.

Julia menghentikan remasannya. ia mengecup bibir August.

August merasa lega siksaannya berakhir. namun setelah beberapa jam. pinggangnya terasa tersiksa.

Pagi hari. Royan General Hospital. Ruang VVIP.

"Bagaimana situasinya dok, aku ingin anakku sembuh, berapapun biayanya akan aku bayar." ratap seorang pria yang anaknya terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.

"Tuan Longstaf, anak anda mengalami luka yang sangat serius, Ia akan selamat tapi ia akan kehilangan kaki kirinya." kata Dr. Brown.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka.

Jacky..!

"Siapa yang melakukan ini pada adikku ayah?!" tanya Jacky. aura membunuh terpancar dari matanya.

"Nando bilang anak itu bernama August ia kuliah di kampus yang sama dengan Bryan." kata Mr. Longstaf.

"ia berada di area parkir gedung ini kalau kau ingin menemuinya."

Tak banyak bicara. Jacky dan dua temannya bergegas turun menggunakan lift keluar gedung menuju area parkir. Nando terkejut melihat kemunculan Jacky dan kedua temannya berjalan mendekatinya.

tanpa basa basi Jacky meninju wajah nando hingga tersungkur lalu menendang perutnya.

"Bajingan kau membiarkan adikku terluka." ucap Jacky.

"ampun kak Jacky, Bryan meminta kami semua menemaninya untuk memberi pelajaran kepada anak itu, kami di minta untuk mengawasi saja. ia memukuli anak itu, anak itu tak melawan namun anak itu selalu bangkit, Bryan meminta tongkat baseballku tapi entah bagaimana tiba-tiba Bryan seperti tertendang terpental menghancurkan kaca mobil. semua terjadi dengan cepat."

"Kak aku sangat ingin menghajar anak itu, tapi melihat keadaan Bryan aku memutuskan segera membawanya ke rumah sakit dan menelponmu" kata Nando.

"Bos adikmu pemegang sabuk hitam dan juara nasional, terasa aneh jika ia terluka seperti itu hanya dengan satu tendangan." kata salah satu bawahannya.

"apa maksudmu, kau ingin aku melupakannya?" kata Jacky marah.

"tidak bukan maksudku begitu bos, biarkan aku menyelidikinya beberapa hari, aku khawatir dia tidak sesederhana yang kita pikir, kita akan menghabisinya nanti."

"baiklah." kata Jacky.

Royan university.

August berjalan memasuki kampus dengan menahan pegal dan linu di pinggangnya. banyak orang menatapnya dengan pandangan heran, ketika ia membalas tatapan mereka banyak yang menundukan dan mengalihkan pandangannya, seolah-olah takut melihat August.

Rafael segera menarik August dan membawanya menjauh dari keramaian.

"Bro, Aruna sudah menceritakan semuanya kejadian kemarin." kata Rafael.

Entah kenapa August berpikir itu tentang insiden lotion suncream yang tertumpah di bokong Aruna.

"maaf aku tak sengaja menumpahkannya." kata August dengan wajah memerah.

Rafael mengerenyitkan dahinya "Apa yang kau bicarakan?"

"hah.. apa maksudmu?" August balik tanya gugup.

"tunggu adakah sesuatu yang terjadi diantara kalian? tanya Rafael curiga.

"tidak.. tidak terjadi apa-apa lupakan." kata August keringat dinginnya terasa keluar.

"baiklah, aku hanya ingin memberitahu, kabar tentang Bryan yang telah kehilangan kakinya sudah menyebar di seluruh kampus. mereka berpikir ada hubungannya denganmu." kata Rafael.

"kakak Bryan yang bernama Jacky sudah tiba di kota ini sepertinya akan mencarimu, sebaiknya kau menghilang dulu sementara waktu." tambah Rafael.

"untuk apa aku menghilang, bukankah itu semakin menandakan aku yang bersalah." kata August.

"Jacky adalah anggota gangster Black Eagle, kelompok itu terafiliasi dengan kelompok kesatria merah, bahkan pemerintah negeri ini tak berdaya menghadapi mereka." kata Rafael.

"aku tetap tak akan pergi, sudahlah tak perlu khawatir, aku akan menjelaskan pada mereka bila bertemu." kata August pergi meninggalkan Rafael.

"kau ini gila atau bodoh? huh dasar keras kepala?" ucap Rafael melihat August pergi.

Hmm.. sepertinya ada sesuatu yang terjadi antara August dan Aruna. aku akan menanyakan kepada Aruna nanti. Rafael berkata dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

Muliadi Harahap

Muliadi Harahap

lanjutkan thor semangat up doublenya

2022-10-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Hutan Royan.
2 2. Jiwa Yang Terpilih.
3 3. Jangan Menghindar.
4 4. Murid Baru.
5 5. Dia Temanku.
6 6. August Diculik.
7 7. Itu Bukan Mimpi.
8 8. Ciuman Pertama.
9 9. Wanita Bergelang Biru.
10 10. Perkenalan dengan Aruna.
11 11. Bayar Hutangmu.
12 12. Double Date.
13 13. Pembalasan Bryan.
14 14. Kedatangan Jacky.
15 15. Selubung Waktu.
16 16. Ibuku Masih Hidup.
17 17. Dia Pembunuh Ayahku.
18 18. Pengintaian Membawa Petaka.
19 19. Salju di Bulan Agustus.
20 20. Kematian Logos.
21 21. Perbatasan Dua Dunia.
22 22. Racun Pelahap Jiwa.
23 23. Rahasia Oracle.
24 24. Air Mata Julia.
25 25. Terlahir Kembali.
26 26. Gazebo Tepi Danau.
27 27. Rahasia Danau Biru.
28 28. Suasana Hotel yang Canggung.
29 29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30 30. Rafael Sang Informan.
31 31. Menyerang Balik.
32 32. Pembalasan Hedya.
33 33. Tamu yang Tak Diundang.
34 34. Akhir Keluarga Longstaf.
35 35. Hari yang Berat.
36 36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37 37. Kau Tidak Sendiri.
38 38. Kebenaran yang Terungkap.
39 39. Pertarungan Melawan Gorran.
40 40. Serigala Neraka.
41 41. Membunuh Makhluk Neraka.
42 42. Kemenangan Berakhir Duka.
43 43. Buah Termanis di Dunia.
44 44. Bunga Edianna.
45 45. Dunia yang Aneh.
46 46. Kebahagiaan Elyn.
47 47. Peta Moonheaven.
48 48. Wanita Buta.
49 49. Liontin Merah Aira.
50 50. Putri Para Naga.
51 51. Kelahiran Phoenix.
52 52. Dunia Elf.
53 53. Kebencian Thurinor.
54 54. Rahasia Bunga Edianna.
55 55. Manusia Bumi.
56 56. Setia Menunggumu.
57 57. Hukuman Pengkhianat.
58 58. Jalur Berbahaya.
59 59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60 60. Terjerat Tiupan Asmara.
61 61. Penyihir Agung.
62 62. Sebuah Kesepakatan.
63 63. Pertolongan Nyx.
64 64. Amarah Amara.
65 65. Perubahan Minerva.
66 66. Naga Vs Phoenix.
67 67. Gua Terkutuk.
68 68. Kekhawatiran Jasmine.
69 69. Pertempuran Para Penyihir.
70 70. Awal Sebuah Era.
71 71. Perang Pertama.
72 72. Pintu Rahasia.
73 73. Aku Istrinya.
74 74. Istana Emas.
75 75. Negeri Moonheaven.
76 76. Persembunyian Dark Elf.
77 77. Sylvana dan Sonja.
78 78. Janji Terpenuhi.
79 79. Darah Proxima Murni.
80 80. Kedatangan Klan Armeda.
81 81. Pedang Griffin.
82 82. Kematian yang Menyedihkan.
83 83. Membangun Aliansi.
84 84. Impian yang Terwujud.
85 85. Kristal Suci.
86 86. Mengungkap Kebenaran.
87 87. Hantu Cantik.
88 88. Berita Besar.
89 89. Wanita Iblis.
90 90. Pengakuan Zelda.
91 91. Batu Jiwa.
92 92. Pedang Angerage.
93 93. Saudara Kembar.
94 94. Saatnya Melawan.
95 95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96 96. Bantuan Tak Terduga.
97 97. Sebuah Janji.
98 98. Tombak Iblis.
99 99. Mendapat Ancaman.
100 100. Menyusun Rencana.
101 101. Kemunculan Kitab Iblis.
102 102. Pertemuan Dengan Elda.
103 103. Kabar Gembira.
104 104. Portal Iblis.
105 105. Mengubur Impian.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Hutan Royan.
2
2. Jiwa Yang Terpilih.
3
3. Jangan Menghindar.
4
4. Murid Baru.
5
5. Dia Temanku.
6
6. August Diculik.
7
7. Itu Bukan Mimpi.
8
8. Ciuman Pertama.
9
9. Wanita Bergelang Biru.
10
10. Perkenalan dengan Aruna.
11
11. Bayar Hutangmu.
12
12. Double Date.
13
13. Pembalasan Bryan.
14
14. Kedatangan Jacky.
15
15. Selubung Waktu.
16
16. Ibuku Masih Hidup.
17
17. Dia Pembunuh Ayahku.
18
18. Pengintaian Membawa Petaka.
19
19. Salju di Bulan Agustus.
20
20. Kematian Logos.
21
21. Perbatasan Dua Dunia.
22
22. Racun Pelahap Jiwa.
23
23. Rahasia Oracle.
24
24. Air Mata Julia.
25
25. Terlahir Kembali.
26
26. Gazebo Tepi Danau.
27
27. Rahasia Danau Biru.
28
28. Suasana Hotel yang Canggung.
29
29. Pertemuan dengan Kapten Sanders.
30
30. Rafael Sang Informan.
31
31. Menyerang Balik.
32
32. Pembalasan Hedya.
33
33. Tamu yang Tak Diundang.
34
34. Akhir Keluarga Longstaf.
35
35. Hari yang Berat.
36
36. Kita Akan Berjumpa Lagi.
37
37. Kau Tidak Sendiri.
38
38. Kebenaran yang Terungkap.
39
39. Pertarungan Melawan Gorran.
40
40. Serigala Neraka.
41
41. Membunuh Makhluk Neraka.
42
42. Kemenangan Berakhir Duka.
43
43. Buah Termanis di Dunia.
44
44. Bunga Edianna.
45
45. Dunia yang Aneh.
46
46. Kebahagiaan Elyn.
47
47. Peta Moonheaven.
48
48. Wanita Buta.
49
49. Liontin Merah Aira.
50
50. Putri Para Naga.
51
51. Kelahiran Phoenix.
52
52. Dunia Elf.
53
53. Kebencian Thurinor.
54
54. Rahasia Bunga Edianna.
55
55. Manusia Bumi.
56
56. Setia Menunggumu.
57
57. Hukuman Pengkhianat.
58
58. Jalur Berbahaya.
59
59. Innodale Negeri Para Penyihir.
60
60. Terjerat Tiupan Asmara.
61
61. Penyihir Agung.
62
62. Sebuah Kesepakatan.
63
63. Pertolongan Nyx.
64
64. Amarah Amara.
65
65. Perubahan Minerva.
66
66. Naga Vs Phoenix.
67
67. Gua Terkutuk.
68
68. Kekhawatiran Jasmine.
69
69. Pertempuran Para Penyihir.
70
70. Awal Sebuah Era.
71
71. Perang Pertama.
72
72. Pintu Rahasia.
73
73. Aku Istrinya.
74
74. Istana Emas.
75
75. Negeri Moonheaven.
76
76. Persembunyian Dark Elf.
77
77. Sylvana dan Sonja.
78
78. Janji Terpenuhi.
79
79. Darah Proxima Murni.
80
80. Kedatangan Klan Armeda.
81
81. Pedang Griffin.
82
82. Kematian yang Menyedihkan.
83
83. Membangun Aliansi.
84
84. Impian yang Terwujud.
85
85. Kristal Suci.
86
86. Mengungkap Kebenaran.
87
87. Hantu Cantik.
88
88. Berita Besar.
89
89. Wanita Iblis.
90
90. Pengakuan Zelda.
91
91. Batu Jiwa.
92
92. Pedang Angerage.
93
93. Saudara Kembar.
94
94. Saatnya Melawan.
95
95. Mengunjungi Kuil Bayangan.
96
96. Bantuan Tak Terduga.
97
97. Sebuah Janji.
98
98. Tombak Iblis.
99
99. Mendapat Ancaman.
100
100. Menyusun Rencana.
101
101. Kemunculan Kitab Iblis.
102
102. Pertemuan Dengan Elda.
103
103. Kabar Gembira.
104
104. Portal Iblis.
105
105. Mengubur Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!