"Itu.. itu.. tidak mungkin, Ibu dan ayahku meninggal dalam kecelakaan." Hedya syok mendengar penuturan Kapten Sanders.
"Hedya.. aku dan ayahmu ada disana ketika peristiwa itu terjadi, aku membantu ayahmu untuk menyembunyikan ibumu."
"mereka bersembunyi selama tiga tahun lamanya, Pengorbanan ayahmu membuat Lyra luluh, ayahmu menikahinya, setahun kemudian engkau lahir."
"Pemerintah kala itu menetapkan ayahmu adalah buronan nomor satu. persembunyian mereka akhirnya di ketahui. ayahmu memintaku untuk membawa kau untuk dirawat oleh Andrew. dia adalah sahabat ayahmu."
"Hedya ayahmu adalah satu satunya orang yang pernah mengunjungi dunia mereka."
"sudah puluhan portal muncul di bumi ini."
"Karena ayahmu lah Biro ini berdiri, setelah rezim berganti semua tuduhan kepada ayahmu dicabut namanya dibersihkan. Ibumu bersedia memberikan semua informasi tentang dunianya kepada kita, dunia mereka bernama Proxima."
"Keberadaanmu tetap disembunyikan demi keselamatanmu, liontin yang ada di lehermu itu adalah pemberian Lady Lyra ibumu."
Hedya memegangi liontin yang ada di lehernya.
"Bagaimana ayahku dan ibuku meninggal?" tanya Hedya yang sejak awal air matanya sudah menetes.
Kapten Sanders menghela nafas panjang.
"Ayahmu dibunuh seorang lelaki bernama Mordo, dia adalah tangan kanan Gorran" kata Sanders.
"lalu bagaimana dengan ibuku?" tanya Hedya.
"Ibumu masih hidup, dan aku rasa sekarang sudah saatnya kau harus bertemu dengannya, dia tinggal di sebuah kuil di negeri Murcia." kata Sanders.
Hedya tercengang.
"i.. i.. ibuku masih hidup?"
"kami semua merahasiakan ini darimu sampai kau siap, orang-orang yang berasal dari dunia proxima, sangat kuat dan berumur panjang. usia ibumu tak jauh beda dengan ayahmu tapi penampilannya tetap tak berubah ia seperti wanita seusiamu." kata Sanders.
"Mengapa ia tak pernah menemuiku" tanya Hedya kecewa.
"Aku tak bisa menjawab itu, baiknya kau tanyakan langsung padanya, yang aku tau dia selalu berusaha untuk mencegah portal lain terbuka di bumi ini." kata Sanders.
"Kapten, mengapa kau ceritakan semua ini." tanya Hedya dengan perasaan yang sudah campur aduk.
"Kasus yang kau tangani ini..., aku punya firasat akan mengarah kepada kemunculan Gorran, aku tak ingin Peristiwa di kota Buckland terjadi lagi" kata Sanders.
hening.
"Baiklah, aku akan menemuinya.!"
Hedya meninggalkan gedung yayasan panti jompo yang sebenarnya adalah kamuflase dari kantor rahasia PE90, institusi dua tingkat di atas secret service, sesuai namanya PE90 atau Proxima Earth 90 hanya menangani kasus kasus di luar nalar, semacam MIB nya negara Lumeria.
Perkataan kapten Saunders benar-benar menghancurkan kepercayaannya selama ini tentang kedua orang tuanya.
Secangkir kopi yang baru saja ia pesan di sebuah kedai hanya dipandanginya. pikirannya sangat kalut. ia tak sadar seseorang memperhatikannya dari beberapa meja di belakangnya. sosok itu seorang wanita, di tangan kirinya terdapat gelang mutiara berwarna biru.
Hedya tersadar ketika melihat di seberang jalan sekelompok orang berjas hitam keluar dari hotel, ia mengamati dan seseorang yang paling mencurigakan, orang itu berbadan tegap tak ada rambut dikepalanya dan terdapat bekas luka di wajahnya, dia adalah Logos, Tapi saat ini Hedya tidak mengenal siapa dia.
Logos memasuki mobil yang sudah menunggunya, setelah masuk, mobil itu pun pergi. Hedya mengeluarkan uang untuk membayar secangkir kopi yang belum sempat ia nikmati, lalu bergegas masuk ke mobilnya dan mengikuti mobil Logos dari kejauhan.
Hedya tak ingin mengikuti mobil itu, tetapi instingnya berkata lain. Kecurigaannya semakin besar ketika mobil itu masuk ke jalan bebas hambatan menuju kota Royan.
Hutan Royan.
"August aku sangat lelah, apakah kau sudah menemukan apa yang kau cari?" tanya Julia yang duduk di batu kecil sambil memijit kakinya.
August hanya menggeleng, ia lalu menghampiri Julia lalu duduk di sampingnya.
"Sepertinya ini sia-sia, seharusnya kita tidak usah kesini." kata August yang tampak kecewa.
"Hey, aku tidak menyesal, aku hanya sedikit lelah, dan hari sudah sore, sebaiknya kau cari tempat untuk memasang tenda, sebaiknya kita istirahat dan lanjutkan pencarian esok hari."
"Aku pergi ke sungai sebentar" kata Julia.
Julia mengeluarkan handuk dari tas ransel lalu berjalan ke arah sungai.
"Baiklah, hati-hati!" ucap August.
August menemukan tempat untuk memasang tenda, tak membutuhkan waktu lama tenda pun terpasang. ia pun berkeliling untuk mencari ranting pohon untuk membuat api unggun. setelah sekiranya cukup August pun kembali, di saat itu Julia pun tiba.
August tak berkedip memandang Julia yang berjalan menuju tenda. Julia hanya mengenakan handuk rambutnya basah menetes jatuh ke dadanya yang menyembul dalam lilitan handuk.
"apa kau melihat hantu? cepat mandi sana, sebelum gelap." kata Julia lalu memasuki tenda.
hanya mengangguk August segera pergi menuju sungai.
Jarak sungai dari tempat mereka kurang dari seratus lima puluh meter, sungai itu tidak terlalu besar, airnya sangat jernih, kedalamannya pun bervariasi, August memilih tempat di sekitar batu besar yang kedalamannya kira-kira hanya sekitar satu meter atau sepinggang orang dewasa.
August melepas seluruh pakaiannya lalu masuk ke dalam sungai, ia menghadap ke sisi hutan dimana dia juga bisa mengawasi pakaiannya yang ia taruh di atas batu, khawatir akan jatuh ke sungai dan hanyut. ia menyelupkan kepalanya untuk membasahi rambutnya, lalu menuangkan shampoo ke tangannya dan menggosok kepalanya, ia lalu menyelupkan kepalanya kembali untuk menghilangkan busa shampoo yang ada di kepalanya. August terkejut ketika dia muncul kembali, di depannya terlihat wanita berdiri di atas batu di mana ia menaruh pakaiannya, wanita itu menatap tajam dirinya.
Wajah wanita itu sangat cantik terlihat dewasa dan berwibawa, ia mengenakan jubah berwarna ungu, ya dia adalah Lyra DeLight. August reflek menutup pusakanya dengan kedua tangannya, walau setengah badannya masih berada dalam air, tetapi karena air sungai itu sangat jernih, tentu saja masih bisa terlihat dengan jelas.
"si.. siapa kau?" tanya August gugup.
"Kau, tak perlu khawatir, aku tak minat melihatnya." kata Lyra.
perkataan Lyra hanya membuat August semakin malu dan canggung.
"Namaku Lyra, Lyra DeLight."
"A.. apa maumu?" tanya August.
"Kau tak perlu mencarinya, kau hanya bisa bertemu, jika ia memang ingin menemuimu." kata Lyra.
"Apa maksudmu? aku tak tau apa yang kau bicarakan?" kata August.
"Kau adalah orang yang dipilih kristal itu, hidupmu sudah tak lagi sama seperti sebelumnya." kata Lyra.
"aku tak mengerti, kristal memilihku? apa yang sebenarnya terjadi?" kata August.
"Dengarlah, akan ada banyak orang yang datang ingin membunuhmu, waktuku di sini tak banyak, jika kau ingin semua pertanyaanmu terjawab, pergilah ke negri Murcia temui aku di kuil bintang emas." kata Lyra.
Setelah berkata, dari bawah kaki Lyra muncul sebuah lingkaran bercahaya dengan simbol-simbol aneh berputar mengelilinginya bergerak keatas lalu menelan dirinya dan menghilang.
August hanya terbengong melihat kejadian tersebut.
apakah itu sebuah portal seperti cerita-cerita di film. August bertanya dalam batinnya.
Belum hilang keterkejutannya tentang kemunculan Lyra, August kembali kaget dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Hah.. pakaianku..!" August panik.
sial, sepertinya pakaianku terbawa masuk ke dalam portal itu. bagaimana aku kembali ke tenda. ia lalu melihat sekeliling dan akhirnya menemukan tanaman talas, ia memetik daun itu, lalu ia kembali ke tenda dengan dua daun menutupi bagian depan dan belakangnya.
Di depan tenda Julia sedang memasak makanan dan menyiapkan minuman hangat. aktifitasnya terhenti ketika ia melihat August berjalan berjinjit dengan kedua tangan memegangi daun menutupi pusaka dan bokongnya.
"Jangan banyak tanya, pakaianku hanyut." kata August.
Julia mendengar itu sontak tertawa terbahak-bahak membuat dadanya bergoyang tak beraturan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments